
Tepat pukul tiga dini hari,kedua orang tua Bintang beserta para anak buahnya telah sampai di rumah Bintang.
Semua orang yang ada di rumah itu langsung berjalan ke luar rumah untuk menyambut kedatangan bos besar mereka.
Tentu saja mama Bintang terus menangis sejak mendapat kabar bahwa putra tunggal kesayangan nya telah pergi meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.
"Bos" Kata Pierre.
"Jangan panggil saya bos lagi"
Pierre terdiam dan menatap Erika sejenak karena ia benar-benar ingin Erika tetap menjadi bos mereka.
"Bos besar sudah sampai,sekarang mereka sudah ada di depan"
"Bos besar?" Tanya Erika yang masih belum mengerti. "Oh iya,orang tua nya Bintang" Erika berjalan menuju halaman rumah untuk menyambut kedatangan mereka.
Mereka semua menundukkan kepalanya termasuk Erika saat orang tua Bintang berjalan masuk ke dalam rumah.
Saat berjalan melewati Erika,ayah Bintang melirik wanita tersebut sekilas tanpa sepengetahuan Erika dan kembali berjalan masuk.
Ayah Bintang mengatakan bahwa jenazah Bintang akan dibawa ke Rusia untuk dimakamkan,hal itu untuk mempermudah mereka ketika ingin berkunjung ke makam Bintang.
Mendengar keputusan tersebut,Erika hanya bisa terdiam.Tidak mungkin ia harus menentang kedua orang tua Bintang, mengingat dia bukan siapa-siapa bagi mereka.
Setelah selesai berbicara,ayah Bintang berjalan menghampiri Erika dan mengajaknya untuk berbicara bertiga bersama istrinya.
Di teras rumah yang berada di lantai tiga,tanpa ada satupun orang selain mereka bertiga.Ayah Bintang mengajak Erika untuk berjabat tangan,Erika sendiri tidak tahu apa yang menebus ayah Bintang ingin berjabat tangan dengan nya.
"Kemarilah" Kata mama Bintang yang merentangkan tangannya untuk memeluk Erika.
Erika benar-benar merasa tidak enak tetapi untuk menolak pun sulit rasanya.Ia perlahan berjalan untuk meraih mama Bintang dan memeluknya.
"Kamu wanita hebat" Kata mama Bintang sambil mengelus-elus rambut Erika.
Entah mengapa Erika langsung meneteskan air matanya saat mama Bintang berbicara seperti itu kepadanya.
"Datang kepada kami jika kamu membutuhkan bantuan" Kata ayah Bintang tiba-tiba.
Erika langsung melepaskan pelukan mama Bintang dan menatap wajah ayah Bintang dengan kebingungan.
Pria tersebut memberikan ponsel nya dan memperlihatkan pesan teks yang dikirimkan oleh Bintang kepada nya beberapa waktu lalu.
Ayah tau persis pekerjaan aku apa,ayah tau persis apa yang kita lakukan iini sangat beresiko.Jika suatu saat ayah datang ke Indonesia karena aku,baik kondisi aku hidup atau mati,utuh atau tidak.Tolong jaga dan lindungi satu perempuan yang menangisi kepergian aku.
Membaca kalimat terakhir nya saja sangat sulit bagi Erika.Wanita tersebut memejamkan matanya sebentar dan menengadah agar tidak mengeluarkan air mata di hadapan kedua orang tua Bintang.
"Jangan sungkan untuk datang kepada kami jika kamu butuh bantuan" Kata ayah Bintang lagi.
"Dia tidak pernah memperdulikan soal wanita,jika dia memperdulikan kamu berarti kamu istimewa baginya.Dan jika kamu sangat istimewa bagi nya maka kamu juga sangat istimewa bagi kami, terutama saya.Karena sejak lama saya selalu mendambakan Feliks agar dia mau memperkenalkan wanita pilihannya kepada saya" Kata mama Bintang.
"Sesekali saya akan datang,bukan untuk meminta bantuan tetapi untuk berkunjung" Erika tersenyum manis.
"Maafkan putra saya yang sudah menyakiti hati kamu" Kata ayah Bintang.
"Kepergian dia juga sangat menyakiti hati kedua orang tua nya"
Ayah Bintang tersenyum tulus saat mendengar perkataan Erika. "Kamu akan sangat di muliakan jika memperlihatkan ini kepada warga asli Rusia jika berkunjung" Ayah Bintang memberikan kartu identitas nya kepada Erika.
"Terimakasih..." Erika bingung harus memanggil nya dengan sebutan apa.
"Ayah.Kamu bisa panggil saya ayah sama seperti Feliks"
"Terimakasih...Ayah"
Kalau begitu mari kita bergabung lagi dengan mereka,pasti mereka sudah menunggu.
Mereka datang dan kembali menggunakan pesawat pribadi milik orang tua Bintang.Situasi masih terasa sangat normal ketika peti jenazah Bintang mulai di masukkan ke dalam mobil.
Bahkan saat berpamitan pun Erika masih terlihat biasa-biasa saja.Satu persatu mobil mereka pergi meninggalkan halaman rumah Bintang dan saat itu pula raut wajah Erika berubah menjadi sunyi.
Di sana,di pintu utama bersama Tamara dan yang lainnya Erika perlahan berjongkok dan menangis tanpa suara sedikitpun.
Dunia nya sekarang sudah benar-benar berubah.Ia merasa akan kembali ke dunia normalnya tetapi lebih sunyi dari sebelumnya.
Erika berfikir untuk menghentikan semua ini, Erika berfikir untuk berhenti menjadi bos mafia itu.
Suatu malam. Erika berunding dengan Tamara,Bara, Pierre, Alfredo dan yang lainnya.Erika berkata bahwa ia ingin mundur dari posisinya.
Siapapun boleh menggantikan dirinya,Tetapi tidak ada satupun orang yang mau menggantikan posisi tersebut.
Mereka memilih untuk ikut berhenti bersama Erika dan menjalani hidup normal seperti kebanyakan orang.
Erika memberikan perusahan senjata Bintang kepada direktur Wijaya dan memberikan nya jabatan sebagai pemilik perusahaan tersebut.
Sementara bisnis yang ia jalani sendiri di sudahi,Erika mendonasikan semua uang hasil bisnis gelap nya ke panti asuhan dan yayasan yang membutuhkan.
Erika menjual markas dirinya dan Bintang,serta hasilnya di bagikan kepada seluruh anak buah untuk menjalankan hidup mereka masing-masing.
Erika tidak memberikan pilihan apapun kepada mereka,Erika hanya meminta kepada mereka untuk hidup lebih baik dari saat ini.
Sementara rumah Bintang di huni oleh Alfredo dan keluarganya kelak.
***
Satu tahun berlalu,Erika memutuskan untuk kuliah di luar negeri sebagai kegiatan untuk mengisi waktu luang nya sekaligus untuk melupakan Bintang dari ingatannya.
Karena selama satu tahun kebelakang ia selalu sibuk memikirkan Bintang yang sudah tidak ada lagi keberadaan nya.
Erika memilih untuk menetap di Amerika serikat dan kuliah di Universitas Harvard.
Selama masa berkabung atas kematian Bintang,ada laki-laki yang pernah mendekati Erika di Indonesia.Pria tersebut berasal dari keluarga terpandang dan memiliki sifat yang sangat bijaksana.
Tetapi tidak bertahan lama karena pria tersebut tidak kuat dengan sifat dingin yang dimiliki oleh Erika.
Sekarang Erika memiliki sifat yang sangat berbanding terbalik dengan sebelumnya.Kini ia selalu menyendiri,tidak banyak bicara dan memperbanyak aktivitas positif serta tidak mudah berbaur dengan orang asing.
"Apakah saya boleh duduk di samping mu?" Tanya seorang pria asli Amerika saat Erika sedang menunggu mobil jemputan di Bandara.Mereka berbicara menggunakan bahasa Inggris.
"Ya"
"Dari mana asal mu?"
"Indonesia"
"Apakah kamu seorang mahasiswi?"
"Ya"
"Kemana tujuan mu selanjutnya?"
"Massachusetts"
"Apakah kamu mempunyai seorang pacar?"
Erika langsung menoleh ke arah pria asing tersebut dan memberikan tatapan datar yang terlihat sangat terganggu dengan kehadirannya.
"Mobil jemputan saya sudah datang, permisi" Erika langsung berjalan meninggalkan pria tersebut.