Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 76



Sepanjang perjalanan menuju apartemen nya,Erika terus menutup telinga menggunakan earphone dan menatap ke arah luar dengan tatapan kosong.


Sesampainya Erika disana,ia langsung membersihkan badan nya dan membereskan semua barang yang ia bawa.


Wajah Erika kembali sendu saat melihat foto berukuran kecil yang menampakkan wajah dirinya dan Bintang saat masa sekolah.


Erika tersenyum kecil dan menarik nafas panjang nya agar tidak terbawa suasana lagi.


Besok adalah tepat satu tahun Bintang pergi dari dunia ini.Tetapi Erika tidak bisa datang ke perkebunan tempat terjadinya peristiwa penembakan karena sekarang ia sudah berada di Amerika.


Keesokan harinya Erika sudah bersiap untuk menimba ilmu di universitas tempat ia kuliah.Dengan berpakaian santai tapi sopan Erika berangkat dengan mengendarai mobil pribadi nya.


Hari pertama kuliah nya cukup menyenangkan,ia mempunyai banyak teman yang membuat nya bisa sedikit berbaur dan mulai menghidupkan sifat lama nya.


Sepulang kuliah,Erika berhenti di salah satu taman yang ada disana.Ia menikmati makanan ringan nya yang berukuran besar sendirian sambil duduk di pinggir taman dan mendengarkan musik menggunakan earphone.


Saking menikmati irama musik tersebut Erika sampai memejamkan mata nya dan menghentakkan kaki nya berulang kali.


Namun semua itu berakhir ketika seseorang menarik sebelah earphone miliknya dan memasangkan earphone tersebut di telinga seseorang tersebut.


Perlahan Erika membuka matanya dengan ekspresi singa mengamuk. "Apakah orang disini kebanyakan tidak memiliki etika?" Tanya Erika,tetapi ia langsung terdiam saat menatap wajah pria tersebut.


Ia terdiam karena pria itu menatap balik wajah nya.Meskipun memakai masker wajah,Erika merasa tatapan matanya sangat tidak asing baginya.


Erika kembali menghadap kedepan dan berulang kali mengedipkan mata nya karena ia pasti salah melihat.


Tetapi pria tersebut malah memasangkan kembali earphone itu di telinga Erika dengan perlakuan yang sangat halus hingga membuat Erika merinding.


Tentu saat menatap pria tersebut fikiran Erika langsung tertuju pada 'dia'.Karena Erika yakin bahwa Bintang sudah tidak ada bahkan ia melihat jasad nya sendiri,Erika langsung beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki untuk pergi meninggalkan pria aneh tersebut.


"Kenapa kamu pergi disaat aku udah ada disini?" Kata pria itu tiba-tiba hingga Erika menghentikan langkahnya dan memutar balik.


Suara tersebut terdengar familiar di telinga Erika,di tambah lagi pria tersebut berbicara menggunakan bahasa Indonesia.


"S-siapa kamu?" Tanya Erika terbata-bata.


Pria tersebut langsung membuka topi dan masker wajah nya hingga menampakkan wajah tampan pria tersebut.


Brugg!!...


Makanan ringan dan beberapa buku yang berada di tangan Erika langsung terjatuh ke tanah karena ia sangat terkejut ketika melihat wajah pria tersebut.


Nafas Erika mulai terengah-engah,mata nya bergerak tidak karuan sementara badannya terus membeku.


Entah yang dilihat nya benar atau tidak.Apa mungkin ia sedang berhalusinasi karena terlalu merindukan Bintang.


"Bintang" Bisik Erika.


"Kemarilah" Bintang merentangkan kedua tangannya agar Erika bersedia masuk dalam pelukan diri nya.


Erika masih terdiam dalam lamunannya,ia tetap berdiri di tempat yang sama tanpa bergerak sedikit pun.


"Permisi pak" Sapa Erika kepada salah satu pria yang sedang melintas.


"Apakah kamu bisa melihat pria yang sedang berdiri disana?" Tanya Erika.


"Tentu saja,dia sangat tampan"


Erika hanya bisa menganga saat mendengar perkataan pria tersebut.Kemudian ia bertanya lagi kepada orang yang melintas karena pikirnya mungkin pria yang tadi mempunyai indra keenam.


"Permisi Bu,Apakah kamu bisa melihat pria yang sedang berdiri disana?"


"Ya,dia terlihat sangat tampan"


Erika membalikkan badannya dan menatap Bintang dengan banyak pertanyaan di kepalanya.


Sementara Bintang terus berjalan perlahan ke arah Erika karena ia sudah sangat merasa pegal pada lengannya yang terus telentang sejak tadi.


Erika terus memundurkan langkahnya karena ia takut hanya berhalusinasi dan malah memeluk pria yang tidak dikenal.


"Siapa kamu?" tanya Erika.


"Bintang"


"Erika"


"Aku sudah sangat ikhlas,jadi pergilah dengan tenang" Kata Erika yang masih memundurkan langkahnya.


"Aku masih hidup"


"Apa?"


"Berhenti menghindar,aku kangen sama kamu" Kata Bintang.


Erika mencubit lengannya sendiri hingga kesakitan,itu bukan mimpi.Kenyataan bahwa pria yang berada di hadapannya adalah Bintang.


Erika langsung meneteskan air matanya dan berlari untuk memeluk Bintang dengan sangat erat. "Ini beneran Bintang?" tanya Erika.


"Hmmm.I love you"


Tangisan Erika semakin menjadi-jadi saat ia bisa mendengar kembali kalimat yang selalu ia dambakan.


"I love you too"


Saat Bintang hendak melepaskan pelukannya,Erika menolak.Ia kembali menarik tubuh Bintang dan memeluknya lagi hingga membuat pria tersebut sedikit tertawa dalam tangisan nya.


Setelah merasa lega,Erika langsung melepaskan pelukannya dan memukul badan Bintang menggunakan tas nya.


Ia terus memberikan pukulan kepada Bintang setelah puas memeluknya.Dan setelah selesai memukul Bintang,Erika memutar balikkan tubuhnya hingga membelakangi Bintang.


"Kenapa?Kenapa tiba-tiba marah?" Tanya Bintang.


"Jangan mendekat!Kamu bener-bener jahat" Erika berbicara dengan nada jengkel nya.


"Kenapa?"


"Bisa-bisanya datang setelah buat kekacauan.Pergi,pergi yang jauh" Erika merengek layaknya anak kecil yang selalu tertipu oleh orang tuanya.


"Oke,aku pergi" Bintang ikut membalikkan badannya.


"Aaaa jangan!" Erika menarik tangan Bintang sambil berjongkok. "Jangan"


"Oke,oke.Bangun,bangun" Bintang berusaha untuk membujuk Erika agar berdiri dari posisinya karena cukup banyak orang yang memperhatikan mereka.


"Aaaaa!!!" Erika kembali memukul dada bidang milik Bintang karena ia benar-benar merasa kesal jika terus mengingat perjalanan hidupnya selama satu tahun kebelakang.


"Kenapa kamu harus muncul setelah satu tahun pergi!!!" Teriak Erika yang amsih memukul Bintang. "Kenapa gak dari kemarin-kemarin!!"


"Aku ngerti,aku ngerti.Maaf udah bikin kamu sakit hati,maaf udah bikin kamu nunggu"


"Aaa gak peduli,ini mimpi atau bukan??" Rengek Erika. "Kalau ini mimpi ayo cepat bangun" Erika terus menampar pipi nya sendiri.


"Udah,udah udah...Nanti merah pipi nya kan gak lucu" Kata Bintang dengan suara manis nya.


"Ahhh..." Erika memalingkan wajah nya. "Peluk aku sekali lagi sebagai gantinya" Kata Erika.


Setelah itu mereka memutuskan untuk pergi bersama,berkeliling menikmati indahnya pemandangan malam hari disana.


"Kamu hidup bahagia?" Tanya Bintang saat mereka sedang berada di salah satu atap gedung untuk menikmati pemandangan malam.


"Hmmm" Erika berbohong.


"Kamu bahagia aku kembali?"


"Kenapa kamu kembali setelah membuat kekacauan" Kata Erika.


"Kekacauan?"


"Aku terlalu kacau semenjak kamu gak ada.Gimana bisa dulu kamu suruh aku lupain kamu setelah aku baru aja jatuh cinta sama kamu.Sakit" Erika mulai berbicara dengan suara nya yang tidak karuan karena perasaan nya mulai hancur saat ia haru mengingat masa-masa tersulit nya ketika Bintang tidak ada disisinya.


"Sini" Bintang merangkul Erika agar wanita tersebut bisa bersandar di bahu nya.Karena Bintang sangat mengetahui bahwa selama ini pasti Erika tidak mempunyai tempat bersandar untuk menceritakan keluh kesah di hati nya.