
Erika masih bersembunyi di balik dinding dengan wajah dan seluruh tubuh yang bercucuran keringat.Ia bingung harus melakukan apa,Erika sangat takut sesuatu akan terjadi kepada Bintang.Padahal disana Bintang bukan mangsa,melainkan predator nya.
Erika tidak bisa melihat Bintang yang masuk ke ruangan tersebut.Ia terus berdiam diri di sana dan tetap waspada karena ada beberapa anak buahnya yang lain sedang berjaga di depan ruangan tersebut.
Bisa di bilang ruangan itu adalah neraka terdalam bagi mereka yang akan di eksekusi mati disana.Sudah puluhan nyawa melayang disana,motif mereka berbeda-beda tentunya.
Dorr!!!!....Dorr!!!!....Dorr!!!
Suara Tembakan bergema di dalam ruangan tersebut,Erika langsung dan matanya mulai memerah karena ketakutan.Detak jantung nya semakin tidak beraturan,Erika menutup wajahnya yang berkeringat dengan kedua tangan.
"Apa itu?Siapa yang mereka tembak?" Bisik Erika cemas.
Dorr!!!!...Dorr!!!!...Dorr!!!!
Suara tembakan babak kedua Terdengar lagi dari dalam ruangan tersebut,tanda nyawa kedua pengkhianat tersebut sudah melayang.
Erika semakin tercengang,tatapan matanya kosong dan tidak tahu harus berbuat apa.Karena ketakutan,ia perlahan memundurkan langkahnya.Namun dengan tidak sengaja ia menyenggol sebuah guci antik yang harga nya cukup mahal.
Semua anak buah yang sedang berjaga langsung menoleh ke arah sumber suara,bahkan dari dalam pun Bintang dan Alfredo bisa mendengar lentingan guci antik tersebut.
Kepanikan Erika menjadi jadi,Ia langsung membuka matanya lebar-lebar dan menutup mulut dengan tangan sambil memejamkan kedua matanya.
"Siapa disana?" Teriak salah satu anak buahnya.
Gimana ini?Kalau ketauan,bisa bisa nasib gue kayak orang orang di dalam sana.
Batin Erika.
"Cepat cek" Kata salah satu anak buah sambil menggenggam erat pistolnya.
Mendengar hal itu,Erika langsung berlari kemanapun kaki nya melangkah asalkan bisa lolos dari mereka.
"Guci pecah" Kata Salah satu anak buah kepada yang lainnya.
"Lihat,ada yang sedang berlari!" Teriak yang lainnya sambil menunjuk ke arah Erika Yang sedang berlari dengan sangat cepat.
"Berpencar!!Kerja dia sampai dapat!!" Teriak pria tersebut.
Karena mendengar suara keributan dari luar,Bintang langsung berjalan keluar ruangan untuk memastikan apa yang sedang terjadi.
"Urus mereka,kubur dengan layak" Kata Bintang kepada Alfredo.
"Baik bos" Jawab Alfredo.
"Ada apa?" Tanya Bintang kepada anak buahnya yang masih tetap berdiri untuk berjaga di depan pintu ruangan.
"Ada orang asing masuk ke sini,diduga dia seorang mata mata bos" Kata Anak buahnya.
"Mata mata?Kok bisa?" Tanya Lintang menatap tajam.
Anak buah nya hanya menunduk ketakutan.
"Kejar di sampai dapat,sisa nya bantu Alfredo untuk memakamkan mereka" Ucap Bintang yang langsung berlari mengejar Erika dengan wajah yang masih tertutup dan ia juga masih menggenggam erat pistol kesayangan nya itu.
Erika terus berlari,ia menemukan ruangan yang terbengkalai diduga ruangan tersebut merupakan ruangan penyimpanan.
Erika langsung masuk kesana dan bersembunyi di balik tumpukkan barang yang sedang tidak terpakai dan berdebu.Karena ruangan tersebut minim cahaya,ia bisa memastikan bahwa mereka tidak akan menemukan nya.
Bintang terus berjalan menyusuri seluruh ruangan di markas mewah miliknya itu.Satu persatu ruangan ia telusuri,setiap benda yang mencurigakan ia periksa tetapi tidak berhasil menemukan orang yang menurutnya adalah seorang mata mata.
Sampai langkahnya terhenti tepat di depan ruangan penyimpanan barang tersebut.Entah kenapa firasat nya mengatakan bahwa orang itu ada di ruangan tersebut.
Ruangan nya yang cukup gelap membuat Bintang semakin yakin bahwa mata mata tersebut sedang bersembunyi di sana.
Langkah demi langkah Bintang memasuki ruangan tersebut secara perlahan sambil menarik pelatuk pistol nya yang siap untuk menembak orang tersebut.
Erika semakin ketakutan karena mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat diiringi denga suara pelatuk yang ditarik oleh Bintang.
Bintang sudah berhasil menemukan Erika,ia bisa melihat nya dari kejauhan.Dengan sigap Bintang langsung mengangkat tangannya dan mengarahkan pistol tepat pada sasaran,yaitu di kepala nya.
Ia tidak jadi menembaknya karena Bintang melihat bahwa orang yang sedang bersembunyi adalah seorang wanita.Ia sudah berjanji tidak akan menyakiti wanita,kali ini ia hanya ingin mengancamnya saja untuk bertanya sedang apa ia di sana.
Bintang mendorong pelatuk pistolnya lagi,sekarang ia sudah tepat berada di belakang Erika yang sedang tertunduk ketakutan.
Bintang merasa seperti mengenali bentuk tubuh dan rambut tersebut.Ia langsung menempelkan ujung pistol tepat di belakang kepala Erika.Bintang tidak akan melubangi kepalanya,ia hanya ingin mengancam Erika saja.
"Who are you?" Tanya Bintang dengan menggunakan bahasa Inggris.
Merasa sangat terancam dengan pistol yang menempel di kepalanya,Erika tidak bisa berkutik.Ia hampir meneteskan air matanya.
"Speak up!!!" Teriak Bintang.
Kepanikan Erika memuncak saat Bintang semakin menekan ujung pistol nya.
"Show your face!" Ucap Bintang.
Erika mulai pasrah,perlahan ia memutar tubuhnya ke arah Bintang.Kini posisi mereka saling berhadapan,Bintang yang berdiri tegap sambil menodongkan pistolnya dan Erika yang sedang berjongkok sambil tertunduk karena sangat merasa ketakutan.
"Show.. your..face" Ucap Bintang mengeja.
Perlahan Erika menunjukkan wajahnya,ia mendongak ke arah Bintang dengan wajah yang sangat berkeringat dan ketakutan.Kini pistol tersebut menempel tepat di kening Erika.
Bintang terkejut karena wanita yang ia lihat adalah Erika.Perlahan ia menurunkan senjata nya untuk memastikan wanita tersebut benar benar Erika atau bukan.
"Tolong jangan bunuh saya" Ucap Erika dengan suara getirnya.
"Lo ngapain disini?" Tanya Bintang sambil ikut jongkok di hadapan Erika dan memegang kedua bahu nya.
Erik sedikit terkejut dengan pertanyaan Bintang,perlahan ia mulai membuka matanya dan menatap lelaki 8ada di hadapan nya dengan wajah ketakutan.
"Anda kenal saya?" Bisik Erika gugup.
Bintang langsung membuka masker wajah dan kacamata hitam nya.Erika amat sangat terkejut karena melihat lelaki tersebut adalah sahabat nya sendiri yang sedang ia khawatir kan sejak tadi.
Erika hanya terperangah menatap Bintang tanpa berkedip sedikit pun.
"Ini Lo?" Tanya Erika dengan sangat berhati-hati.
"Lo ngapain disini?" Tanya Bintang lagi.
Erika menelan Saliva nya,dan menarik nafas terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Bintang.
"Kenapa Lo bisa ada disini?Ada yang bawa Lo ke sini?Siapa Orang nya kasih tau gue" Bintang terus bertanya sambil menggenggam erat kdua bahu Erika.
"Gue masuk ke bagasi mobil Lo" Bisik Erika dengan wajah yang ketakutan.
"Kenapa?" Tanya Bintang pelan.
"Karena gue selalu penasaran sama urusan Lo yang hampir setiap hari selalu ada" Bisik Erika sambil tertunduk.
Bintang memalingkan wajah nya sebentar dengan perasaan yang cukup jengkel lalu menatap Erika kembali.
"Lo tau semua nya?" Tanya Bintang.
Erika hanya Mengangguk.
"Apa aja yang Lo tau?" Tanya Bintang lagi.
"Lo bos mereka?" Tanya Erika dengan sangat berhati-hati.
"Ada lagi?" Tanya Balik Bintang.
"Gue gak tau apa yang terjadi,tapi gue denger jelas banget suara tembakan itu" Kata Erika yang terus menundukkan kepalanya.
"Huuuftt" Bintang menghela nafas dan ikut menundukkan kepala dengan menempelkan kepalanya di atas kepala Erika.
Mereka terdiam dan tertunduk selama beberapa saat di dalam gelap nya ruangan tersebut.Sementara diluar sana para anak buahnya sedang sibuk mencari Erika yang sudah ditemukan oleh Bintang.