
"Oke,aku akan meminta bantuan kepada yang lain saja" Kata pria tersebut yang langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
"Jangan pergi diem-diem" Kata Bintang.
"Oke ngerti.Udah,pulang sana aku harus masuk sekarang"
"Yaudah,nanti siang aku jemput" Bintang menyentuh bahu Erika dan langsung masuk ke dalam mobil nya.
***
Bintang melambaikan tangan nya kepada Erika saat wanita tersebut berusaha mencari keberadaan dirinya.
"Udah selesai?" Tanya Bintang.
"Hmmm"
"Yaudah,masuk" Bintang membukakan pintu mobil untuk Erika.
Mereka terus berbincang sepanjang perjalanan,Erika yang sangat antusias berbicara dan Bintang yang senang mendengarkan nya.
"Kamu mau ajak aku kemana?" Tanya Erika.
Bintang memperlihatkan sebuah foto sunset dari salah satu pantai yang ada disana.Bintang berniat mengajak Erika ke tempat tersebut bersama nya.
"Kamu mau ajak aku ke pantai?" Tanya Erika.
"Hmm..."
"Aku udah rencanain ini dari dua bulan yang lalu"
"Apa?"
"Dua bulan yang lalu aku pergi ke sana di temenin orang kepercayaan ayah buat cari udara segar setelah proses pemulihan.Terus terlintas di fikiran aku buat ajak kamu ke sana suatu saat kalau kita dipertemukan lagi" Bintang tersenyum.
"Waaah, terlalu banyak rencana" Erika melemparkan 'smirk' dan memalingkan wajahnya.
Setelah hampir memakan waktu sekitar tiga jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di pantai tujuan mereka.
Tempat tersebut sangat ramai dan di penuhi oleh sepasang kekasih yang sedang bermesraan.
Tentu saja banyak wanita yang memakai bikini berkeliaran disana.Hal itu membuat Erika merasa terganggu dan selalu berusaha untuk mengalihkan perhatian Bintang agar tidak bisa menatap para wanita tersebut.
"Waah rame banget ternyata,kemarin waktu aku ke sini sepi banget" Kata Bintang sambil menutup pintu mobilnya.
"Diem,gak usah banyak bicara.Kamu sengaja kan ngajak aku ke sini karena kamu pengen liat cewek-cewek cantik pake bikini" Ketus Erika dengan wajah jutek nya.
"Apa maksud kamu?Aku beneran gak tau kalo hari ini lagi ada pesta mereka"
"Oh yaudah" Singkat Erika sambil memalingkan wajahnya.
"Marah?" Tanya Bintang.
"Ngga"
"Yaudah.." Bintang masuk ke dalam mobilnya untuk mengambil kacamata hitam yang selalu ia bawa kemana-mana. "Gini?"
"Gak perlu,lepas aja" Kata Erika.
"Aaaa udah,udah ayo cepetan jangan marah-marah terus" Bintang langsung menarik tangan Erika agar wanita tersebut tidak terus menerus terdiam karena amarah nya.
"Duduk disini dulu" Bintang menggeserkan kursi untuk Erika. "Sir!" Teriak Bintang memanggil salah satu pria yang merupakan pemilik restoran di pinggir pantai tersebut.
"Feliks!Bagaimana kabarmu?" Tanya pria tersebut dengan menggunakan bahasa Inggris.
"Aku baik-baik saja"
"Baguslah,siapa dia?" Pria tersebut menatap Erika.
"Dia teman saya" Bintang mengedipkan sebelah matanya kepada pria tersebut.
"Aaaa ya"
Erika menatap tajam Bintang sekilas dan langsung kembali berbicara dengan pria itu lagi. "Ya,teman" Erika mengangguk dengan wajah datar nya.
Melihat ekspresi wajah Erika,Bintang hanya bisa terkekeh kecil mentertawakan wanita tersebut.
"Apakah kamu ingin memesan sesuatu?" Tanya nya.
"Ya,tentu saja" Kata Bintang. "Kamu mau pesan apa?" Tanya Bintang kepada Erika.
"Terserah,apa aja" Jawab Erika dengan ketus.
"Apa saja,bawakan untuk kami"
"Baiklah,tunggu sebentar" Pria tersebut langsung berjalan kembali untuk menyiapkan pesanan apapun yang diminta Bintang.
"Kenapa diem aja?" Tanya Bintang yang sudah mulai lupa kalau suasana hati Erika padam karena ulah nya tadi.
"Gak apa-apa"
"Kalau kata orang sih,dibalik kata gak apa-apa nya perempuan pasti ada apa-apa"
"Terus kenapa masih nanya?" Erika mulai memakai pedal gas dalam nada bicara nya.
"Kenapa?Apa yang salah?" Tanya Bintang.
"Lupain aja"
"Permisi pesanan sudah datang" Kata salah satu pelayan wanita yang datang untuk mengantar pesanan Bintang.
Karena melihat gaya berpakaian wanita tersebut yang sangat terbuka,Erika langsung berjalan ke arah wanita tersebut dan menutupi Bintang dengan tubuhnya agar tidak bisa melihat lekuk tubuh wanita tersebut.
"Oh terimakasih,kamu sudah bekerja keras dengan baik.Apakah kamu memerlukan pakaian?Jika kamu mau,mari ikut bersama ku untuk membeli pakaian baru" Erika tersenyum palsu.
"Tidak,saya sudah cukup mempunyai banyak pakaian dirumah.Kamu sangat berbaik hati nona" Kata wanita tersebut yang tidak mengerti arti dari perkataan Erika.
"Yaa, terimakasih" Erika langsung menaruh makanan tersebut di atas meja dan kembali duduk di kursi nya.
"Kenapa liat-liat?" Tanya Erika.
"Gak,gak apa-apa.Ayo makan" Bintang sudah mulai faham tetapi ia tidak ingin membicarakan nya lebih panjang lagi karena takut akan merusak suasana.
Satu jam berlalu,mereka telah selesai menikmati makan siang.Waktu telah menunjukkan pukul lima sore,Bintang mengajak Erika untuk pergi ke tepian pantai bersamanya.
"Kamu udah kenyang?" Tanya Bintang.
"Hmmm"
"Ayo ke tepi pantai"
"Sekarang?"
"Iya, sebentar lagi matahari terbenam.Ayo"
"Yaudah ayo"
Mereka duduk di pasir pantai yang lembut dan bersih tersebut sambil menikmati indah nya suasana di sore hari menjelang malam.
"Kamu kenapa mau sama aku?" Tanya Erika tiba-tiba saat mereka masih terdiam.
"Gimana?" Tanya Bintang.
"Kenapa kamu mau sama aku?"
"Kenapa pertanyaan gitu?Gak ada yang lain?"
"Belum ada"
"Kamu kenapa mau juga sama aku?" Tanya balik Bintang.
"Karena kamu cinta sama aku"
"Ya aku mau sama kamu karena aku cinta sama kamu" Bintang tersenyum.
"Aaaaa yaa,itu pertanyaan bodoh"
"Bangun" Bintang berdiri dan menyuruh Erika untuk ikut berdiri bersama nya.
"Mau ngapain?Aku udah nyaman banget duduk males kalau harus berdiri"
"Ayo bangun" Bintang menarik kedua tangan Erika hingga wanita tersebut berdiri dengan tepaksa.
"Ayo buka sepatu kamu" Kata Bintang
"Mau ngapain?"
"Buka aja dulu"
"Gak mau ah males" Rengek Erika.
"Dasar pemalas" Gerutu Bintang yang langsung bertekuk lutut di hadapan Erika untuk membukakan sepatu nya.
"Apa kata kamu?"
"Gak"
"Pegangan sini" Bintang menarik tangan Erika untuk berpegangan pada bahu nya.
Dengan perlakuan yang halus,Bintang membukakan sepatu dan kaos kaki Erika serta melipatkan celana panjang yang sedang Erika pakai.
"Ayo" Bintang menarik tangan Erika untuk ikut bersama nya ke bibir pantai.
Mereka berdua menikmati keindahan pantai di sore hari sambil bermain-main dengan air pantai yang membuat mereka tersenyum bahagia.
"Jangan siram aku pakai air pantai,aku gak bawa baju ganti" Kata Erika yang mengingatkan Bintang tetapi seperti mengancam.
"Yaudah aku siram diri sendiri aja" Bintang menyirami dirinya sendiri dengan air pantai tersebut hingga Erika tertawa lepas karena ulahnya.
Setelah selesai bermain-main dengan air pantai,mereka berdua duduk kembali di tepian pantai dengan suasana matahari yang sudah benar-benar hampir tenggelam.
"Kamu senang?" Tanya Bintang.
"Banget" Erika tersenyum. "Makasih"
"Kemari lah" Bintang menggapai tangan kanan Erika hingga wanita tersebut memberikan tatapan sendu kepada Bintang.
"Kamu cuma punya satu cincin?" Tanya Bintang sambil menunjuk cincin di jari telunjuk Erika.
"Ngga,ada banyak.Kan gak mungkin kalau aku pake semua"
"Yang mana cincin Favorit kamu?"
"Yang ini,yang lagi aku pakai" Erika tersenyum.
"Mulai sekarang kamu punya cincin favorit yang baru" Bintang tersenyum.
"Hmm?" Erika masih belum faham nih.
Bintang mengeluarkan kotak berwarna merah dari saku jaketnya,Erika menatap benda itu sekilas lalu menatap Bintang kembali.
"Apa itu?"
Bintang membuka kotak tersebut,Mata Erika langsung terbuka dan berbinar saat melihat isi dari kotak tersebut adalah sepasang cincin yang berbeda ukuran.
Ukuran yang kecil untuknya dan yang lebih besar untuk Bintang. "Apa ini?" Seketika Erika langsung terdiam,mata nya hanya tertuju pada sepasang cincin tersebut.
Bersamaan dengan mata nya yang berbinar-binar dengan air mata yang hampir menetes dan keadaan merinding seluruh tubuhnya.