Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 22



"Aduh berat banget sih ni orang" Ucap Erika sambil merebahkan tubuh Samuel di sofa, begitu juga dengan Gibran.


"Mereka mabuk ya?" Tanya Naura yang duduk di samping Gibran,Erika hanya menganggukkan kepalanya.


"Tadinya mau aku tinggalin mereka,tapi aku pikir pasti bakal kayak gini" Erika merebahkan tubuhnya juga.


Tak lama Gibran terbangun dan perlahan membuka mata dengan suara telernya.Gibran menyenderkan kepalanya di bahu Naura,sontak Erika dan Naura langsung terkejut dengan tingkah Gibran yang sedang mabuk tersebut.


Gibran terus mencari posisi yang nyaman untuk bersandar,ia memejamkan matanya sebentar dan langsung membuka nya lagi.Ia menoleh ke arah Naura dengan sebelah matanya.


"Siapa?" Tanya Gibran Kepada Naura.


"Hah?" Naura terperangah.


"Waahh...Cantik banget,kalo cantik gini sih pasti pacar gue" Gibran tersenyum dengan muka berantakannya dan langsung tertidur lagi di bahu Naura.


"Dih?" Erika merasa jijik dengan perkataan Gibran.


"Udah gak usah di dengerin,mending tidur udah malem" Erika menarik tangan Naura agar ia berdiri sementara Gibran tersungkur karena tidak ada sandaran lagi.


"Terus mereka gimana?" Tanya Naura.


"Udah biarin mereka tidur disini aja" Erika terus menarik tangan Naura agar masuk kedalam kamarnya dan tidak usah menghiraukan dua laki laki yang membuat nya jengkel tersebut.


"Aishh...Kenapa sih Lo berdua hobi banget nyusahin gue" Kata Erika jengkel.


Ia masuk kedalam kamar mama nya dan mengambil selimut untuk menutupi tubuh kedua temannya yang sedang mabuk itu.


"Diem diem disini,jangan bikin ulah" Bisik Erika yang langsung masuk kedalam kamar.




Di pagi hari seperti biasanya,Naura sudah bangun terlebih dahulu dan menyiapkan sarapan pagi.



Sementara Gibran dan Samuel Yangs Edang tertidur pulas tiba tiba terbangun kerena menghirup aroma makanan yang sangat lezat.Mereka langsung membuka matanya dan kebingungan karena tempat itu sangat tidak asing menurut nya.



"Gue dimana?" Tanya Gibran kebingungan.



Ia langsung melihat Foto Erika dan Mama nya yang terpajang di dinding.Ia langsung mengingat apa yang sudah terjadi kepada nya dan juga Samuel.



"Ohh,gue inget.Semalem kita ketemu di bar" Bisik Gibran.



"Aduh ini wangi makanan bikin perut gue jadi laper" Gibran mengendus-endus aroma makanan tersebut.



"Sam...Sam.." Gibran menggoyangkan tubuh Samuel yang sedang tertidur.



"Hemmm" Gumam Samuel.



"Bangun...Bangun,bangun" Gibran menarik tangan Samuel agar ia terbangun dari tidurnya.



"Hah dimana kita?" Tanya Samuel setengah sadar.



"Kita di rumah Erika" Jawab Gibran.



"Kok bisa?" Tanya Samuel lagii.



"Kita kan semalem ketemu di bar" Kata Gibran sambil mengacak-acak rambut Samuel.



"Aduhh kepala gue pusing banget" Samuel memegang kepala dengan kedua tangannya.



"Lo mabuk ya?Badan Lo juga bau alkohol" Gibran mengendus-endus tubuh Samuel.



"Lo juga bau alkohol Malih!" Sameul mengendus tubuh Gibran dan menampar pelan wajah Gibran.



"Eh tapi ini wangi makanan" Samuel mengendus-endus lagi.



"Kayaknya Erika lagi masak" Kata Gibran tersenyum.



"Dia emang bisa masak?Waktu pelajaran tata boga aja dia pernah goreng makanan sampe gosong kan?" Tanya Samuel meremehkan Erika.



"Suuuttss!!!Nanti orang nya denger bisa sakit hati dia" Gibran menutup mulut Samuel.



"Aishh..Tangan Lo bau alkohol" Samuel langsung melepas Paksa tangan Gibran.



Samuel berjalan ke dapur untuk mengetahui siapa yang sedang memasak dan makanan apa yang sedang dimasaknya.



"Lo lagi masak apaan ka?" Tanya Samuel yang sedang berjalan menghampiri Naura sambil tersenyum.



"Gue minta dong" Lanjut Gibran.



Naura menoleh ke arah mereka hingga Samuel dan Gibran terkejut.



"Waaaaaa!!!!" Teriak mereka berdua.



"Siapa Lo?" Tanya Gibran waspada.



"Ini rumah Erika kan?" Tanya Samuel.



Naura hanya terdiam karena tidak tahu harus berkata apa kepada mereka berdua.



"Ada apa sih berisik banget pagi pagi" Teriak Erika yang baru keluar dari kamarnya.



"Ka,ini siapa?" Tanya Gibran yang langsung berlari ke arah Erika.



"Dia sodara lo?" Tanya Samuel yang ikut berlari juga.



"Bukan,Ini Naura temen kerja gue" Kata Erika kepada Gibran dan Samuel.



"Kok dia ada disini?" Tanya Gibran.



"Dia tinggal sama gue sementara" Erika tersenyum.



"Emang Lo gak inget,semalam kan Lo bilang kalo dia pacar Lo" Erika menatap wajah Gibran.



"Hah!Pa-pacar?" Tanya Gibran terkejut.



"Ahh iya.Lo kan lagi mabuk" Erika duduk di meja makan.



"Minum nih" Erika memberikan minuman kepada Gibran dan Samuel.




"Minum aja kali,ini minuman pereda mabuk" Kata Erika.



"Kok Lo punya ini?Lo gak pernah minum kan?" Tanya Gibran.



"Lo lupa ya,kan gue kerja di Bar" Erika tersenyum.



"Ahh,iya bener juga" Samuel langsung meneguk minumannya.



"Oh iya,abis sarapan kalian langsung pulang ya" Kata Erika sambil mengunyah makanan nya.



"Kenapa?" Tanya Samuel.



"Gue harus pergi" Kata Erika.



"Tapi kan ada..Siapa tadi namanya?" Tanya Samuel kepada Naura.



"Naura" Naura tersenyum.



"Nah..Aduh senyumnya" Samuel terpesona.



"Aishh...Gue gak mungkin tinggalin Naura sama kalian berdua" Erika melempar Samuel dengan daun selada.



"Iya nih,ada ada aja Lo" Timpal Gibran kepada Samuel.



"Udah pokoknya abis sarapan kalian langsung pulang" Lanjut Erika.



*Tok!tok!tok*!...



Terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah Erika.Mereka berempat langsung menoleh ke arah pintu secara bersamaan, sedangkan Naura dan Erika saling menatap.



"Bentar gue liat dulu" Kata Erika yang langsung berjalan kearah pintu.



Setelah mengintip di jendela,ia melihat Bintang sedang berdiri di depan pintu untuk menjemput Erika.



Erika langsung berlari ke kamar untuk mengambil tas nya dan kembali ke meja makan.



"Siapa?" Tanya Gibran.



"Bintang" Jawab Erika.



"Lo mau kemana?" Tanya Samuel.



"Ada urusan" Erika menunjuk wajah Samuel.



"Gue pergi dulu ya,inget kalo makanannya udah abis kalian langsung pulang.Oke" Erika menatap tajam Gibran dan Samuel.



"Iya iya" Gibran menjawab dengan sewot.



"Ini mobil Gibran kan?" Tanya Bintang Kepada Erika saat ia telah membuka pintu rumahnya.



"Iya,dia ada disini sama Samuel" Jawab Erika.



"Kok bisa?" Tanya Bintang.



"Panjang ceritanya" Erika mengernyitkan dahi nya.



"Bran..Sam...Gue cabut duluan ya!" Teriak Bintang berpamitan.



"Iya hati hati!Jagain Erika yaaa!!" Teriak Gibran.



"Jagain,emangnya gue anak kecil apa" Erika jengkel.



Bintang hanya tersenyum dan berjalan membukakan pintu mobil untuk Erika.



"Lo mau ngapain sih ke rumah gue?" Tanya Bintang sambil mengendarai mobil nya.



"Ya main aja kali,Emang gak boleh?" Tanya Erika.



"Ya boleh aja" Bintang datar, sementara Erika tersenyum menang.



Setelah satu jam perjalanan,mereka sampai di halaman rumah Bintang yang sangat megah tersebut.Sangking megahnya rumah tersebut,Erika sampai terperangah takjub melihat nya.



"Waah.....Ini rumah Lo?" Erika terperangah sambil membuka kaca mobilnya.



"Hemmm" Gumam Bintang.



Setelah sampai di gerbang utama,mobil Bintang terhenti karena ada dua laki laki yang menghentikan dan ingin memeriksa terlebih dahulu siapa yang datang.



Bintang membuka kaca mobil nya dan menatap kedua anak buah nya tersebut.Saat melihat itu adalah bos nya,mereka langsung sigap membuka gerbang utama dan memberikan hormat kepada Bintang.



"Bos datang,buka gerbang kedua" Kata Salah satu dari mereka yang berbicara kepada teman lainnya melalui handy talkie.



"Siapa mereka?" Tanya Erika.



"Yang kerja buat jaga keamanan" Jawab Bintang santai.



"Lo gila hormat juga ternyata" Erika tersenyum.



"Ada lagi?" Tanya Erika terkejut karena ada dua orang yang sedang berjaga di gerbang kedua.



"Namanya keamanan berlapis,gue gak mau ada maling yang masuk" Kata Bintang.



"Waah...Sekaya apa keluarga Lo" Erika terperangah.