
"Bar?" Tanya Naura saat mereka sudah sampai di depan Bar.
"Ayo turun" Erika langsung turun dari mobil diikuti juga oleh Naura dan Bintang.
"Kenapa kakak bawa aku ke sini?" Tanya Naura kepada Erika.
"Udah ayo masuk dulu" Erika menarik tangan Naura untuk membawanya masuk ke dalam.
"Kamu datang lagi? Darimana?" Tanya Bos nya kepada Erika.
"Maaf bos saya pergi gitu aja,hari ini saya gak bisa kerja sampai malam bos" Kata Erika.
"Kenapa?" Tanya Bos.
"Saya lagi ada sedikit Masalah.Oh iya,kita bisa bicara sebentar kan bos?" Tanya Erika.
"Tentang apa?" Tanya balik Bos.
"Nanti saya jelasin,tapi sebelumnya saya mau ganti baju dulu" Erika langsung berjalan menuju ruang ganti.
Beberapa menit kemudian....
"Bos mungkin saya gak bisa masuk kerja dulu selama beberapa hari ke depan" Ucap Erika sambil meletakkan kedua tangannya di atas meja.
"Kenapa?" Tanya Bos penasaran.
"Rumah saya di sita,Jadi saya harus cari tempat tinggal baru untuk sementara waktu" Lanjut Erika.
"Kamu mau saya melakukan sesuatu?" Tanya Bos.
"Saya mau bos membantu saya dalam satu hal aja" Erika mengacungkan jari telunjuk nya.
"Apa?" Tanya bos tersebut.
"Ini Naura....A-adik saya" Kata Erika sambil menyentuh bahu Naura.
"Adik?" Tanya Bos dan Bintang bersamaan.
"Bukan adik kandung sih" Lanjutnya.
"Ohh...Kenapa dia?" Tanya bos nya.
"Dia sudah tinggal di rumah saya selama beberapa hari,Karen rumah saya di sita dan saya juga gak punya tempat tujuan saya mau minta tolong sama bos buat kasih Naura tempat di sini" Kata Erika memohon.
"Tempat?Ma-maksudnya?" Tanya bos nya kebingungan.
"Izinin Naura tinggal di sini sementara waktu,ada satu hal yang bikin saya gak berani buat bawa Naura pergi ke luaran sana" Lanjutnya.
"Tinggal disini?" Tanya Bos nya lagi.
"Atau sebagai gantinya,Naura bisa sambil kerja disini sementara waktu buat gantiin saya.Gimana Bos?" Tanya Erika.
"Dia gak punya siapa-siapa" Lanjut Erika.
Bos hanya menatap Naura sekilas dan langsung menatap Erika lagi.
"Oke,saya izinkan dia bekerja dan tinggal disini" Kata bos nya sambil tersenyum.
"Serius bos?" Tanya Erika antusias.
"Iyaa.Tapi kamu harus janji jangan buat masalah" Bos nya menunjuk Naura sambil tersenyum.
"Iya bos saya janji.Terimakasih" Naura menundukkan kepalanya.
"Makasih ya bos,bos emang the best" Erika mengacungkan jempol nya.
"Ahh selalu berlebihan" Ucap bos nya.
"Yaudah kalau gitu,saya permisi dulu bos.Ada hal lain yang harus saya urus" Erika dan Bintang beranjak dari duduknya dan langsung berjalan menuju mobil untuk pergi meninggalkan Bar.
Sepanjang jalan Erika hanya menempelkan wajah nya di kaca mobil sambil menatap ramainya jalanan Jakarta.
"Sekarang kemana tujuan Lo?" Tanya Bintang.
"Gak tau" Jawab Erika singkat.
"Lo punya saudara di Jakarta? Maksud gue mungkin ada saudara jauh Lo yang tinggal di Jakarta?" Tanya Bintang lagi.
"Lo kan tau gue gak punya saudara" Jawab Erika yang masih menempelkan wajahnya di kaca mobil dengan wajah pasrah.
"Coba Lo inget inget lagi" Kata Bintang.
"Gak ada" Singkat Farisa.
Bintang tidak berbicara lagi,ia langsung kembali fokus mengendarai mobil untuk pergi ke tempat tujuannya.
Satu jam kemudian mobil Bintang terhenti di depan gerbang utama rumahnya,Erika yang masih menyandarkan kepalanya di kaca mobil langsung terbangun dan melihat daerah sekitar.
"Kok kayak kenal tempat nya" Kata Erika sambil membuka kaca mobil dan menengadah menatap langit serta daerah sekitar.
Mobil Bintang berjalan kembali dan berhenti lagi di Gerbang kedua.
"Oh..Oh...Bener gue pernah ke sini" Kata Erika terperangah.
"Aishh.."
Mobil Bintang berjalan kembali dan berhenti tepat di depan rumah mewah nya.Tak lama asisten Bintang dan juga sopirnya datang membukakan pintu mobil untuk Erika dan juga Bintang.
"Woahh...Kamu!!" Erika menunjuk kearah Danu."Kamu ingat saya kan?" Tanya Erika antusias.
"Woahh perempuan yang malam malam datang ke markas,kita ketemu lagi" Kata Danu yang antusias juga.
Tetapi rasa antusias nya langsung lenyap saat ia menyadari bahwa Bintang dan Agus sedang menatap Danu dengan wajah datar mereka.
"Ekhemm ekhemm..." Danu bersikap dewasa kembali.
"Ini rumah Lo kan?" Tanya Erika kepada Bintang.
"Bawa masuk koper yang ada di mobil" perintah Bintang kepada Agus.
"Baik bos" Agus langsung berjalan mengambil koper.
Sedangkan Bintang,Erika dan Danu masuk kedalam rumah.
"Ini koper nya bos" Ucap Agus.
"Bawa ke kamar tamu" Perintah Bintang lagi sambil merebahkan tubuhnya di sofa.
"Baik bos"
"Kamu bantu Agus buat bersihin Kamar" Kata Bintang kepada Danu.
"Siap bos" Danu langsung berlari menyusul Agus.
"Lo bawa gue buat tinggal disini?" Tanya Erika antusias.
"Terus gue harus bawa Lo kemana?" Tanya Bintang yang masih memejamkan matanya. "Lo sendiri aja gak tau tujuan Lo mau kemana" Lanjutnya.
"Waaahhh...Makasih Bintang" Erika langsung memeluk Bintang yang sedang merebahkan tubuhnya di sofa.
"Tiba tiba banget,sebelum nya Lo gak pernah bales peluk gue" Ucap Bintang yang masih memejamkan matanya.
"Pokoknya gue serius bilang makasih sama Lo,i love you my brother!!!" Teriak Erika.
"Aishh...Sakit kuping gue!! Bintang langsung mendorong Erika karena ia terkejut dengan teriakannya.
"Lo dorong gue?" Tanya Erika pelan.
"Ma-maaf gue gak sengaja,Abis nya Lo teriak tiba tiba di kuping gue" Kata Bintang meminta maaf.
"Gak masalah,gak masalah.Gimana bisa gue marah sama Lo,yang ada nanti gue di usir lagi dari sini" Erika langsung berdiri dan duduk di sofa dengan wajah sumringah.
"aihh..Emang gak ada yang bisa nebak suasana hati Lo" Bintang menatap sinis Erika dan langsung merebahkan tubuhnya lagi.
30 menit kemudian....
"Bos kamar nya sudah siap" Kata Agus kepada Bintang.
"Istirahat sana" Bintang menatap Erika.
"Apa maksud Lo?ini masih sore" Erika menunjukkan jam tangannya kepada Bintang.
"Jangan tunjukin itu,mata gue sakit karena liat jam butut Lo itu" Bintang memejamkan matanya sambil memalingkan wajahnya juga.
"Aishh.." Erika langsung berdiri dan berjalan ke arah tangga.
Langkah nya terhenti dan langsung membalikkan badannya lagi.
"Ngomong ngomong kamar nya di sebelah mana?" Tanya Erika sambil tersenyum.
"Antar dia" Ucap Bintang kepada Agus dan Danu.
"Baik bos" Ucap mereka kompak.
"Waahh...Bahkan buat naik ke lantai dua aja cukup nguras tenaga" Ucap Erika. "Apa kalian gak cape tiap hari harus naik kaya gini?" Tanya Erika lagi.
"Kita udah biasa" Jawab Danu tersenyum.
"Sebenarnya...Setiap hari kami naik itu untuk sampai kelantai dua" Agus menunjuk ke arah lift setelah mereka bertiga sampai di lantai dua.
"Lift?Ada lift di rumah ini?" Tanya Erika takjub.
"Iya,keren kan?" Tanya Danu.
"Waaahh...keren" Erika terperangah. "Tunggu...Kenapa tadi kita gak naik lift aja buat sampai ke sini?Kenapa harus naik tangga?" Tanya Erika dengan wajah kesalnya.
"Ini cuma lantai dua" Ucap Agus santai.
"Tapi tetep aja" Erika semakin kesal.
"Ayo silahkan istirahat nona,kamar nya ada di sebelah sini" Danu langsung berjalan mengabaikan Erika.
"Hei,saya ini teman bos kalian.Kenapa kalian gak takut sedikitpun sama saya" Teriak Erika.
Mendengar perkataan Erika,Bintang hanya menatap ke arah lantai dua sambil tersenyum dan menggeleng kan kepala nya.