Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 36



Malam nya Bintang dan Erika kembali pulang ke rumah Bintang,ditemani oleh Agus dan Danu juga.


Sepanjang perjalanan mereka saling diam bahkan situasi di dalam mobil benar benar sangat sunyi.


Agus terus fokus mengendarai mobil nya,Danu terlihat sedikit bingung dengan apa yang terjadi antara Erika dan Bintang.Sesekali ia menoleh ke belakang dan kembali menatap kedepan.


Erika yang terus menatap kendaraan yang berlalu lalang di jalanan sambil menoleh ke arah bintang sesaat dan kembali menatap jalanan lagi dengan sikap canggung dan pikiran yang berkecamuk.


Sementara Bintang juga sama,Ia terus menerus menatap keluar jendela mobil menoleh sedikit pun.


Sesampainya mereka di rumah, seperti biasa dua anak buahnya yang lain membukakan pintu mobil untuk Erika dan Bintang.


Mereka berjalan masuk kedalam rumah dengan Bintang yang berjalan terlebih dahulu dan disusul oleh Erika di belakangnya.


Mereka terus terdiam satu sama lain sepanjang perjalanan menuju kamar mereka yang berada di lantai dua.


"Habis ini apa yang mau Lo lakuin?" Tanya Erika saat telah sampai di depan pintu kamarnya masing masing.


"Tunggu aja sampai Alfredo berhasil temuin Pak Han" Kata Bintang yang masih menggenggam handle pintu.


"Pak Han?" Tanya Erika.


"Orang kepercayaan kakek nya Resya" Kata Bintang.


"Oh iya..." Bisik Erika.


"Udah, masuk.Udah malem" Kata Bintang yang langsung masuk kedalam kamar nya.


"Kan...Suasana hati dia itu emang gak bisa di tebak" Bisik Erika dengan wajah polosnya dan langsung masuk kedalam kamar.


***


Keesokan harinya,Bintang sudah rapih mengenakan setelan jas untuk pergi ke markas seperti biasanya.


Ia menyuruh Erika untuk tetap di rumah dan tidak perlu ikut ke markas dengannya.Karena tidak harus setiap hari juga Erika disana.


Sebelum pergi Bintang memberikan makanan untuk sarapan kepada Erika dan juga memberikan barang barang yang lainnya.


"Hari ini Lo gak usah ikut gue,diem aja di rumah" Kata Bintang saat mereka berada di ruang tv.


"Kenapa gak dari kemarin kemarin aja?" Erika tersenyum kesal.


"Nih ambil" Bintang tidak menghiraukan perkataan Erika dan langsung memberikan kotak kecil yang berisi sebuah kartu black card yang di idam idamkan banyak orang.


"Apa ini?" Tanya Erika bingung.


"Lo gak tau?" Tanya Balik Bintang. "Ini namanya black card" Bintang mengambil kartu tersebut dari tangan Erika.


"Iya gue tau black card,orang keliatan warnanya item.Maksud gue fungsi nya buat apa?" Tanya Erika.


"Dengan kartu ini Lo bisa beli apapun yang Lo mau" Kata Bintang.


"A-apapun?" Tanya Erika gugup,Bintang hanya mengangguk.


"Baju, perhiasan?" Tanya Erika dengan antusias.


"Apapun" Kata Bintang.


"Waahh...Serius Lo?" Erika merampas kartu tersebut dengan cepat dari tangan Bintang.


"Iyalah.Tapi ada syaratnya" Kata Bintang menatap Erika.


"Apa ini?Ada syarat nya segala" Erik berhenti tersenyum dan menatap Bintang dengan tatapan penuh kecurigaan.


"Lo gak boleh terlalu sering keluar rumah.Minimal keluar rumah dua hari sekali" Bintang menunjuk wajah Erika.


"Hah?Gila Lo ya?Emang nya gue harimau apa di kurung" Erika meninggikan nada bicara nya.


"Kita gak tau diluar ada yang mata matain atau ngga.Makanya jaga jaga aja" Kata Bintang datar.


"Aishh...Apa gunanya gue punya ini kalau gak bisa keluar rumah sesuka hati gue" Ekspresi wajah Erika berubah menjadi cemberut.


"Oh iya,sekalipun Lo keluar rumah.Lo gak boleh sendirian,Lo harus di temenin orang orang gue" Lanjut Bintang.


"Hah?Waahh...sekarang gue ngerasa udah kayak tuan putri disini" Erika menatap kesal Bintang dan langsung berjalan menuju kamar nya.


"Tolong jaga Erika kemana pun dia pergi" Kata Bintang kepada Bara,orang kepercayaan nya yang bertugas di rumah.


"Ya bos" Kata Bara.


***


Erika sedang bersiap siap untuk pergi ke luar rumah,ia bertekad akan menghabiskan isi yang ada di dalam black card tersebut dan membeli apapun yang ia inginkan.


"Waahh...sssttt... kayak nya gue harus perawatan wajah deh,kali kali gak apa-apa lah ya" Erika menatap wajahnya di cermin dan langsung berjalan menuju meja dan memainkan laptop nya.


Dengan pencarian;


'Apa yang biasa dilakukan oleh perempuan ketika punya banyak uang'


"Menabung?Ngapain nabung toh ini duitnya Bintang bukan duit gue,xixixi" Bisik Erika tertawa.


"Perawatan tubuh dan wajah.Ssstt...boleh juga" Bisik Erika lagi sambil mencatat apa saja yang akan ia lakukan dengan black card nya.


Setelah selesai mencatat semua apa yang akan ia lakukan,Erika langsung mengganti pakaiannya dan langsung keluar kamar.


Baru saja ia keluar dari pintu utama,Bara langsung membukakan pintu mobil untuk Erika.Ia langsung terdiam sambil mentap bara dengan tatapan jengkel nya.


"Apa ini?Saya mau pergi sendiri" Kata Erika kepada anak buah bintang yang sedang duduk di bangku kemudi.


"Kami di beri perintah oleh bos untuk ikut kemanapun nona pergi" Kata Bara.


"Hah?...aishh.. Yaudah yaudah" Erika langsung masuk kedalam mobil dengan sangat terpaksa.


Mereka sampai di salah satu Mall terbesar yang di Jakarta.Erika langsung turun dari mobil dan bergegas masuk kedalam, diikuti oleh Bara yang berjalan untuk mengawalnya dari belakang.


Ia memulai permainan nya dengan pergi ke salon kecantikan terlebih dahulu.Setelah selesai melakukan perawatan tubuh dan wajah serta merombak tampilan rambutnya,Erika berjalan menyusuri keramaian di Mall dengan sangat percaya diri.


Erika memilih beberapa lembar baju yang terlihat sangat mahal dan elegan,tak lupa ia mencoba nya terlebih dahulu untuk menentukan cocok atau tidak dengan seleranya.


"Gimana?Bagus gak?" Tanya Erika kepada Bara.


Bara tidak memberikan komentar apapun.Ia memakai masker,jadi hanya terlihat matanya yang sedang terbuka lebar-lebar karena terpesona dengan penampilan Erika yang sangat sangat berbeda dari sebelumnya.


"Hellow" Erika melambaikan tangan nya tepat dihadapan wajah Bara.


Menyadari hal itu,Bara langsung mengedipkan matanya berulang kali dan bersikap normal seperti Biasanya.


"Bagus nona" Jawab Bara datar.


"Hemmm...Mbak saya mau yang ini ya,sama yang tadi saya cobain" Kata Erika kepada pramuniaga tersebut.


"Oh iya mbak, silahkan tunggu" Kata pramuniaga tersebut sambil mengambil beberapa baju yang telah Erika pakai dan langsung membawanya ke meja kasir.


Setelah selesai melakukan perawatan dari ujung kepala sampai ujung kaki serta membeli banyak pakaian dan juga beberapa pasang sepatu,Erika masih ingin terus berkeliling mengitari seluruh penjuru Mall tersebut.


Ia hanya membawa tas nya saja, sementara semua barang yang telah ia beli di bawa oleh Bara.Sampai-sampai Bara terlihat sangat kerepotan dengan banyaknya barang tersebut.


"Apa lagi ya?" Tanya Erika kepada dirinya sendiri.


Mendengar perkataan Erika,Bara hanya melirik sinis ke arah Erika secara diam-diam.Pikirnya jika bukan teman dekat bos,mungkin sudah ia titipkan Erika ke panti sosial.


"Oh,ayo" Erika berjalan antusias menuju toko khusus kebutuhan laki laki,mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Pilih" Kata Erika menatap Bara.


"Hmm?" Tanya Bara bingung.


"Sana pilih" Kata Erika lagi.


"Gak usah nona, terimakasih.Mending sekarang kita pulang" Kata Bara dengan suaranya yang sangat lembut.


"Aishh...Jangan ajak saya pulang dulu,Besok Bintang gak bakal izinin saya keluar rumah" Kata Erika. "Udah cepetan,sana" Erika mengambil semua tas belanja yang ada di tangan Bara dan menyuruh nya untuk memilih barang yang ia mau.


"Ambil aja sesuka kamu" Kata Erika.


Bara tidak tahu harus berbuat apa,ia bingung di satu sisi ia sebenarnya tidak mau menerima permintaan Erika tapi disisi lain ia juga merasa tidak enak jika harus membuat Erika merasa kecewa karena tolakan nya.