
Bintang mengantar Erika pulang ke rumahnya dengan mengendarai mobil mereka masing-masing.
"Kenapa Lo ke sini?Gue pikir Lo mau langsung pulang tadi" Kata Erika kepada Bintang.
"Gue mau numpang makan,soalnya males kalo harus keluar lagi nanti" Bintang langsung masuk kedalam rumah mendahului Erika.
"Aishh,oke.Anggap aja kayak rumah sendiri" Bisik Erika.
"Bi makanannya udah siap?" Tanya Erika kepada Bi Diah.
"Sudah non,silahkan"
"Makan yang banyak,sekalian buat makan malem juga" Erika sinis.
"Makasih atas perhatiannya" Bintang tidak memperdulikan Erika.
Kring!!!...kring!!!...kring!!!...
Ponsel Bintang berbunyi,ia mendapat panggilan dari Alfredo.Alfredo mengatakan kepada Bintang bahwa ia dan dua belas anak buahnya yang lain sudah tiba di Jakarta dan akan langsung pergi menuju markas.
"Alfredo?" Tanya Erika saat Bintang sudah menutup panggilan nya.
"Hemmm"
"Ohh"
"Oh iya,ada yang belum gue kasih tau sama Lo" Kata Bintang.
"Apa?" Tanya Erika.
"Soal pak Han sama keluarga nya di Jepang"
"Kenapa?Mereka semua udah meninggal kan?"
"Kenapa harus meninggal?" Tanya Bintang.
"Apa maksud Lo?Lo yang nyuruh anak buah Lo itu buat tembakin mereka satu satu" Ucap Erika kesal.
"Itu tiruan doang,mereka semua masih hidup sampai sekarang"
"Apa maksud Lo?" Tanya Erika kebingungan.
"Intinya mereka gak bener bener di tembak dan mereka juga gak mati,mereka masih hidup" Kata Bintang. "Itu cuma tiruan buat ngancam Pak Leo"
"Lo keterlaluan gak ngasih tau gue dulu,Mereka mati bohongan tapi gue panik beneran setan!" Erika menggulung tisu dan melemparkannya ke arah Bintang.
"Surprise!!" Bintang tersenyum.
"Bapak Lo surprise!!" Erika ketus.
Setelah selesai makan Bintang langsung pulang karena hari juga sudah mulai gelap dan dia juga harus ke markas sebentar.
Sementara itu setelah selesai mandi dan bersiap untuk tidur,Ponsel mama Erika berbunyi dan mendapatkan panggilan dari nomor yang tidak dikenal.
"Nomor siapa nih?Jangan jangan cuma orang iseng lagi yang mau modus" Kata Erika.
Karena ia penasaran, akhirnya tidak ada salahnya jika ia menerima panggilan tersebut terlebih dahulu.
"Halo?" Sapa Erika.
"Ini ayah" Ternyata orang yang menelpon nya adalah Mr.Derrick alias pak Berto.
"Ayah nya siapa?" Tanya Erika datar.
"Ayahnya Erika"
"Aishh...Ngapain nelpon?"
"Gimana kabar kamu?" Tanya Mr.Derrick.
"Kenapa baru nanya kabar sekarang?Kemarin empat belas tahun yang lalu kemana aja?Oh bukan,hampir lima belas tahun" Kata Erika.
"Maafin ayah Erika"
"Dimaafin"
"Semudah itu kamu maafin ayah?" Tanya Mr.Derrick.
"Seharusnya aku yang tanya,Segampang itu ayah minta maaf sama aku?" Tanya Erika.
"Ayah gampang minta maaf,aku juga gampang maafin.Tapi itu semua cuma di mulut aja,kalo di hati sih never " Ucap Erika.
"Ayah harus berbuat apa agar kamu maafin bisa ayah?" Tanya Mr.Derrick lagi.
"Sekarang ayah nanya apa yang harus ayah lakuin?" Tanya Erika.
"Iya.sebutin aja,apapun pasti bakal ayah lakukan"
"Minta maaf sama mama" Singkat Erika.
"Oke.Besok juga ayah akan berangkat ke Jakarta buat ziarah ke makam mama kamu" Kata Mr.Derrick penuh semangat.
"Gak usah repot-repot Dateng ke Jakarta,tunggu aja waktunya nanti juga ayah bakal ketemu sama mama.Eh salah,ayah gak akan ketemu sama mama.Soalnya ayah nyasar ke neraka" Erika langsung menutup telpon nya.
Erika merebahkan tubuh sambil memejamkan kedua matanya juga dan berulang kali menghembuskan nafas panjang.
"Aishh...Bisa gila gue,gara gara dia gue jadi gak bisa tidur" Erika duduk sebentar dan langsung menutup seluruh tubuhnya lagi dengan selimut yang sangat tebal.
***
Keesokan harinya Erika berangkat ke sekolah dengan mengendarai mobil yang baru ia beli kemarin.Ia mendapat perhatian penuh dari seluruh siswa saat mobilnya mulai memasuki halaman sekolah hingga parkiran.
Mereka saling berbisik satu sama lain saat melihat ternyata Erika yang mengendarai mobil tersebut.
"Ngapain Lo pada bisik bisik?Kenapa liatin gue sampe kayak gitu?" Tanya Erika sambil menunjuk satu persatu diantara mereka.
"Engga,siapa juga yang liatin Lo" Kata salah satu dari mereka.
Di kelas sudah ada Ayu dan Novia yang sedang duduk sambil mengobrol asik disana.Mereka langsung menyapa Erika saat melihatnya sudah memasuki ruang kelas.
"Cowo cowo belum dateng?" Tanya Erika.
"Biasalah"
"Lo pake minyak wangi apa sih,Wangi nya enak banget" Novia mengendus tubuh Erika.
"Pake minyak jelantah,wangi kan" Erika tersenyum.
"Eh ada OKB (Orang kaya baru)" Ucap Resya yang baru datang.
"Hai OKB" Sapa Zahra kepada Erika.
"Siapa?Gue?" Tanya Erika.
"ya Lo lah OKB,meskipun kaya nya gak melebihi gue" Resya sombong.
"Apaan OKB?Orang kaya belagu?Itu mah Lo kali" Erika tertawa sambil menunjuk Resya.
"Lo yang bawa mobil itu?" Tanya Resya.
"Ya"
"Gue gak percaya,dapet dari mana tuh mobil?" Tanya Resya.
Erika tidak memperdulikan Resta dan terus mengalihkan pembicaraan nya dengan cara berbicara asal dengan Ayu serta Novia.
"Lo maling ya?" Tanya Resya Sedangkan Erika masih tidak menghiraukan.
"Jangan jangan semenjak nyokap Lo meninggal,Lo jadi frustasi terus jual diri deh" Resya berbicara tanpa mengenal batas.
Erika yang tadinya hanya diam mengalihkan pembicaraan,ia langsung berdiri menatap tajam wajah busuk Resya dan menarik dasinya hingga ia sedikit tercekik.
Awalnya teman teman sekelas Erika hanya terdiam menyimak pembicaraan mereka.Tetapi,saat Erika mulai beraksi mereka semua langsung menatap ke arah Erika seolah olah mendambakan serangan langsung dari tangan Erika untuk nenek lampir yang mereka benci tersebut.
Resya belum pernah melihat amarah Erika yang memuncak,jadi ia selalu bersantai santai untuk memancing amarah Erika tanpa mengetahui akibat nya.Ditambah lagi dengan kekuasaan orang tuanya,jadi semakin bertambah ngelunjak deh.
"Bener kan Lo jual diri?" Tanya Resya dengan wajah yang masih sempat-sempatnya tersenyum.
Mendengar perkataan yang sama keluar dari mulut Resya,Erika semakin menarik dasi Resya sehingga wajah nya benar benar tepat dihadapan Erika.
"Ngomong sekali lagi anj*ng!" Bisik Erika.
"Sya udah sya,udah cukup" Zahra berusaha menghentikan Resya karena melihat raut wajah Erika yang menyeramkan.
"Lo jual diri kan cewe murahan!" Teriak Resya dengan lantang.
Brukkk!!!!!....
Erika menonjok wajah mulus Resya hingga meninggal bekas lebam di pipinya.Bukan ditampar lagi,tapi di tonjok dengan sekuat tenaga hingga lebam sekali pukulan.
"Erika!" Teriak Samuel dan Gibran yang baru masuk kedalam kelas.
"Bukan yang itu bego,ini Erika" Kata Gibran kepada Samuel yang malah menghampiri Resya karena mengira bahwa dia adalah Erika.
"Oh salah ya"
"Lo kenapa Erika?" Tanya Gibran.
"Jangan nanya sekarang,nanti aja nanya nya" Novia langsung menarik Gibran dan Samuel ke belakang agar tidak menghalangi aksi Erika.
Tidak ada perlawanan dari Resya,karena ia tidak pandai melawan dengan fisik.Ia hanya pandai melawan dengan perkataan jahat nya.
Resya langsung menangis di tempat,dengan melebih lebihkan tangisannya seperti drama drama di televisi.
Lagi...Lagi...sekali lagi aja...ayo Erika...
Bisik teman teman sekelas biadab nya yang malah menyuruh Erika untuk melayangkan pukulan kepada Resya satu kali lagi.
"Siapa Lo berani berani ngomong kayak gitu?" Tanya Erika kepada Resya.
"Kalian semua denger kan tadi dia ngomong apa?" Tanya Erika kepada teman temannya.
"Denger lah,kenceng banget itu udah kek pake toa di aula" Kata salah satu dari mereka.
"Harus nya dari kemarin gue jahit mulut Lo pake jarum sol sepatu sama benang kasur" Kata Erika.
"Gue aduin Lo sama bokap gue" Akhirnya Resya membuka mulut lagi.
"Ngomong gitu aja terus sampe betis Lo mekar.Gak ada ancaman lain apa buat gue selain ngadu ke bokap Lo?" Tanya Erika santai.
"Bawa deh bokap kesayangan Lo itu,sekalian sama semua karyawan perusahaannya suruh demo kesini" Kata Erika.
"Kenapa Lo berani banget?Lo pikir Lo siapa?Lo tau kan kalo sekarang juga Lo bisa ditendang dari sekolah ini kalo sampe gue aduin ke bokap gue" Resya berlagak mengancam.
"Yaudah sana bilang sama bokap kesayangan Lo itu" Erika menantang balik.
"Mending Lo ngomong yang aneh aneh sekali lagi deh,biar gue bisa hajar Lo sekalian.Belum puas gue soalnya" Kata Erika.
"Udah sya udah" Kata Zahra lagi.
"Dasar berandal murahan!" Teriak Resya.
"Dia beneran nyari mati" Bisik Ayu kepada Novia.
"Gue gak sakit hati sih" Ucap Erika datar. "Tapi gue masih kesel banget sama Lo!" Teriak Erika yang langsung menjambak rambut Resya dengan sangat kuat.
"Au!!sakit!!Gak ada otak Lo ya!!Mami!!" Teriak Resya.
"Erika udah Erika!Bisa bisa botak kepala orang" Kata Ayu yang langsung menghampiri Erika,begitu juga dengan Novia.
Alih alih memisahkan mereka berdua,Ayu dan Novia malah ikut menjambak rambut Resya dengan sekuat tenaga hingga rasa sakitnya bertambah bahkan beberapa helai rambut Resya terbawa oleh Ayu dan Novia.
"Si Ayu sama Novia emang brengsek mereka berdua" Bisik Samuel kepada Gibran sambil tertawa.