
"Siapa mereka?" Tanya Erika Saat sudah berada di halaman rumah bersama para anak buah nya.
"Ada seseorang disana" Tunjuk anak buah Erika.
"Ayo,kalian harus tetap berjaga-jaga" Erika berjalan mendekati pria yang sudah tergrletak di tanah.
"Apa dia mati?" Tanya Erika,disusul oleh salah satu dari mereka yang mengecek detak jantung dan denyut nadi pria tersebut.
"Tidak ada detak jantung dan denyut nadi" Katanya.
"Kenapa kalian tembak mati?Kita jadi gak bisa cari informasi melalui dia" Kata Erika.
"Bukan kami yang menembak nya,tetapi ia yang melakukan tembakan bunuh diri"
"Pasti dia sengaja melakukan hal tersebut agar kami tidak bisa mengetahui identitas dan alasan mengapa mereka ingin membunuh bos" Lanjut yang lain.
"Buka penutup wajah nya" Kata Erika.
"Dari wajah nya dia bukan warga lokal, sepertinya dia masih tinggal di Asia tenggara tetapi bukan di Indonesia"
"Apa yang mereka mau?" Tanya Erika dengan wajah kesal nya.
Erika langsung menghubungi Pierre untuk meminta bantuan ia dengan yang lainnya juga.
"Halo?Kamu dan yang lainnya segera datang ke sini sekarang juga.Bawa yang lain sebanyak banyak nya" Erika langsung mematikan telpon nya.
"Urus dia,yang lain nya balik lagi ke rumah.Pokok nya kalian harus hati hati,siapa tau dia nekat datang lagi ke sini dengan jumlah yang lebih banyak"
"Baik bos"
***
Di pagi hari saat Erika terbangun,ia melihat Pierre sedang duduk di ruang tamu.Erika berjalan menghampiri nya untuk bertanya apakah ada yang mencurigakan sejak malam tadi.
"Kapan kamu sudah sampai di sini?" tanya Erika.
"Sejak semalam,saat menerima panggilan dari bos saya dan yang lain langsung bergegas menuju kemari" Kata Pierre.
"Saran saya, sebaiknya bos jangan keluar rumah terlebih dahulu sampai kondisi nya benar benar memungkin kan.Soalnya saya yakin sekali jika orang orang itu datang kemari hanya untuk mengincar anda" Lanjut nya.
"Ah iya,saya juga berniat untuk saat ini tidak akan keluar rumah dulu" Kata Erika. "Oh iya,mulai hari ini perketat keamanan.Sebar semua penjaga di beberapa titik rumah.Periksa setiap orang yang datang lewat gerbang utama" Kata Erika.
"Ya,baik bos.Saya sudah mengecek kamera cctv,tetapi tidak ada hasil bahkan petunjuk sedikit pun"
"Iya,bisa di bilang mereka cukup teliti untuk soal hal itu"
Tak lama Bintang datang bersama Tamara.Karena pembicaraan nya sudah selesai,Pierre langsung pamit keluar tanpa di perintah dari Erika.
"Kenapa rame banget di luar?" Tanya Bintang.
Erika langsung menceritakan semua tentang kronologi semalam.Mulai dari merasa ada keanehan hingga berusaha menangkap ketiga pria asing bersenjata yang berhasil lolos tersebut.
"Apa jangan jangan mereka orang yang sama" Kata Tamara tiba-tiba.
"Yang sama gimana maksud lo?" Tanya Bintang.
"Mungkin mereka juga yang bunuh bokap Lo"
"Kenapa mereka incar gue sama bokap?" Tanya Erika.
"Kalo itu gue gak tau,tapi kalau denger dari cerita Lo gue yakin mereka itu pasti satu komplotan.Pertama,mereka berusaha ngebunuh di malam hari.Kedua,mereka berhasil nerobos masuk padahal rumah Lo dan bokap kemanan nya gak jauh beda kan?"
"Iya juga sih"
"Gak ada petunjuk apapun"
"Dan ketiga,Gak ada bukti atau petunjuk di kamera cctv" Timpal Tamara.
"Kalo misalnya emang bener mereka satu komplotan,apa yang mereka mau?Padahal kan bisa aja mereka berunding dulu" Kata Erika.
"Yah kalo ke situ nya gue gak tau"
"Emmm tapi tumben banget sih hari ini Lo keliatan pinter" Erika mengejek.
"Bisa gak sih sekali aja Lo puji gue?" Bentak Tamara kesal.
"Udah.Pokok nya Lo harus hati hati,jangan keluar rumah sendirian" Kata Bintang.
"Bukan cuma gue sih yang harus hati-hati,kalian berdua juga.Terutama Lo Bintang, takutnya mereka targetin lo juga.Soal nya kan Lo sering banget ngabisin banyak waktu bareng gue" Kata Erika.
Kring!!!!!....Kring!!!!...Kring!!!!....
Ponsel Erika berbunyi,ia mendapat panggilan dari pak Tio.Ia ingin memberitahu Erika bahwa dirinya telah berhasil membunuh orang bayaran nya.
Ia mengatakan telah membunuh pria tersebut dan juga telah memastikan tidak ada barang bukti yang tertinggal.
"Beneran?" Tanya Erika.
"Iya benar"
"Wah berbakat juga ternyata"
"Jadi mulai sekarang kita sudah tidak mempunyai urusan apa apa lagi kan?" Tanya pak Tio.
"Aaa oke,kalo itu yang bapak mau"
"Terima kasih" Ia terdengar saat bahagia saat menerima pernyataan seperti itu.
DORRR!!!....
Terdengar suara tembakan yang bergema di ruangan tempat Pak Tio berada.Saat bunyi nyaring tersebut terdengar,suara pak Tio perlahan mulai menghilang.
"Anak kecil sialan..." Bisik nya sambil merintih kesakitan.
"Tutup mulut mu...anda jauh lebih sialan dari pada anak kecil ini" Ucap Erika dengan ekspresi wajah seperti seorang psikopat kelas kakap.
Ternyata selama beberapa hari kebelakang,Erika telah memerintahkan beberapa anak buah nya untuk mengikuti kemanapun Pak Tio pergi.
Erika mengatakan jika pak Tio benar-benar telah berhasil membunuh pria bayaran tersebut,maka langsung bunuh ia ketika sedang berbicara dengan Erika lewat telepon.
"Apa itu?" Tanya Tamara.
"Dor!" Bisik Erika.
"Waah...Lo emang mafia"
"Bukan,jangan panggil gue mafia.Mafia yang beneran ada di sebelah lo" Kata Erika sambil menunjuk ke arah Bintang.
"Pokok nya kalo kalian pulang,Harus di kawal sama orang-orang gue.Takutnya mereka beneran ngincer kalian berdua"
"Apa ini masalah terakhir?" Tanya Bintang.
"Gue berharap sih gitu"
Setelah lama berbincang-bincang,Di siang hari nya Bintang dan Tamara pulang menuju rumah Bintang.Mereka pulang dengan di antar oleh beberapa anak buah Erika,karena khawatir ada orang yang berniat untuk mencelakakan mereka.