Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 19



Saat Erika sudah masuk kedalam rumah nya bersama Naura,ia mendapat panggilan dari Bintang lewat ponsel mama nya.


"Tunggu sebentar" Kata Erika kepada Naura.


"Halo?" Sapa Erika.


"Ka Lo sekarang di mana?Maaf gue gak bisa bantu Lo karena gue gak tau harus ngapain" Kata Bintang dengan suara cemas.


"Oh,ya gak apa-apa" Kata Erika dengan ekspresi wajah yang menaruh curiga kepada Bintang.


"Lo baik baik aja?" Tanya Bintang.


"Ya,gue udah ada dirumah.Gue baik baik aja" Erika datar.


"Yaudah syukur deh kalo gitu" Kata Bintang.


"Udah ya,gue mau istirahat" Farisa langsung mematikan telpon nya.


"Siapa?" Tanya Naura yang akhirnya membuka mulutnya.


Erika langsung menoleh ke arah Naura dengan ekspresi terkejut dan berjalan menghampiri nya.


"Ohh,temen" Kata Erika.


"Temen atau pacar?" Tanya Naura menggoda.


"Suuuttss...Mending sekarang tidur sana.Ayo aku anterin ke kamar" Erika langsung menarik tangan Naura untuk membawanya ke kamar.


Setelah mengantar Naura,Erika kembali ke ruang tamu dan merebahkan tubuhnya di sofa sambil menatap langit langit ruangan.


"Serius?Hari ini gue di culik,di culik sama ayah kandung sendiri..Hahahah" Erika mentertawakan diri nya sendiri.


"Tapi kenapa ayah culik gue?Sengaja atau gak sengaja?" Erika bertanya kepada dirinya sendiri.


"Bahkan udah 13 tahun gue gak tau kabarnya.Apa dia culik gue cuma buat suruh gue tinggal sama dia?Tapi kenapa ada Naura disana?" Erika masih kebingungan.


"Bunga matahari kesayangan?Bunga matahari kedua?" Erika masih melantur. "Aishh...Bodo amat deh,kedatangan dia bikin gue tambah gila" Erika membalikkan posisi tubuhnya menjadi tengkurap dan memejamkan mata nya perlahan.


Tetapi mata nya terbuka lagi karena mengingat satu hal yang mencurigakan,ia langsung terbangun dan duduk tegap di sofa.


"Ahh...Bener" Wajah Erika terperangah. "Gue mulai curiga sama Bintang".


"Apa bener orang orang yang datang buat tolongin gue itu dari Anggota BIN?Emang bener sih intelejen bisa tau dimana pun lokasi para penjahat.Tapi kenapa firasat gue mengatakan kalau mereka itu bukan dari badan intelijen?" Wajah Erika semakin terlihat serius memikirkan hal tersebut.


"Ditambah lagi,mereka datang setelah gue abis telpon Bintang.Dan kenapa mereka harus banget tembak orang orang yang ada di luar?Kan kalau mereka bener bener Intel, seharusnya mereka amankan orang orang itu dulu gak harus langsung tembak mereka Sampe mati" Erika terus menggali teka teki.


"Sssttttt...Gue harus cari tau tentang keluarga Bintang.Mulai dari siapa orang tua nya,dimana rumah nya dan yang paling penting cari tau apa yang dia lakuin setiap hari nya" Erika tersenyum menyeringai dan kembali tertidur.



3 Jam sebelumnya.



Setelah Bintang menerima panggilan dari Erika,ia langsung pergi mengendarai mobil menuju markas tempat para anak buahnya berada.Bintang pergi dengan sangat tergesa-gesa sampai ia lupa mengganti pakaiannya yang masih memakai baju tidur.



"Apa yang membuat bos datang ke sini larut malam?" Tanya Alfredo saat Bintang sudah memasuki markas tersebut.



"Kumpulkan semua anak buah yang ada" Kata Bintang.



"Apa yang harus kami lakukan?" Tanya Alfredo.



"Datang ke lokasi ini dan selamatkan satu orang wanita yang sedang di sandera" Lintang memberikan Ponselnya kepada Alfredo.



"Lokasi ini?" Alfredo langsung menatap Bintang setelah melihat lokasi yang akan di tuju nya.



"Ya,Markas si tua bangka Derrick" Kata Bintang.



"Tapi siapa wanita itu bos?" Tanya Alfredo.



"Dia teman saya,pokok nya sekarang juga kalian datang ke sana dan selamat kan dia.Ingat, Bawa dia pergi tanpa kekerasan" Bintang menatap Alfredo.



"Baik bos" Alfredo langsung berbalik badan untuk segera menyiapkan semua anak buahnya.



"Oh,satu lagi" Kata Bintang dan Alfredo langsung berbalik arah.




"Baik bos" Jawab Alfredo.



Usia Alfredo satu tahun lebih tua dari Bintang.Sebelum bekerja dengan Bintang,ia bekerja dengan ayah nya Bintang di Spanyol.Karena menurut ayah Bintang usia Alfredo masih terlalu muda baginya,ia mengutus Alfredo untuk bekerja dengan Bintang di Indonesia.Bintang sangat mempercayai nya dan menjadikan Alfredo sebagai kaki tangan nya.



Erika terbangun di pagi hari karena mencium aroma makanan yang sangat menggoda.Ia langsung berjalan keluar kamar dan terkejut karena melihat Naura sedang menghidangkan makanan di meja makan.


"Kakak udah bangun?" Tanya Naura.


"K-kakak?" Erika terperangah.


"kenapa,kamu lebih muda dari aku?" Tanya Naura.


"Bukan,bukan gitu.Cuma aneh aja ada orang yang panggil aku kakak" Erika tersenyum sambil berjalan menuju meja makan.


"Kamu yang masak semuanya?" Tanya Erika.


"Hemm... Cobain" Naura tersenyum.


Erika langsung mencicipi masakan yang dibuat Naura.Ia terperangah karena masakan nya yang begitu lezat.


"Gimana,enak?" Tanya Naura.


"Waahh...wahhh.." Erika takjub dan langsung memakan makanannya dengan lahap.


"Oh iya,kakak tinggal sendiri?Kok aku gak liat mama Kaka?" Tanya Naura.


Erika langsung berhenti mengunyah dan ekspresi wajahnya juga langsung pias.Ia menatap sekilas Poto mama nya yang terpajang dan meletakkan sendok makan nya.


"Dia lagi pergi" Erika tersenyum.


"Kemana?" Tanya Naura dengan wajah polosnya.


"Gak tau,yang pasti tempat nya jauh dan indah" Kata Erika.


"Oh iya,soal Mr.Derrick..." Naura tidak melanjutkan pembicaraan nya.


"Mr.Derrick?" Tanya Erika bingung. "ooh..." Erika langsung mengerti.


"Kenapa?" Tanya Erika.


"Kenapa kakak panggil dia ayah?" Tanya Naura.


"Ya karena dia ayah aku,ayah yang udah tinggalin aku sama mamah" Erika tertunduk.


"Oh maaf aku gak tau kak" Naura menatap Erika.


"Gak perlu minta maaf,wajar kalau kamu nanya" Erika tersenyum.


"Oh iya,kok kamu bisa ada di sana?Terus apa maksud nya bunga matahari kesayangan?" Tanya Erika penasaran.


"Aku hidup sendirian.Gak punya orang tua,gak punya keluarga, bahkan aku juga gak punya teman dekat" Naura mulai berbicara.


Erika hanya menatap Naura karena fokus untuk mendengarkan ceritanya.


"Sekitar dua Minggu yang lalu ada satu orang yang bilang kalau ada orang lain yang mau adopsi aku" Kata Naura


"Kamu mau?" Tanya Erika.


"Ya aku mau, karena aku juga udah putus asa hidup sendiri.Akhirnya mereka bawa aku ke rumah tua itu.Aku fikir itu emang bener rumah tua,tapi ternyata bukan.Kakak liat sendiri kan gimana mewahnya isi rumah itu?" Tanya Naura.


"Yaa, aku liat" Erika antusias.


"Mr.Derrick bilang akan ada orang yang mau mengadopsi aku,orang itu tinggal di Brazil" Kata Naura.


"B-Brazil?" Tanya Erika terkejut.


"iya"


"Kedengarannya emang kaya adopsi,tapi kalau melibatkan penculikan sih bukan adopsi namanya" Erika menggebrak meja.


"Terus apa?" Tanya Naura.


"Pasar gelap" Kata Erika.


"Pasar gelap?" Tanya balik Naura.


"Iya..Perdagangan manusia" Erika menekankan.


"Hah?" Naura terkejut.


*Hah?pasar gelap? perdagangan manusia?penculikan?anak buah yang banyak?Mr.Derrick?Brazil?


Apa yang sebenarnya ayah lakuin,apa kerjaan dia?Jangan jangan ayah.....Ma-mafia*?.


Pertanyaan pertanyaan itu tiba tiba muncul di pikiran Erika secara bersamaan.