
"Kamu mau kemana sih sebenernya?Bawa baju banyak gitu" ucap Bintang saat melihat Erika yang terus menerus memasukan beberapa setelan baju nya kedalam koper berukuran besar tersebut.
"Aku kan mau liburan.Emang segini kebanyakan ya?" Tanya Erika.
Bintang menghembuskan nafas kecilnya. "Engga kok,ayo bawa lebih banyak lagi" ucap nya tersenyum lebar.
"Udah cukup,muka kamu keliatan gak merestui" Erika langsung menutup koper nya dengan ekspresi wajah yang sangat ketus.
"Gak apa-apa,bawa lebih banyak lagi ayo"
"Gak usah,aku mau telpon Novia atau siapapun" Erika berjalan menuju balkon kamar untuk menelepon salah satu sahabat nya dan memberi kabar bahagia bahwa saat ini dirinya sedang mengandung seorang bayi kecil.
Erika menghubungi Novia,tetapi tidak ada jawaban dari wanita itu.Orang selanjutnya yang akan ia hubungi adalah Ayu.
"Halo Ka??" Sapa Ayu.
"Lo dimana?" Tanya Erika.
"Di rumah nih, kenapa?"
"Gue punya kabar bahagia nih,Lo denger baik-baik ya" Erika tersenyum antusias saat akan memberitahu hal tersebut.
"Kabar apa tuh??"
"Gue hamil Yu!!Sebentar lagi Lo jadi aunty!!!"
"Waah..wahaha...Lo serius ka?Gak ngadi-ngadi kan?Gak bohong kan?"
"Masa gue bohong dalam hal kayak gini sih.Gue serius!"
"Yaampun selamat ya sebentar lagi Lo jadi seorang mama,aduh gak kebayang deh gimana bar-bar nya anak Lo nanti"
"Pasti ujung nya selalu gak enak" Ketus Erika.
"Bercanda-bercanda,intinya selamat ya"
"Lo lagi ngapain sih, buru-buru banget kayaknya?" Tanya Erika.
"Ini...Rencana nya gue sama bokap nyokap mau pergi ke rumah saudara di Bandung,jadi sekarang lagi paking-paking deh"
"Oh...yaudah kalo gitu, Hati-hati dijalan ya.Gue juga mau liburan nih sama Bintang"
"Kemana tuh??" Tanya Ayu penasaran.
"Ada deh"
"Yaudah selamat bersenang-senang yaa!!Kalo gitu gue matiin sekarang byee!!"
"Udah telponan nya??Ada lagi gak barang yang kau dibawa?Biar sekalian aku masukin ke bagasi nih" Kata Bintang.
"Udah,gak ada.Yaudah sana buruan masukin"
"Yaudah ayo kamu juga turun,kamu ngapain masih disini?Kata nya tadi mau pergi keluar"
"Sebentar aku mau telpon Tamara dulu" Erika berbicara tanpa menatap wajah Bintang,ia sangat sibuk memainkan ponsel nya untuk mencari kontak panggilan bernama Tamara.
Laki-laki itu hanya menggelengkan kepala dengan rasa sabar nya yang cukup besar,kemudian pergi keluar kamar bersama dua koper yang ia bawa.
"Kenapa ka??" tanya Tamara.
"Gue mau kasih kabar bahagia buat Lo!!"
"Kabar bahagia apa nih?Dapet warisan dari mertua?"
"Ishh!!Bukan dong,gue hamil!!!" Teriaknya.
"Demi apa Lo?" Tanya Tamara yang terkejut saat mendengar kabar tersebut.
"Beneran Tamara!!Masa gue bohong"
"Cewek cowok??" Tanya Tamara.
"Mana gue tau,beluk keliatan"
"Kalo anak Lo cowok terus anak gue cewek,gak mau tau harus dijodohin sih" ujar Tamara.
"Kalo cowok dua-duanya gimana?" Tanya Erika. "Masa jeruk makan jeruk, amit-amit deh"
"Ya jadi best friend nanti"
"Lo lagi ngapain?"
"Gue lagi di rumah mertua nih,lagi acara tahunan keluarga"
"Oh..pantesan agak rame ya.Yaudah kalo gitu,itu aja sih yang mau gue kasih tau.Sorry kalo ganggu acara Lo"
"Ngga santai aja"
"Erikaa!!!!" Teriak Bintang dari luar kamar.
"Apa sih???" Tanya Erika.
"Ayo ini udah jam berapa liat.Udah jam satu siang...Kamu mau berangkat jam berapa sih ya Allah" Keluh Bintang yang mulai bosan menunggu istri nya yang terlalu banyak acara itu.
"Orang nelpon sebentar doang kok,gak makan waktu terlalu banyak.Kamu kok sensitif banget sih hari ini?Kan yang hamil aku bukan kamu"
"Yaudah...ayo tuan putri kita pergi sekarang ya.Kamu kan belum pilih tempat nya,nanti kalau sampai di tujuan terlalu malam gimana?" ucap Bintang dengan sangat lembut.
"Tuan putri apa nya?" Gerutu Erika yang langsung berjalan melalui Bintang begitu saja.
"Jangan jalan sendirian kalo mau naik turun tangga!!!" Teriak Bintang yang langsung berlari mengejar Erika.
"Tuan dan nona mau kemana?" Tanya Bi Rani.
"Bumil mau liburan katanya bi"
"Bibi jaga rumah ya" ucap Erika sambil tersenyum.
"Siap non! Hati-hati ya,jaga kandungan nya baik-baik"
"Iya bi"
"Yaudah kalo gitu kita berangkat sekarang ya Bi"
"Iya tuan mari saya antar"
"Perlu saya supirkan bos?" Tanya Tori.
"Jangan.Cerita nya saya kan mau honeymoon,masa kamu ikut-ikutan sih"
"Oh iya,maaf bos saya tidak tahu"
"Jaga rumah yang bener aja ya,nanti kalo udah punya istri baru saya izinin kamu honeymoon"
"Iya siap bos"
Bintang membukakan pintu mobil untuk Erika kemudian Tori membukakan pintu mobil untuk Bintang.Setelah Bintang duduk di kursi kemudi,ia tidak langsung mengendarai mobilnya.Melainkan terdiam sejenak karena belum ada tujuan kemana mereka akan pergi.
"Jadinya kemana ini?" Tanya Bintang.
"Kesini.Aku udah searching di internet,tempat ini bagus banget sih parah" Puji Erika.
"Dimana itu?"
"Pantai Tanjung Lesung.Ada banyak juga sih,aku bingung pokok nya pantai-pantai ini ada di provinsi Banten"
"Anyer?" Tanya Bintang.
"Iya sekitaran itu"
"Aku bukan nya gak mau Ka,jarak dari Jakarta ke Banten itu cukup jauh.Makan waktu lama juga,kamu inget kan sekarang keadaan kamu itu lagi hamil muda.Aku gak mau kalo kamu sama bayi kita kenapa-kenapa" Kata Bintang.
"Yaudah terserah kamu"
"Sekitaran Jakarta aja ya?" Tanya Bintang.
"Iya Ganteng nya Erika" ucap Erika dengan tegas hingga membuat Bintang sedikit mengukir senyum manis nya.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi berwisata ke salah satu pantai indah yang ada di pesisir Jakarta.Tidak peduli jika jarak liburan mereka terlalu dekat,yang paling terpenting adalah keinginan si ibu hamil akhirnya bisa terlaksana.
Mereka hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk sampai di sana.Jalanan saat itu tidak macet, kondisinya sangat bersahabat dengan keadaan mereka.
Setelah melakukan check-in di hotel terdekat,mereka langsung bergegas menuju kamar yang mereka dapatkan untuk segera beristirahat.
"Rame banget ya mbak?" Tanya Bintang saat dirinya sedang mengurus administrasi.
"Iya pak, salah satu perusahaan besar sedang berulang tahun dan semua karyawan mereka pergi untuk merayakan nya disini.Maka dari itu kamar di lantai satu dan dua semuanya penuh"
"Kamar nomor 201 di lantai tiga ya pak"
"Oke, terimakasih"
Saat pintu lift terbuka di lantai tiga,mereka benar-benar merasakan keheningan yang luar biasa.Karena kondisi lantai satu dan dua berbeda dengan keadaan di lantai tiga.
"Sunyi banget" Kata Erika.
"Kalo gak salah sih kata mbak nya tadi di lantai tiga baru empat kamar yang terisi,sisanya masih kosong"
"Ini,201" Kata Erika.
Mereka masuk kedalam kamar tersebut, menata semua barang bawaan nya dan membersihkan diri untuk beristirahat.
"Aku mandi duluan ya" Kata Erika.
"Tunggu dulu"
"Kenapa?Jangan macem-macem ya,aku lagi hamil loh" Kata Erika yang langsung menaruh curiga.
"Negatif terus pikiran nya,tunggu disini sebentar" Bintang langsung masuk kedalam kamar mandi.Tangan nya terus menyusuri dinding dan semua benda yang ada disana.
Ia mencari-cari barang kali ada benda mencurigakan seperti penyadap atau kamera pengintai di dalam sana.
"Kamu nyari apa?" Tanya Erika penasaran tetapi Bintang tidak menghiraukan nya.
"Kamu cari apa?" Tanya Erika lagi.
"Engga,cuma gak ada kerjaan aja" Alasan Bintang.
"Minggir,aku lagi males marah-marah" Erika langsung menabrak tubuh Bintang dan masuk kedalam kamar mandi dengan wajah kesal nya.