Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 18



Bintang mengernyitkan dahi nya ketika melihat lokasi terakhir Erika.Ia seperti mengenal tempat tersebut,setelah menyadari nya ia langsung bergegas pergi ke markas untuk bertemu para anak buahnya.


Sementara itu Mobil yang dinaiki Erika sudah sampai di halaman rumah mewah.Tak lama Datang kedua pria dari mobil lain membawa Erika dan gadis tersebut.


Wajah Erika ditutup lagi dengan kain,tetapi tidak dengan gadis itu.Dengan perasaan yang campur aduk,Erika pasrah mengikuti apa uang mereka inginkan karena merasa tidak ada peluang lagi baginya mengingat jumlah pengawal yang lebih dari 10 orang ada di Belakang nya.


"Mau dibawa kemana lagi saya?" Tanya Erika yang berbisik kepada pria di sebelahnya dengan kepala tertutup.


"Ikut saja,Saya harap didalam sana kamu tidak berbicara satu patah kata pun" Kata pria tersebut.


Erika tidak bisa berkutik karena menurutnya perkataan pria itu bukan hanya sekedar ancaman atau hanya main main belaka.


Saat sudah berada tepat di pintu ruangan Mr.Derrick semua orang menghentikan langkahnya hanya Erika,gadis itu dan empat orang anak buah Pierre yang memasuki ruangan tersebut.


"Selamat malam bos,bos besar" Kata mereka kepada Pierre dan Mr.Derrick.


"Hai bunga matahari kesayangan ku,duduklah" Kata Mr.Derrick dengan suara rayuan nya.


Deggg!!!.


Erika sedikit tercengang karena mendengar suara Mr.Derrick yang begitu membuatnya merinding.


Bunga matahari?Siapa?Gadis ini? .Erika bertanya-tanya di dalam hatinya.


Erika dan Gadis itu sudah duduk di hadapan Mr.Derrick dengan wajah Erika yang masih tertutup kain.


"Apakah ini bunga matahari kedua ku?" Tanya Mr.Derrick kepada anak buahnya.


"Ya bos" Jawab mereka.


"Wow,kerja bagus.Bukalah,saya ingin melihat wajahnya" Kata Mr.Derrick.


Salah satu anak buah langsung membuka kain tersebut dan Erika langsung memejamkan matanya.


"Wow beautiful" Bisik Mr.Derrick di hadapan Erika.


Erika langsung membuka matanya perlahan dan berulang kali mengedipkan nya karena silau dengan cahaya di ruangan.


Ia langsung menatap pria berumur yang ada di hadapannya itu dengan tatapan bingung.


Kok muka nya gak asing?Kayak pernah liat,tapi dimana ya? Tanya Erika dalam hatinya.


Ia langsung mengingat kisah masa kecilnya,saat ia sedang bermain dengan kedua orang tuanya,makan malam bersama dan melihat jika ayahnya pergi meninggalkan keluarga dihadapannya.


Mengingat kejadian itu Erika langsung membuka lebar matanya dengan mulut yang masih tertutup.


Erika langsung memberontak meminta agar salah satu dari mereka untuk membuka mulutnya agar ia bisa menyampaikan sesuatu.


"Apa yang terjadi?" Tanya Mr.Derrick menghindar saat Erika memberontak.


"Hei,tenanglah!!" Teriak anak buahnya.


Dua orang lain langsung menahan tubuh Erika agar tidak memberontak, sementara satu pria lain langsung menodongkan pistol nya ke arah kepala Erika seperti yang pernah ia lakukan sebelum nya.


Erika langsung terdiam dan perlahan menatap ke arah pria yang sedang menodongnya.


"Jangan memberontak" Kata pria itu.


Erika menggelengkan kepalanya tanda berjanji tidak akan memberontak,lalu ia memberi isyarat kepada pria tersebut dengan melirik kan matanya ke arah bibirnya yang sedang di tutup secara berulang-ulang dengan wajah memohon.


"Membuka penutup mulut mu?" Tanya pria itu dengan wajah bingung.


Erika langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.


Pria tersebut langsung menoleh ke arah Pierre dan Mr.Derrick untuk meminta persetujuan mereka.


"Bukalah,bukalah" Kata Mr.Derrick.


Pria itu langsung membuka penutup mulut Erika dengan sangat kasar.


"awww!!" Teriak Erika.


"Ada yang ingin kamu sampaikan?" Tanya Mr.Derrick.


"Ayah" Bisik Erika.


Keempat pria dibelakangnya dan gadis tersebut langsung menoleh ke arah Erika dengan wajah kebingungan.


"Apa yang dia katakan?" Tanya Mr.Derrick yang kebingungan karena belum mendengar jelas perkataan Erika.


"Ayah!" Teriak Erika.


Mr.Derrick dan Pierre langsung menatap satu sama lain,tidak mengerti apa yang Erika maksud.


"Apa maksud mu?" Tanya Pierre.


"Pak Berto" Erika berbicara dengan wajah piasnya.


Semua orang yang ada di ruangan tersebut langsung menatap ke arah Erika dengan tatapan tidak mengerti apa yang di maksud nya.


Mr.Derrick perlahan berjalan ke arah Erika dengan wajah nya yang sedikit terkejut dan kebingungan.


Mr.Derrick menatap Erika tepat didepan wajahnya.Ia mengernyitkan dahi nya untuk mengingat siapa anak ini,karena sudah 13 tahun berpisah ia hampir lupa wajah putri nya seperti apa.


"Erika Clarista" Bisik Erika. "Ini Erika" Lanjut nya dengan mata yang berkaca-kaca.


Setelah Erika menyebutkan nama nya,wajah Mr.Derrick langsung pias dan menatap wajah Erika sekilas.


"Buka borgolnya sekarang!!!" Teriak Mr.Derrick kepada Keempat anak buahnya.


Dengan cepat mereka langsung membuka borgol yang mengunci kedua tangan Erika.Sedangkan Gadis tersebut masih menatap Erika kebingungan.


Mr.Derrick langsung memeluk erat tubuh Erika,Sedangkan Erika tidak melepaskan ataupun merespon nya.Wajah nya masih datar,ia bingung kenapa ayah nya bisa ada di tempat ini dan kenapa ia bisa bersama dengan orang orang yang telah menculiknya.


"Mereka anak buah ayah?" Tanya Erika dengan dengan wajah kesalnya.


Mr.Derrick hanya terdiam.


"Keluarin aku dari sini sekarang juga" Erika datar.


"Kamu tinggal saja bersama ayah" Kata Mr.Derrick memohon.


"Aku mau pulang!" Teriak Erika.


Tak lama terdengar suara tembakan dan peluru yang mengenai tubuh keempat anak buah Mr.Derrick dari arah belakang.


Mereka langsung menoleh dengan wajah terkejut.Sementara itu datang segerombol orang dengan pakaian berwarna hitam yang memegang pistol dengan wajah tertutup agar tidak di kenali.


Mereka semua berjalan mendekati Mr.Derrick dan juga Pierre dengan menodongkan masing masing senjata nya kepada mereka berdua.


Erika dan gadis itu hanya menatap mereka dengan tatapan penuh rasa ketakutan.


"Jangan tembak saya" Kata Erika yang terkejut karena ada dua orang pria yang mendekatinya.


"Ikutlah" Kata pria tersebut.


"Hah?" Tanya Erika bingung.


"Cepat ikutlah" Kata Pria itu lagi.


"Kalian mau tolongin saya?" Kata Erika.


"Ya,cepat" Kata Pria itu lagi.


Erika langsung beranjak dari duduk nya dan mendekat ke arah dua pria tersebut.


"Tolong bantu dia juga" Kata Erika sambil menunjuk Gadis tersebut.


"Dia juga sandera" Lanjut Erika.


Satu pria yang lain langsung membantu Gadis itu untuk melarikan diri dari ikatan Mr.Derrick.


Erika langsung berjalan menuju pintu keluar,tetapi langkahnya terhenti.Ia langsung menoleh ke arah Pierre dan Mr.Derrick yang sedang ditawan oleh para lelaki berbaju hitam tersebut.


"Tolong jangan bunuh mereka" Kata Erika tiba tiba.


Ia langsung kembali berjalan keluar ruangan.Erika dan gadis itu terkejut karena melihat para anak buah Mr.Derrick sudah terkapar di lantai dengan bersimbah darah.


"Jangan hiraukan mereka" Kata salah satu pria yang langsung membawa Erika pergi dari rumah mewah tersebut.


Erika dan gadis itu berhasil lolos dari bisnis gelap Mr.Derrick.Kedua pria tersebut mengantar Erika untuk pulang ke rumahnya.


"Kalian utusan siapa?" Tanya Erika kepada dua pria tersebut.


"Kami anggota BIN" Kata salah satu pria.


"Bener?" Tanya Erika.


Mereka hanya terdiam.


"Sebelumnya terimakasih sudah bantu saya dan gadis ini" Kata Erika menunjuk gadis di sampingnya.


"Kamu pulang ke mana?" Tanya pria yang sedang mengendarai mobil kepada Gadis di samping Erika.


Gadis itu hanya terdiam karena tidak mengetahui ia akan tinggal dimana.


Erika memahaminya dan langsung mengatakan bahwa ia tinggal bersamanya.


"Tujuan kita sama" Kata Erika.


Tiga jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di depan rumah Erika.Erika dan gadis tersebut langsung turun dari mobil dan mengucapkan banyak terimakasih kepada kedua lelaki yang mengaku sebagai anggota BIN tersebut.


"Saya berterimakasih banyak kepada bapak karena sudah membantu kami untuk melarikan diri dari rumah itu" Kata Erika.


Kedua pria tersebut tidak menjawab dan langsung pergi meninggalkan Erika dan Gadis tersebut.


"Masuk" Kata Erika kepada gadis tersebut,gadis itu bernama Naura.


Naura hanya terdiam menatap Erika.


"Aishh..." Erika langsung menarik tangan Naura untuk masuk kedalam rumah nya.