
Delapan bulan kemudian setelah kelahiran Arkana.Anak tampan itu sangat aktif di usia nya,ia terus merangkak kesana kemari untuk mengacak-acak semua benda yang ia lihat.
"Erika!Sayang!Mama!" teriak Bintang saat dirinya baru saja keluar dari lift di lantai satu.
"Apa?Aku disini" jawab Erika.Bintang melihat istrinya sedang sibuk memasak di dapur,kali ini Erika sudah benar-benar bisa memasak masakan lezat berkat juru masak nya yaitu Bi Rani.
"Kamu masak apa?" tanya Bintang sambil terus memperhatikan wajan berisi makanan yang sedang Erika olah.
"Makan siang buat kita.Kamu kenapa teriak-teriak panggil aku?" tanya Erika.
"Arka mana?"
"Itu lagi anteng dia main sendiri dari tadi" Erika memalingkan wajah nya ke arah Arkana yang sedang bermain di sofa ruang keluarga.
"Yaampun anak papa kamu pinter banget.ASTAGA!!!!TIREXX!!" Bintang tiba-tiba berteriak histeris saat melihat Arkana sedang mencekik leher Tirex,yaitu kucing kesayangan nya.
"Kenapa??" tanya Erika yang langsung berlari menghampiri Arkana.
"Tirex,Arka gak boleh nakal sama tirex.Kasian tirex nya nanti kalo mati gimana?"
Arkana hanya menatap Bintang dengan wajah polosnya,tentu saja ia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh papa nya itu.Justru Arka hanya tertawa terbahak-bahak.
"Kamu ngagetin aku aja"
"Ye ketawa lagi kamu" oceh Bintang kepada Arka. "Bau apa nih?" tanya nya sambil terus mengendus-endus.
"Astaga!Masakan nya!!" Teriak Erika yang langsung berlari menuju dapur.Benar saja,masakan untuk makan siang nya sudah gosong.
"Yaah kamu sih pake teriak-teriak segala,kan aku jadi ikutan kaget terus gosong deh"
"Aku? Salah aku?" tanya Bintang.
"Masa aku harus salahin Arka?"
"Iya deh, salah aku maaf.Yaudah pesen online aja"
"Kami yang bayar ya?" ucap Erika dengan wajah nya yang masih kesal.
"Kan semalem udah aku transfer ke rekening kamu"
"Kan kamu yang kasih ide buat pesen online" Erika tidak mau kalah dengan suaminya.
"Yaudah yaudah biar cepet aku yang bayar deh"
"Oke,pesen sekarang"
Tirex,kucing liar berjenis kelamin jantan yang bintang temukan di halaman rumah nya sekitar satu bulan yang lalu.Sebenarnya Bintang tidak mau merawat kucing lucu ini,tetapi Erika terus memaksa nya agar Bintang mau merawat tirex dengan baik.
Erika terus memaksa karena ia sangat merasakan bagaimana hidup seorang diri tanpa ada siapapun di dekatnya,Erika pernah merasakan hal itu.
Tetapi kini justru Bintang yang lebih menyayangi tirex seperti anak nya sendiri,bahkan apapun akan ia berikan untuk tirex termasuk makanan, pakaian dan perawatan mahal nya.
...•••...
"Anak papa siapa namanya?" tanya Bintang sambil terus mendusalkan wajahnya di tubuh Arka. "Kamu lucu banget si yaampun.Muka nya mirip papa banget"
"Iya lah orang anak kamu" cetus Erika.
"Arka juga anak kamu,tapi kok gak mirip sama kamu"
"Muka boleh mirip kamu,tapi perilaku baik Arka mirip aku" kata Erika.
"Iya,sifat kamu jangan ikut papa ya Arka"
"Tapi gak apa-apa deh sifatnya kaya kamu,kamu gak sepenuhnya bad kok kadang manis juga.Gak apa-apa deh kayak papa juga"
"Aku bosen deh,besok main yuk jalan-jalan" ajak Erika.
"Kemana?"
"Kamu mau kemana?" tanya Erika kepada Arka dan anak itu hanya tersenyum. "Kemana aja deh terserah yang penting jalan-jalan,iya kan Arka?" tanya Erika kepada putranya dan lagi-lagi hanya di balas senyuman lucu.
"Yaudah kalo besok mau jalan-jalan, sekarang bobo ya.Ayo mama,Arka sekarang bobo"
"Beneran besok kamu mau ajak kita jalan-jalan?" tanya Erika.
"Iya cantik..."
"Sayang banyak-banyak.Makasih papa,ayo Arka bobo udah malem" setelah menggigit bahu kekar Bintang Erika langsung mengambil putra nya dari pangkuan Bintang lalu merebahkan nya di kasur agar ia segera tertidur.
"Bisa gak jangan gigit gigit?Kalo aku gigit lagi nanti nangis" ejek Bintang.
"Ngapain nangis?Aku punya tangan ya aku pukul lah muka kamu"
"Aku boleh gak pukul kamu?" tanya Bintang.
"Kamu mau pukul aku?"
"Ya engga,nanya doang.Ya kali pukul kamu"
Di pagi hari yang sangat cerah,Bintang sibuk memasukan tas yang berisi perlengkapan Arkana kedalam mobil nya.Pagi itu Bintang benar-benar ingin mengajak kedua orang tersayang nya berlibur untuk menjernihkan pikiran.Dan tentu saja hanya mereka bertiga,bahkan Bintang sengaja tidak memakai jasa sopir pribadi nya.
Beberapa tempat wisata mereka kunjungi untuk menyenangkan hati sang putra.Taman fantasy, perbukitan hingga kebun Binatang mereka kunjungi.
Setelah puas mengelilingi seluruh lokasi kebun Bintang,Arkana tertidur pulas di pelukan papa nya.Tantu saja mereka menjadi pusat perhatian banyak orang karena masih terlihat sangat muda untuk memiliki seorang anak.
Erika mengambil keputusan untuk pulang ke rumah karena hari sudah mulai sore,ia juga bisa merasakan pasti Arkana sangat merasa lelah.Terutama Bintang yang sejak tadi terus menggendong Arkana.
"Kita pulang aja yuk" ajak Erika.
"Udahan jalan-jalan nya?" tanya Bintang.
"Ya udah,udah sore juga.Jangan terlalu malem pulang nya kasian Arka"
"Pules banget tidurnya?"
"Iya,capek kayaknya"
"Yaudah,kita pulang ya.Nanti lanjut lagi jalan-jalan nya"
"Yaudah yuk sini Arka nya biar aku yang gendong"
Sepanjang perjalanan menuju rumah,Bintang terus merasa kesepian karena istri dan putra nya sudah tertidur pulas sejak tadi.
Arkana tidur di pangkuan mama nya,sedangkan Erika tidur dengan posisi yang terlihat sangat tidak nyaman.
Kepala nya terlalu miring ke sebelah kanan hingga menarik perhatian Bintang untuk menahannya.
Ia tidak mau mengganggu tidur Erika,maka dengan senang hati ia menahan kepala Erika dengan tangan kirinya,bahkan saat mereka sampai di rumah pun Bintang masih menahan kepala Erika dan sejak tadi ia mengendarai mobil dengan satu tangan.
"Erika bangun,kita udah sampai di rumah" bisik Bintang.
"Emmm?"
Bintang langsung turun dan membukakan pintu mobil untuk Erika.Erika benar-benar tidak kuasa menahan rasa kantuk nya,bahkan malam itu ia tidak membersihkan tubuhnya karena terlalu lelah.
...•••...
"Lo dateng kan?" Tanya Gibran melalui pesan teks.
"Lagi?" tanya balik Bintang yang sudah tau maksud dari topik yang Gibran tanyakan.
.
"Pokoknya lo,Erika sama Arka harus dateng.Gak mau tau gue" kata Gibran
"Lo serius ngadain pesta lagi?" tanya Bintang.
"Iya lah,hari ini kan tepat usia anak gua yang ke tujuh bulan.Pokoknya kalian bertiga harus dateng" ucap Gibran.
"Lo sinting ya?Yang bener aja ngadain pesta kelahiran anak lo sebulan sekali?"
"Ya emang ngapa?kan gue yang keluarin modal bukan Lo"
"Ya tapi gue bosen tau gak tiap bulan harus dateng ke acara ulang bulan anak Lo.Masalah nya ini udah ke tujuh kalinya Gibran.Gue rasa Lo stres deh kayaknya"
"Ya maklumi aja lah brother,Keysha kan anak pertama gue perempuan lagi.Ini tuh semacam Bentuk rasa syukur gue" beo Gibran.
"Rasa syukur pala Lo!Gue tekor nih tiap bulan harus keluarin duit buat beli kado anak lo.Mana bingung lagi mau beli apaan.Kemarin-kemarin kan udah gue beliin apaantuh satu set masak-masakan,alat make up dari istri gue,tas,baju,sepatu.Terus sekarang gue harus kasih kado apaan lagi anjing?" tanya Bintang kesal.
Pasalnya ini sudah kali ketujuh Gibran mengundang para sahabatnya untuk datang ke acara memperingati hari lahir putri nya yang diadakan setiap bulan.Mereka sudah mulai bosan dengan acara tersebut.
"pokoknya kado apaan aja deh om,yang penting bawa kado ya!"
"Om apany--" Belum sempat Bintang menyelesaikan perkataannya,Gibran langsung menutup telpon tersebut. "Anjing Gibran!!Gue belum selesai ngomong!"
"Kenapa?" tanya Erika.
"Gibran"
"Lagi?" tanya Erika yang langsung mengerti apa yang akan di bicarakan oleh suaminya.
"Kita ganti baju sekarang"
"Y-yaudah aku ganti baju dulu"
Setelah berganti pakaian,mereka langsung bergegas menuju rumah Gibran untuk hadir di acara ulang bulan putri pertama nya yang bernama Keysha Rianti.
Saat mobil Bintang sudah mulai menyusuri halaman rumah Gibran,mereka bisa melihat beberapa dekorasi ulang bulan terpajang di beberapa titik.
"Wah bukan main" puji Erika.
"Sini aku yang gendong Arka"
"Bintang sama Erika tuh udah dateng" ucap Ayu.
"Hai Arka!" Sapa Naura yang langsung berjalan menghampiri Arkana.
"Udah berapa bulan usia kandungan kamu?" tanya Erika kepada Naura.
"Bulan nya nih kak,doain ya semoga persalinan nya lancar"
"Iya aamiin,aku doain kok"
"Mana nih yang ulang bulan? Ngerepotin uncle aja tau gak?" ucap Bintang kepada Keysha.
"Kado nya dong uncle,auntie" Gibran menirukan suara seperti anak kecil.
"Nih,awas ya kalo bukan depan ngerayain lagi.Gue bakar lama-lama akta kelahiran anak Lo" Dengan wajah jengkel nya Erika memberikan tas kecil yang berisi hadiah itu kepada Gibran.
"Terimakasih auntie" ucap Novia yang menirukan suara seperti anak kecil.
"Lo tumben diem-diem aja gak ada suaranya?" tanya Erika kepada Tamara yang sedang asyik duduk sambil menikmati hidangan yang ada.
"Makanan nya enak-enak banget sumpah" ucap Tamara.
"Kamu malu-maluin aja nih" Bisik suaminya.
"Cih!Baru tau ya?Makanya saya heran kenapa kamu mau nikahin dia" oceh Erika.
"Arka godain cewek dong,nih godain Keysha jangan di cuekin terus" ucap Gibran kepada Arkana.
Arka yang biasanya tertawa lebar jika sedang di ajak bicara oleh siapapun,kini hanya memalingkan wajah seolah-olah ia mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh pamannya.
"Arka males godain anak lo,Anak gue udah tau soalnya kalo anak lo ini bibit matre" kata Bintang.
"Enak aja bibit matre,semua cewek harus matre tau" sahut Novia.
"Eh nih,anak lo di jodohin sama anak Tamara cocok deh kayak nya.Menantu saya mertua sama-sama matre"
"Bisa bisa,kita jodohin.Santai aja,20 tahun yang akan datang anak gue jadi putra pemegang saham perusahaan tambang batu bara.Siapapun boleh jadi menantu gue" ucap Tamara sambil terus sibuk menikmati hidangan.
"Aesh sombong nya" bisik Erika.
"Yaudah gak apa-apa,kita jodohin aja sama Rafael.Anak nya Bintang keliatan ciri-ciri bibit ngirit"
"Bahkan 15 tahun yang akan datang,gue yakin anak Lo bakal klepek-klepek sama anak gue.Liat aja,gue yakin mati-matian dia mau jadi pacarnya" ucap Erika dengan asal karena semata-mata mereka hanya bergurau saja.
"Udah udah jangan debat Mulu apa.Gue yang anak nya masih di dalem ngiri nih pengen ikutan tapi gak bisa" kata Samuel yang sejak tadi hanya menyaksikan perdebatan tersebut.
"Bentar lagi juga keluar santai aja" ucap Bintang.
"Yaudah-yaudah,mending kita makan aja.Kasian tuh makanan nya di kacangin semua" kata Gibran.
Baru saja mereka mengisi piring nya masing-masing dan Erika hendak memasukkan sesuap nasi kedalam mulutnya.Tiba-tiba Naura menepuk pundak Gibran yang duduk di samping nya.
Tepukan itu cukup keras hingga membuat Gibran sedikit meringis karena terasa pedih.Sontak Erika langsung menatap Naura dengan tatapan curiga,begitu juga dengan yang lainnya.
"ADUH!Lo ngapain pukul-pukul gue?" tanya Gibran sambil terus mengusap pundak nya.
Bukannya meminta maaf,justru Naura kembali mencengkeram kuat bahu Gibran sambil berteriak keras.
"Nah kan" cetus Erika.
"Kamu kenapa?" tanya Samuel.
"Gak enak makanannya?" tanya Novia.
"Enak kok" sahut Tamara.
"Kalo makanan nya gak enak bilang,jangan pukul gue kayak gini" kata Gibran.
"I-itu.." lirihnya.
"Loh kok kamu ngompol sih?Kalo kebelet pipis bilang dong sayang" kata Samuel.
Sontak Erika langsung membungkuk untuk melihat cairan yang keluar dari tubuh Naura.Erika melihat nya di bawah meja.
"Itu sih air ketuban bego!!" teriak Erika dengan wajah panik.
"Air ketuban,air ketuban apaan??" tanya Samuel.
"Dia mau lahiran,bayi nya mau keluar!" teriak Bintang.
"Lah tiba-tiba banget,kenapa gak bilang-bilang?" tanya Samuel kepada Naura dengan polosnya.
"Jangan banyak nanya anjing!Cepetan bawa istri lo ke rumah sakit,badan gue udah pada sakit nih!" teriak Gibran.
Dengan cepat Samuel langsung mengangkat tubuh Naura dan membawa nya ke mobil, sementara yang lainnya ikut ke sana untuk melihat langsung bagaimana lucunya putra Samuel dan Naura.
...`SELESAI`...