
Pagi nya Erika dan Bintang pergi mencari rumah baru untuk Erika.Setelah hampir enam jam pergi kesana kemari, akhirnya mereka menemukan rumah mewah yang jaraknya tidak jauh dari rumah Bintang.
Tanpa berfikir panjang lagi,Erika langsung setuju untuk membeli rumah mewah tersebut.Transaksi dilakukan secara langsung di tempat dengan uang tunai.
"Demi apa si ini rumah gue" Erika tersenyum senang sambil menatap seluruh penjuru ruangan
"Ini denah dalam rumah?Gokil sih,sebesar apa rumah ini sampe ada denah nya segala" Kata Erika.
"Kayak nya Lo harus hapalin ini deh.Jangan sampe nanti Lo nyasar di dalam rumah sendiri,kan gak lucu" Bintang tersenyum.
"Lawakan Lo tuh yang gak lucu".
***
Keesokan harinya Erika sudah menempati rumah baru nya.Bintang menyuruh Bara mencarikan mobil baru untuk Erika dan menyuruh beberapa anak buahnya untuk mencarikan orang orang yang akan bekerja di rumah Erika.
Tidak butuh waktu lama, Bara dan yang lainnya sudah datang dengan membawa mobil mewah serta beberapa orang yang akan bekerja di rumah Erika.
Diantaranya satu orang chef profesional yang bekerja langsung disana,tiga orang perempuan yang akan membersihkan seluruh bagian rumah,dua orang laki-laki yang akan membersihkan seluruh halaman rumah,dan satu orang perempuan berumur yang akan menyiapkan seluruh keperluan Erika serta empat orang anak buah Bintang yang akan berjaga langsung disana.
Karena Erika hanya tinggal sendiri disana,jadi ia tidak terlalu membutuhkan banyak pekerja.
"Waahh...Ini serius mobil baru gue?" Tanya Erika antusias sambil menyentuh mobil barunya dengan sangat hati-hati.
"Mending sebagian uang Lo dipake buat bangun usaha,atau investasi" Kata Bintang.
"Investasi?"
"Iyaa,dari pada nanti uang Lo abis.Bisa-bisa miskin mendadak lo"
"Oh...gue tau" Kata Erika.
"Apanya?"
"Gue tau harus investasi ke siapa" Erika menatap Bintang.
"Ke siapa?Jangan aneh aneh Lo ya" Bintang curiga.
"Udah ayo sekarang kita kesana,pake mobil baru gue aja" Erika memberikan kunci mobil nya kepada Bintang dengan wajah yang sangat bahagia.
Bar tempat ia bekerja waktu itu terlintas di kepalanya saat Erika bingung harus berinvestasi kepada siapa.
Tidak ada salahnya juga ia berinvestasi di sana, Penghasilan Bar terus meningkat di setiap bulannya.Hal itu akan menjadi peluang yang sangat besar untuk Erika.
"Disini?" Tanya Bintang saat mereka sudah sampai di depan Bar.
"Hmm.Disini" Erika tersenyum dan langsung turun dari mobil.
Bos,Bintang dan Erika sedang membicarakan tentang investasi yang akan dilakukan Erika.Banyak hal yang mereka bicarakan hingga memakan waktu kurang lebih dua jam.
Setelah dilakukan kesepakatan Erika dan Bintang langsung pergi meninggalkan Bar dan kembali menuju rumahnya sedangkan Bintang langsung kembali ke Markas bersama Bara.
Erika yang dulu bukanlah Erika yang sekarang.Sekarang Erika sudah mempunyai banyak harta kekayaan berkat Bintang.Iya selalu berfikir andai saja mama nya masih hidup,pasti kebahagiaan nya akan semakin bertambah.
***
Malam pergantian tahun sudah tiba,Erika mengundang kelima teman nya untuk datang ke rumah barunya tersebut.
Banyak hal yang mereka lakukan disana mulai dari makan bersama,pesta Barbeque dan bakar jagung menjelang pergantian tahun.
Jam menunjukan pukul 00.30 Erika dan teman temannya sedang duduk santai di ruang tv ditemani oleh beberapa botol minuman keras di depan mereka.
"Daah...Ayo kita mulai" Dengan semangat Samuel langsung membuka satu persatu tutup botol tersebut.
"Gue tuangin ya" Kata Novia.
"Gue mau" Erika antusias.
"Cheers dulu dong" Kata Gibran.
"Cheers" Ucap mereka kompak.
Saat Erika akan meneguk minuman nya,Bintang langsung mengambil gelas tersebut dari tangan Erika dan meminumnya.
"Emmm.Bir enak juga,tuangin buat gue" Kata Bintang kepada Samuel setelah meneguk habis minuman Erika.
"Itukan punya gue" Rengek Erika.
"Gue cobain dulu.Lagian Lo gak usahlah minum minuman kayak gini ya" Bintang mengayunkan tangan nya tanda mengusir Erika.
"Dikit aja" Erika memaksa.
Bintang menuangkan air yang ada didalam poci untuk Erika.
"Ini aja,ini juga bir" Kata Bintang tersenyum.
"Makasih"
Saat meneguk minuman tersebut Erika terus mengecap kan lidah nya berulang kali karena tidak ada rasa sedikit pun dari minumannya.
"Enak kan?" Tanya Bintang.
"Gue mati rasa atau kenapa nih" Erika menuangkan air dan meneguknya lagi.
"Coba deh lo cobain yu" Erika memberikan gelasnya kepada Ayu.
"Ini sih air putih bego" Ayu tertawa.
"Yeee...Males lah gue" Erika naik ke sofa dan merebahkan tubuhnya didekat Ayu.
Ayu dan Erika tidak ikut bergabung,Yang berpesta miras hanya para laki laki dan Novia.Secara mereka berempat sudah terbiasa pergi ke club' untuk bersenang-senang sambil menghabiskan banyak minuman keras.
Waktu terus berjalan dan sudah menunjukkan pukul 03.00 mereka semua sudah terkapar di ruang tv dengan posisi tidur yang sangat berantakan.
Televisi masih menyala,makanan ringan bertebaran dimana-mana.Para perempuan tidur diatas sofa sementara para lelaki tidur di lantai yang beralaskan karpet tersebut.
Kaki Bintang naik ke sofa mengenai wajah Ayu,sebelah tangan Novia turun kebawah mengenai wajah Gibran, sementara Erika yang tertidur dengan makanan ringan di tangannya yang tumpah mengenai wajah Samuel serta masuk kedalam mulutnya yang sedang menganga karena tertidur sangat pulas.
Di pagi harinya si bibi hanya tersenyum tipis saat melihat enam kawanan tersebut sedang tertidur pulas dengan posisi tubuhnya masing-masing.
Meskipun matahari sudah terbit dan menyinari ruang tv,Bi Diah tidak berani untuk membangunkan mereka dan memilih untuk menyiapkan sarapan terlebih dahulu.
Tak lama Erika terbangun,ia terkejut karena melihat posisi tidur teman temannya yang sangat aneh.
Ia melihat tangan Novia yang terkena air liur Gibran,Kaki Bintang yang terus bergerak di wajah Ayu dan Erika juga melihat Samuel yang sedang mengunyah makanan ringan yang masuk kedalam mulutnya.
"Astaga...Serius mereka ini temen gue?" Erika menggelengkan kepalanya dan langsung berjalan menuju kamar untuk mandi dan membantu Bi Diah menyiapkan sarapan untuk teman temannya yang sedang mabuk berat tersebut.
"Bi tolong siapin air kelapa juga ya buat mereka" Kata Erika kepada Bi Ira.
"Baik non"
Saat Erika dan Bi Diah sudah selesai menyiapkan,Satu persatu dari mereka mulai terbangun dengan caranya masing-masing.
Pertama,Ayu yang terganggu dengan bau kaos kaki Bintang.Ia berteriak karena terkejut saat membuka mata ada kaki Bintang tepat di depan matanya.
Karena teriakannya Bintang dan Novia langsung terbangun.Novia menggosokkan tangan nya ke mata dan ia mencium aroma yang sangat menjengkelkan.Novia langsung ikut berteriak saat melihat ada air liur yang keluar dari mulut Gibran hingga mengenai tangannya.
Begitu juga dengan Samuel yang terbangun sambil mengunyah sisa makanan didalam mulutnya.
Akhirnya mereka semua mandi dan langsung sarapan bersama sambil membicarakan hal hal bodoh.