Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 82



Kamar Bintang



Erika asyik memakan cemilan nya di sofa sambil fokus menonton drama Korea yang baru pertama kali ia saksikan.Matanya terus tertuju kepada satu objek itu tanpa memperdulikan keberadaan Bintang yang sedang duduk termenung dibelakang nya.


"Ka..." Panggil Bintang.


"Hmm..."


"Ayo!"


"Kemana?Udah malem" Ucapnya tanpa melihat wajah Bintang.


Abizar menghembuskan nafas jengkel nya yang langsung berjalan menghampiri Erika dan mematikan televisi itu.


"Yah...kok di matiin sih?" Keluh Erika.


"Habis nya kamu malah cuekin aku"


"Kenapa?Kamu mau ajak aku kemana?" Tanya Erika yang langsung menatap lekat wajah Bintang.


Bukannya menjawab pertanyaan Erika,Bintang hanya menatap balik istrinya sambil tersenyum menggoda.


"K-kenapa?Kenapa kamu liatin aku kayak gitu?" ucap Erika dengan suara nya yang terdengar gugup.


Dengan rasa tidak sopan nya Bintang mengedipkan sebelah mata lalu menjulurkan lidahnya hingga membuat Erika tidak bisa berkutik di hadapan suami nya itu.Spontan Erika langsung menutupi tubuhnya bagian atas nya dengan kedua tangan padahal dirinya sedang memakai pakaian yang cukup sopan.


"Come on baby" Ajak Bintang lagi dengan suara manja nya itu,seketika seluruh tubuh Erika terasa merinding saat itu juga.


"Emang harus banget ya?" Tanya Erika dnegan wajah ciut nya.


"Hmm...Kalo gak gitu mau kapan punya Dede bayi nya?" Tentu kalian bisa merasakan apa yang Erika rasakan saat ini.Bayangkan jika kalian berada di posisi Erika,maka apa yang akan kalian lakukan.


"T-tapi...Takut" Erika masih berusaha untuk menutup tubuhnya.


Wajah Bintang yang tadi nya terlihat garang dan menggoda serta penuh nafsu seketika langsung memalingkan wajah untuk tertawa sebentar karena pengakuan lucu istri nya.


"Ekhemm!!...Takut kenapa?Apa yang kamu takutin?" Tanya Bintang yang kembali menyeimbangkan suara nya.


"Ya takut aja"


"Gak perlu takut,aku gak gigit kok"


Erika benar-benar heran dengan sikap Bintang.Malam itu Bintang bukanlah laki-laki yang Erika kenal.Ia sudah berubah 180° dari sifat biasanya.


"Kamu beneran Bintang bukan sih?" Tanya nya penuh keraguan.


"Kalo bukan Bintang terus siapa?ini bintang loh Bintang" Oceh nya.


"Habis nya sifat kamu beda banget dari biasanya"


"Nama nya juga laki-laki,sifat mereka bakal berubah 180° kalau udah berdua sama istrinya di dalem kamar"


Aish sialan dia bahas topik itu lagi.


"Ayo ayo,nanti tambah larut malam loh"


"T-ta-ta...Haishh!!T-tapi aku gak tau gimana caranya,gak ngerti"


"Lucu banget sih..." Bintang mengerutkan bibirnya sambil mencubit kedua pipi Erika. "Jangan khawatir.Tugas kamu cuma diem aja kok,sisa nya aku yang urus"


"Come on,come on,come on!" Ucap nya dengan penuh semangat.


Erika hanya bisa menuruti keinginan suaminya itu,waktu terus berjalan dan malam semakin larut tetapi mereka tidak menghiraukan semua itu.


Matahari sudah menembus gorden kamar Bintang,Erika terbangun dari tidur karena itu sudah waktu nya.Saat membuka mata,wujud yang pertama kali dilihatnya adalah Bintang yang sedang tertidur pulas menghadap nya.


Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi,Erika ingin mandi untuk membersihkan badannya di pagi hari.


"A-A-AAA!" Keluh nya yang kesakitan. "Aduh aduh aduh!"


Mendengar suara rintihan istri nya,Bintang langsung terbangun dengan wajah panik nya. "Kamu kenapa?"


"Gak bisa bangun!!!" Teriaknya yang dibalas tawa keras oleh suaminya itu. "Wah... bisa-bisa nya kamu malah ketawa"


"Oke oke maaf"


"Kenapa ini?"


"Gak apa-apa itu udah biasa kok"


"Kalo kayak gini terus aku gak bisa mandi" Oceh Erika.


"Mau aku mandiin?" Tanya Bintang.


"Jam berapa ini?Oh masih jam delapan nanti aja agak siangan" Ucap Erika yang mencari-cari alasan.


"Yaudah nanti siang juga tetep aku mandin"


"Ngga gak jadi mandi,besok aja"


"Besok juga"


"Besok aku udah sembuh,jadi bisa mandi sendiri.Makasih" Erika langsung memalingkan wajahnya dengan kesal.


"Aduh laper.Aku ke bawah dulu ya,mau sarapan" Kata Bintang yang langsung beranjak dari tempat tidur nya.


"Tunggu!!" Erika yang mendengar makanan langsung menoleh ke arah Bintang. "Bawain buat aku juga dong,aku juga laper"


"Bawain gak ya?" Tanpa memberikan kepastian,Bintang langsung berjalan keluar kamar untuk menuju ruang makan.


"Hei,Bawain dong...Parah kalo kamu gak bawain" Teriak Erika.


Baru tiduran selama sepuluh menit saja rasanya sudah sangat membosankan bagi Erika,ia tidak suka rebahan terlalu lama tanpa sebab.


Kemudian ia berusaha untuk menggapai remote tv yang berada di meja dekat kasur nya,tetapi tidak bisa karena rasa sakit itu.


Sampai tangan kokoh muncul dan mengambil kan remote tv itu untuknya. "Bubur buatan Bibi..." Bintang tersenyum lebar.


"Itu nasi goreng siapa?" Tanya Erika.


"Punya aku lah"


"Kenapa kamu makan nasi goreng sedangkan aku makan bubur"


"Orang sakit harus makan bubur,Katanya kamu lagi sakit"


"Aah terserah, aku lapar"


"Yaudah sini aku suapin"


"Beneran?" Tanya Erika dengan wajah yang berbinar-binar.


"Iya dong" Bintang langsung mengangkat sedikit tubuh Erika agar wanita itu bisa duduk selagi makan.


Satu persatu suapan telah Erika nikmati bergantian dengan dirinya yang menyuapi bintang juga. "Udah habis kan?Aku mau mandi dulu"


"Yaudah sana".


Bintang membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mandi,waktu selama itu membuat Erika sangat mengantuk padahal masih di pagi hari.


Perlahan ia memejamkan matanya dan tertidur pulas lagi setelah menikmati sarapan pagi nya itu. "Kaa...Aku mau pergi sebentar,kamu bisa gak aku tinggal...in.." Ucapnya yang melihat Erika sudah tertidur pulas.


"Yah dia tidur,kalo gitu gak jadi pergi deh" Dengan senyuman manis nya Bintang langsung kembali naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuhnya di samping Erika serta menatap lekat wajah cantik yang sedang tertidur pulas itu.


"Maafin ya...Aku jahat ya..." Bisik nya sambil membelai lembut rambut Erika.