Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 32



"Gimana kalau kita kerja sama?" Tanya Bintang kepada Erika.


"Kerja sama?Dalam hal apa?" Tanya balik Erika dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Jatuhin keluarga Resya" Bintang membentuk lingkaran dengan jari telunjuk nya di meja.


"Apa?K-kenapa juga gue harus jatuhin keluarga nya?" Erika terkejut.


"Lo tinggal jawab mau...Atau ngga?" Tanya Bintang yang menatap Erika.


"Gu-gue...Ya jelasin dulu,kenapa kita harus jatuhin reputasi keluarga nya?..Ya emang sih dia sama kelurganya itu nyebelin,tapi gue gak berhak buat jatuhin keluarganya" Erika menatap tajam Bintang.


"Ini kan masalah keluarga Lo,gue gak berhak ikut campur" Erika melanjutkan makan nya lagi.


"Yaudah kalau Lo gak mau,tinggal jawab aja gak mau.Lagi pula gue cuma mau bantu Lo,tanpa Lo gue bisa gerak sama orang-orang gue" Bintang menunjuk Erika dengan garpu nya.


"Yaudah kenapa juga harus ajak gue" Erika cemberut.


"Karena gue rasa tujuan kita sama" Bintang masih menatap makanan nya.


"Maksud?" Erika perlahan menatap Bintang dan berhenti mengunyah.


"Tujuan kita sama...Musuh kita sama" Kata Bintang.


"Apa maksud Lo?...kasih gue kata kata yang mudah di cerna" Erika mendekatkan wajahnya sambil meletakkan kedua tangannya di atas meja.


"Haneul" Kata Bintang pelan.


"Apa?...Ha-Haneul?" Tanya Erika bingung.


"Apa yang ada di pikiran Lo ketika denger kata Haneul?" Tanya Bintang.


"Ssssttt....Haneul?...Haneul?..." Tanya Erika kepada dirinya sendiri sambil memejamkan matanya untuk mengingat.


"Ahh.....Haneul? Perusahaan yang udah sita rumah gue?" Erika antusias sambil menunjuk wajah Bintang.


"Lo inget?" Kata Bintang.


"Hemm..inget,kenapa?" Tanya Erika penasaran.


"Lo tau siapa pimpinan perusahaan nya?" Tanya Bintang.


"Gak tau...Siapa emang?" Tanya Balik Erika.


"Bokap Resya pimpinan perusahaan dan Nyokap nya Presdir di sana" Bintang menyeringai kan bibirnya sambil meletakkan sendok dan garpu perlahan.


"Apa?" Tanya Erika pelan dengan wajah pias.


"Lawan kita sama kan?" Tanya Bintang tersenyum.


"Apa?Keluarga nenek lampir itu yang punya perusahaan?" Erika langsung berdiri sambil menggebrak meja makan.


"Seru bukan?" Bintang tertawa.


"Kenapa Lo diem aja waktu anak buahnya sita rumah gue?" Erika menatap tajam Bintang.


"Terus gue harus apa?Toh itu juga kan salah nyokap Lo yang punya hutang sama mereka" Kata Bintang.


"Apa dia tau kalau office girl itu nyokap gue?Jadi dia sengaja sita rumah gue?" Tanya Erika.


"Gue rasa dia belum tau kalau itu Nyokap Lo.Kalau dia tau,mungkin waktu itu dia udah berbuat lebih daripada sita rumah Lo" Kata Bintang


"Aishh...Mereka keluarga brengsek sialan" Erika menggerakkan giginya dan berbisik.


"Duduk lagi kalo Lo mau nyusun rencana bareng gue" Kata Bintang.


"Aishh...Apa rencana Lo?" Tanya Erika yang duduk kembali di kursi nya.


"Kita punya dua rencana.Pertama cari tau dimana uang dan berlian itu,kedua minta balik rumah Lo yang udah disita mereka" Kata Bintang. "Tapi gue utamakan buat minta balik rumah Lo lagi, karena itu masalah gampang" Bintang melanjutkan makan nya.


"Gue harus apa?" Tanya Erika.


"Lo?...Abis makan kita pergi ke perusahaan itu,Lo temuin nyokap nya terus minta balikin rumah Lo" Kata Bintang.


"Gak segampang itu,pasti dia juga bingung kan rumah mana yang gue maksud.Dia kan gak tau kalau gue anak nyokap" Kata Erika.


"Kalau dia tau gue anak nya,pasti dia semakin gak mau balikin rumah gue.Karena gue tau persis kalau nenek lampir dan anaknya itu gak suka banget sama gue Bintang...Apalagi terakhir kali kita ketemu waktu gue nantang dia abis abisan di aula" Erika membuka matanya lebar-lebar.


"Apa salahnya coba dulu" Kata Bintang.


"kalau gagal?" Tanya Erika.


"Selesai" Kata Bintang datar.


"Aishh...Apa cuma itu cara satu satunya?Gak ada cara lain lagi?" Tanya Erika.


"Gak ada"


"Ayolah,Lo kan Mafia.Gak mungkin seorang Mafia cuma punya satu cara,pasti punya seribu cara lagi" Erika memohon kepada Bintang.


"Gue punya seribu cara,oh bukan.Bahkan gue punya sejuta cara kalau rumah Lo di sita tanpa sebab dan alasan" Bintang menunjuk Erika.


"Ahhh...Yaudah yaudah.Gak ada pilihan lain kan pak Mafia?Yaudah kita berangkat sekarang" Erika beranjak dari duduknya dan mengambil tas untuk bersiap pergi menuju perusahaan Haneul.


Mereka bergegas berjalan menuju mobil yang terparkir di depan markas Bintang.Saat mereka keluar ruangan,dibelakang Bintang dan Erika ada Agus dan Danu yang berjalan mengikuti.Karena kemanapun Bintang pergi,mereka berdua selalu ikut.


"Hari ini kalian gak usah ikut.Tunggu aja disini" Kata Bintang kepada Agus dan Danu.


"Tapi bos..." Kata Agus.


"Saya ada urusan pribadi" Kata Bintang.


"Ahh..iya bos" Danu menundukkan kepalanya.


"Ini kunci mobilnya bos" Agus memberikan kunci mobil kepada Bintang.


"Oh iya" Bintang mengambil kunci mobil tersebut dan langsung pergi keluar markas dikuti oleh Erika di samping nya.


Bintang dan Erika mulai berjalan menyusuri gerbang kedua dan utama serta keluar dari halaman markas.Satu jam kemudian,mereka sudah sampai diparkiran yang terletak persis di depan gedung.Erika langsung bersiap turun dari mobil untuk masuk ke sana dengan menggunakan masker serta kacamata hitam nya dan juga lengkap menggunakan setelan jas rapih layaknya pegawai kantoran.


"Ini gedung nya?" Tanya Erika yang memperhatikan gedung pencakar langit tersebut.


"Iya,Lo masuk kesana.Inget,bersikap layaknya pegawai kantoran" Kata Bintang dan Erika hanya mengangguk tanda mengerti.


"Pake ini,Lo boleh lepas ini kalau udah masuk ke ruangan Presdir nya" Bintang memberikan kacamata hitam dan masker.


"Okey" Kata Erika sambil memakai masker dan kacamata nya.


"Bawa ini juga" Bintang memberikan identitas karyawan yang selalu di gunakan perusahaan Haneul untuk bisa masuk kedalam gedung.Tanpa kartu identitas tersebut,siapapun karyawan tidak akan bisa masuk kedalam sana.


"Apa ini?" Tanya Erika.


"Bawa aja,Lo pasti butuh ini" Bintang memasukan kartu tersebut kedalam tas Erika.


"Oke,gue turun sekarang" Erika turun dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk utama gedung.


"Anda dilarang masuk" Kedua satpam menghalangi Erika di pintu masuk.


"Kenapa?Saya karyawan disini" Kata Erika.


"Sebelumnya kami tidak pernah melihat anda" Kata salah satu satpam.


"Saya karyawan di perusahaan ini,mungkin bapak gak bisa kenalin karena saya pake kacamata sama masker" Kata Erika lagi.


"Silahkan buka terlebih dahulu" Kata satpam.


"Saya punya alasan sendiri pakai kacamata dan masker.Diluar panas pak,saya gak mau kena radiasi sinar matahari" Erika menunjukkan lengan putihnya.


"Kalau begitu tunjukkan kartu identitas anda" Kata Satpam lagi.


"Hah...Kartu identitas?" Erika bingung.


"Kalau anda karyawan disini,pasti anda mempunyai kartu identitas" Kata nya dengan nada tinggi.


"Ohh...Tunggu" Erika baru ingat dengan kartu yang telah diberikan oleh Bintang. "Kartu ini maksudnya?" Erika menunjukkan kartu identitas nya dengan percaya diri.


"Ohh...Maaf silahkan masuk" Kata kedua satpam tersebut.


"Kenapa harus ribut dulu sih pak?" Erika mendekatkan wajahnya dan langsung masuk kedalam gedung dengan postur tubuh layaknya pemilik perusahaan.