
Saat Erika dan Naura sedang menikmati sarapan nya, Terdengar ketukan pintu dari luar rumah Erika.Mereka berdua langsung menoleh ke arah pintu dengan ekspresi wajah yang terkejut.
Erika beranjak dari kursi nya dan berjalan menuju pintu dengan sangat berhati-hati karena ia takut jika orang orang yang telah menculiknya datang untuk membawanya kembali.
"Kamu tunggu sini ya" Kata Erika kepada Naura.
"Hati hati kak" Kata Naura.
Erika berjalan menuju pintu sambil membawa senjata berupa sapu untuk berjaga-jaga jika orang tersebut memang benar datang untuk menjemputnya.
Saat Erika membuka pintu,ternyata yang datang ke rumah nya adalah Ayu sambil membawa beberapa kantong plastik di tangannya.
"Ayu?" Erika menghela nafas.
"Kenapa Lo bawa sapu?" Tanya Ayu.
"Oh,ini..kebetulan gue mau sapu lantai" Erika menyapu lantai dengan asal.
"Nih gue bawa makanan buat Lo" Ayu mengangkat kantong plastik tersebut.
"Oh,kebetulan gue juga lagu sarapan.Yaudah sini,makasih ya" Erika langsung mengambil kantong plastik tersebut dengan cepat.
"Kenapa masih disini?Pulang" Bisik Erika.
"Kenapa kita gak sarapan bareng aja,lo juga pasti kesepian kan sarapan sendiri" Ayu melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah Erika.
"Ahh...Gak apa-apa lah.Lo pulang aja,kebetulan abis ini gue juga mau langsung kerja" Erika menghalangi jalan Ayu.
"Kerja?" Tanya Ayu terkejut.
Erika kelepasan bicara tentang hal itu,ia langsung panik memikirkan cara untuk menggiring opini Ayu.
"A-ahhh...yaa..a-anuu...j-jadi...aishh!!!Ya gue kerja" Erika langsung berbicara jujur karena tidak tahu harus berkata apa lagi kepada Ayu.
"Kerja?Dimana?" Ayu semakin Terkejut.
"Huuuuhh...gila gue" Bisik Erika Kepada dirinya sendiri.
"Dimana?" Ayu semakin menjadi-jadi.
"Di Bar" Kata Erika sambil memalingkan wajahnya.
"Di bar!!!" Teriak Ayu terkejut.
"Suuuutsss!!!!!Jangan mikir yang macem-macem dulu,gue kerja di sana cuma sebagai pelayan.Gak lebih" Erika meluruskan hal tersebut.
"Bener?" Ayu menatap Erika curiga.
"Jangan natap gue kayak gitu" Erika menunjuk kedua mata Ayu.
"Ahh,okelah gue percaya.Yaudah ayo sarapan gue laper" Ayu langsung menerobos masuk ke dalam rumah Erika.
"Hei.. Suruh siapa masuk,mending lu pulang deh" Erika berhenti berbicara karena melihat Ayu yang sedang terperangah sambil melihat Naura yang sedang makan.
"ohh..jadi ini.." Erika berusaha menjelaskan.
"Siapa dia?" Tanya Ayu.
"Aishh...Duduk dulu deh duduk dulu" Erika menarik kursi untuk Ayu.
"Ini Naura,dia..." Erika bingung harus bicara apa.
"Dia?" Tanya Ayu.
"Oh,dia temen kerja gue di bar.Pelayan juga sama" Erika langsung senyum terpaksa ke arah Ayu dan Naura.
"Bener?" Tanya Ayu kepada Naura.
Ayu langsung menatap Erika, sebaliknya Erika menatap balik Naura dengan tatapan tajam tanda ia harus mengangguk.
"Oh,iya.Hai kak aku Naura,aku temen kerja kak Erika" Kata Naura tersenyum.
"Kak?" Tanya Ayu kebingungan.
"Oh iya.Jadi umur Naura masih 17 tahun,satu tahun lebih muda dari kita" Kata Erika.
"Oh gitu.Yaudah makan makan" Ayu tersenyum.
"Oh iya makan" Erika langsung membuka kantong plastik yang dibawa Ayu.
"Kemarin Lo kemana?seharian gak ada di rumah.Semalem gue telpon hp lo juga gak aktif.Gak terjadi apa apa kan?" Tanya Ayu cemas.
"Oh gak lah,gak ada apa apa.Itu...Jadi,kemarin gue kerja seharian terus gue ambil lembur juga.Kalau soal hp gak aktif,eee...itu karena hp gue ilang" Erika berusaha meyakinkan Ayu.
"ilang?Dimana?" Tanya Ayu.
"Menurut Lo kenapa bisa ilang?" Tanya Ayu lagi.
"Eee..itu mungkin...oh bisa jadi di copet waktu gue lagi naik bus kan?" Ayu tersenyum.
"Ahh..Bener juga" Ayu melanjutkan makannya.
"Jadi,Lo jangan telpon atau kirim SMS ke HP gue.Kalau Lo mau hubungi gue,telpon aja ke nomor nyokap gue" Kata Erika.
"Oke!"
Mereka bertiga melanjutkan sarapan pagi nya dengan sangat lahap.Di sore harinya,Erika harus pergi ke bar untuk bekerja tetapi ia ragu untuk meninggalkan Naura sendiri di rumah karena khawatir jika orang orang tersebut datang ke rumahnya untuk mengambil Naura lagi.
"Mau kemana?" Tanya Naura.
"Aku mau kerja" Jawab Erika.
"Ohh,hati hati" Naura tersenyum.
"kamu gak apa-apa sendirian di rumah?" Tanya Erika cemas.
"Apa aku harus ikut?" Tanya balik Naura.
"Tapi kayaknya lebih aman di rumah sih" Kata Erika.
"Yaudah aku di rumah aja" Kata Naura.
"Inget ya,jangan keluar rumah.Kalau ada yang ketuk pintu,jangan langsung di buka tapi intip dulu di jendela.Oke?" Erika memegang kedua bahu Naura.
"Oke" Naura tersenyum.
"Oh iya,kalau ada apa apa telpon aku pake ini" Erika menunjuk Telpon rumah nya.
"Udah aku siapin nomor telpon di bar,jadi kamu tinggal sebutin nama aku aja.Ngerti?" Tanya Erika lagi.
"Iya ngerti" Naura tersenyum lagi karena merasa terhibur dengan tingkah Erika.
"Yaudah aku pergi,baik baik dirumah" Erika berjalan ke luar rumah.
"Lo mau kerja?" Tanya Bintang dari dalam mobil yang mengejutkan Erika saat ia sedang berjalan.
"Asataga!!" Teriak Erika terkejut.
"Lo ngapain?" Lanjutannya.
"Nungguin Lo lewat" Bintang tersenyum.
"Lo gak ada kerjaan ya?" Tanya Erika jengkel.
"Gak ada sih,kan libur sekolah juga.Jadi gue nganggur" Bintang tersenyum.
Erika langsung menatap Bintang dengan tatapan penuh kecurigaan sambil mengernyitkan dahi nya dan menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Kenapa?Masuk" Kata Bintang dengan wajah datarnya karena merasa terganggu dengan tatapan Erika.
"Kesibukan Lo sehari hari ngapain sih?" Tanya Erika kepada Bintang yang sedang mengendarai mobil nya.
"Gue?Kesibukan gue kalo libur sih ya bangun tidur langsung makan,abis itu rebahan main hp buka sosmed atau main game.Siang nya gue tidur, terus bangun tidur langsung makan abis itu mandi terus tidur lagi deh" Bintang menjawab pertanyaan Erika dengan wajah yang terlihat seperti orang bodoh.
"Aishh...Wajar sih hidup Lo gak ada kemajuan" Erika jengkel sambil terus menatap ke depan.
"Ya terus apa yang mau gue lakuin lagi?Gue kan biasanya sekolah" Lanjut Bintang.
"Oh iya,kapan kapan gue boleh kan main ke rumah Lo?" Tanya Erika sambil tersenyum.
"Kerumah gue?Kenapa tiba tiba banget?" Tanya Bintang mulai curiga.
"Ya emang kenapa,kita kan temenan udah hampir tiga tahun.Masa gue belum pernah main ke rumah Lo sih" Erika memaksa.
"Udah sampe" Bintang mengalihkan pembicaraan.
"Boleh yaa,yaa...plis.." Erika menunjukkan wajah memohon nya kepada Bintang.
"Aishh...jangan tatap gue kaya gitu" Bintang merasa jengkel.
"Pliss.." Erika terus memohon.
"Oke,oke.Lo boleh Dateng ke rumah gue,puas?" Tanya Bintang.
"Uuuu... Makasih Bintang,Gue pergi dulu ya" Erika mencubit kedua pipi Bintang dan langsung turun dari mobil.
"Kenapa si dia?Aneh banget" Kata Bintang kepada dirinya sendiri sambil pergi mengendarai mobil nya.