Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 67



Tanpa berfikir panjang,Erika langsung ikut meloncat dari lantai dua.Tidak perlu khawatir,Erika sendiri sudah yakin dengan kemampuan yang telah ia miliki sejak masih duduk di bangku sekolah.


Yaitu kemampuan atau keahlian meloncat pagar dan dinding sekolah yang cukup tinggi hanya untuk melarikan diri dari guru mata pelajaran sehari-hari.


Untungnya tanpa cedera,Erika berhasil mendarat dengan tepat di bawah.Ia langsung berlari untuk mengejar pria tersebut.


Dimalam hari dengan baju piyama dan sendal jepit nya Erika terus berlari.Saat itu yang ada di fikiran nya adalah membunuh pria yang sedang ia kejar.


"Semuanya!!!Bangun!!!Keluar!!!" Teriak Erika sambil terus berlari. "Heiii heiii!!!! Bangun!! Ada penyusup di sini!!"


Tak lama datang anak buah Erika yang tidak terhitung jumlahnya.Mereka membawa senjatanya masing-masing.


"Siapa dia?" Tanya salah satu pria.


"Itu pertanyaan yang sangat tidak penting,kalian pasti tau siapa mereka.Sekarang yang perlu kalian lakuin yaitu kejar dia,kalian berpencar dan tangkap dia!!" Teriak Erika.


"Itu dia masih terlihat karena ada cedera di kakinya" Lanjut Erika.


"Dia memanjat dinding" Tunjuk slash satu pria.


"Jangan hiraukan,kalian cepat halangi dan tangkap dia dari arah lain.Sekarang!!"


"Siap bos!" Mereka langsung berhamburan untuk mengejar pria tersebut.Sebagian pergi dengan berlari dan sebagian lagi mengendarai mobil.Sedangkan Erika memilih untuk memanjat dinding yang sangat tinggi tersebut.


Setelah sampai di puncak dinding,Erika langsung mengarahkan senapannya dan berhasil mengenai kaki pria tersebut hingga ia berjalan semakin pincang.


Erika kembali meloncat dan berlari sambil terus mengarahkan senapannya,tetapi tembakkan nya selalu meleset karena pria tersebut sengaja berlari acak agar Erika kewalahan membidik nya.


Saat Erika masih berlari mengejarnya,para anak buah Bintang ikut berlari tepat di belakang Erika.Bersamaan dengan itu,di perempatan jalan muncul dua mobil dan menghalangi anak buah Bintang yang sedang berlari.


Sementara mereka sengaja membiarkan Erika mengejar pria tersebut.Entah itu jebakan untuk Erika atau memang pria tersebut asal memilih jalan dan kebetulan temannya yang lain mengubah rencana.


Karena tidak bisa mengejar Erika dan ada yang menghalangi langkah mereka,kedua pihak tersebut akhirnya bertengkar dan saling memberikan tembakan.


Erika yang terus berlari akhirnya terhenti saat pria tersebut berhenti tepat di depan tiga mobil hitam yang ada di depannya.


Erika langsung terdiam dan berhenti membidik,ia menatap wajah pria tersebut yang perlahan melemparkan smirk,terlihat wajah angkuh yang seakan akan dia sudah memenangkan pertarungan.


Lalu pria tersebut berjalan masuk kedalam salah satu mobil.Saat Erika mencoba untuk menembakkan pelurunya lagi,semua pria ber jas hitam yang berada di dalam ketiga mobil tersebut langsung keluar dan mengarahkan senjata mereka masing-masing ke arah Erika.


Erika langsung terperangah dan panik,tetapi kepanikan nya sedikit memudar saat ia menyadari bahwa dirinya masih mengenakan helm dan baju anti peluru.


Dengan sangat percaya diri Erika kembali membidikkan senapannya kearah para pria tersebut dan tanpa di sadari ada seorang pria lain yang sedang berdiri tepat di belakangnya dan menempelkan senjata tajam tepat di leher Erika hingga membuat wanita tersebut terdiam tanpa perlawanan.


"Menyerah saja,terus melawan tidak akan membuat kamu menang.Itu hanya akan merepotkan kami dan berujung pada kematian dirimu sendiri" Bisik pria tersebut.


"Tutup mulut mu,kalian yang memulai peperangan sampai aku harus repot-repot membunuh kalian"


"Jika kamu repot,maka tidak usah berusaha sekeras mungkin untuk membunuh kami"


"Jika aku tidak membunuh kalian semua,maka kalian akan semakin merepotkan" Kata Erika.


Merasa tersinggung pria tersebut menekankan pisau tajam tersebut di leher Erika hingga terlihat goresan luka di leher jenjang wanita tersebut.


DOOORRR!!!....


Suara tembakan terdengar jelas di senggang nya jalan raya saat malam hari.Merasa bukan dirinya yang di tembak,Erika melihat tangan pria tersebut perlahan melunak Dengan ceoat Erika langsung menangkis lengan pria tersebut agar tidak melukainya lebih jauh.


"Lo gak apa-apa?" Tanya Bintang sambil menggenggam erat kedua bahu Erika dengan wajah cemasnya.


"Hah?" Tanya Erika.


"Lo gak apa-apa?"


"Oh iya,gue gak apa-apa"


Pria yang telah menyelamatkan nyawanya adalah Bintang.Di temani oleh puluhan anak buah di belakangnya,secara bersamaan mereka menodongkan pistol ke arah musuh.Begitu juga sebaliknya.


Erika juga turut ikut memeriahkan kegiatan tersebut,ia kembali membidikkan senapannya.Saat sedang berusaha fokus mengatur teleskop nya, tiba-tiba seorang wanita berdiri di samping Erika sambil ikut menodong kan pistol seperti yang lainnya.


Erika yang sedang fokus langsung teralihkan karena ada wanita lain selain dirinya. "Apa yang Lo lakuin?Ngapain Lo ada disini?" Tanya Erika kepada Tamara.


"Keren bukan?" Kata Tamara dengan wajah angkuhnya.


"Aishh" Erika kembali membidik dan berhasil mengenai salah satu pria dengan luka di dadanya.


Terjadi insiden tembak menembak di lokasi tersebut.Peristiwa tersebut baru saja berlangsung selama kurang lebih tiga menit.


Salah satu pihak musuh mengarahkan pistolnya ke arah Erika tanpa wanita itu sadari.Bintang yang menyadari hal itu langsung berlari ke arah Erika dan memeluknya dengan sangat erat hingga peluru tersebut berhasil menembus punggung sebelah kiri Bintang.Yaitu tepat di jantungnya.


Erika langsung terperangah dengan ekspresi wajah pias nya.Tubuh Bintang perlahan terasa semakin melemas.


Tanpa Erika sadari,ia menjatuhkan senapannya begitu saja dan berusaha menopang tubuh atletis Bintang yang hampir jatuh tersungkur ke tanah.


Dibalik pelukan Bintang,Erika melihat para musuh tersebut langsung bergegas masuk kedalam mobil dan melarikan diri setelah mengetahui bahwa Bintang yang terkena sasaran.


Menyadari darah yang keluar dari tubuh Bintang mengalir semakin deras dan membasahi pakaian nya,semua anak buah Bintang langsung berlari menghampiri mereka dan membantu Erika untuk mengangkat nya.


"Kejar mereka!!!Bantai semuanya!!!" Teriak Erika kepada para anak buah Bintang. "Sebagian yang lain bantu saya untuk membawa Bintang ke rumah sakit" tidak seperti biasanya Erika berbicara sambil menahan kesedihan yang terasa sangat mendalam karena melihat Bintang sudah tidak sadarkan diri.


Bintang dibawa ke salah satu rumah sakit ternama di Jakarta.Erika, Alfredo dan Tamara membantu para suster mendorong brankar yang digunakan Bintang untuk menuju ke ruang IGD.


"Maaf kalian hanya bisa mengantar sampai sini" Kata salah satu suster yang langsung menutup pintu ruang IGD.


Mereka bertiga langsung duduk di kursi yang tersedia.Tanpa di sadari Erika masih memakai helm dan baju anti peluru nya.


Saat ia mulai menyadari hal tersebut,Erika langsung terdiam sekejap dan bergegas membuka helm dan baju nya.


"Apa ini?Kenapa dia rela luka cuma karena mau lindungi gue?Bahkan gue udah dilindungi duluan sama dua barang ini" Ucap Erika dengan wajah polosnya.


"Bodoh,dia emang bodoh" Bisik Tamara.


"Siapa yang salah disini?" Tanya Erika.


"Bajingan itu,dia yang salah" Kata Tamara.