
"Kalian sesudah berhasil kabur dari sana?" Tanya Erika kepada anak buahnya melalui sambungan telepon.
"Kami sudah berhasil lolos,tetapi mereka terus berusaha untuk mengejar kami"
"Kalian tidak perlu khawatir,kalian hanya perlu fokus untuk melarikan diri dari mereka.Sementara yang lain akan berusaha menghentikan mereka" Kata Erika.
"Baik bos,kami akan berusaha sebisa mungkin untuk berhasil lolos dari mereka"
"Ya hati-hati.Usahakan agar selalu bisa dihubungi"
"Baik bos" Erika langsung menutup telpon tersebut.
"Raja...Raja...saya memanggil" Kata Erika kepada salah satu anak buahnya yang sedang berusaha menghentikan William, pria tersebut bernama Raja.
"Ya bos,Raja menjawab"
"Terus hambat pergerakan mereka, tembakkan misil sebanyak mungkin dan pastikan tidak ada satu orang pun yang terluka" Kata Erika.
"Ya baik bos,sejak tadi kami sudah beradu senjata dengan mereka.Kami akan selalu berhati-hati agar tidak terluka"
Setelah selesai berbicara dengan para anak buahnya yang berusaha menghindari dan menghalangi William serta anak buahnya,Erika langsung mengambil berbagai macam senjata yang berada di ruang penyimpanan milik Bintang.
"Lo butuh peluru yang lebih banyak?" tanya Bintang kepada Erika.
"Yaa,sebanyak mungkin"
"Pastiin Lo gak tembak peluru ini cuma-cuma.Karena hal ini memungkinkan orang yang paling di rugikan adalah gue" Kata Bintang.
"Kalo gue berhasil bunuh dia,pasti gue ganti sampe akar-akar nya.Tapi kalo gue yang dibunuh,gue bakal balas ini di kehidupan selanjutnya" Kata Erika.
"Emang ada kehidupan selanjutnya? Bukannya hidup cuma sekali?" tanya Bintang.
"Itupun kalau ada,kalau gak ada ya berarti Lo harus berbaik hati buat ikhlasin semuanya" Erika tersenyum mengejek. "Gue rasa semuanya udah siap" Erika menutup koper besar tersebut dan mengunci nya.
"Bahkan kita belum susun rencana" Kata Bintang.
"Gue gak butuh rencana,gue mau ini ngalir aja.Gue bakal temuin dia,kalau gue yang mati gue mau Lo yang bunuh dia" Kata Erika.
"Oke"
Erika menatap Pierre dan menganggukkan kepalanya tanda mengajak Pierre untuk langsung bergegas pergi bersamanya.
"Ah iya" Erika menghentikan langkahnya. "Kalau gue mati beneran,gue mau ada mie instan atau seenggaknya bakso di dekat makam baru gue" Erika tertawa.
"Lu udah gila?"
"Gak,gue waras banget.Seenggak nya Lo harus pikirin gue setelah mati kelaparan atau ngga" Erika langsung berjalan meninggalkan Bintang.
"Ahh dia emang udah gila" Bisik Bintang.
***
"Dimana kalian? Bagaimana kondisinya?" Tanya Erika kepada anak buahnya melalui earphone.
"Kami masih dalam perjalanan dan mereka masih mengejar kami"
"Bagaimana kondisi Lastri?" Erika masuk kedalam mobil nya untuk menyusul Lastri dan ketiga anak buahnya tersebut di markas.
"Dia baik baik saja"
"Kalian tenang saja,jangan khawatir jika mereka akan menembakkan peluru kepada kalian.Karena mobil tersebut menggunakan kaca anti peluru" Kata Erika.
"Ya baik bos,kami akan baik..."
DUAAARRR!!!!!!!!!!
Suara dentuman besar terdengar jelas bersamaan dengan anak buah Erika yang tidak melanjutkan pembicaraan nya.
Erika terdiam sekejap dalam lamunannya karena terkejut ketika mendengar suara yang sangat keras tersebut.
"Halo?Halo?...Hei Tuan!!!" Teriak Erika yang mulai panik karena tidak mendapat jawaban dari anak buahnya.
Erika langsung memutuskan panggilan nya dan kembali menghubungi Raja. "Raja,Halo?"
"Ya bos"
"Apa yang terjadi?" Tanya Erika.
"Mereka mengalami kecelakaan,tepat di persimpangan jalan sebuah truk besar menghantam mobil yang mereka kendarai" Kata Raja.
"Apa?!!!"
"Maafkan kami bos,saya benar-benar tidak tahu jika hal ini akan terjadi kepada mereka"
"Gak,jangan minta maaf karena ini bukan kesalahan kalian"
"William turun dari mobilnya" Kata Raja.
"Kalian tetap di sana!Jangan turun.Jadikan itu kesempatan kalian untuk membunuhnya"
"Baik bos"
Raja dan yang lainnya terus membidik senapan mereka kearah William yang sedang berjalan menuju mobil yang sudah di penuhi oleh kerumunan orang tersebut.
Saat menyadari dirinya sedang di incar,William langsung berlari dengan cepat masuk ke dalam mobilnya dan pergi melarikan diri.
"Target melarikan diri" Kata Raja.
"Cepat kejar mereka,jangan sampai kehilangan jejak dan kirim alamat lengkap tempat kecelakaan itu"
Setah mendapatkan alamat yang dikirim oelh Raja,Erika langsung menyuruh anak buahnya untuk berganti tujuan dan bergegas menuju tempat kejadian perkara.
"Ganti tujuan!Cepat ke tempat ini sekarang juga!"
"Baik bos!"
Karena ia merasa terkejar waktu dan juga tenaga,Erika terpaksa mengubungi Bintang saat dirinya belum gugur. "Halo!'
"Yaa"
"Gue butuh bantuan Lo!"
"Apa Lo lagi sekarat?" Bintang melontarkan pertanyaan yang sangat bodoh.
"Gak ada waktu buat bercanda!Cepet suruh orang-orang Lo buat datang ke lokasi Raja sekarang.Mereka pasti butuh banget bantuan kalian!!" Teriak Erika.
"Oke" Jawabnya. "Alfredo,bawa orang sebanyak-banyaknya ke lokasi yang saya katakan!" Ucap Bintang Kepada Alfredo melalui telpon.
"Baik bos!"
"Gas lebih cepat lagi!!" Teriak Erika kepada anak buah yang mengendarai mobil nya.
Tak lama mereka melihat orang-orang yang sedang berkerumun di tengah-tengah jalan.Tentu saja mereka sedang menyaksikan mobil hancur dengan posisi terbalik di sana.
"Itu dia!" kata Pierre.
Dengan cepat Erika langsung turun dari mobilnya dan menyembunyikan sebuah pistol di saku jaket karena mau bagaimana pun ia harus berhati-hati karena bisa jadi musuh nya sedang menyamar di antara salah satu warga masyarakat yang sedang berkerumun tersebut.
Erika dan Pierre menyelinap diantara banyak nya orang-orang yang sedang penasaran.Erika menerobos melewati garis polisi yang terpampang melingkar di sana.
"Maaf anda tidak bisa menerobos masuk" Kata salah satu polisi.
"Awas" Erika berbicara dengan raut wajah dan suaranya yang sangat datar sambil sedikit memberontak.
"Tidak bisa,hanya aparat kepolisian yang boleh melewati garis ini"
"Awas!!!!" Wanita tersebut benar-benar tak kenal takut.Ia berteriak dan mendorong polisi tersebut sekuat tenaga nya hingga polisi itu jatuh tersungkur dan Erika serta Pierre menerobos garis tersebut.
"Dani..." Ucap Pierre dengan suara yang terdengar sangat tersakiti,karena mau bagaimana pun mereka sudah bersama-sama sejak Mr.Derrick membangun bisnis nya sendiri dari awal.
"Heii,bangun!!!" Teriak Erika dengan wajah sedihnya. "Lastri!!!"
Erika melihat Lastri masih bisa membuka sedikit matanya dengan kondisi wajah yang sangat berlumuran darah.
"Namaku bukan Lastri..." Wanita tersebut berbicara tanpa mengeluarkan suara sedikitpun karena ia sama sekali tidak mempunyai tenaga walaupun hanya untuk berbicara.
"Apa???" Tanya Erika.
"Namaku..." Lastri mencoba berbicara dengan sangat pelan agar Erika dapat memahami apa yang ia katakan.
"Namaku??"
"Bukan..."
"Bukan???"
"Las...tri.."
"Lastri?"
Lastri mengangguk pelan dengan wajah mirisnya.
"Siapa namamu?" Tanya Erika.
"Yu..ri..ko"
"Yuriko?"
"Ya" Lastri tersenyum kecil.
"Apa ini?Jangan tutup mata kamu!!" Kata Erika. "Kenapa kalian diem aja?Ayo bantu mereka,dia masih hidup!!" Teriak Erika kepada para polisi.
"Bagaimana cara untuk menyelamatkan nya?melihat kondisi mobilnya seperti ini" Kata salah satu polisi.
"Ada banyak cara?kenapa kalian semua langsung putus asa?" Tanya Erika.
"Lastri.." Bisik Pierre dan Erika langsung menoleh ke arah wanita tersebut.
Lastri terlihat sudah memejamkan matanya dan tertidur sangat pulas untuk selama-lamanya.
"Lastri!!!Yurikoo!!!" Teriak Erika. "Hei Tuan!!!Bangun!!!"
Erika meneteskan sedikit air matanya lalu mengajak Pierre untuk kembali naik kedalam mobil dan mencari tahu keberadaan William sekarang.
"Ayo, masalah ini baru di mulai" Kata Erika.
"Ya bos"
Setelah duduk dengan nyaman di dalam mobil,Erika kembali menghubungi Raja untuk mengetahui dimana keberadaan nya sekarang.
"Raja dimana kalian?"
"Kami sedang berada di suatu tempat yang tidak kami tahu,Kami sudah berhasil mengepung William dan anak buahnya berkat orang-orang yang dikirimkan bos Bintang" Kata Raja.
"Kirim dimana lokasi kamu sekarang"
"Baik bos"