
Di pagi hari Bintang,Bara dan lima anak buahnya yang lain sudah berdiri dengan menggunakan jas rapih di depan gedung perusahaan milik pak Tirta.
Mereka akan masuk ke dalam ruangan pak Tirta dan mengambil uang serta berlian milik keluarga Bintang.
Sementara Erika menunggu di dalam mobil,karena kemungkinan jika ia ikut pasti beberapa pekerja disana akan mengusir nya.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya salah satu resepsionis perempuan.
"Dimana ruangan pimpinan perusahaan?" Tanya Bintang.
Kali ini Bintang tidak memakai penutup wajah,hal itu ia lakukan untuk mengurangi kecurigaan orang orang disana.
"Pimpinan sedang tidak masuk hari ini" Kata resepsionis tersebut.
"Kami diutus untuk mengambil beberapa barang-barang nya" Kata Bintang sambil mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor pak Tirta.
Semalam sebelum ia pergi meninggalkan Pak Tirta dan istrinya,Bintang memberikan ponsel pak Tirta serta barang-barang milik Bu Renita kepada salah satu anak buahnya.
Hal itu sengaja ia lakukan untuk mempermudah rencananya.
Bintang memberikan Ponselnya kepada resepsionis tersebut.
"Halo pak?" Sapa Wanita itu.
"Tunjukkan dimana ruangan saya,Saya memberikan perintah kepada mereka untuk mengambil beberapa barang barang saya" Kata Pak Tirta yang berbicara dengan terpaksa karena ia ditodong oleh beberapa anak buah Bintang.
"Baik pak"
"Silahkan ikuti saya" Kata resepsionis yang berjalan terlebih dahulu.
"Anda bisa kembali sekarang juga" Kata slaah satu anak buah Bintang saat mereka sudah sampai di depan ruangan Pak Tirta.
"Oh,baik"
Mereka berlima langsung masuk ke dalam dan mengunci pintu nya, sementara dua orang lainnya berjaga di luar.
"Cepat buka" Perintah Bintang kepada Bara.
Senyum penuh kemenangan terpancar dari wajah Bintang saat ia melihat ada lima koper besar didalam sana.Dengan cepat ia langsung menyuruh anak buahnya untuk mengeluarkan semua koper besar tersebut.
"Keluarin semuanya, pastikan tidak ada yang tertinggal" Kata Bintang.
"Total lima koper bos" Kata Bara.
"Periksa ada isinya atau tidak" Kata Bintang.
"Ada bos"
"Rapihkan semuanya seperti semula dan keluar dari sini.Jangan buat satu orang pun curiga sama kita" Kata Bintang.
Bintang berhasil mendapatkan kembali uang dan Berlian milik keluarga Moran.Semua mata tertuju pada Bintang dan anak buahnya saat mereka sedang berjalan menuju mobil.
Mereka bertanya tanya satu sama lain tentang apa yang ada didalam koper besar tersebut.
Erika langsung terperangah saat melihat lima koper besar yang berada di tangan para lelaki tersebut,dengan sigap ia langsung turun dari mobil dan menghampiri Bintang.
"Berhasil?" Tanya Erika antusias,Bintang hanya tersenyum.
"Waahh...yaudah ayo cepet masukin ke bagasi" Lanjutnya.
Bintang,Erika dan yang lainnya langsung pergi menuju markas untuk membebaskan Pak Tirta dan istrinya serta pak Leo juga.
***
"Maaf udah bikin kalian ketakutan" Ucap Bintang menggoda pak Tirta sambil membuka ikatan di tangannya.
Pak Tirta dan Bu Renita tidak merespon,mereka terus menerus memperhatikan wajah Bintang yang tidak tertutup.
Mereka terkejut karena ternyata Bintang jauh lebih muda dari dugaan nya.
"Kenapa liatin saya kayak gitu?" Tanya Bintang.
"Oh,gak.Gak apa-apa,maaf" Kata Pak Tirta.
"A-ahhh...Saya lupa gak nutupin wajah" Bintang tersenyum.
"Kami boleh pergi dari sini?" Tanya Bu Renita kepada Erika.
"Tentu,pergi yang jauh" Erika menyeringaikan bibir nya.
"Kalian pernah liat saya sebelumnya?" Tanya Bintang.
"Belum" Jawab Bu Renita.
"Belum?Ahhh...Suatu saat nanti kalau kalian lihat saya di luaran sana,anggap aja kita belum pernah bertemu seperti sebelumnya.Jangan bertindak seolah-olah kalian mengenal saya" Bintang mengancam.
"Tentu saja tidak" Kata pak Tirta.
"Lapor kalau kalian mau, mereka gak akan bisa bantu kalian.Akhirnya,kalian juga yang akan mati" Kata Bintang.
"Oh iya ada satu hal lagi yang harus kalian inget.Jangan pernah kasih tau siapapun tentang Erika" Lanjut Bintang.
"Ya,bisa kami pastikan rahasia ini cukup sampai di kami.Tidak ada orang lain yang perlu tau" Kata Bu Renita.
"Antar mereka pulang" Perintah Bintang kepada Bara.
"Bersikap seolah olah kalian habis piknik bulan madu" Bisik Erika.
Pak Tirta dan istrinya sudah dibebaskan oleh Bintang, sementara pak Leo masih diikat didalam sana.
"Kenapa saya tidak dibebaskan juga?" Tanya Pak Leo.
"Buka ikatannya" Kata Bintang kepada anak buahnya.
"Saya minta bapak untuk berhenti bekerja di perusahaan pak Tirta" Kata Bintang.
"Kenapa?Saya harus mencari nafkah untuk keluarga" Kata pak Leo.
"Besok saya akan kirim bapak dan keluarga ke Amerika.Jadi setelah pulang dari sini kalian bisa langsung siap siap" Lanjut Bintang.
"Kenapa saya harus pergi?" Tanya Pak Leo.
"Agar bapak dan Keluarga bisa tetap hidup" Bisikan Bintang membuat pak Leo tidak berkedip sedikit pun.
"Saya sudah siapkan rumah dan pekerjaan untuk bapak,jadi jangan pikirin urusan biaya hidup" Kata Bintang.
"Tapi semua keputusan ada di tangan bapak, terima tawaran saya untuk pergi ke Amerika atau tetap tinggal disini dengan waktu kematian yang lebih cepat" Lanjutnya.
"Saya terima tawaran kamu, saya bersedia untuk pindah ke Amerika dengan keluarga saya besok" Kata Pak Leo.
"Keputusan yang tepat" Bintang menepuk pundak pak Leo.
"Antar dia pulang" Perintah Bintang.
***
"Lo belajar dari siapa semalam?" Tanya Bintang saat mereka sudah memasuki ruangan Bintang.
"Belajar apanya?" Tanya Erika bingung.
"Saya udah gak butuh rumah itu,orang kaya sialan!" Bintang menirukan gaya saat Erika sedang mengancam Bu Renita semalam.
"Aaahh...ahahahah" Erika mentertawakan dirinya sendiri.
"Belajar dari siapa?" Tanya Bintang yang ikut tertawa juga.
"Selama hampir seminggu ini,gue tiru ilmu dari Lo" Erika tersenyum.
"Aaaaa gitu...Nih" Bintang mengambil satu koper besar yang berisi berlian dan memberikan nya kepada Erika.
"Apa ini?" Tanya Erika.
"Buka aja dulu"
Erika sangat terkejut ketika melihat ada banyak berlian di dalam koper tersebut,ia hanya terperangah tanpa berkedip dan menatap Bintang dengan sangat tajam.
"Kemarin Lo gak bercanda?" Tanya Erika yang langsung duduk di samping Bintang.
"Mana ada gue bohong"
"Lo serius mau kasih berlian sebanyak ini ke gue?" Tanya Erika antusias.
"Iya lah"
"Tapi kan gue gak bantu apa apa" Kata Erika.
"Udah ambil aja,kalo gak mau gak apa-apa.Gue ambil lagi nih" Bintang bergurau.
"Jangan-jangan!Jangan dong" Erika tertawa.
"Beli apapun yang Lo mau.Rumah, kendaraan,apapun" Bintang menyentuh bahu Erika.
"Aaaaa...Lo baik banget.Makasih yaa" Karena tersentuh,Erika langsung memeluk Bintang dengan sangat Erat.
"Iya sama sama.Besok.gue temenin Lo buat cari rumah baru" kata Bintang.
"Gue gak tau sih apa maksud Lo,Entah Lo emang mau berniat baik atau emang Lo mau gue pergi dari rumah lo secepatnya" Erika mengerutkan bibirnya.
"A-ahhh...Mana ada" Bintang menoyor kepala Erika.