
"Tang...Bintang...Bangun dong,ayo anter aku cek kandungan ke rumah sakit" Erika terus berusaha membuat Bintang terbangun dari tidur nya.
"Emmm..." Gumam nya.
"Bangun...ini udah jam 10:00 loh,aku udah bangun dari tiga jam yang lalu"
"Iya sebentar"
"Yaudah aku pergi sendiri nih.Satu...dua...tig..." Bintang masih tidak memperdulikan perkataan Erika. "Tiga!!Oke,aku pergi sendiri.Jangan marah kalau aku gak langsung pulang"
"Iya iya iya!!Nih udah bangun,tunggu sebentar aku mau mandi dulu" Ucap nya yang langsung terbangun secara tiba-tiba dari tidur nya.
Beberapa menit kemudian Bintang turun ke lantai satu untuk menyusul Erika yang sedang menunggu nya disana sejak tadi.
Terlihat wajah wanita itu sudah sangat kesal karena menunggu terlalu lama. "Oke oke,maaf ya lama" Ucap Bintang yang mengerti kalau wanita nya itu sedang marah.
"Yaudah,ayo keburu siang nih panas" Ketus nya yang langsung berjalan keluar rumah,disusul oleh Bintang di belakang nya.
"Eh, ngomong-ngomong kamu udah gak mual lagi ya kalo liat muka aku?" Tanya Bintang.
Erika langsung menatap wajah Bintang sekilas dengan wajah datarnya lalu berkata, "Kayak nya udah ngga deh"
"Beneran udah ngga??Asiikkk!!" Sorak nya.
...•••...
"Dok,istri saya mau cek kandungan.Bener gak ada bayi di dalam perutnya?Soalnya semalam di hasil tes nya positif" Kata Bintang dengan sangat antusias.
"Mari saya cek" Dokter kandungan itu langsung memeriksa bagaimana kondisi bayi yang ada di dalam tubuh Erika.Terlihat dari hasil USG bahwa ada janin yang masih sangat kecil berada di dalam perut Erika.
"Itu itu!!Yang itu kan dok???" Tanya Bintang.
"Selamat ya bapak,ibu.Sebentar lagi kalian akan menjadi ayah dan ibu" Kata Dokter cantik tersebut.
"Alhamdulillah... Perempuan atau laki-laki dok??"
"Kamu gimana sih?Itu bayi nya masih kecil banget,belum kelihatan lah jenis kelamin nya!" Ucap Erika sambil mencubit pinggang Bintang.
"Aduh sakit!!!Bisa gak jangan pake cubit??" Tanya Bintang.
"Gak bisa" Mereka benar-benar tidak melihat kondisi dan dimana sekarang mereka berada.Dunia serasa milik berdua,dan seperti tidak ada yang menganggap keberadaan dokter tersebut.Dokter cantik itu hanya tersenyum manis melihat perdebatan kecil mereka berdua.
"Dok,emang kalo ibu hamil tuh kayak gini ya?" Tanya Bintang.
"Kayak gini gimana maksud kamu???"
"Ngeselin.Dari awal kita kenal waktu kelas satu SMA sampai sebelum dia hamil,dia gak pernah ngeselin kayak gini dok" Bintang mulai menumpahkan isi hatinya kepada dokter.
"Itu hal yang wajar untuk ibu hamil dan juga wanita yang sedang mengalami menstruasi.Perubahan suasana hati yang sering berganti pada ibu hamil disebabkan oleh peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron,jadi bapak harus bisa terbiasa dan memaklumi suasana hati dan sikap istri bapak yang terus berubah-ubah setiap waktu nya"
"Gitu ya?" Tanya Bintang.
"Iya pak"
"Kamu denger kan?ngerti kan?Jadi jangan coba-coba buat mengumpat di belakang aku loh" Tegur Erika dengan wajah sinis nya.
"Iya nggak kok,tenang aja"
"Maka dari itu mulai sekarang ibu harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman yang akan di konsumsi,jika sering meminum minuman keras sebaiknya mulai sekarang hindari hak buruk tersebut"
"Iya dok"
"Iya dok"
"Yasudah kalau begitu,saya ucapkan sekali lagi selamat atas kehamilannya ya Bu"
"Makasih ya dok,kalau gitu kita permisi"
Bintang dan Erika keluar dari ruangan tersebut,mereka terus berjalan menuju parkiran.Sedangkan ada seorang wanita yang sedang berdiri di dekat ruangan tersebut sambil terus menatap tajam ke arah Erika dan Bintang yang sedang melangkah semakin jauh dari tempat tersebut.
Untuk saat ini wanita itu belum bisa dikenali karena ia memakai pakaian yang serba hitam dengan wajah yang tertutup masker serta kacamata hitam.
Erika dan Bintang sudah tak terlihat wujudnya,maka wanita itu pun langsung berbalik arah dan berjalan meninggalkan tempat itu dengan arah yang berbeda dengan mereka berdua.
"Bintang..."
"Apa?" Jawab Bintang yang sedang berfokus mengendarai mobil nya.
"Emmm..." Gumam Erika yang ragu dengan perkataan nya.
"Kenapa??Ngomong aja kali"
"Itu..." Dengan wajah lucu nya Erika sesekali menggertakkan giginya hingga membuat Bintang merasa sangat gemas saat melihat wajah menggemaskan tersebut.
"Jangan gitu dong,aku fokus nya jadi ke sebelah sini.Nanti kalo oleng gimana?" Tanya Bintang. "Kenapa sih?Kamu mau apa?" Tanya nya dengan lembut.
"Itu...Kita kan udah hampir satu bulan nikah,masa kamu gak pernah ajak aku jalan-jalan keluar sih?Bosen tau kalo harus dirumah terus" Oceh nya.
"Ini kan lagi jalan-jalan,itu jalan nya"Kata Bintang yang pura pura tidak mengerti.
"Aku serius..." Rengek Erika.
"Kamu mau jalan-jalan kemana?Ayo sekalian nih"
"Maksud aku,kita nginep di villa atau hotel gitu.Gak usah jauh-jauh deh,masih sekitaran Jakarta juga gak apa-apa"
"Kalo mau tidur di hotel,kamar kita kan udah mirip kayak hotel"
"Maksud aku bukan gitu...Tapi kan...Ah udah lah" Akhirnya Erika memutuskan untuk mengakhiri permintaan nya karena rasa malas yang tiba-tiba muncul dari diri Erika.
Bintang tersenyum kecil melihat wajah kepasrahan istrinya itu, ibu hamil yang satu itu benar-benar sangat menggemaskan menurutnya.
"Yaudah hotel yang mana?Kalo kamu mau nginep di hotel, berarti kita harus pulang dulu ya" Ucap Bintang halus.
"Beneran?" dengan antusias nya Erika langsung menoleh ke arah Bintang sambil tersenyum lebar.
"Iya beneran,emang kamu mau bohongan?"
"Beneran ya?Janji dulu" Erika memberikan jari kelingking nya kepada Bintang dan pria itu langsung mengalungkan jari kelingkingnya.
"Yesss!!!Asik!!"
Tiba-tiba Bintang menunjuk-nunjuk wajah nya dengan jari telunjuk di beberapa titik yang memberikan sebuah isyarat kepada Erika.
"Apa itu?" Tanya Erika dengan polosnya dan Bintang masih terus menunjuk wajah nya.
Erika mengernyitkan dahi untuk mendalami makna dari isyarat tersebut.Senyum manis nya terukir saat menyadari bahwa Bintang menunjuk bagian pipi,bibir,dahi dan hidung yang menandakan bahwa Erika harus mencium nya sebagai imbalan.
"Gemes.." Gumam Erika yang melihat Bintang sedikit mendekatkan wajah nya kepada Erika.
Dengan cepat wanita itu langsung mencium pipi Bintang dengan sangat tulus,tetapi hanya sekejap karena ia tidak mau kalau Bintang kehilangan fokus nya saat mengendarai di jalanan yang sedang ramai itu.