Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 35



Setelah tepat berada di depan rumah mewahnya,Erika dan Bintang keluar dari mobil dengan dibantu oleh dua anak buahnya yang membukakan pintu.


"Dimana Alfredo?" Tanya Bintang kepada Agus sambil berjalan masuk kedalam markas.


"Ada didalam bos" Jawab Agus.


"Bilang sama yang lain buat kumpul didalam" Kata Bintang.


Mendengar perkataan bos nya,Agus menatap Bintang sekejap dan langsung bergegas melaksanakan perintahnya.


"Baik bos" Agus langsung berjalan cepat keluar rumah.


"Kenapa Lo kumpulin mereka?" Bisik Erika yang terus berjalan cepat menyusul Bintang.


"Gue mau nyusun rencana" Kata Bintang pelan.


"Ahhh iya" Erik menganggukan kepalanya.


"Selamat siang bos" Sapa Alfredo yang membungkukkan badannya.


"Ikut ke ruangan saya" Bintang tidak menjawab sapaan Alfredo dan langsung masuk kedalam ruangan nya begitu saja.


"Selamat siang" Erika tersenyum kepada Alfredo dan langsung ikut masuk menyusul Bintang.


Mereka bertiga duduk di sofa yang terdapat di dalam ruangan Bintang yang super mewah tersebut.


"Udah siap laksanakan perintah?" Tanya Bintang kepada Alfredo.


"Apapun itu,saya harus siap bos" Kata Alfredo.


"Siapin tujuh belas orang kepercayaan mu,dan suruh mereka kumpul di ruangan utama" Perintah Bintang.


"Baik bos" Alfred langsung bergegas keluar ruangan.


"Apa yang Lo rencanain?" Tanya Erika bingung.


"Liat aja nanti" Bintang menjawab datar sambil berjalan keluar ruangan begitu saja sementara Erika masih duduk di sofa dengan wajah kebingungan.


"Kalau Lo mau tau,ikut keluar.Kalau Lo gak peduli,tidur aja disini" Kata Bintang yang langsung menutup pintu.


"Kenapa sih dia?Kadang emosian,kadang dingin,kadang sok gak peduli,kadang ngeselin" Erika cemberut sambil berjalan menyusul Bintang di ruang utama.



"Semuanya udah kumpul?" Tanya Bintang dihadapan para anak buahnya.



"Sudah bos" Mereka menjawab kompak.



"Saya punya rencana,dan saya mau kalian yang jalanin rencananya dengan sangat baik.Siap?" Tanya Bintang.



"Siap bos".



"Untuk tujuh belas orang yang sudah di tunjuk Alfredo,kalian ikut ke ruangan saya.Sisanya kalian tetap di sini dan terus berjaga" Kata Bintang dengan tegas dan langsung pergi meninggalkan ruangan utama.



Erika yang baru saja sampai di sana langsung kebingungan karena melihat Bintang yang berjalan kembali menuju ruangannya.



"Apa yang dia mau?Gue baru aja sampe tapi dia malah balik lagi" Bisik Erika kesal.



"Silahkan Nona" Kata Alfredo yang mempersilahkan Erika untuk jalan terlebih dahulu.



"Ohh...i-iya makasih" Erika gugup karena melihat banyak nya anak buah Bintang.



"Mana daftar riwayat hidup yang saya minta" Kata Bintang kepada Alfredo.


"Ini sudah saya simpan di sini" Alfredo mengambil berkas tersebut di meja dan memberikan nya kepada Bintang.


Berkas tersebut berisi daftar riwayat hidup milik Pak Leo,yaitu orang kepercayaan pak Tirta.Jauh sebelum Erika mengetahui identitas Bintang yang sebenarnya,Bintang sudah memerintahkan Alfredo untuk mencari tahu siapa orang kepercayaan pak Tirta dan cari tau juga tentang daftar riwayat hidupnya.Semua itu ia lakukan untuk mempermudah berjalannya rencana yang sudah ia susun dengan rapih.


"Saya minta dua orang untuk jadi agen rahasia" Kata Bintang yang menatap anak buahnya sambil duduk dan mengangkat sebelah kakinya di sofa.


"Baik bos"


"Lakuin segala upaya biar dia gak berontak.Teknik ancaman,tapi jangan sampai dia terluka apalagi terbunuh.Kalian bisa pergi sekarang" Lanjut Bintang.


"Siap bos" Mereka berdua menundukkan sedikit kepalanya dan langsung berjalan keluar ruangan untuk memulai misi nya.


"Tiga orang" Kata Bintang.


"Kami bos" Jawab salah satu dari mereka.


"Yang ini berkasnya?" Tanya Bintang kepada Alfredo sambil membuka berkas tersebut.


"Iya bos" Jawab Alfredo.


"Saya rasa kalian sudah tau siapa orang ini.Tapi jangan khawatir,selama ada dipijak saya kalian pasti bakal baik baik aja" Kata Bintang tersenyum.


"Iya bos,cepat kasih saya tugas.Sudah lama saya tidak jalan jalan keluar" Kata Togu,yaitu salah satu anak buah yang cukup dekat dengan Bintang karena sudah lama bekerja untuk nya.


"Aishh...Gak sabaran sekali manusia ini" Bintang memasukan berkas tersebut dan meletakkan nya di meja.


"Tugas kalian juga sama,Jadi agen rahasia.Ikutin kemana pun dia pergi,perhatiin setiap gerak gerik nya" Kata Bintang.


"Culik juga bos?" Tanya Togu.


"Jangan.Cukup perhatiin aja,Saya percaya sama kalian" Kata Bintang.


"Siap bos,kami pergi dulu" Mereka bertiga menundukkan kepalanya dan pergi keluar ruangan.


"Dua belas orang?" Tanya Bintang Kepada Alfredo.


"Iya bos"


"Kamu gabung sama mereka" Kata Bintang kepada Alfredo.


"Iya bos?" Tanya Alfredo bingung.


"Saya mau kamu memimpin mereka" Kata Bintang.


"Saya mau kamu cari dia" Bintang memberikan sebuah berkas kepada Alfredo.


"Dia orang kepercayaan nya Mr.Insu si pak tua iti" Kata Bintang.


Alfredo membuka map berkas tersebut. "Jepang?Bukannya dia ada di Korea Selatan bos?" Tanya Alfredo.


"Karena insiden itu dia pindah ke Jepang,Dia sama anggota keluarga nya yang lain juga udah ganti identitas,ganti nama" Kata Bintang.


"Saya mau kalian pergi ke Jepang buat cari si brengsek ini" Lanjutnya.


"Siap bos" Jawab Mereka kompak.


"Kalian keberatan?" Tanya Bintang.


"Tidak bos"


"Cari kemana pun,setelah dapat culik mereka semua dan bawa mereka ke rumah saya yang ada di Jepang.Kamu tau kan dimana?" Tanya Bintang kepada Alfredo.


"Ya bos,saya tau" Kata Alfredo.


"Ini buat kebutuhan kalian" Bintang memberikan satu kotak besar yang berisi Tiga belas buah walkie talkie atau alat untuk mereka berkomunikasi dan juga berisi tujuh buah black card sebagai fasilitas yang akan sangat membantu mereka di sana.


"Terimakasih bos" Kata Mereka.


"Jadwal keberangkatan kalian nanti malam,siap siap dari sekarang.Gak perlu bawa barang banyak banyak,kalian mau culik orang bukan mau liburan" Kata Bintang yang menegaskan tatapannya kepada Togu, sementara yang lain hanya menunduk dan menahan tawanya.


"Iya bos" Kata Togu dengan wajah nya yang terlihat sangat malu.


"Kalian bisa pergi sekarang" Perintah Bintang.


"Siap bos" Mereka menundukkan kepalanya dan pergi ke luar.


"Apa tugas gue?Katanya kerja sama,kok gue gak kebagian tugas?" Tanya Erika kepada Bintang setelah di ruangan tersebut hanya ada mereka berdua.


"Tugas Lo? Tanya balik Bintang.


"Iya"


"Emmm..." Bintang pura pura berfikir sejenak. "Pijitin gue aja nih" Bintang menepuk nepuk pundak nya.


"Gak mau,emang gue babu Lo" Erika memukul pundak Bintang.


"Cepetan...tadi minta tugas" Kata Bintang memaksa.


"Gak mau" Erika duduk di sofa dengan wjaah cemberut nya sementara Bintang hanya Tertawa.