
"Tuangin lagi" Erika memberikan gelas nya kepada Ayu.
Mereka sangat menikmati pesta alkohol tersebut,malam semakin larut dan menunjukkan pukul satu dini hari.
Erika sudah mencapai puncaknya dan melewati batas kemampuan dirinya dalam meminum alkohol.
"Udah selesai?" Tanya Erika dengan suara nya yang tidak karuan.
"Udah,udah ayo pulang" Bintang merebut gelas yang ada di tangan Erika dan meletakkan nya di meja.
"Siapa...kamu?" Tanya Erika yang menyipitkan sebelah mata nya sambil menatap Bintang.
"Bintang,Bintang"
"Ohh,kamu ada di sini?" Tanya Erika lagi.
"Yaa,ayo pulang"
"Kemana?"
"Ke rumah kamu"
"Ini bukan rumah aku?"
"Ini rumah orang lain"
"Siapa mereka?" Erika menatap teman-teman nya yang sudah terkapar tidak berdaya.
"Dia teman kita"
"Aaaa yaa" Perlahan Erika menutup mata dan menggeletakkan kepala nya di atas meja.
"Oke, sabar" Bintang menganggukkan kepalanya saat melihat Erika yang langsung tertidur dan tidak memperdulikan keberadaan nya. "ini perempuan mabuk atau amnesia sih?" Bisik Bintang yang langsung mengangkat Erika untuk membawanya ke dalam mobil dan pulang.
Saat dalam perjalanan pulang Erika masih tertidur pulas, sementara Bintang terus fokus mengendarai mobilnya sambil sesekali menatap Erika.
Bintang menaruh jas yang ia kenakan di tubuh Erika agar wanita tersebut tidak merasa kedinginan.
TTOOOOOOOTTTT!!!!!....
Suara klakson mobil tronton yang sangat keras tersebut membuat Erika langsung terbangun dari tidur nya dan berteriak karena terkejut.
"WAAAA!!!...Aish kaget gue,suara apa itu?" Tanya Erika dengan suara dan wajah nya yang masih setengah sadar.
Erika langsung membuka kaca mobil nya dan berteriak kepada sopir mobil tronton tersebut layak nya wanita gila.
"Heii,lo udah gila ya!!!Gimana kalo gue mati gara-gara klakson sialan Lo itu!!!" Teriak Erika.
Karena mengetahui bahwa Eriak masih dalam keadaan mabuk,Bintang langsung menutup kaca mobil tersebut agar Erika tidak berbicara lebih banyak lagi dan terus tertidur.
"Aaaaa...sakit banget" Erika memegang kepala dengan kedua tangannya. "Apa itu? Kenapa banyak mobil diluar?"
"Berhenti bicara,lanjutin aja tidurnya" Kata Bintang.
***
Satu bulan kemudian,Erika dan Bintang berada di sebuah butik pengantin ternama di Jakarta untuk melakukan fitting baju pengantin.
Mereka telah meminta restu kepada kedua orang tua Bintang dan hari pernikahan tersebut akan dilaksanakan dua Minggu setelah mereka melakukan fitting baju pengantin.
Semua undangan telah di sebarkan dan hari yang ditunggu-tunggu telah tiba.Disana,di gedung mewah tersebut acara pernikahan Bintang dan Erika di gelar.
Acara tersebut di hadiri oleh keluarga dan kerabat orang tua Bintang beserta para anak buahnya.
"Gimana?" Tanya Tamara kepada Novia dan Ayu saat mereka sedang membantu perias untuk merias wajah dan gaun yang di kenakan Erika.
"Cantik banget..." Ungkap Novia.
"Aduh,kok gue tiba-tiba nervous gini ya?" Kata Erika sambil memegang erat gaun pengantin nya karena merasa sangat gugup untuk mengahadapi banyak orang di luar sana.
"Bisa-bisanya Lo gugup,kali gue sih ambil kesempatan buat tebar pesona" Kata Novia.
"Lo kan gak tau malu" Timpal Ayu.
"Tips biar gak gugup dong,kalian kan udah lebih berpengalaman dari pada gue" Kata Erika.
"Anggap aja gak ada tamu undangan yang datang" Kata Tamara.
"Sabi tuh"
"Saat nya mempelai wanita keluar" Kata seorang wanita yang merupakan wedding planner.
"Bisa,bisa"
"Huufftt...." Erika menarik dan menghembuskan nafas panjang nya agar tidak terlihat gugup.
"Bunga nya nih jangan lupa" Kata Ayu yang memberikan buket bunga nya kepada Erika.
Erika berjalan menyusuri ruangan demi ruangan menuju ruang resepsi dengan ditemani oleh tiga orang wanita yang merupakan sahabat nya itu.
Setelah Erika naik ke atas pelaminan dan bersanding dengan Bintang,ketiga wanita Ter langsung menghampiri para suami mereka yang sedang duduk bersama.Samuel juga ada di sana tanpa pasangan nya.
Rangkaian acara demi acara telah terlaksana.Saat nya acara pelemparan bunga di mulai.Jika orang yang mendapatkan belum mempunyai pasangan,maka orang tersebut akan segera mendapatkan pasangan hidup secepat nya.
"Ayo ayo ayo!!" Teriak Gibran sengaja semangat.
"Mau kemana!Kamu kan udah nikah,emang nya kamu mau nikah lagi?" Tanya Novia yang langsung menarik tangan Gibran.
"Nah loh" Sahut Samuel dengan suara datar nya.
"Ya cuma ikut seru-seruan nya aja"
"Kalo dapet gimana?"
"Lo kenapa masih disini?" Tanya Ayu kepada Samuel.
"Terus gue harus kemana?Jangan mentang-mentang kalian semua punya pasangan terus gue di usir gitu aja"
"Baperan banget sih Lo,Tuh sana ikutan siapa tau dapet jodoh kan Lo" Kata Novia.
"Emang bisa gitu ya?"
"Ya coba aja dulu"
"Ya udah deh,doain gue ya" Dengan wajah semangat nya Samuel langsung berlari menuju kerumunan untuk ikut memperebutkan buket bunga yang dilemparkan oleh kedua mempelai tersebut.
"Tiga...dua..satu..." Teriak seluruh tamu undangan dengan kompak.
"Minggir Lo semua,jomblo ngenes bentar lagi bakal punya pacar!" Teriak Samuel yang langsung meloncat dan berhasil mendapatkan buket bunga tersebut.
"Waah... Samuel!!" Teriak Erika yang sangat merasa senang saat mengetahui tamu undangan yang mendapatkan buket bunga nya ternyata Samuel.
"Wah dia dapet!" Teriak Gibran.
"Demi apa mama!!" Teriak Samuel histeris.
Rangkaian demi rangkaian acara telah dilaksanakan dan acara yang terakhir adalah menikmati berbagai hidangan makan malam bersama para tamu undangan.
Erika dan Bintang tetap duduk di kursi pelaminan nya sambil melemparkan canda satu sama lain.
Sementara para sahabatnya juga sedang menikmati makan malam bersama pasangan nya masing-masing dengan gaya romantis.
Tetapi Samuel tidak ada di antara mereka, semenjak mendapatkan buket bunga tersebut ia langsung menghilang dan tidak menampakkan diri di hadapan Erika dan para sahabat nya.
Karena merasa bosan menjadi pusat perhatian banyak orang,Bintang dan Erika memutuskan untuk menghampiri para sahabatnya dan ikut duduk bersama mereka.
"Gimana enak gak makanannya?" Tanya Erika.
"Enak,mantap banget sih" Kata Gibran.
"Loh,Samuel mana?" Tanya Bintang.
"Lah iya, kemana tuh orang" Gibran baru menyadari hal tersebut.
"Terakhir gue liat dia sih waktu pamer buket bunga kan?" Tanya Ayu.
"Pulang kali dia karena muak liat orang-orang pada punya pasangan" Timpal Novia.
"Jahat banget mulut Lo sumpah" Kata Tamara yang ikut bicara juga.
"Oh iya, sebentar lagi kan acara nya selesai.Dari pada mikirin si kampret itu mending kita foto bersama,gimana?" Kata Ayu.
"Sebenernya nanti ada sesi pemotretan bersama sih,tapi kayaknya sekarang juga gak masalah" Kata Erika.
"Yaudah yuk"
"Yuk, yuk"
Mereka dan para tamu undangan yang lainnya beserta orang tua Bintang langsung berjalan menuju pelaminan dan berkumpul disana untuk mengambil foto bersama sebagai bentuk kenang-kenangan bagi Erika dan Bintang.
"Gaya formal dulu ya!!" Kata Fotografer tersebut.
"Oke!"
"Satu...dua...tiga.Oke" Teriak nya.
"Sekarang gaya bebas.Satu...dua...ti.."
"Tunggu!Tunggu!Tunggu!" Teriak seorang pria yang baru saja sampai di kerumunan orang tersebut sambil menggandeng wanita di samping nya.
"Samuel?" Tanya Novia.
"Bukannya udah balik Lo?" Tanya Ayu.
"Lo gandeng cewek siapa?" Tanya Gibran.
Erika mengernyitkan dahi nya sebentar. "Naura?" Tanya Erika.
"Hai kak" Sapa Naura.
"Naura kan?Ngapain Lo pegang-pegang tangan Naura?" Tanya Erika kepada Samuel.
"My girl friend" Samuel mengangkat tangannya yang sedang menggenggam tangan Naura dengan Erat.
"Hah?" Teriak mereka secara bersamaan.
"Udah,udah,Ayo mas Lanjut" Kata Samuel kepada Fotografer tersebut dengan wajah yang berbinar-binar.
"Oke, lanjut.Tiga...dua...satu.."
CEKREKKKK!!!!....
Beberapa tangkapan kamera tersebut telah berada di dalam album foto pernikahan Bintang dan Erika.
Mereka selalu menyimpan dan merawat album tersebut dengan sangat baik sebagai kenangan hidup terindah mereka berdua.
Bintang Kavindra dan Erika Clarista,dua manusia biasa yang hidup dengan berbagai persoalan.Dua manusia yang pernah menjalani masa hidup tersuram dan bisa bersinar kembali berkat rasa cinta yang ada dalam diri mereka masing-masing.
Sejak hari itu,Erika mempunyai prinsip hidup untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.Karena pernyataan tentang kesempatan tidak akan datang untuk ke dua kali nya itu memang benar.Namun Erika berhasil mendapatkan kesempatan itu dan terus mempelajari nya dengan baik.
Erika pernah berkata:
"Jika kamu mencintai seseorang atau hanya sekedar menaruh perasaan kepadanya,maka beritahu ia secepat mungkin.Tidak perlu khawatir dengan tanggapan nya,tapi kamu perlu khawatir dengan penyesalan nya jika kamu terus menunda kesempatan itu"