
"Aduh nona,sini saya aja yang bawa" Kata Danu yang langsung menghampiri Erika saat ia sudah sampai di depan rumah.
"Gak apa-apa,gak usah.Dikit doang kok" Kata Erika.
"Gak apa-apa,saya aja" Kata Danu.
"Yaudah deh,makasih ya" Erika tersenyum dan langsung berjalan masuk kedalam rumah, diikuti oleh Danu dan Bara di belakangnya.
"Aduh,dari mana aja tuan putri?" Tanya Bintang dengan senyuman paksa nya.
"Gue abis nguras isi black card Lo" Jawab Erika dengan mengibaskan rambutnya.
"Wah,kenapa penampilan Lo beda gini?" Tanya Bintang yang menunjuk Erika dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Cantik kan gue?" Erika tersenyum sumringah sambil memutarkan badannya.
"Ini baru namanya cewek" Kata Bintang.
"Yee..Emang kemarin bukan cewe?" Erika langsung duduk dengan wajah kesalnya.
"Lo beli apa aja?" Tanya Bintang sambil membongkar isi tas belanjaan Erika.
"Beli apa aja yang mau gue beli" Jawab Erika ketus.
"Waahhh...Lo emang matre" Bintang menggelengkan kepalanya menggoda Erika.
"Hhh...Yaaa gue emang matre,jadi Lo harus kasih lebih banyak lagi harta Lo buat gue hamburin" Jawab Erika yang mendongakkan kepalanya.
"Hamburin sesuka Lo, sampai Lo bosen pun harta gue gak bakalan habis" Kata Bintang sombong.
"Cih,kalo tuhan bilang ambil sekarang Lo bisa apa?" Tanya Erika.
"Tapi kok ini semua bajunya warna hitam sih?Lo mau persiapan ngelayat siapa?" Tanya Bintang sambil mengangkat beberapa setelan baju yang berwarna hitam.
"Mungkin salah satu dari baju itu gue siapin buat ngelayat Lo nanti" Celetuk Erika.
Sontak Bara dan Danu yang ada di belakang mereka langsung mentap tajam Erika.
"Apa liat liat?Bercanda kali" Kata Erika.
"Karena sekarang gue udah berkecimpung di dunia hitam Lo ini,jadi selera berpakaian gue juga harus sesuai sama dunia gue sekarang" Kata Erika.
"Dunia hitam.Kayak tau aja dunia hitam kayak gimana" Bisik Bintang.
"Cih..."Erika langsung meninggalkan Bintang dengan wajah ketus nya.
***
Dua hari kemudian, Seperti biasa Erika dan Bintang pergi ke markas untuk mulai mengurus semua rencana yang telah ia susun.
Mereka langsung masuk ke dalam ruangan Bintang untuk berkomunikasi langsung dengan Alfredo yang sedang berada di Jepang.
"Apa rencana Lo sekarang?" Tanya Erika yang langsung duduk di sofa.
"Liat aja" Singkat Bintang sambil fokus memasang proyektor layar tancap.
"Mau ngapain Lo?" Tanya Erika yang berjalan perlahan menghampiri Bintang karena penasaran dengan apa yang sedang ia lakukan.
"Kenapa pasang layar tancap?Emang kita mau nonton film?" Tanya Erika.
"Bisa jadi"
"Waah...Film apa?Horor,komedi,atau romantis?" Tanya Erika sumringah.
"Laga,atau horor mungkin" Bintang menatap Bintang dengan tatapan aneh nya.
Apa maksud nya?
Tanya Erika dalam hati karena bingung dengan maksud Bintang dan juga merasa aneh dengan tatapan nya.
"Duduk" Bintang menyuruh Erika untuk duduk dengan nyaman di sofa, sementara Bintang duduk di meja kerjanya.
Tak lama layar tancap tersebut menampilkan beberapa Pria dan empat orang yang sedang duduk dengan tangan serta kaki yang terikat begitu juga dengan mulut mereka yang tertutup.
Erika langsung terperangah karena melihat salah satu pria yang ia kenali ada disana,yaitu Alfredo.
Merasa ada yang tidak beres,Erika langsung menoleh ke arah Bintang dengan ekspresi wajah bertanya tanya.
"Mereka?" Tanya Erika.
Sementara Bintang hanya menganggukkan kepalanya dan menyuruh Bara untuk masuk ke dalam ruangannya.
"Hallo ahjussi,ajumma?" Bintang melambaikan tangannya kepada mereka.
"Say hello" Kata Bintang yang melambaikan tangannya lagi berharap agar mereka membalas lambaian tangannya.
"Ahh...lupa,tangan kalian diikat" Kata Bintang meledek.
Erika hanya memperhatikan mereka dengan wajah pias nya.
Sandera tidak bisa mengenali wajah Bintang,karena sama seperti biasanya Bintang menutup wajah nya dengan masker dan kacamata.
"Apa kabar kalian?" tanya Bintang basa basi.
Tidak ada respon dari mereka karena dua alasan.Pertama,mereka tidak mengerti bahwa Indonesia dan kedua,mereka tidak bisa berbicara karena mulut yang masih tertutup.
"Ahh...Buka penutup mulut nya" Kata Bintang kepada Alfredo.
"Apa kabar?" Tanya Bintang lagi.
"Tolong lepaskan kami" Kata istri pak Han yang berbicara dengan bahasa Korea Selatan.
"Ah bener,kalian gak ngerti bahasa Indonesia" Bintang mengetukkan jari telunjuk nya di meja.
"you can speak english?" Tanya Bintang.
"Yes,i can" Kata Pak Han,yaitu orang kepercayaan Mr.Insu.
"Wow.How are you?" Tanya Bintang.
"Kamu tau apa yang akan saya lakukan?" Tanya Bintang.
"Tidak.Bahkan kami pun tidak mengenal kamu" Kata Pak Han.
"Aaaa...karena kalian tidak mengenal saya,saya akan memperkenalkan diri" Bintang tertawa.
"Sebelumnya,emmmm.Berlian!ya, berlian" Kata Bintang menunjuk ke arah mereka.
Seketika wajah Pak Han langsung puas dan terperangah ketika mendengar kata berlian.
"Berlian?Berlian mana yang kamu maksud,saya tidak mengerti" Ucapnya dengan terbata bata.
"Haishh...kenapa harus pura pura gak tau" Bisik bintang dengan bahasa Indonesia.
"Saya Feliks Duscha.Ahh...bukan.Star Moran" Bintang mulai menyebutkan identitas nya. "Saya Star Moran,cucu mendiang Mr.Pavlo Moran" Lanjutnya.
"Pavlo...Moran?" Bisik Pak Han sambil menurunkan pandangan nya.
"Kamu tidak kenal Mr.Pavlo?" Tanya Bintang.
"T-tidak,saya tidak mengenalnya" Spontan pak Han menjawab dengan gugup.
"Sungguh?" Tanya Bintang lagi.
"Ya,saya tidak mengenalnya.Bahkan tidak pernah mendengar namanya" Kata Pak Han.
"Kamu membantu bos mu untuk menyembunyikan harta milik kakek saya,bagaimana bisa kamu tidak mengenalnya?" Tanya Bintang.
"Sungguh,saya sungguh tidak mengenalnya" Pak Han masih terus mengelak.
"Sungguh?" Tanya Bintang lagi.
"Ya,sungguh"
"Aishh...awalnya saya ingin memberimu hadiah jika mau membantu saya,tapi mendengar kamu pura pura tidak mengenal mendiang Mr.Pavlo saya jadi merasa tersinggung" kata Bintang sambil mengelus pundak nya sendiri.
"Alfredo" Ucap Bintang sambil mengayunkan jari tangannya ke atas,tanda memerintah Alfredo untuk memainkan pistolnya.
Erika yang dari tadi terus menatap ke arah Bintang langsung menoleh lagi ke arah layar untuk mengetahui apa yang Bintang maksud.
Wajahnya mulai panik saat melihat Alfredo sedang menodongkan pistol nya tepat di samping kepala Pak Han.
Sontak istri dan kedua anaknya yang masih kecil langsung memberontak dan berteriak dibalik mulutnya yang masih tertutup.
"Tolong jangan bunuh saya" Bisik Pak Han.
"Bintang,jangan" Kata Erika.
Menyadari didalam ruangan ada Erika,ia langsung menyuruh Bara untuk membawanya keluar dari ruangan agar tidak bisa melihat kejadian apapun.
"Bawa dia keluar" Kata Bintang.
"Baik bos,Ayo" Bara merangkul Erika.
"Tunggu dulu,Bintang pikirin baik baik.Kasian anak nya masih kecil" Kata Erika.
Bintang tidak merespon,ia langsung mengayunkan tangannya ke arah pintu tanda menyuruh Bara untuk segera membawa Erika keluar dari ruangan.
Bara hanya menatap Erika sambil mengedipkan kedua matanya tanda ia harus menuruti perintah Bintang.Tidak bisa melakukan apapun,Erika langsung menuruti kemauan Bintang dengan sukarela.
Satu langkah mereka keluar dari ruangan,terdengar suara letusan peluru yang ditembakkan bergema dari dalam ruangan.
Erika langsung membuka matanya sekejap dan perlahan menatap Bara dengan wajah datarnya.
"Kamu masuk aja,saya bisa sendiri kok" Kata Erika.
Bara hanya mengangguk dan langsung masuk lagi kedalam ruangan, sementara Erika berjalan menuju pintu keluar sambil menyeringai kan bibirnya sekejap dan tersenyum kikuk.
Dari kejauhan terlihat darah yang sudah mengotori lantai rumah mahal milik Bintang.Sementara terdengar teriakan histeris dari istri dan kedua anak nya sambil menangis menatap kepala keluarga mereka yang sudah tidak bernyawa.
"Saya tidak ingin menyakiti kalian.Jadi,jawab pertanyaan saya dengan jujur" Kata Bintang kepada Istri pak Han.
"Jika kamu tidak mau menjawab dengan jujur,korban selanjutnya adalah putra pertama mu" Lanjutnya.
Istri pak Han panik,dan ia hanya mengangguk sebagai tanda akan mengatakan apapun yang ia ketahui tentang suaminya tersebut.
"Buka" Kata Bintang kepada Alfredo.
"Katakanlah,apa yang kamu ketahui tentang suamimu dan juga bos nya serta Mr.Pavlo" Kata Bintang.
"Sebelumnya...kamu mengenal Mr.Pavlo?" Tanya Bintang.
"Bagaimana bisa saya tidak mengenalnya" Jawabnya.
"Wahh...Bagus,dengan menjawab seperti itu saja bisa menolong nyawa putra sulung mu" Kata Bintang.
"Kamu tahu tentang uang dan berlian itu?" Tanya Bintang.
"Jujur saja,saya tidak mengetahui tentang uang,berlian atau apapun itu.Tapi suami saya pernah di tugaskan oleh mendiang bos nya pergi ke Indonesia untuk menemui putra bos nya dan mengurus suatu hal yang tidak saya ketahui apa hal itu" Kata Istri pak Han.
"Hanya itu saja?Tidak ada yang lain?" Tanya Bintang curiga.
"Sungguh,saya sungguh tidak tahu yang lainnya.Tolong percayai saya,tolong bebaskan saya dan kedua putra saya" Lanjutnya.
"Jika saya bebaskan,apakah kamu akan melapor kepada polisi atau pihak hukum lainnya?" Tanya Bintang.
"Tidak, bagaimana bisa.Saya tidak mengenal kamu dan orang orang ini.Bahkan saya juga tidak tahu wajah kamu,dan saya juga tidak mau menanggung resiko yang lainnya" Kata Istri pak Han dengan terbata bata.
"Laporkan saya jika kamu mau dan maaf atas kematian suamimu.Sampai bertemu lagi nanti" Bintang langsung mematikan panggilan Video tersebut.
**NOTE: BINTANG DAN KELUARGA PAK HAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA INGGRIS.
KARENA AKU GAK PANDAI BERBAHASA INGGRIS JADI AKU CUMA TULIS ARTI NYA AJA,KARENA TAKUT ADA SALAH KATA.
TERIMAKASIH 😊**