Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 23



Setelah Bintang menghentikan mobil persis di depan rumah mewah nya,tak lama datang dua orang laki laki berpakaian jas hitam rapih membukakan pintu mobil untuk Bintang dan Erika.


"Makasih pak" Kata Erika kepada salah satu pria tersebut.


Pria yang merupakan anak buah Bintang itu hanya terdiam menatap Erika dan Bintang karena tidak tahu harus berkata apa.


"Udah yuk masuk" Bintang merangkul Erika untuk membawanya masuk kedalam rumah.


"Waahh...Ini sih istana" Erika terperangah sambil menatap seluruh isi ruangan mewah tersebut.


"Cih..." Bintang hanya tersenyum dan langsung duduk di sofa.


"Berhenti nengok ke atas,Lo kaya orang kampung" Kata Bintang menggoda.


"Aishh...Gue emang orang kampung" Erika langsung duduk di samping Bintang.


"Kok sepi banget,orang tua Lo kemana?" Tanya Erika.


"Gue tinggal sendiri" Bintang menatap Erika.


"Hah?" Erika kebingungan.


"Orang tua gue tinggal di Rusia" Bintang memainkan ponsel nya.


"Rusia??" Erika tercengang. "Pantesan aja gue gak pernah liat orang tua Lo" Erika merebahkan kepalanya di sofa.


"Lo punya Makanan gak?" Tanya Erika yang tiba tiba merasa lapar.


"Cari aja disana" Bintang menunjuk ke arah dapur.


"Aishh...Gue tamu disini,tapi malah suruh cari makanan sendiri" Erika langsung berjalan menuju dapur dengan wajah masam nya.


Saat sampai di dapur,Erika terkejut karena melihat kondisi dapur Bintang yang begitu berantakan sangat terlihat seperti tidak pernah di bersihkan.


"Astagaa...." Erika membuka matanya lebar-lebar.


"Kenapa?" Tanya Bintang.


"Lo abis perang disini?" Tanya Erika yang masih menatap dapur berantakan tersebut.


Bintang langsung berjalan menghampiri Erika yang sedang berdiri terperangah.


"Bibi yang biasa bersihin rumah Dateng nya dua hari lagi" Kata Bintang.


"Maksud Lo?" Erika kebingungan.


"Asisten rumah tangga yang suka bersih bersih Dateng ke sini cuma seminggu sekali" Bintang menatap Erika.


"Jadi rumah Lo di bersihin nya cuma seminggu sekali?" Tanya Erika, Bintang hanya mengangguk.


"Waahh...mana bisa Lo biarin dapur berantakan kayak gini" Kata Erika yang hendak membersihkan dapur tersebut.


"Mau ngapain?" Tanya Bintang sambil menggenggam tangan Erika.


"Mau bersihin lah" Kata Erika.


"Lo kan kesini mau main bukan mau bersih bersih" Kata Bintang dengan wajah tegas nya.


Erika hanya menatap Bintang dengan wajah herannya dan langsung berjalan kembali menuju sofa.


Bintang menelpon asisten rumah tangga tersebut dan meminta nya datang hari ini membersihkan seluruh bagian rumah Bintang.


Bintang tidak mempunyai asisten rumah tangga.Ia sengaja menyewa asisten rumah tangga untuk datang kerumahnya setiap satu minggu sekali untuk membersihkan semua bagian rumah.


Hal itu ia lakukan agar tidak ada orang lain yang dapat mengetahui identitas aslinya.Bahkan untuk menjaga keamanan rumah nya,ia mempekerjakan beberapa anak buah nya


untuk menjadi petugas keamanan di rumah mewah tersebut.


Erika menyapu pandangan ke seluruh bagian rumah Bintang,ia bahkan tidak melihat sedikit pun hal yang mencurigakan.


Gak ada apa apa.Berarti orang yang waktu itu jemput dia adalah petugas yang jaga keamanan rumah nya.Bisa jadi sih,wajar aja dia di kawal.


Batin Erika.


"Kenapa?" Tanya Bintang yang Terheran-heran melihat Erika.


"Oh gak apa-apa" Erika tersenyum keluar dari lamunannya.


"kita ngobrol nya di luar aja soalnya rumah gue mau di bersihin total" Bintang beranjak dari sofa.


"Oh yaudah".


Bintang dan Erika Berjalan keluar rumah dan pergi menuju tempat tujuan mereka dengan mengendarai mobil Bintang.



Sementara itu di rumah Erika,Gibran dan Samuel belum pulang ke rumah nya padahal ia sudah menghabiskan makan sarapan nya.Mereka menatap tajam Naura yang sedang duduk di sofa.



"Lo yakin dia temen kerja nya Erika?" Bisik Samuel kepada Gibran di meja makan.



"Erika sih bilang nya gitu" Jawab Gibran yang sedang menatap ponselnya.



"Tapi keliatan nya dia lebih muda dari kita" Bisik Samuel lagi.



"Terus kalau lebih muda kenapa?Erika juga masih sekolah" Kata Gibran.



"Kalau di liat liat lebih lama,dia cantik loh" Bisik Samuel.



"Ngomong apaan sih Lo" Gibran fokus memainkan Game.



"Liat dulu" Samuel memalingkan wajah Gibran secara paksa agar ia melihat wajah Naura terlebih dahulu.



Gibran terperangah menatap Naura yang sedang tersenyum sambil menonton salah satu acara televisi.



"Yaah,yaah...Mulai deh" Samuel memasang wajah jengkel nya sambil melepaskan tangannya dari wajah Gibran dengan kasar.



*Tok!tok!tok*!....



Terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah,Naura langsung beranjak dari duduknya sambil menatap ke arah pintu.



"Erikaa...Nauraa..." Teriak Ayu.




"Oh, Ayu..." Kata Gibran.



"Hah ayu?Ngumpet ngumpet" Bisik Samuel yang langsung bersembunyi di bawah meja makan.



"Lama banget sih buka nya!" Teriak Ayu sambil langsung menerobos masuk ke dalam rumah Erika dan ia terkejut karena melihat Gibran dan Samuel yang sedang bersembunyi di bawah meja makan.



"Hei,ngapain kalian disitu?" Tanya Ayu.



Gibran dan Samuel perlahan keluar dari kolong meja sambil tersenyum merasa bersalah.



"Kalian kok ada disini?" Tanya Ayu.



"Mereka..." Baru saja Naura ingin berbicara,namun perkataannya di potong oleh Samuel.



"Kita cuma mampir aja, numpang sarapan" Kata Samuel tersenyum.



"Iya kan Bran?" Tanya Samuel sambil menepuk pundak Gibran dengan keras.



"Auuu!!!sakit bloon!" Teriak Gibran sambil mengusap pundak nya. "Ohh,iya bener numpang sarapan" Gibran tersenyum lebar.



"Aishh...aishh,si bodoh ini" Ayu langsung meletakkan rantang berisi makanan di meja makan tersebut.



"Erika kemana?" Tanya Ayu.



"Pergi,tadi sih di jemput Bintang" Kata Gibran.



"Bintang?" Tanya Ayu.



"Dia gak bilang sama Lo?" Tanya Samuel.



"Engga sih,ah bodo amat.Ini jangan kalian makan ya,makanan ini cuma buat Naura sama Erika" Ayu memelototi Gibran dan Samuel.



"Aish..iya iya,lagian kita juga mau pulang ya kan Sam?" Ucap Gibran sambil berjalan mengambil jaketnya dan pergi menuju pintu keluar, diikuti oleh Ayu.



"Makasih ya.Kita pulang dulu" Kata Samuel kepada Naura Yang sejak tadi hanya memperhatikan pembicaraan mereka bertiga.



"Oh iya,hati hati" Naura tersenyum.



"Oh iya,boleh minta nomor hp kamu gak?" Tanya Samuel.



"Hp?Aku gak punya hp,tapi kamu bisa telpon aku ke nomor ini" Naura menuliskan nomor telepon rumah Erika dan memberikan nya kepada Samuel.



"Oke,thank you" Samuel pergi meninggalkan Naura.



Di tengah perjalanan ponsel Bintang berbunyi,ia mendapat panggilan dari Alfredo.Bintang menerima panggilan tersebut dan langsung menutup nya kembali.


"Halo?" Sapa Bintang.


"Halo bos,ada yang ingin.." Ketika Alfredo sedang berbicara,Bintang langsung memotongnya.


"Nanti aku telpon balik om" Bintang asal bicara agar Erika tidak curiga kepadanya.


"Om?" Tanya Alfredo kepada dirinya sendiri saat Bintang sudah menutup panggilan dari nya.


"Siapa?" Tanya Erika.


"Om gue" Jawabnya.


Tak lama Alfredo mengirim pesan kepada Bintang.


*Kita sekarang berada dalam masalah bos,salah satu anak buah berkhianat dan memberikan informasi kepada Derrick tentang siapa yang sudah berhasil menyelamatkan dua gadis tersebut.


Dan satu anak buah yang lain telah mencuri beberapa jenis senjata baru untuk bekerja sama dengan pihak lain yang merupakan lawan bisnis kita*.


Mendengar isi pesan yang di sampaikan Alfredo,Bintang langsung menginjak pedal rem secara tiba tiba hingga membuat Erika terkejut.


"Astaga!!!" Teriak Erika yang rambutnya sudah berantakan karena tubuhnya sedikit terpental ke depan.


"ohh maaf-maaf" Bintang langsung menyimpan ponselnya dan menatap Erika.


"Kenapa sih?" Tanya Erika.


"Gak ada apa-apa.Kayak nya gue harus anter Lo pulang deh,maaf kita gak jadi makan hari ini" Kaa Bintang.


"Kenapa emang?" Tanya Erika.


"Gue ada urusan mendadak" Kata Bintang.


"Aihh...Lo selalu begitu,yaudah gak apa-apa ayo anter gue pulang" Kata Erika dengan wajah sedikit kesal.


"Maaf" Bintang merasa bersalah.


"Aishh...Gak apa-apa" Erika tersenyum.


Bintang langsung mengantarkan Erika untuk pulang kerumahnya karena ia harus mengurus kedua anak buah yang telah mengkhianati nya itu.