
"Bintang kemana?Gak masuk lagi dia?" Tanya Novia saat mereka berlima sedang makan siang di kantin.
"Biasalah!"
"Izin,sakit atau tanpa keterangan?" Tanya Ayu.
"Biasanya apa?" Tanya Balik Samuel.
"Tanpa keterangan sih"
"Heran gue,gue tau dia nakal tapi ada yang tau gak sih alasan dia gak masuk sekolah itu kenapa?" Tanya Novia.
"Ya menurut Lo kenapa?" Jawab Samuel dingin.
"Ya mana gue tau,kalo gue tau gak bakal nanya kali"
Keempat temannya sedang saling memberikan pertanyaan, mempertanyakan kemana Bintang pergi dan apa alasannya tidak masuk sekolah lagi lagi dan lagi.
Sementara Erika hanya terdiam karena sudah paham kemana Bintang pergi dan apa yang dia lakukan.Erika tetap berpura pura tidak tahu kemana Bintang pergi dan secara diam diam mengirim pesan kepada Bintang untuk memastikan dimana sekarang ia berada.
"Di tempat biasa" Balasnya.
"Kira kira Lo tau gak dia kemana?" Tanya Ayu kepada Erika tetapi tidak ada respon dari gadis tersebut.
"Erika!" Ayu menyenggol tangannya.
"Aishh,kenapa sih?" Erika mulai ngegas.
"Kira kira si Bintang pergi kemana menurut Lo?"
"Y-ya mana gue tau lah.Telpon aja orang nya langsung" Erika gugup.
"Yakali aja gitu Lo tau" Bisik Novia.
"Kenapa juga harus gue,kan bisa aja Lo tanya sama mereka berdua cowo cowo.Dah lah pusing gue lama lama" Erika pergi meninggalkan keempat temannya begitu saja.
"Dih,dih.Dia ngambek?" Kata Novia.
"Lo sih"
***
Ponsel Erika berdering saat ia akan menjalankan mobil nya di parkiran selepas pulang sekolah.Ia menerima panggilan dari nomor yang tidak dikenal, karena penasaran Erika langsung mengangkat telepon nya karena mungkin itu panggilan penting.
"Halo"
"Halo selamat siang,mungkin mbak masih mengingat saya.Saya dari pihak rumah sakit tempat Bu Tia di rawat beberapa waktu lalu"
"Ada apa sus?" Tanya Erika.
"Saya hanya ingin menyampaikan bahwa tunggakan pembayaran rumah sakit Bu Tia sudah hampir memasuki dua bulan.Kami meminta mbak untuk melunasi nya setelah mendapat panggilan ini"
"Ah iya" Erika mulai ingat,karena dia benar benar lupa akan hal tersebut.
"Aduh maaf sus saya lupa,tapi saya langsung ke rumah sakit sekarang juga" Erika meyakinkan.
"Ya terimakasih,selamat siang" Suster tersebut langsung menutup telpon nya.
"Aduh malu banget gue" Erika terus memukul pelan kepalanya berulang kali karena benar benar sangat merasa malu.
Entah dari mana pihak rumah sakit tersebut bisa mendapatkan nomor baru Erika,padahal Erika sudah mengganti nomor dan ponselnya.
Tanpa berfikir panjang Erika langsung bergegas menuju rumah sakit untuk membayar biaya pengobatan mendiang mama nya.
***
"Mbak Erika ya?" Tanya salah satu suster di pintu masuk utama.
"Iya"
"Saya suster yang waktu membantu menangani dan merawat mendiang Bu Tia,saya juga yang menghubungi mbak barusan" Katanya.
"Oh iya sus maaf ya saya lupa,Dimana tempat administrasi nya?Saya mau bayar sekarang juga" Erika berjalan sambil celingak-celinguk kesana kemari.
"Tunggu dulu mbak!" Suster tersebut langsung menarik tangan Erika.
"Bisa ikut saya dulu sebentar?Ada hal yang mau saya sampaikan ke mbak"
"Tentang apa?"
"Ayo ikut dulu sebentar" Suster tersebut berjalan mendahului Erika.
Mereka masuk kedalam ruangan suster tersebut karena aman dari cctv dan penyadap serta kamera pengintai.
"Kenapa sus?"
"Untuk masalah pembayaran,saya sudah menanggung nya terserah mau mbak bayar atau tidak itu tidak penting"
"Suster tanggung biaya administrasi nya?"
"Iya,tapi nanti kita bicarakan lagi tentang hak itu karena ada hal yang lebih penting"
"Apa sus?"
"Saya mau bahas tentang kamera cctv yang pecah di ruangan karena dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan saya berfikir bahwa orang ini ada kaitannya langsung dengan kematian Bu Tia"
"Aduh kalau soal itu,udahlah sus gak apa-apa gak usah di usut lagi.Mungkin udah jalannya mama saya meninggal seperti itu" Erika tersenyum.
"Tapi kasus ini harus di usut, bagaimanapun rumah sakit tidak akan memperpanjang masalah ini karena mereka takut nanti akhirnya akan disalahkan karena kelalaian dan kurangnya kemanan"
"Terus suster mau apa?"
"Saya sudah mempunyai buktinya"
"B-bukti?Bukti apa?"
"Ini" Suster tersebut memberikan Ponselnya dan memperlihatkan video yang ia dapatkan dari kamera pengintai yang ia dapatkan secara diam-diam dengan memasuki ruang operator pusat keamanan saat sedang tidak ada satu orang pun di sana.
Di dalam video tersebut menampakkan seorang laki laki berpakaian serba hitam dengan menggunakan penutup wajah memasuki kamar rawat mama Erika.
Kemudian ia melepas semua alat bantu pernapasan yang terpasang di tubuh Bu Tia,lebih sadisnya lagi ia terus menatap lekat Bu Tia dan memastikan nya benar benar sudah tidak menghembuskan nafas lagi.
Tak hanya itu,Laki laki tersebut langsung mencari kamera cctv dan merusaknya serta langsung bergegas keluar ruangan untuk melarikan diri.
Siapa laki laki ini?
Sebenarnya Erika sudah melupakan semuanya, tetapi karena melihat langsung apa yang dilakukan orang tersebut kepada mama nya Erika langsung merasakan sakit hati kembali.
"Maaf karena saya tidak mengetahui siapa pria ini" Kata suster tiba tiba. "Tapi ada satu lagi" Suster tersebut memperlihatkan bukti lain kepada Erika.
"Video ini di ambil dari kamera cctv yang terletak tepat di depan ruangan,dua hari sebelum Bu Tia meninggal ada laki laki berpakaian rapih berdiam diri di depan ruangan.Saat itu ada Mbak dan dokter yang sedang memeriksa kondisi Bu Tia di dalam"
"Karena kita tidak mengetahui wajah tersangka yang pertama,maka orang yang pertama kita curigai adalah pria ini" Lanjut suster.
"Apakah Mbak mengenal pria ini?"
Wajah pria tersebut terlihat sangat jelas,bahkan Erika pun seperti pernah melihat sebelumnya tetapi ia tidak tahu dimana.Erika terus terdiam sambil berusaha mengingat kembali dimana pertama kali ia melihat pria tersebut.
"Gerak gerik nya juga sangat mencurigakan,saat dokter hendak keluar ruangan pria tersebut langsung pergi begitu saja.Dia juga berpapasan dengan teman teman mbak"
"Saya mungkin tau orang ini,tapi saya gak inget.Sus,saya tolong kirim video nya ke saya" Kata Erika.
"Yang mana?"
"Dua duanya,Tapi ada lagi gak?"
"Tidak ada mbak hanya dua"
Ting!!!...Ting!!!...
"Udah ke kirim sus,makasih banyak ya sus"
"Iya mbak sama sama,semoga mbak bisa cepat menemukan orang tersebut"
"Iya makasih sus,oh iya soal biaya nya suster kirim no rekening nya ke saya ya nanti langsung saya transfer"
"Iya mbak"
"Kalo gitu saya pergi dulu,makasih banyak ya sus" Erika langsung bergegas pergi menuju mobilnya.