Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 86



"Ada apa Al?" Tanya Bintang yang baru saja duduk di sofa.


"Ini,saya mau membicarakan tentang rencana peluncuran senjata jenis terbaru.Kira-kira kapan bos akan melaksanakan rencana itu?" Tanya Alfredo.


"Secepatnya,kalau bisa sih bulan ini.Berhubung kamu lagi bicarain tentang hal ini,gimana kalau kita adakan meeting dengan beberapa karyawan yang lain untuk mendengarkan berbagai pendapat mereka?"


"Baik,saya akan atur waktu yang tepat untuk bos.Tapi selebihnya bos yang menentukan,karena saya takut jadwal nya berpapasan dengan waktu sibuk anda" Kata Alfredo.


"Kalau kamu tanya kapan waktu sibuk saya,kamu tanya sama Erika.Selain urusan perusahaan, Kesibukan saya hanya dengan istri saya" Bintang tersenyum.


"Ohh iya,saya lupa.Yasudah kalau begitu saya pamit dulu bos,lain kali jika ada kepentingan lagi saya akan datang untuk menemui anda"


"Oke, hati-hati di jalan"


"Kenapa?" Tanya Erika yang baru saja sampai di lantai satu.


"Aku mau meeting buat biacarain tentang peluncuran senjata baru"


"Kapan?"


"Aku yang nanya sama kamu,kapan aku bisa laksanakan meeting nya?"


"Ya terserah kamu dong.Kan itu perusahaan kamu,yang punya waktu juga kamu"


"Nanti siang?Gimana?"


"Ya jangan nanti siang juga kali,malam nya kan kita harus dateng ke acara reuni SMA"


"Yaudah besok aja"


"Bagus tuh,aku ikut ya" Erika tersenyum manis agar Bintang mengizinkan nya untuk ikut ke sana.


......•••......


Bintang Kavindra



Erika Clarista



"Udah belum?Lama banget nih" Keluh Bintang.


"Sebentar...Lebih bagus yang mana?" Tanya Erika sambil memperlihatkan dua tas mahal nya agar Bintang bisa memilih yang cocok untuknya.Satu tas berwarna hitam dan yang satu nya lagi berwarna putih.


"Itu" Bintang menunjuk ke arah tas yang berwarna hitam.


"Ini?"


"Iya"


Erika memperhatikan lagi tas berwarna hitam tersebut dengan wajah nya yang merasa kurang cocok. "Kayaknya yang ini lebih bagus deh,yang ini aja" Dan akhirnya ia memilih sesuai keinginan nya sendiri.


"Terus kenapa tadi kamu nanya sama aku?" Tanya Bintang yang mulai jengkel.


"Ya kalo gak nanya kurang sreg aja gitu.Udah ah yuk"


Sepanjang perjalanan Erika sibuk memainkan ponselnya hingga membuat Bintang geram karena tidak ada yang mengajak nya berbicara.Bintang menegur Erika agar ia menyudahi aktivitas nya itu,melihat suami nya sedang marah Erika langsung mencium pipinya agar ia tidak marah lagi.


Hanya membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit untuk sampai ke sekolah mereka, itu pun jika tidak macet.Di parkiran sudah terlihat Samuel dan Ayu sedang berdiri di depan mobil yang mereka gunakan.


Dengan cepat Samuel langsung membukakan pintu mobil untuk Erika. "Makasih Sam"


"Sama-sama nyonya muda" Ucap Samuel yang menggoda Erika.


Brugg!!!


Tas mahal Erika berhasil mendarat tepat di wajah Samuel,lelaki konyol itu langsung meringis kesakitan sambil terus mengusap-usap pipinya.


"Aduh!!Sakit,Lo kok mukul gue sih?"


"Udah gue bilang gak usah panggil gue nyonya nyonya.Rasanya emosi aja gitu kalo gue dipanggil nyonya sama Lo" Gerutu Erika.


"Iya iya deh ampun"


"Kalian berangkat bareng?" Tanya Bintang.


"Terus kalo bukan gue yang jemput Lo mau kesini sama siapa Romlah?EMANG LO PUNYA GANDENGAN??" Tanya Samuel yang berteriak tepat di telinga Ayu.


"Ishh,bau mulut Lo anjir! Mentang-mentang udah punya pacar sombong banget gaya Lo"


"Iya lah,suatu kebanggaan ketika gue punya Naura" Ucapnya dengan bangga.


"Oh iya mumpung Lo lagi ngomongin Naura,Lo apain dia sampe mau sama Lo?Lo ancam ya?Atau udah Lo mesumin?" Tanya Erika dengan ekspresi wajah galak nya.


"Astagfirullah Erika, istighfar istighfar...Gue juga punya malu,gue juga punya otak.Lo kira gue Ayu gak punya otak?"


"Apa Lo bilang?Enak aja Lo.Kalo Lo tanya ke semua orang siapa yang gak punya otak diantara kita,pasti 99,999% orang bakal jawab kalo Lo yang gak punya otak" Ayu tidak tinggal diam.


Hal hal saat ini lah yang paling disukai Bintang dan Erika,mereka sangat suka ketika melihat beberapa diantara mereka berenam berdebat karena hal yang sama sekali tidak penting.


"Sok tau Lo,gue punya otak.Mau gue buktiin,sini belah" Samuel menundukkan kepalanya.


"Iya Lo emang punya otak,tapi otak Lo Segede gerabah tau gak?"


"Kalo otak gue segede gerabah, berarti otak Lo Segede telor kutu.Tau Lo telor kutu?" Bela Samuel.


"Kalo otak gue segede telor kutu, berarti Lo gak punya otak.Perlu gue kasih otak-otak pasaran?"


"Anjir lo,songong banget.Anak siapa sih Lo?"


"Anak nyokap bokap gue lah"


"Lo anak pungut kali ya,gue liat sikap bonyok Lo sama Lo beda jauhhhh...."


Karena sudah mulai muak melihat pertengkaran mereka,Bintang memutuskan untuk segera membawa Istrinya masuk kedalam sebelum ia muntah karena mendengar perkataan asal mereka.


"Yah..tuh kan gara-gara Lo sih banyak ngomong,jadi ditinggal kan sama mereka" Kata Ayu yang langsung berjalan mengejar Bintang dan Erika.


"Apapun masalah nya,ending nya cowok selalu tersalahkan" Samuel ikut masuk kedalam dengan berjalan pasrah.


"Haii Erika..." Sapa Novia sambil melambaikan tangannya kepada mereka berdua.


"Lo udah sampe duluan?" Tanya Erika.


"Iya nih.Kalian cuma berdua aja?" Tanya Gibran.


"Tadi kita ketemu Ayu sama Samuel,tapi sekarang mereka lagi berantem di parkiran"


"Eh gimana nih,perut Lo udah ngisi belum?" Tanya Novia.


"Gak tau nih,belum ada tanda-tanda.Doain aja" Erika tersenyum sambil menepuk-nepuk pelan perut nya. "Lo udah?"


"Belum sih,doain balik ya"


"Apa kita harus lembur kali ya Bran?" Tanya Bintang kepada Gibran.


"Waah Sabi nih" Hanya dibalas tawaan oleh istri mereka.


"Eh dua pasutri" Kata Resya yang tiba-tiba muncul di belakang Erika.


"Eh dua jomblo" Balas Erika.


"Gak nyangka ya, sahabat jadi nikah.Nikah muda...Disaat orang-orang asyik kuliah,kalian malah sibuk urus permasalahan rumah tangga" Kata-kata julid nya mulai terdengar setelah sekian lama.


"Gak nyangka ya...Udah hampir dua tahun lulus,tapi gak ada laki-laki yang nyantol satu pun.Disaat kita sibuk pacaran halal,Lo berdua sibuk urusin hidup orang" Ucap Erika dengan wajah santai nya.


"Disaat remaja SMA sibuk cari kebahagiaan nya di sekolah,ada remaja SMA lain yang sibuk membunuh satu persatu orang yang bermasalah" Bisikkan nya itu membuat Erika langsung membuka matanya lebar-lebar dan menatap tajam Resya.


"Kenapa?Gue cuma asal bicara?Apa ada yang salah sama ucapan gue?Atau Lo tersinggung?" Bisik Resya lagi.


"Tutup mulut lo,orang yang gak salah gak akan berurusan sama gue dulu"


"Nyokap gue mati karena Lo bunuh kan?Lo pelaku penembakan itu?" Tanya Resya dengan bisikkan nya yang hampir tidak terdengar.


"Hhh...Sialan,gue ketauan" Ucap Erika dengan wajah datar nya. "Bagus kalo Lo udah tau"


"Dengan pede nya Lo akuin itu di depan anak nya?" Tanya Resya.


"Ayo kita cari tempat lain" Kata Bintang yang langsung meraih tangan Erika untuk pergi menjauh dari Resya.