
"Bangun" Ucap Bintang yang menarik tangan Erika.
"Lo mau bawa gue kemana?" Erika berdiri perlahan.
"Ikut aja" Bintang masih menggenggam tangan Erika.
"Ya kemana?" Erika melepas paksa genggaman tangan Bintang.
"Emang nya sampe kapan Lo mau diem di tempat yang gelap kayak gini?" Bintang menatap Erika dengan tatapan sendu nya.
Bintang langsung berjalan keluar ruangan sambil menggenggam erat tangan Erika.Saat mereka keluar ruangan,ada tiga orang anak buahnya yang hendak melewati ruangan tersebut.
Melihat Bos nya sedang menggandeng tangan orang yang menurut nya asing,mereka langsung mengangkat pistol dan mengarahkan nya kepada Erika.
"Hei,turunin" Bintang menunjuk ke arah anak buahnya.
"Bos?" Kata Salah satu dari mereka.
Bintang langsung kembali berjalan menuju ruangan pribadinya.Beberapa anak buah yang melihat mereka hanya saling bertatapan satu sama lain karena bingung dengan apa Yang sedang terjadi.
"Minum dulu" Bintang memberikan segelas air putih kepada Erika.
Karena masih khawatir,Erika menerima segelas air tersebut dan mencium aroma airnya terlebih dahulu sebelum diminum karena ia takut Bintang mencampurkan sesuatu kedalam nya.
Melihat tingkah Erika,Bintang langsung merebut gelas tersebut dan meminumnya.Hal itu ia lakukan untuk membuktikan kepada Erika bahwa ia tidak ingin berniat jahat kepadanya.
"Kok diminum?" Tanya Erika terperangah.
"Biar Lo gak mikirin yang macem-macem" Ucap Bintang.
"Bentar gue ambilin lagi" Bintang berbalik arah untuk mengambil air minum.
"Gak usah,yang ini aja" Erika mengambil gelas yang ada di tangan Bintang.
Bintang hanya menatap Erika dengan wajah malasnya.Ia langsung berjalan ke arah meja nya untuk memanggil Alfredo agar datang menemuinya.
"Ke ruangan saya sekarang" Bintang menekan tombol panggilan tersebut.
Tak lama Alfredo datang dan sedikit terkejut melihat Erika yang sedang duduk di dalam ruangan Bintang.
"Ya bos?" Ucap Alfredo yang masih menatap Erika.
"Bilang sama yang lain,gak usah cari mata mata itu lagi" Kata Bintang yang sedang duduk di meja.
"Kenapa bos?" Tanya Alfredo.
Bintang tidak berbicara,ia hanya menolehkan wajahnya ke arah Erika yang sedang duduk dengan wajah nya yang penuh rasa bersalah.
Alfredo ikut menatap Erika sekilas dan langsung menoleh ke arah Bintang lagi,Bintang hanya mengangguk memberitahu kan bahwa orang tersebut benar Erika.
"Bos maaf" Alfredo mendekatkan wajahnya ke arah telinga Bintang,untuk membisikan sesuatu.
"Perempuan itu...Bos pernah meminta kami untuk membebaskan dia kan waktu itu?" Bisik Alfredo.
"Hmmm" Gumam Bintang.
"Dia teman saya,bilang sama yang lain untuk tidak menyakiti dia.Bahkan jangan ada yang berani mengancam sedikit pun" Kata Bintang yang menatap tajam Alfredo.
"Baik bos akan saya sampaikan" Alfredo langsung berjalan keluar ruangan dengan ekspresi wajah yang masih kebingungan.
"Apa itu?Lo Lindungin gue?" Tanya Erika sambil berjalan kearah Bintang.
Bintang hanya menatap Erika.
"A-ahhh...Gue cuma bercanda" Erika memalingkan wajahnya karena sedikit takut dengan tatapan Bintang.
"Santai aja kali" Tiba tiba bintang tertawa melihat sikap Erika yang ketakutan melihatnya.
"Sini duduk lagi" Bintang membawa Erika untuk kembali duduk di sofa.
"Sekarang Lo tau siapa gue sebenernya?" Tanya Bintang yang duduk di samping Erika.
"Ya" Singkat Erika.
"terserah apapun yang Lo pikirin tentang gue.Tapi perlu Lo tau,gue udah janji gak bakal berbuat jahat sama lo dan empat temen kita yang lainnya.Jadi Lo gak usah takut sama gue" Bintang memegang kedua bahu Erika.
"Gimana bisa gue gak takut sama Lo" Bisik Erika.
"Mulai sekarang juga tetep perlakuan gue kayak biasanya" Kata Bintang. "Dan gue minta Lo buat jaga rahasia ini.Jangan kasih tau siapapun,termasuk temen temen kita" Lanjutnya.
"Huuuftt yaudah iya.gue janji gak bakal kasih tau siapapun" Erika sedikit mendorong bahu Bintang yang semakin lama semakin mendekat ke arah nya.
"Gue anter Lo pulang sekarang,Lo gak pantes ada disini.Ini tempat nya orang orang jahat" Kata Bintang sambil memakai masker wajah dan kacamata hitam nya.
Erika berdiri di hadapan Bintang,Bintang menatap wajah Erika sebentar dan langsung membalikkan badannya lagi.
"Pake nih" Bintang memberikan masker wajah dan kacamata hitam kepada Erika.
"Gue juga harus pake ini?" Tanya Erika.
"Pake aja cepet" Ucap Bintang.
Erika langsung memakai kedua benda tersebut.Berpakaian serba hitam membuat mereka terlihat seperti sepasang Mafia yang akan segera menjalankan aksinya.
Mereka berjalan menyusuri markas mewah tersebut.Bersamaan dengan itu beberapa anak buah Bintang memperhatikan mereka dan Bertanya tanya siapa sebenarnya wanita itu.
Karena ia mengerti,siapapun yang berani menyentuh nya maka orang tersebut akan berurusan dengan bos mereka sendiri.
Bintang dan Erika masuk kedalam mobil ditemani oleh kedua anak buah yang ikut bersamanya dari rumah.
"Makasih pak" Ucap Erika kepada salah satu anak buah Bintang.
"Oh..i-iya sama sama bos..eh.." Pria tersebut bingung harus memanggil Erika dengan sebutan apa.
"Lo udah gak takut?" Tanya Bintang kepada Erika saat mobil sudah mulai berjalan meninggalkan halaman markas.
"Udah gak" Erika tersenyum.
Mobil sudah berhenti di depan rumah Erika,tetapi Erika masih tertidur pulas di dalam mobil.Ia sangat lelah,ditambah lagi malam juga sudah semakin larut.
"Kaa..Erika bangun" Bintang menyentuh tangan Erika.
"Heeemmm" Gumam Erika dengan matanya yang masih tertutup.
"Bangun udah nyampe" Lanjut Bintang.
"Hah,udah sampe?" Erika langsung terbangun dari tidurnya dengan wajah yang berantakan.
"Ayo gue anter" Ucap Bintang yang hendak turun dari mobil dan juga anak buahnya.
"Gak usah,gue bisa sendiri Lo langsung pulang aja" Erika merapihkan rambut nya yang berantakan.
"Yaudah gue turun ya,makasih loh buat kejutannya hari ini" Ucap Erika dengan wajah jengkel nya.
"Maaf ya soal itu" Bisik Bintang.
"Aaahh...Gak masalah.Pak supir dan pak pak asisten supir,saya pulang dulu ya.Makasih udah anter saya pulang dengan selamat" Erika tersenyum.
"Oh iya sama sama" Jawabnya.
Erika langsung turun dari mobil,ia melambaikan tangan dan langsung masuk kedalam rumahnya.
"Langsung jalan" Perintah Bintang.
"Siapa wanita itu bos?" Tanya anak buah yang duduk di samping kemudi.
"Temen sekolah" Singkat Bintang.
"Beneran cuma temen bos?Kok kayak nya Deket banget?" Tanya nya lagi.
"Bicara sekali lagi?" Kata Bintang datar.
"Oh tidak,sorry bos" Anak buahnya itu langsung membalikkan badan lagi ke arah depan.
Kedua anak buahnya itu bisa dibilang sebagai pengawal nya juga,karena setiap kemana pun Bintang pergi pasti mereka selalu mengikuti nya.
Anak buah yang bertugas mengendarai mobil nya bernama Agus usianya kurang dari 30 tahun, sedangkan asisten Bintang yang selalu ikut bersamanya juga bernama Danu.