Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 92



"Langsung aja" Resya menempatkan pisau yang ia genggam tepat di leher Ayu hingga wanita itu memejamkan matanya dengan sangat kuat.


"Lo jangan panik yu,Lo yakin kan kalo gue bisa tolongin Lo?" Tanya Erika yang dibalas anggukan oleh wanita tersebut.


Erika terus memikirkan cara untuk melepaskan dua sandera itu.Jika ia tidak bisa menyelamatkan keduanya, setidaknya satu saja yang bisa ia selamatkan siapapun itu.


Erika mengarahkan pistolnya ke arah Resya sambil menginjak kedua tangan Pak Leo dengan sebelah kaki nya.


"Ayo tembak.Gue mati,dia juga mati ahahhaha!!" Suara tawa Resya membuat seluruh tubuh Erika merinding.Ia bukan mendengar suara tawa biasa,melainkan suara tawa seorang psikopat.


"Apa yang terjadi sama Lo?Kenapa Lo jadi kayak gini?" Tanya Erika.


"Apa peduli nya Lo ha?Cepet tembak"


Erika tidak bisa bertindak ceroboh,jika ia menembak Resya maka dengan cepat wanita itu pasti langsung membunuh Ayu.


Wajah Erika seperti sedang mendambakan sesuatu.Benar saja,tak lama terdengar suara tembakan yang peluru nya mengenai pergelangan tangan Resya.


Bukan Erika yang melakukan nya, melainkan Bintang.Dia datang bersama Tori untuk membantu istrinya itu.


Terlihat Resya langsung sedikit menjauh dari Ayu karena rasa sakit yang ia rasakan di pergelangan tangan nya itu.


Dengan cepat Erika berlari menghampiri Ayu untuk melepaskan ikatannya.Begitu juga dengan gadis kecil tersebut.


Saat Erika sudah melepaskan gadis cantik tersebut,Resya yang sedang jatuh tersungkur langsung menggenggam erat kaki mungil gadis itu hingga ia tidak bisa berjalan melangkah kan kaki nya.


Tidak mau kehilangan sandera,dengan akal sadis nya ia menggigit kaki gadis tersebut hingga mengeluarkan darah yang cukup banyak.Dengan kuatnya gadis itu tidak menangis karena ia mengerti jika hal itu yang diinginkan penjahat tersebut.


"RESYA!!!LO GILA!!" Teriak Erika yang langsung menendang wajah wanita jahat tersebut hingga hidung nya mengeluarkan darah.


"Psikopat!!" Teriak Ayu yang sudah kesal sejak tadi.


"Apa? Psikopat?AHAHAHAH!!" Teriak Resya.Dia masih bisa tertawa disaat wajah dan lengan nya sudah mengeluarkan banyak darah.


"Nona!!" Teriak Pak Leo yang hendak mendekati wanita sinting tersebut.


Tetapi dengan cepat Erika dan Bintang langsung menghalangi nya karena bisa jadi pak Leo lah korban selanjutnya.


"Jangan deketin dia" Bisik Erika.


"Kamu gila?!!Dia kesakitan masa harus saya diemin!!" Teriaknya.


"Ngga kok,engga sakit pak" Ucap Resya sambil tersenyum lebar.Benar-benar terlihat seperti seorang psikopat sungguhan.


Erika terus memeluk gadis kecil itu,dia sangat terlihat ketakutan.Bintang mengambil kain penutup mulut Ayu tadi dan mengikatkan nya di luka yang ada pada kaki gadis tersebut.


"Gak apa-apa,sebentar lagi sembuh kok" Bisik nya.


"Anak manis,sini..." Kata Resya yang berusaha membujuk gadis kecil bernama Ana itu.Erika semakin memeluk nya dengan erat.


"Non,Nona gak apa-apa?" Tanya pak Leo.


"Ngga apa-apa,kenapa bapak ada disitu?Sini" Ajak nya.


Erika dan Ayu langsung menatap pak Leo dengan tajam yang menandakan bahwa ia tidak boleh datang mendekati Resya.


Perlahan Resya bangkit dari duduk nya sambil meraih pisau yang terlempar tadi. "Ayu,sini"


"Lo pikir gue tolol?" Tanya Ayu.


"Gue mau lukis leher Lo biar semakin cantik" Rayu nya sambil terus tersenyum. "Kayak gini" Dengan akal bodoh nya Resya menggoreskan pisau tajam tersebut tepat di lehernya sehingga langsung mengeluarkan darah dengan cepat.


Erika menutup mata Ana karena anak seusianya tidak boleh melihat peristiwa keji seperti itu jika tidak mental nya pasti akan sangat terganggu.


"Nona!!!!" Teriak Pak Leo.


Bintang langsung berlari menghampiri Resya dan menendang kuat lengan yang sedang menggenggam pisau tajam tersebut.


"Otak Lo di jual ya!!" Teriak Bintang.


"Haishh bener-bener ngerepotin" Desis nya dengan wajah datar.


"Tori,tolong bawa dan jaga mereka di mobil" Kata Erika.


"Baik non"


"Baik non"


Tori pergi menuju mobil bersama Ana.Sementara Resya kembali mengambil pisaunya yang terpental dan langsung berjalan menghampiri Erika seolah-olah ingin membunuh dengan tangan nya sendiri.


"Sini lo brengsek!!!" Teriak Resya.


Bintang langsung menahan tubuh Resya dan tidak sengaja lengan kanan nya tergores pisau yang sedang Resya genggam.


"Gak apa-apa.Kita satu lawan satu disini sekarang,pake senjata masing-masing" Kata Erika yang langsung berjalan mendekati mereka.


"Kamu gila ya? Jangan!!" Kata Bintang.


"Gak apa-apa"


Mereka sudah berhadap-hadapan,saat merasa Erika sedang lengah Resya langsung menyerang wanita yang ada di hadapan nya dengan sangat frontal.


Berkat insting nya yang kuat,Erika berhasil menghindar dan terus menghajar Resya dengan kekuatan bela diri yang ia miliki.


Resya memang sangat berani mengajak bertarung dengan Erika, tetapi ia tidak pandai bertarung fisik bahkan menggunakan pisau dengan benar saja tidak bisa.


Ia hanya pandai mengetahui cara melukai dirinya sendiri.


Beberapa pukulan telah Erika berikan hingga wajah nya terlihat babak belur,sesekali Erika memukul kepala nya dengan pistol yang ia genggam agar wanita itu bisa sedikit tersadar dan berfikir tentang apa yang sedang ia lakukan.Tetapi cara itu tidak berhasil.


Resta duduk di lantai kotor itu dengan pakaiannya yang berantakan serta wajah yang sedikit berlumuran darah.


"Nonaa!!" Teriak Pak Leo.Tetapi lagi-lagi langkahnya terhenti karena Ayu langsung menahannya.


"Bisa di bilangin gak sih?Jangan di deketin!Segini gue baik loh sama Lo.Tadi Lo udah culik gue,sekarang gue tolongin" Oceh Ayu.


"Kenapa?" Tanya Bintang. "Kenapa Lo bunuh bokap Lo sendiri?"


"Apa harus gue jawab?Apa kalian harus banget tau jawabannya?" Tanya Balik Resya yang masih berlagak.


"Kasih tau aja" Bintang menodongkan pistol nya tepat di kepala Resya.Bukan nya rasa takut,tetapi senyum lebar yang terukir di wajah nya itu. "Ayo tembak,lagi pula satu jam kedepan gue mati"


"Sayang nya gue gak akan biarin Lo mati sebelum Lo jawab pertanyaan gue tadi"


"Bodo amat...Anak mana yang gak sedih liat bokap nya foya-foya padahal istrinya baru aja meninggal satu hari yang lalu?Awalnya gue cuma bisa diem,tetapi dua tahun kemudian gue tau kalo nyokap gue mati karena ulah kalian.Tapi yang paling gue benci adalah...ternyata bokap gue sangat menikmati kematian nyokap gue...Dia seneng karena gak perlu kasih semua harta nya buat nyokap gue akibat perceraian.Kalo Lo jadi gue...apa Lo mau bunuh bokap Lo?" Tanya Resya.


"Terus kenapa Lo niat banget mati-matian buat bunuh gue?" Tanya Erika.


"Apa Lo gila?Siapa yang bikin nyokap gue meninggal?Semua karena Lo!!" Teriak Resya yang ekspresi wajahnya mulai berubah drastis.


"Apa Lo gak tau?Siapa yang udah bikin nyokap gue meninggal???Nyokap gue meninggal gara-gara ulah tolol nyokap Lo!!!!!! Teriak Erika yang langsung menarik baju Resya dengan karena emosional nya yang meluap-luap jika harus mengingat tentang kejadian itu.


"Apa?Nyokap gue?Apa yang udah nyokap gu lakuin HAAA!!!"


"Gue males jelasin nya,mending Lo tanya langsung sana ke nyokap Lo"


"Gue gak akan bunuh Lo,tapi gue harap lo tepatin janji lo buat mati satu jam kedepan" Erika membersihkan tangannya dari darah Resya dan berjalan keluar rumah tua itu bersama Bintang dan Ayu.


Tetapi mereka menghentikan langkah Pak Leo saat pria itu hendak berjalan menghampiri Resya yang sedang terluka parah.


"Mending Lo balik bareng kita aja" Ajak Ayu.


"Kalian semua gila??Nona Resya sedang terluka parah tapi kalian biarkan??" Teriaknya.


"Tapi sekarang nona Lo itu jauh lebih gila dari pada kita!!" Teriak Erika.


"Lepasin!!"


"Udah lepasin aja.Dia milih buat mati hari ini,jadi ngapain Haris dihalangi?" Ucap Bintang dengan wajah datar nya.


"Kepedulian kita cukup sampai disini,kalo kita keluar terus denger teriakan bapak minta tolong.Kita gak akan balik arah buat tolongin bapak" Ucap Erika dan mereka langsung pergi meninggalkan mereka berdua di dalam rumah tua tersebut.


Benar saja,saat mereka baru saja masuk kedalam mobil.Kelima orang itu mendengar suara teriakan seorang pria yang sedang meminta tolong untuk menyelamatkan dirinya dari gadis sadis tersebut.