
"HUAA...ngantuk banget,perut udah kenyang tinggal tidur deh" Kata Erika saat mereka sudah berada di dalam kamar dan bergegas untuk tidur.
"Bersih-bersih dulu enak aja" Bintang langsung menarik tangan Erika agar wanita itu mau untuk membersihkan badannya setelah keluar malam-malam.
"Maless..."
"Bersihin gak?"
"Ngga"
"Ayo bersihin nanti badan kamu gatel-gatel" Bintang langsung membopong tubuh Erika secara paksa dan membawanya ke kamar mandi.
Mereka mencuci muka,kaki dan tangan lalu menyikat gigi nya bersama.Mereka tersenyum dan saling melemparkan candaan satu sama lain.
Tak lama mereka selesai,mengganti baju bersama dan bergegas menuju kasur untuk tertidur nyenyak.
Sebelum tertidur,kebiasaan Erika adalah menonton tv atau bermain ponsel nya hingga terasa sangat mengantuk.
Erika tidur dengan posisi tengkurap sambil memainkan ponsel nya.Karena penasaran dengan apa yang sedang istrinya lakukan,Bintang ikut merebahkan tubuhnya di samping Erika dengan posisi tengkurap juga.
"Ngapain?" Tanya Bintang.
"Nih, gini-gini aja"
Bintang mencium aroma yang sangat menyejukkan,aroma itu berasal dari rambut Erika yang sangat harum ditambah lagi dengan aroma tubuhnya yang tercium seperti wangi bayi.
Karena terlalu menikmati aroma wangi itu,Bintang terus mengendus-endus rambut Erika dan sampai kepada pipi nya itu.
"Ngapain kamu ngendus-ngendus kayak gitu?" Erika sedikit menjauh karena takut.
"Kamu pake minyak wangi apa sih?" Tanya Bintang dengan polos nya.
"Kenapa?Kamu gak suka ya wangi nya?"
"Bukan gitu,justru aku suka.Pake apa sih,minta dong" Rengek nya.
"Diatas meja tuh" Saat Erika menunjukkan dimana letak benda tersebut,dengan cepat Bintang langsung mengambil dan meminta Erika untuk memakaikan untuknya.
Kringg!!!...Kringg!!!..
Ponsel Erika berbunyi ia mendapat panggilan dari Novia. "Halo nov?"
"Lo besok mau dateng gak ke acara reuni SMA?" Tanya nya.
"Reuni SMA?Besok?" Tanya balik Erika.
"Iya,emang nya Lo gak tau?"
"Gue gak tau nov,Lo kata siapa?"
"Buka grup alumni makanya,pada rame tuh"
"Males gue,mereka suka bicarain hal gak penting"
"Yaudah intinya Lo sama Bintang mau Dateng gak besok?"
"Nanti gue kabarin lagi deh,gue tanya Bintang nya dulu dia mau ikut atau ngga.Kalau dia ikut gue juga ikut,tapi kalo dia gak ikut ya gue tetep ikut hahah"
"Ngaco terus lo.Yaudah gue tunggu kabar nya lagi ya"
"Yaudah,Makasih info nya ya"
"Siapa?" Tanya Bintang yang masih sibuk memakai wewangian itu di rambutnya.
"Novia.Kata nya besok ada acara reuni SMA,kamu mau ikut gak?" Tanya Erika.
"Males sih.Kalo aku gak ikut kamu ikut gak?" tanya balik Bintang.
"Ikut lah" Goda nya yang tersenyum lebar.
"Yaudah deh aku ikut,kapan?Pagi siang sore malem?"
"Gak tau nih,aku buka grup dulu" Erika sibuk mencari pesan mantan ketua kelas yang tenggelam karena ulah teman-teman nya yang terlalu banyak bicara.
"Haishh..Banyak bacot banget nih pada" Gerutu nya.
Alumni angkatan 9
+62930: Besok gue harus keliatan ganteng nih.
+62929: Gak mau tau besok Ari harus jemput gue Lo ya
+62929: Tips glow up dong,udah hampir dua tahun lulus muka gue gak ada perubahan nih anjir malu gue kalo reuni masih gini-gini aja muka gue.
+62828: Besok kumpul di sekolah ya.
Erika : Pagi siang sore malem?
Samuel: Bawa gandengan asik nih.
Yayan : Emang Lo punya gandengan Sam?
Samuel: Yang gak punya kan Lo.
+62776: Febi Febi,besok kita pake baju kembaran ya yang baru beli kemarin itu di sopih.
+62717: Ayo Ren masih bau toko nih.
Novia: nah kan.
+62727: Kenapa ka?Tadi Lo nanya apa?
+62712: pesan Lo tenggelam
Ketu : Malam
Setelah mendapat jawaban langsung dari mantan ketua kelas nya dulu,Erika langsung menutup ponsel dan melanjutkan pembicaraan nya dengan Bintang.
"Malem katanya"
"Yaudah sekarang tidur,kan tadi udah kenyang perutnya"
"Nanti dulu, kekenyangan nih" Erika membenarkan posisi tidur nya menjadi telentang sambil mengusap-usap perutnya yang sedang begah itu.
Bintang ikut membalikkan posisi tubuhnya dan menghadap Erika. "Kenapa liat-liat?" Tanya Erika.
Bintang memegang perut Erika dan mengelus nya dengan lembut,Erika bisa merasakan kehangatan telapak tangan Bintang yang besar di perut nya.
"Aku usap-usap biar begah nya cepet ilang" Erika tersipu malu. "Jangan senyum-senyum.Lain kali kalo makan dirasa-rasa"
Baru saja Bintang mengoceh sebentar,Erika sudah menutup matanya dan tertidur dengan lelap.
...•••...
"Selamat pagi nona" Sapa Alfredo yang sedang duduk di sofa yang berada di lantai dasar.
"Pagi.Alfredo,ada apa?Tumben banget pagi-pagi kesini?" Tanya Erika.
"Saya mau menemui Bos Bintang,ada?"
"Ada lagi mandi,sebentar ya saya panggil dulu"
"Baik,terimakasih"
Dengan berjalan santai Erika menuju kamarnya untuk memberitahu kepada Bintang bahwa tangan kanan nya itu sedang menunggu dirinya di bawah.
"Bintang..." Panggil Erika sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Kenapa?" Tanya Bintang dari dalam kamar mandi terapi suara nya itu tidak terdengar oleh Erika karena tertutup oleh suara air yang mengalir dari shower.
"Bintang..." Panggil nya lagi.
Menyadari bahwa istrinya itu pasti tidak bisa mendengar suara dirinya dengan jelas,tanpa basa-basi Bintang langsung membuka pintu kamar mandi tanpa menggunakan sehelai pakaian untuk menutupi tubuh nya. "Kenapa sih?"
Melihat pemandangan itu,seketika Erika langsung membalikkan badan nya agar tidak bisa melihat bagian tubuh sensitif milik Bintang.
"Kamu kenapa tiba-tiba buka pintu sih??" Tanya Erika dengan suaranya yang mengeluh jengkel.
"Habisnya kamu panggil-panggil aku terus,padahal tadi aku udah jawab loh"
"Ya tapi...Ck!..Ada Alfredo tuh di bawah lagi tungguin kamu" Erika berdecak sebal.
"Mau ngapain dia?" Tanya Bintang.
"Gak tau,dia cuma bilang mau ketemu sama kamu"
"Yaudah aku bilas dulu nih,rambut sama badan masih banyak sabun nya"
"Yaudah"
"Mau ikut gak?" Tanya Bintang yang berusaha untuk membuat Erika tambah kesal karena ulahnya.
"Ngga!"
"Yaudah yaudah"
Saat Erika hendak berjalan menuju meja rias, langkahnya terhenti karena Bintang yang memanggil namanya.
"Ka.."
"Apalagi??" Ucapnya dengan sangat kesal tanpa membalikkan badan dan menatap Bintang sedikit pun.
"Tolong ambilin anduk dong,aku lupa tadi"
"Kenapa pake lupa segala sih?" Tanya Erika yang langsung berjalan menuju ruang ganti pakaian untuk mengambil handuk milik Bintang.
Bukannya berjalan maju seperti biasanya,Erika malah berjalan mundur karena Bintang masih berdiri di tempatnya tanpa menggunakan sehelai pakaian.
"Nih"
"Kok gitu sih ngasih nya,gak sopan tau gak?"
Dengan perasaan sebal,Erika memutar badan nya untuk menghadap Bintang tetapi ia menutup mata dengan tangan kirinya.
"Nih.Udah kan gak ada lagi"
Pria usil itu terkekeh kecil saat melihat tingkah Erika. "Udah udah,makasih ya cantik"
"Sama-sama"
Dengan perasaan tenang Erika kembali berjalan menuju meja rias untuk merias wajah nya.Meskipun hanya menggunakan bedak dan lipbalm saja.