Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 60



"Kaca di ruang kerja udah di benerin?" Tanya Erika kepada pelayan di rumah nya saat malam hari


"Sudah nona"


Erika langsung berjalan ke ruang kerja yang berada di dalam kamarnya untuk melihat apakah benar sudah di selesaikan.


Saat sampai disana Erika melihat kaca tersebut sudah benar benar di selesaikan.Erika duduk di kursi kerja nya untuk memeriksa pendapatan bisnis yang ia jalani.


Erika tersenyum kecil saat melihat bahwa jumlah pendapatan nya terus bertambah dari hari ke hari.


Mata nya mulai berhenti menatap layar laptop saat ia menyadari ada sebuah kotak berukuran kecil di sebelah di sebelah laptop nya.


Erika merasa tidak pernah mempunyai barang tersebut,mungkin ia lupa.Karena penasaran, Erika meraih benda tersebut dan membuka nya dengan perlahan.


"Waaaaaa!!!!!Apaan itu??" Erika berteriak histeris saat melihat isi dari kotak tersebut dan langsung melempar nya.


"Apa itu??Itu daging?Tapi kenapa masih ada darahnya?" Erika terus bertanya pada dirinya sendiri tanpa melihat benda mengerikan tersebut.


"Apa itu daging?Apa harus gue liat sekali lagi?" Kata Erika.


Erika perlahan berjalan menghampiri benda itu dan berusaha untuk melihat nya lebih dekat dan jelas. "Waaah ada yang gak beres,siapa yang taro itu disini?" Erika kembali duduk ke kursinya.


Erika meraih telpon genggam yang ada di meja kerja nya dan langsung menghubungi anak buah nya yang sedang berjaga di luar.


"Cepet ke sini sekarang juga,lari!" Kata Erika.


"Bos saya di sini!" Teriak anak buah Erika.


"Masuk"


"Ada apa bos?"


"Liat itu" Erika menunjuk ke arah kotak tersebut tanpa melihat nya sedikitpun. "Cek apa itu sebenarnya"


"Baik bos"


"Tapi sebelumnya bawa keluar,cek di luar"


"Baik Bos"


"Waah bukan main,itu bukan punya gue.Kelakuan siapa ini?" Kata Erika bingung. "Apa jangan jangan,ulah mereka?"


Erika langsung bergegas menuju lantai satu untuk mengetahui secara langsung apa sebenarnya isi dari kotak tersebut.


"Udah di cek?Apa itu?" Tanya Erika di ruang makan.


"Ini terlihat seperti organ tubuh manusia"


"Hah?Organ tubuh maksud nya..." Erika menunjuk badannya sebagai isyarat.


"Iya"


"Apa apaain ini,yang pasti itu bukan punya saya"


"Saya yakin ini adalah ulah mereka yang datang saat malam itu"


"Betul,saya juga berfikiran seperti itu" Kata Erika. "Apa maksudnya?Mereka mau bunuh gue?Aishh sialan"


"Kita harus bertindak"


"Hmm...Mereka harus mati agar kita tetap hidup" Kata Erika.


"Beri kami Perintah"


"Sebelum perintah...Kamu awasi semua orang yang ada di sini,saya yakin setidaknya satu di antara mereka adalah mata mata" Bisik Erika.


"Iya baik bos"


"Perintahnya,kalian tetap di tempat.Kita gak bisa bertindak karena belum tau siapa dalang nya" Kata Erika.


"Baik bos"


"Oh iya,saya mau tau siapa orang yang membetulkan kaca di ruang kerja saya"


"Orang yang berjaga di gerbang utama"


"Panggil dia sekarang juga"


"Baik bos" Kata pria tersebut. "Tiger masuk kedalam sekarang juga" Lanjutnya yang menghubungi lewat hand talky.


***


Mereka berbicara berdua di ruang tamu.Erika terus bertanya seolah olah ia sedang menginterogasi karena curiga kepada pria tersebut.


"Apa yang harus saya lakukan?" Tanya pria tersebut.


"Yang perlu kamu lakukan hanya berbicara dengan jujur" Kata Erika.


"Baik bos"


"Kamu yang membetulkan kaca di ruang kerja saya?"


"Apa yang kamu lakukan disana selain membetulkan kaca?"


"Tidak ada,saya hanya membetulkan kaca selama kurang lebih satu jam.Setelah itu saya langsung meninggalkan ruang kerja bos"


"Benar?"


"Iya bos.Saya hanya berkata jujur,apakah bos mencurigai saya?"


"Oh ngga,saya cuma bertanya.Maaf kalau menyinggung,kamu boleh kembali bertugas lagi"


"Baik bos terimakasih sudah mempercayai saya" Pria tersebut langsung pergi meninggalkan Erika.


Wajar Erika sedikit mencurigai pria tersebut karena orang yang terakhir masuk ke ruangan pribadi nya adalah pria tersebut.


"Aduh gak enak banget jadi pengganti bokap gue" Bisik Erika yang terus memijat-mijat kepalanya sendiri.


***


Erika kembali ke kamar nya untuk beristirahat,tentu saja Erika tidak bisa tertidur dengan pulas karena sedikit khawatir jika orang yang meneror nya tersebut akan datang untuk menemui nya kembali.


Di pagi hari nya Erika sedang duduk di meja makan tanpa bersuara.Ia terus menatap makanan yang di hidangkan Tania berniat untuk memakannya sedikit pun.


Tentu saja karena ia masih terbayang bayang tentang organ tubuh tersebut.


"Non mau saya ambilkan?" Tanya si bibi.


"Gak,gak usah bi makasih"


"Baik kalau begitu"


"Non saya sudah menyetrika semua pakaian nona,saya meminta izin untuk merapihkan nya di lemari pakaian nona".


"Oh yaudah,silahkan" Kata Erika dengan santai.


"Baik non"


Saat Erika hendak menuangkan air kedalam gelasnya,Ia langsung mengingat satu hal dan melayangkan tatapan terkejut.


Erika langsung menoleh ke arah pelayan itu pergi,tentu saja orang yang layak ia curigai selanjutnya adalah pelayan yang bertugas mengurus segala pakaiannya tersebut.


Erika langsung berjalan keluar rumah untuk menghubungi Pierre dan menyuruhnya untuk bergegas menuju ke rumah Erika.


"Saya mau kamu datang ke alamat yang saya kirimkan" Kata Erika yang langsung mematikan telpon nya.


Erika berjalan menghampiri salah satu anak buahnya yang sedang berjaga di gerbang kedua. "Siapa diantara kalian yang paling mengerti tentang penyadapan?"


"Saya tau orang nya,mari saya antar"


Erika dan pria tersebut berjalan menuju halaman belakang untuk menemui pria yang di maksud.


"Dia orang nya"


"Oke,kamu boleh pergi"


"Baik bos"


"Ada yang perlu saya lakukan bos?" Tanya Pria yang bernama Raga tersebut.


"Kamu mengerti tentang penyadapan?"


"Ya,saat masih bekerja dengan Bos Derrick saya di tugaskan sebagai agen rahasia" Ujar nya.


"Kalo gitu kamu ikut saya sekarang" Erika berjalan menuju parkiran diikuti oleh Raga di belakangnya.


"Kamu gak usah ikut,Raga yang menyetir untuk saya" Kata Erika kepada anak buah yang biasa menjadi sopir nya.


"Baik bos"


"Apakah saya membuat kesalahan bos?" Tanya Raga saat mereka sudah berada di perjalanan.


"Ngga,justru kamu akan meminta bantuan kamu" Kata Erika.


"Apakah saya boleh mengetahui bantuan apa itu"?


"Kamu akan mengetahui saat kita sudah sampai di tempat tujuan" Kata Erika.


"Baik bos"


Tak lama mereka telah sampai di tempat tujuan,yaitu sebuah bar VVIP khusus para petinggi.


Erika menyewa sebuah ruangan pribadi untuk membicarakan tentang satu hal dengan Pierre dan Raga.


"Halo?Kamu sudah di dalam?" Tanya Erika kepada Pierre melalui panggilan telpon saat Erika sedang berjalan memasuki Bar tersebut.


"Selamat siang,ada yang bisa saya bantu?"


"Penyewa atas nama Erika Clarista" Kata Erika.


"Oh maaf,mari saya antar"