Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 55



"Cari orang suruhan bapak yang buat mama saya meninggal"


"Setelah itu?" Tanya Pak Tio.


"Menurut bapak apa kelanjutan nya?"


Pak Tio langsung menatap pistol yang ia genggam dengan ekspresi wajah gelagapan.


"Saya bunuh dia?" Tanya nya lagi,Erika hanya mengangkat kedua alis dan bahunya.


"Tapi saya tidak tau cara memakainya"


"Cara pakai pistol lebih gampang dari pada setiap hari selingkuh Gonta ganti perempuan"


"Tunggu dulu..." Ucapnya tiba tiba.


"Hmmm"


"Apa kamu yang membunuh Bu Renita?" Tanya Pak Tio yang mulai curiga.


"Hemm, kenapa?" Jawaban Erika membuat pak Tio terdiam seperti pak Tirta sebelumnya.


"Laporin aja kalau mau,tapi nyawa bapak akan hilang setelah satu jam melaporkan saya" Erika memperagakan seperti sedang mengiris lehernya sendiri.


"Dah saya capek ngancam terus.Intinya bapak harus singkirin orang itu tanpa menyusahkan saya.Jangan buat saya terkena masalah.Kalau saya terkena masalah karena hal itu,bapak benar benar akan mati saat itu juga" Setelah melontarkan banyak ancaman Erika langsung pergi meninggalkan nya.


***


Setelah mengenal dunia hitam, sedikit demi sedikit Erika mulai meninggalkan dunia sekolah dan masa remajanya.Beberapa kali Erika sering tidak masuk sekolah tanpa alasan.


Menurutnya,Sekarang sudah tidak ada lagi yang harus ia kejar begitupun dengan Bintang.


Enam bulan kemudian,hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh siswa kelas 12 SMA Harapan bangsa telah tiba.Hari dimana mereka mengakhiri masa masa sekolahnya.


Malam itu Erika mendapat surat undangan via online dari salah satu teman sekelas nya.Ia mendapat undangan untuk menghadiri acara pesta perpisahan di sekolah tersebut.


"Hah?Apaan ini?Gue lulus?" Tanya Erika kepada dirinya sendiri dengan wajah kebingungan. "Wah serius gue lulus?"


Erika sendiri bingung kenapa dirinya bisa diluluskan oleh para guru di sana,padahal sudah terlalu banyak tanpa keterangan dalam absen hariannya.Mungkin karena para gurunya tidak ingin terus menerus tersiksa lagi oleh sikap Erika.


Terlihat dari wajah mereka yang datang sangat senang karena akhirnya bisa melepaskan masa masa sekolahnya dan terus terbang setinggi mungkin untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.


"Ka,Lo sekarang jarang ngumpul ah gak asik" Kata Novia.


"Iya nih,ngilang terus" Timpal Ayu.


"Sekarang kan udah lulus nih,pasti masing masing punya kesibukan sendiri.Ya jadi harap di maklumi aja" Erika memberikan alasan.


"Oh iya rencana kalian mau lanjut kemana nih?" Tanya Gibran.


"Guys,Bokap gue udah ada rencana buat kuliahan gue di AS" Novia tersenyum lebar dengan penuh paksaan.


"Uuuu...nanti gue nyusul" Bisik Erika tetawa kecil.


"Kalo gue lanjut kuliah,ya tapi masih daerah Jakarta sih"


"Kalo Lo Sam?" Tanya Ayu.


"Setelah lulus sekolah,kamu harus belajar untuk mengelola perusahaan.Bagaimana pun kamu anak papa satu satunya.Lo tau kan berarti apa yang bakal gue lakuin nanti?" Samuel memperagakan cara bicara ayahnya.


"Aaaahh...Bokap Lo dan ambisius nya itu" Erika mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Kalo gua si gini gini aja" Kata Gibran yang belum ditanya tapi sudah menjawab.


"Kalo kalian gimana?" Tanya Novia kepada Erika dan Bintang.


"Gu-gue?Kalo gue si sama kayak Gibran gini gini aja.Ya gak Tang?" Tanya Erika.


"Hmmm iya bener"


Setelah beberapa jam berbincang sambil menghabiskan makanan,mereka memutuskan untuk pulang ke rumah karena hari juga sudah semakin malam.


Erika pulang bersama Bintang karena mobil miliknya ada di rumah Bintang.Saat mereka sampai di rumah,mereka berdua terkejut karena melihat ada seorang wanita yang sedang duduk di sofa dengan kedua kaki yang berada di atas meja.


"Siapa dia?" Tanya Erika menganga.


"Hai darling" Sapa wanita yang bernama Tamara.


"Siapa?" Tanya balik Tamara.


"Lo yang siapa?"


"Gue Tamara,mantan calon tunangannya Feliks" Tamara mengajak Erika untuk bersalaman dengan nya.


"Erika"


Mantan...calon...apa maksudnya?


"Lo ngapain disini?" Tanya Bintang.


"Emang gak boleh silaturahmi ke rumah mantan calon tunangan?"


"Stop bilang mantan calon tunangan" Kata Bintang.


Mendengar mereka terus mengatakan Mantan calon Erika hanya terdiam bingung dan memutar kedua bola matanya.


"I-itu koper siapa lagi?" Tanya Bintang sambil menunjuk dua koper yang berada di dekat sofa.


"Koper gue lah" Jawabnya ketus.


"Lo mau ngapain ke sini bawa dua koper sekaligus?"


"Kalo gue bawa koper tanda nya gue mau nginep disini"


"Siapa yang izinin Lo?"


"Gue gak butuh izin dari Lo"


"Kenapa gak nginep aja di rumah tunangan Lo?" Tanya Bintang.


"Tunggu...Btw dia siapa?" Tamara mengalihkan pembicaraan.


"Tadi kan gue udah bilang,gue Erika"


"Bukan itu,maksud gue Lo siapa nya Feliks"


"Stop panggil gue Feliks" Gerutu Bintang.


"Aishh sssuusttt!!!"


"Gue temennya" Kata Erika,Tamara mengendus-endus tubuh Erika seperti anjing pelacak.


"Mau ngapain Lo?" Tanya Erika sedikit takut.


"Kalo temennya kenapa malem malem ada di sini?" Tanya Tamara.


"Lo mantan calon tunangannya atau nyokap nya si?"


"Ya heran aja kenapa temen cewek nya malem malem ada disini"


"Yang lebih heran kenapa mantan calon tunangannya ada disini?" Skakmat.


"Ya... terserah gue lah"


"Ya gue juga sama,terserah gue"


"Stop!!!Cukup!" Bintang berusaha melerai mereka berdua. "Mending sekarang Lo pulang"


"Oke dari tadi juga mau pulang.Dah gue pulang dulu" Erika langsung meninggalkan mereka berdua dengan wajah sebal nya.


Tamara adalah gadis asli Indonesia yang di adopsi oleh sepasang suami istri yang berasal dari Rusia.Tamara di besarkan dalam keluarga Mafia yang setara dengan keluarga Bintang,bahkan kedua keluarga tersebut sempat menjalin kerja sama yang sangat baik.


Karena merasa mereka mempunyai hubungan yang baik,kedua orang tua Bintang dan Tamara ingin menjodohkan mereka agar kedua keluarga tersebut bisa menjadi satu kesatuan yang utuh.


Tetapi harapan tersebut tidak terjadi karena dari kedua pihak yang bersangkutan yaitu Bintang dan Tamara tidak menginginkan perjodohan tersebut.


Tamara telah menyukai pria lain,sementara Bintang memang tidak ingin di jodohkan.Karena kedua pihak menentang akhirnya perjodohan tersebut terpaksa harus dibatalkan.


Satu Minggu setelah hari itu,Tamara bertunangan dengan pria yang berasal dari Rusia juga bahkan mereka sudah merencanakan pernikahan tetapi lagi lagi hal itu tidak terjadi karena alasan tertentu.


Karena lagi lagi batal mendapatkan pendamping hidup kedua orang tua Tamara cukup kesal,bahkan ia selalu di pojokkan oleh kedua orang kakak tiri laki lakinya.


Sampai akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari rumah dan melarikan diri ke Indonesia,yaitu tempat kelahirannya.Tetapi ia baru menyadari jika di Indonesia tidak mempunyai siapapun,kemudian nama Bintang muncul di benaknya hingga terpaksa membawa ia ke rumah Bintang.