Erika Clarista

Erika Clarista
Episode 103



"ERIKA!ERIKA!" teriak Ayu yang datang bersama empat orang lainnya.


"Ssssttt!!!" Bintang yang mendengar teriakan Ayu langsung mendesis kesal dan menatap tajam ke arah mereka karena putra kecil nya baru saja tertidur pulas.


Ayu langsung menggigit bibir bawahnya dan masuk ke dalam ruangan tanpa suara sedikitpun.


"Mana keponakan gue,mana mana" bisik Ayu sambil berjalan menghampiri bayi tersebut.


"Kak Erika baik-baik aja kan?" tanya Naura.


"Iya, baik-baik aja kok"


"Astaga!!Ganteng banget,Nov anak lo cewek kan?Di jodohin bisa kali nih" ucap Ayu kepada Novia.


"Jodohin matamu.Yakali baru aja lahir udah main jodoh-jodohin aja Lo"


"Jauh jauh Lo ah,berisik tau gak nanti anak gue bangun" omel Bintang.


"Iya deh iya, papah Bintang"


"Suami Lo mana?" tanya Gibran.


"Lah iya,gue lupa dia masih tidur di rumah.Waktu dapet kabar dari Lo kalo Erika udah lahiran gue langsung buru-buru dateng ke sini padahal suami gue masih tidur pules banget"


"Dosa lo gak izin dulu,gak di kasih uang dapur tau rasa Lo" kata Novia.


"Udah Lo gak usah banyak ngomong,bentar lagi bayi Lo keluar tuh"


Saat mereka sedang asyik berbincang,suster datang membawakan sarapan untuk Erika.Erika yang sejak tadi masih terdiam karena fokus memperhatikan teman nya yang sedang berdebat langsung duduk dengan perlahan untuk memakan makanan tersebut.


"Makan dulu ya,muka kamu pucet" kata Bintang.


Erika mengangguk dan meraih sendok yang ada di nampan itu, tetapi Bintang langsung merebut nya kembali karena tidak ada yang menyuruh Erika untuk mengambilnya.


"Kata siapa makan sendiri?" tanya Bintang.


"Kan tadi kamu suruh aku makan"


"Aku suapin"


"H-hah?"


"Uuuu,tutup mata ah" goda Ayu.


"Aku bisa kok makan sendiri" kata Erika.


"Ada telur,sayur sop,sama daging sapi.Kamu mau yang mana?" Bintang sama sekali tidak menghiraukan perkataan Erika.


"Sayur" Erika menurut pasrah.


Baru saja Erika memakan beberapa suap,bayi kesayangan nya menangis dan terbangun. "Dia bangun" Ayu langsung menghampiri ranjang bayi tersebut.


"Ini auntie.Halo baby" sapa Ayu.


Bukannya mereda,tangisan Bintang junior malah semakin menjadi-jadi karena ulah Ayu.Hingga membuat wanita itu sedikit panik karena tidak mengetahui apa kesalahan nya.


"K-kenapa?Auntie gak gigit kok,auntie mau gendong kamu ya"


"Udah gak bakal berhasil yu" kata Samuel. "Mending sama uncle aja ya"


Tangisan bayi tersebut tidak berhenti dan tambah menjadi saat Samuel berjalan mendekati nya.


"Lo berdua kelakuan nya kayak setan,bayi juga tau" ucap Bintang yang langsung menghampiri dan menggendong putranya.


"Lah diem" kata Samuel.


"Iya lah orang bokap nya,sama Lo mana mau" kata Novia.


"Yaudah,Erika biar gue yang suapin oke" Ayu berjalan mendekati Erika.


"Gak apa-apa gue bisa sendiri kok"


"Gue tau Lo bisa,tapi gue mau"


"Sakit gak Ka?" tanya Novia tiba-tiba.


"Kalo gak sakit bukan lahiran namanya" sahut Samuel.


"Kok gue jadi takut ya"


"Emang kalo lahiran,bayi nya keluar dari mana sih?" tanya Gibran,sontak semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut langsung menoleh ke arah nya dengan tatapan aneh termasuk Bintang.


"K-kenapa?Kenapa Lo pada liatin gue"


"Kenapa nanya kayak gitu?Pertanyaan nya bikin aku malu tau gak?" omel Novia sambil memukul lengan Gibran.


"Kenapa marah?Aku kan cuma nanya"


"Lo masih nanya keluar nya dari mana?Masih nanya Lo!" Teriak Samuel kesal.


"Suutts,suara Lo kecilin bego.Ini rumah sakit bukan tempat unjuk rasa" Bisik Ayu.


"La-lagian dia,dia udah mau jadi bapak-bapak tapi masih nanya dimana keluarnya?Emosi gue!"


"Lah gue kan cuma nanya" ucap Gibran polos.


"Gak habis pikir gue sama Lo.Semoga Lo gak salah tempat ya waktu proses nya" bisik Samuel.


"Kalo salah tempat gak mungkin perut dia bengkak" bisik Bintang.


"Ya tinggal jawab aja apa susah nya Lo pada"


"Dari idung" kata Ayu.


"Serius anjing"


"Dari anus,puas Lo" timpal Samuel.


"Serius?" tanya Gibran kepada Novia.


"Gue gak tau kalo dia ternyata sepolos itu" Bisik Bintang kepada Samuel.


"Btw siapa nama anak Lo?" tanya Samuel.


"Arkana Melviano Kavindra"


"Apaan tuh artinya?"


"Anjir gue merinding" Samuel langsung melangkah mundur dan duduk di sofa.


Bayi Bintang kembali menangis lagi,pasti alasan nya karena dia lapar.Bintang menyuruh teman-teman nya untuk pulang dan kembali lagi nanti.Karena tidak mungkin Erika menyusui bayi nya di hadapan teman-temannya.


Bi Rani sibuk merapihkan beberapa barang pribadi milik Erika dan perlengkapan bayi nya.Pagi itu Erika memaksa kepada Bintang untuk segera pulang ke rumah,ia tidak mau berlama-lama di sana.


Erika terus meyakinkan bahwa kondisi nya sudah benar-benar pulih meskipun Bintang masih mengkhawatirkan tentang hal tersebut.


"Besok aja deh" kata Bintang.


"Gak mau,kamu pikir aku betah lama-lama disini?" tanya Erika sinis. "Pokok nya aku mau pulang sekarang"


"tapi kamu beneran udah pulih?"


"Beneran,yang punya badan siapa?aku kan?"


"Alfredo,tolong bawa barang-barang nya ke mobil" perintah Bintang.


"Baik bos"


...•••...


Karangan bunga bertuliskan ucapan selamat atas kelahiran bayi mereka terpampang di sepanjang jalan dari gerbang utama sampai pintu rumah mereka.


Erika benar-benar terkesan,ia tidak menyangka bahwa banyak orang yang sangat antusias dengan kelahiran putra pertama nya.


"SURPRISE!!!" teriakan banyak orang di dalam rumah membuat Erika dan Bintang sangat terkejut saat mereka baru saja membuka pintu rumah.


Wajah yang pertama Erika lihat adalah kedua orang tua Bintang yang sudah berada di sana untuk menunggu kepulangan cucu pertama nya itu.


"Mama,ayah" bisik Bintang yang langsung berjalan menghampiri mereka dan memeluknya.


"Yah aku udah punya anak,aku udah jadi ayah" ucap Bintang sambil memeluk erat ayahnya dengan perasaan haru.


"Selamat ya nak"


"Sini Erika,selamat ya sudah menjadi seorang istri dan ibu yang sangat hebat" kata mama Bintang sambil memeluk Erika dengan hangat.


"Makasih ya ma,udah jauh-jauh dateng kesini"


"Mana cucu mama?"


"Ini nyonya" Bi Rani langsung menyerahkan Arkana kepada nenek nya.


"Aduh tampan sekali cucu oma,halo ganteng siapa nama kamu?"


"Arkana mah,Arkana Melviano Kavindra" kata Bintang.


Baby Arkana terlihat sangat senang di timang oleh Opa dan Oma nya, sampai-sampai ia melewatkan waktu tidur siang.


Bintang sendiri tidak mau kalah heboh,ia terus menciumi seluruh wajah Arkana karena wangi nya yang begitu menyenangkan.


"Bau apaan nih?" tanya Bintang tiba-tiba.


"Pup kali" kata Erika.


"Masa sih" karena penasaran Bintang terus mengendus-endus tubuh Arkana sampai ke tempat yang seharusnya tidak ia cium. "Dih!Bau banget!!!Kamu pup yaa"


"Lagian kamu,udah tau pup pake di cium segala lagi.Sini aku gantiin dulu popok nya"


"Jangan,aku aja"


"Udah aku aja,kamu gak bisa"


"Kata siapa aku gak bisa?Aku bisa tau.Mana sini tisu basah sama popok nya, perlengkapan nya semua" ucap Bintang penuh percaya diri.


Bintang membuka celana popok Arkana dengan perlahan sambil menutup hidung nya karena aroma yang begitu semerbak.


"Aduh,kayak apaan ya?Bubur,iya gak sih?" tanya Bintang.


"Ishh!!Jorok kamu.Udah cepetan kasian dingin"


Bintang mulai membersihkan sisa-sisa kotoran itu dengan menggunakan tisu basah,Bintang benar-benar sangat teliti hingga semua kotoran yang menempel dapat di bersihkan dengan baik.


"Udah,tinggal pake popok nya sayang" ucap Bintang kepada Arkana.


Saat Bintang hendak memakaikan celana popoknya itu, tiba-tiba wajah nya terkena semprotan air kencing yang di keluarkan oleh Arkana.Bintang langsung terdiam sambil memejamkan mata nya dengan erat, sementara kedua orang tua nya dan Erika hanya menahan tawa karena ulah ayah dan anak tersebut.


"Yaampun lap buruan" Erika langsung mengelap wajah Bintang dengan cepat.


"Arkana" panggil Bintang dengan wajah tegas nya. "Kamu gak sopan ya"


"Lagian kamu pakein popok kenapa harus deket-deket gitu sih muka nya?Agak jauhan juga bisa kan" kata mama Bintang.


"Udah gak apa-apa,berkah air pipis anak sendiri.Lagian Arkana belum makan apa-apa kok" tambah Erika.


"Udah sana ganti baju,mandi sekalian.Biar aku yang terusin"


"Kamu tega banget,muka papa yang tampan gini malah di kasih air pipis" ucap Bintang yang langsung pergi menuju kamar untuk membersihkan dirinya.


...•••...


Malam semakin larut dan waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari.Arkana tidur tepat di tengah-tengah kedua orang tuanya.Kini ada penghalang diantara mereka berdua.


Erika yang sedang tertidur pulas tiba-tiba mendengar suara tangisan kecil putra nya.Sontak ia langsung terbangun dan benar saja putra nya itu sedang menangis sambil terus menendang-nendang selimut nya karena kesal.


"Kamu kenapa?Haus ya?" tanya Erika dengan suara lembutnya,kemudian ia langsung memberikan ASI nya kepada Arkana.Sambil duduk dan memangku putra nya di atas kasur,perlahan mata Erika kembali tertutup karena rasa kantuk yang begitu besar datang menghampiri nya.


Saat Erika benar-benar sudah menutup kedua matanya,ia langsung terlonjak kaget saat mendengar suara batuk Arkana karena tersedak.


Setelah Arkana benar-benar sudah tertidur pulas,Erika kembali menutup tubuhnya dengan selimut.Baru saja lima menit ia tertidur, tiba-tiba ia sangat ingin pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil.


Setelah kembali dari kamar mandi Erika kembali tertidur.Lalu 20 menit kemudian Arkana kembali terbangun dan menangis.


"Kamu kenapa?Haus lagi?" tanya Erika yang masih setengah sadar.


Arkana tidak mau meminum ASI Erika dan terus menangis. "Kamu mau apa?Kamu pup ya?"


Erika merebahkan tubuh Arkana dan menyalakan lampu kamar nya agar terlihat lebih terang.


Benar saja,Arkana menangis karena merasa tidak nyaman dengan kotoran nya sendiri.Dengan senang hati Erika mengganti popok Arkana dan kembali tertidur lagi.


1 jam yang menenangkan bagi Erika hingga Arkana kembali terbangun karena ia merasa haus.Bintang masih tertidur nyenyak sejak tadi tanpa mengubah posisi nya sedikitpun.Bahkan ia tidak mengetahui bahwa istri dan anak nya sudah beberapa kali terbangun.


"Latihan bergadang apanya" bisik Erika sambil menatap wajah suami nya. "Kayak bener aja waktu itu bergadang karena latihan jagain anak kalo tiba-tiba bangun tengah malam"