
Erika tidak masuk sekolah dikarenakan hari Minggu,ia menghabiskan waktu libur nya seharian untuk pergi ke rumah Bintang dan mengurus masalah yang menyangkut tentang mama nya dan Sekertaris tersebut.
"Apa ini?" Tanya Erika sambil meraih map berisi berkas tentang riwayat hidup milik Sekertaris Bu Renita.
"Buka aja dulu"
"Wah...Lo dapet dari mana?Gercep banget" Erika tersenyum sumringah menatap Bintang kagum.
"Kan gue udah bilang,percaya aja sama gue" Bintang berdecak sombong.
"Tapi gimana caranya Lo bisa dapetin ini?"
"Semalem pas Lo pulang,gue langsung suruh Anton (salah satu anak buahnya) buat cari tau semua tentang laki laki ini.Ternyata bener dia kerja di perusahan Haneul"
Entah apa yang dilakukan para anak buah Bintang sehingga mereka bisa dengan cepat mendapatkan berkas berkas yang mencakup seluruh hal tentang pak Tio (Sekertaris Bu Renita).
Dokumen tersebut berisi tentang riwayat hidup pak Tio yang sangat lengkap,mulai dari alamat rumah hingga makanan favoritnya pun ada disana.
"Terus kenapa Lo kasih gue ini?" Tanya Erika bingung.
"Pemikiran Lo pasti sama kayak gue"
"Pemikiran apa?Jangan berkelit-kelit, langsung aja"
"Ketika kita ingin mencari mangsa saat berburu,ketahui terlebih dahulu sarang nya"
Erika langsung mengerti maksud dari perkataan Bintang,ia memalingkan wajahnya tersadar apa yang harus ia lakukan dan langsung pamit untuk pergi kepada Bintang.
"Aaa...gitu..Gue pergi dulu" Erika langsung beranjak dari duduknya.
"Mau kemana Lo?"
"Menurut gue kita satu pemikiran,jadi jangan tanya lagi" Ketus Erika dengan wajah nya yang penuh laga.
"Jangan pergi sendiri,gue ikut" Bintang langsung ikut beranjak juga dari duduknya.
"Jangan!Lo di sini aja"
"Seenggaknya Lo pergi sama Bara atau yang lain"
"Gak usah,masalah yang ini biar gue aja yang cari tau.Kalau gue kesusahan pasti gue bakal minta bantuan Lo" Erika tersenyum penuh kepalsuan.
"Ya tap.."
"Gue berangkat dulu,makasih dokumennya!!!" Teriak Erika yang mulai menjauh dari hadapan Bintang.
"Seenggaknya kalo gue ikut,Lo gak bakal semakin nyusahin" Gerutu Bintang kesal.
Erika menatap sekilas berkas tersebut.Dari keseluruhan data data yang ada,Erika hanya mengincar alamat rumah kediaman pak Tio.Tidak peduli yang lainnya.
"Aaa..belum nikah ternyata" Erika langsung mengendarai mobilnya ke alamat yang dituju.
***
Hanya membutuhkan waktu satu jam bagi Erika untuk sampai di alamat tersebut,ia berhenti di salah satu rumah besar yang ada di komplek perumahan tersebut.
Setelah ia yakin bahwa itu adalah rumah Pak Tio,Erika langsung memundurkan mobilnya kembali.Tepat nya di depan rumah tetangga pak Tio.
Hal itu Erika lakukan untuk menghindari rasa kecurigaan Pak Tio.
Erika juga tidak turun dari mobil,ia sengaja hanya memantau dari luar sampai pria tersebut keluar dari rumahnya.
Erika hanya ingin memastikan wajahnya sama atau tidak dengan pria yang ada di video.
Dua jam berlalu,rasa bosan mulai menghampiri Erika.Wajah nya sudah terlanjur kusut tak tahan jika harus menunggu lama lagi.
Tiba tiba pintu pagar rumah tersebut terbuka,keluarlah pak Tio.Tunggu...di susul oleh wanita cantik di belakangnya.
"Wah akhirnya dia keluar" Erika langsung mengambil kamera di kursi sebelahnya dan langsung mengarahkan kearah pak Tio.
Bukan sengaja ingin memotret nya,hal itu Erika lakukan agar bisa melihat wajah pria tersebut lebih jelas.Mengingat jarak Erika lumayan jauh darinya.
"Diem disitu...jangan gerak gerak.." Erika terus fokus mengatur lensa kamera nya.
"Aishh siapa lagi tuh cewe ngehalangin aja" Gerutu Erika kesal.
"Tunggu..." Erika langsung tersadar dan menurunkan kembali kamera nya. "Dia kan belum nikah,Apa mereka beda orang?"
"Ahh bodo amat" Lanjutnya yang kembali berusaha mengambil foto wajah pak Tio.
Cekkreeekkkk!!!!!!!📸📸
Berhasil,Erika langsung menatap foto pak Tio tersebut dan menyamakan nya dengan wajah yang ada di dalam video.
Yapsss!!!Seratus persen foto yang ia dapatkan sangat mirip.Wajah Erika berubah drastis menjadi terlihat sangat menakutkan.
Wanita yang bersama pak Tio sudah pergi dengan mobilnya,saat Erika hendak pergi dari sana juga tiba tiba ia melihat sebuah mobil mewah berhenti tepat di hadapan pak Tio yang sejak tadi masih berdiri disana.
Turunlah seorang wanita berumur dan juga cantik datang menghampiri pak Tio.Mereka terlihat sangat mesra,entah ada hubungan apa diantara mereka berdua.
Erika yang melihat mereka hanya mengangkat satu alis nya bingung dengan apa yang baru saja di lihatnya.
"Wah...wah.." Erika terkesima.
"Apaan ini?Ceritanya dia lagi selingkuh?Waah jadi gitu kalo orang selingkuh?" Erika langsung mengambil kembali kamera nya dan memotret mereka berdua yang masih berpelukan satu sama lain.
Sebenarnya Erika tidak perduli dengan apa yang dilakukan oleh pak Tio.Tetapi ia hanya kesal saja dengan sikap nya yang dengan sangat berani bermain perempuan.
Menurutnya meskipun belum menikah,tetap saja tidak baik jika memiliki lebih dari satu wanita.
Erika bergegas pergi meninggalkan halaman tersebut dan pulang ke rumahnya untuk beristirahat sejenak.
***
"Mereka orang yang sama...Apa yang dia lakuin di sana waktu itu" Erika terus bertanya-tanya sambil berjalan bolak balik di dalam kamarnya.
"Udah waktunya gue minta bantuan Bintang lagi" Erika menjentikkan jarinya,mengambil tas dan langsung bergegas pergi menuju rumah Bintang.
"Kenapa?Udah dapet?" Tanya Bintang saat Erika baru saja sampai.
"Liat,liat ini.Mereka orang yang sama" Erika memberikan Kameranya. "Apa dia ada hubungannya sama orang yang bunuh nyokap gue?"
"Gak boleh langsung tarik kesimpulan,kita harus pastiin dulu"
"Gue mau denger saran Lo" Kata Erika.
"Saran apanya?"
"Ya saran buat atasin masalah ini"
"Ck!Kasih alamat rumahnya ke Anton" Bintang menunjuk Anton.
"Buat apa?"
"Kasih aja"
"A-anton yang mana?" Tanya Erika sambil memperhatikan satu persatu anak buah Bintang.
"Saya" Anton meraih berkas tersebut.
"Cari dia,Kalau dia ada di rumah sekap dia.Kalau ada di luar rumah bawa dia ke sana(Gedung tua)"
"Baik bos"
"Lo mau ngapain?" Tanya Erika bingung.
"Gue gak mau kasih saran,gue mau langsung bertindak" Bintang berjalan menuju ruangannya dan meninggalkan Erika.
"Apa maksudnya?" Bisik Erika.
***
"Dah sayang!" Ucap Pak Tio kepada wanita yang sudah pergi meninggalkan daerah rumahnya.
Entah apa yang telah mereka lakukan,pak Tio kembali masuk kedalam rumah nya dengan wajah sumringah.
Ia menyenderkan kepalanya di sofa yang berada di ruang tamu dengan ekspresi wajah yang berbinar binar.
Tiba tiba ada sesuatu yang menyentuh puncak kepalanya dari belakang,Pak Tio sedikit terkejut dan perlahan menoleh ke arah belakang.
Matanya terbelalak saat melihat Anton yang sedang menodongkan pistol.Ia sangat gelagapan karena berfikir bahwa mereka berniat untuk merampas harta milik nya.
"Siapa kalian?Kalian mau apa?A-ambil saja,asal jangan lukai saya" Ucapnya.
Mendengar perkataan Pak Tio,Anton semakin menekankan ujung pistolnya.Karena menurutnya mereka jauh lebih berkelas dibandingkan dengan pencuri kelas teri.
"Apa?A-apa yang kamu mau?" Pak Tio berusaha menghindar.
Ia hendak berlari melalui arah sebaliknya,tetapi hal tersebut tidak terjadi karena tiba tiba ada seseorang lagi yang muncul sambil menodongkan pistol yang sama di hadapannya.
Begitu juga dengan arah kanan dan kiri nya yang mulai kedatangan dua orang lagi dengan tangan di pistol mereka yang mengarah tepat di kepala pak Tio.
Kini ia tidak bisa berkutik,ia sudah berpasrah.Pikirnya mungkin detik itu juga ia akan segera menghadap sang pencipta,tapi ternyata salah.Salah satu orang lagi datang membawa tali dan mengikat tubuh pak Tio serta menutup rapat mulutnya.
Kamera Cctv serta kamera dashboard mobilnya sudah di non aktifkan terlebih dahulu sebelum mereka bertindak.
Ada satu pertanyaan yang selalu muncul di kepala dan pikiran pak Tio.
Apa yang mereka mau?