
"Makan yang banyak,lemak Lo pasti udah banyak ke buang gara gara emosi" Bintang memberikan makanan yang ada di piringnya ke piring Erika.
Setelah pergi dari perusahaan Bu Renita,Bintang dan Erika mampir ke salah satu restoran untuk makan terlebih dahulu.Wajah Erika masih sangat kesal karena tidak bisa menerima kekalahan begitu saja.
"Makan nih" Kata Bintang yang masih memindahkan makannya.
"Hei,Lo pikir gue serakus ini?" Erika menatap kesal Bintang.
"Makan yang banyak.Cobain deh" Bintang menjejalkan potongan daging ke mulut Erika.
"Ssstt...Gak mau" Erika membuang muka.
"Yakin Lo gak mau?Ini menu daging paling favorit disini" Kata Bintang mencoba untuk membujuk Erika.
"Masa sih?" Erika perlahan menatap Bintang lagi.
"Aaaaaaa..." Bintang menyuruh Erika untuk membuka mulutnya.
"Awas ya Lo kalo bohong" Kata Erika.
"Aaaaaa..."
Setelah melahap potongan daging tersebut,Erika berhenti mengunyah dan langsung membuka matanya lebar-lebar sambil menatap Bintang perlahan.
"Enak kan?" Tanya Bintang tersenyum.
"Waahhh...." Erika mengambil sumpit yang ada di tangan Bintang dan mulai memakan potongan demi potongan daging sapi tersebut.
"Aiiihh...Mana bisa Lo nolak makanan" Bisik Bintang.
"Ssstt...Makan yang banyak" Erika menganggukkan kepalanya sambil menatap Bintang.
Erika menyantap berbagai menu makanan yang ada di meja.Setelah hampir dua jam akhirnya mereka menghabiskan beberapa porsi makanan tanpa sisa sedikit pun.Lebih tepatnya Erika yang menghabiskan,Bintang hanya memakan beberapa suap saja karena ia sudah merasa sangat kenyang dengan hanya melihat Erika makan dengan ganas.
"Huuuuuhhhhh..." Erika menghembuskan nafas dan menyandarkan tubuhnya di kursi.
"Bahkan tadi Lo gak mau makan" Kata Bintang menatap Erika dengan kesal.
"Siapa yang paksa gue makan?" Tanya Erika yang mendekatkan wajahnya ke arah Bintang.
"Berhubung Lo udah selesai makan,dan suasana hati Lo udah mulai naik lagi gue mau bicara sesuatu sama Lo" Kata Bintang yang meletakkan sendok dan garpu nya di piring.
"Apa itu?" Tanya Erika yang masih memejamkan mata nya sambil bersandar karena sangat merasa kenyang.
"Untuk sekarang singkirin dulu urusan rumah Lo itu" Kata Bintang sambil menyilangkan kedua tangannya di atas meja.
"Apa?" Erika langsung membuka matanya dan menyilangkan kedua tangannya juga di atas meja.
"Masalah rumah Lo,kita singkirin dulu" Kata Bintang lagi.
"Kenapa?" Tanya Erika sinis.
"Kan dari awal gue udah bilang sama Lo,kalau cara ini gagal gue rasa udah gak ada cara lain lagi" Kata Bintang.
"Tapi gue yakin masih ada seribu cara" Erika memaksa.
"Dari keyakinan seribu cara Lo,peluang nya cuma lima persen.Oh bukan,mungkin cuma dua persen" Bintang mengangkat kedua jari tangan kanannya.
"Dua persen.Kalau gue terus berpikir pasti peluangnya bakal jadi lima puluh persen" Erika menatap tajam Bintang.
"Dengerin gue,sesuai kesepakatan kalau gagal kita singkirin masalah ini dulu.Kita lanjut ke permasalahan yang kedua" Kata Bintang.
"Berlian Lo itu?" Bisik Erika.
"sssstt..." Bintang memindahkan kursi nya tepat di samping Erika.
"Dengerin gue lagi.Kalau kita berhasil temuin uang sama berlian itu,gue janji pasti Lo bakal dapet bagian" Bisik Bintang sambil merangkul Erika.
"Bagian?Serius?" Tanya Erika.
"Iyalah,emang gue keliatan bohong?" Tanya Bintang. "Lagi pula sebenarnya bokap gue juga gak butuh itu,dia cuma mau apa yang jadi miliknya tetep punya dia dan gak boleh direbut orang lain.Sekecil apapun nilainya" Bisik Bintang.
"Kenapa?" Tanya Erika.
Bintang mengalihkan pandangannya sebentar dan kembali berbisik lagi kepada Erika.
"Mafia gak boleh ada yang rusak harga dirinya.Kalau ada yang rusak harga dirinya,dia pasti di anggap remeh" Bisik Bintang.
"Kenapa bisa gitu?" Tanya Erika kebingungan.
"Kakek gue dulu ketipu dan barang nya di bawa kabur.Bayangin aja apa Yang ada di pikiran orang lain kalau tau seorang pemimpin Mafia di tipu?" Bintang menatap Erika.
"Iya juga sih,Misalkan gue tau kalau Lo di tipu.Pasti gue bakal berfikir kalau Lo itu bodoh" Erika menyentuh kening Bintang dengan telunjuk dan sedikit mendorong nya sambil tertawa.
"Jangan ketawa" Kata Bintang datar.
"Oke" Erika langsung menghentikan tawanya dan bersikap normal.
"Kalau Lo dapet bagian,Lo bisa beli rumah yang lebih mewah dan lu juga bisa beli apapun yang Lo mau" Bisik Bintang.
"Kalo menyangkut dengan uang,gue setuju" Erika mengepalkan tangannya dan memukul dada Bintang dengan sangat pelan tanda setuju.
"Astaga matre nya anak yang satu ini" Bisik Bintang.
"Gue bukan anak lo.Satu hal yang perlu gue kasih tau,jangan pernah bilang kalo gue ini matre.Siapa sih di dunia ini yang gak suka sama uang?Bahkan Lo yang udah kaya raya aja masih butuh uang kan?" Erika menunjuk wajah Bintang dengan tegas. "Apalagi gue yang dari kecil hidup susah.Sekarang udah dewasa gue selalu stres karena uang,sekarang udah ada peluang bagus kenapa juga harus gue sia siain?" Tanya Erika dengan bicaranya tanpa henti.
"No comment" Kata Bintang singkat sambil menutup mulut layaknya menutup sleting.
Mendengar jawaban Bintang,Erika langsung terdiam dengan wajah datarnya yang terlihat sangat jengkel.
"Kita harus cepet temuin uang dan berlian nya" Bisik Erika yang mendekatkan wajahnya sambil menatap tajam Erika.
"Waaaah...Sekarang Lo yang sangat berambisi" Erika tersenyum menatap Erika.
"Secepatnya" Bisik Erika. "Biar gue bisa secepatnya juga pergi jauh dari rumah lo dan berfikir seakan-akan gue belum pernah tau rahasia Lo" Lanjutnya.
"Gak usah buru buru juga kali" Bintang menggoda.
"Gue gak mau ya,kalo harus ikut campur urusan Lo lebih jauh lagi" Erika menunjuk Mata Bintang dengan garpu nya.
"Yaudah,Lo boleh pergi jauh" Kata Bintang.
"Hmmm,emang gue bakal pergi jauh.Sejauh jauhnya" Erika menganggukkan kepalanya.
"Sejauh apapun Lo pergi,gue pasti ada dibelakang Lo.Entah itu gue sendiri,ataupun orang orang gue" Bintang tersenyum menyeringai.
"Apa maksud Lo?" Wajah Erika mulai datar lagi.
"Siapa tau di tempat yang jauh itu Lo cerita tentang gue ke orang lain,kan gak ada yang tau" Bintang mengernyitkan dahi nya.
"Hei,emang muka gue keliatan suka urusin urusan orang lain?" Tanya Erika sambil menunjuk wajahnya sendiri.
"Emmm..dikit sih" Kata Bintang.
"Ayo pergi,gue gak mau kalo harus makan lebih banyak lagi disini" Erika memotong pembicaraan dengan wajah kesal sambil langsung mengambil tas nya dan berjalan keluar restoran mendahului Bintang.
Sementara Bintang hanya tertawa puas melihat ekspresi wajah Erika yang sangat kesal dengan segala ucapan yang keluar dari mulutnya.
Kemudian setelah Bintang membayar semua makanan nya,Mereka langsung kembali menuju markas untuk beristirahat sejenak dan menyusun rencananya yang lain.