ANDROMEDA

ANDROMEDA
Episode 7



@@@-


Jam pelajaran selesai. Bobby segera bergegas keluar untuk kerumah Jinan tapi seketika langkahnya terhenti di depan kelas 3-1, dia melihat dari jendel sambil menunggu seseorang keluar.


“Yura” panggil Bobby saat gadis itu keluar bersama Nami dan Jinu.


“Rambut Mie, ada apa?” jawab Yura. Nami dan Jinu melihat Bobby dengan tatapan aneh


“Aku ingin menjenguk Jinan, kau mau ikut?”


“Iya aku ikut!” Yura yang tadinya terlihat malas seketika bersemngat


“Aku juga ikut” Nami dan Jinu bersamaan.


“Kalau begitu, kita pergi sekarang sebelum langit mulai gelap” Bobby dan yang lainnya langsung pergi.


-@@@-


Jinan sedang bermain dengan robot kecil buatan Hyungnya yang diciptakan untuk menemaninya. Robot kecil berbentuk anjing itu bernama BANG. Sesekali Jinan tertawa melihat tingkah konyol robot tersebut. Berdiri bahkan bisa berjoget.


“Hahahaha hentikan Bang, itu menggelikan hahahaha” gelak tawa Jinan saat telapak kakinya di gelitik2, kemudian robot itu mengusal di kaki Jinan.


Ting tong!! Ting tong!!


“Siapa yang bertamu?” gumam Jinan lalu menggendong Bang dan bergegas menuju ruang tamu. Dia melihat layar kecil di sisi pintu untuk melihat tamunya.


“Siapa?” tanya Jinan “WOAAAAH!!” Jinan bejimbul dan hampir melempar Bang saat melihat penampakan seseorang dengan menutupi seluruh wajahnya dengan kupluk. “Si...si...siapa kau!” tanya Jinan


“Ini Aku! *Bobby membuka kupluknya sambil menyeringai


“SHIT! DASAR ORANG ANEH!” kesal Jinan


“Cepat buka pintunya! Aki sudah tidak tahan!” teriak Bobby sambil merekatkan pangkal pahanya


“Hai Jinan Ssi, ini aku” Yura yang mendorong Bobby hingga tersungkur.


“Yu... Yura?” Jinan melihat penampilannya yang hanya menggunakan kaus dalam dan boxer “Aissh!! Tunggu sebentar!” Dia  langsung bergegas ke kamarnya memakai kaus dan celana panjang.


CEKLEK!!


Jinan membuka pintunya, belum sepenuhnya seseorang langsung mendorongnya dan masuk begitu saja dengan terburu-buru, beruntung Jinan ti berada di belakang pintu, kalau tidak bisa terjepit di tembok.


Masuklah”


Yura masuk bersama Nami dan Jinu setelah dipersilahkan oleh Tuan rumah.


“Uh kalian juga ikut?” Jinan namun tak respon karena mereka bertiga begitu terpukau melihat rumah yang begitu luas dengan ukiran bergaya eropa ditambah kombinasi warna crem dan coklat.


“KIM JINHWAN!! DIMANA TOILETNYA!!” teriak Bobby membuat semuanya terkesiap tak lama sosok Bobby datang. “Antarkan aku ke toilet!” lalu menarik tangan Jinan


Mereka yang melihat tingkah Bobby hanya tercengang. Bobby terus menarik Jinan yang tak bersuara sama sekali. “Rumahmu terlalu besar, aku bingung mencari toillet. Dimana? Aku sudah tidak tahan! Sudah diujung tombak nih!” tegas Bobby. Karena tidak juga direspon Bobby kesal dan menoleh.


“MWOYA!!!?? Kenapa k... K.... Kau? *celingukan* mana Jinan?” tanya Bobby yang malah mendapati Jinu.


“JINAAAAAN TOILEEET!!!” Teriak Bobby yang sudah benar-benar tidak tahan, wajahnya hampir menangis


“LURUS LALU BELOK KANAN!” jawab Jinan. Bobby lari secepat kilat sampai membuat Jinu berputar dan beberapa lampu duduk tiangnya bergerak.


-@@@-


Bobby, Yura, Nami dan Jinu sedang duduk asik menikmati makanan yang dibawakan oleh Jinan beserta minuman soda. Mereka makan dengan nikmatnya terutama Bobby dan Jinu yang sesekali berebut.


Jinan menatap mereka dengan perasaan miris “Kalian kelaparan?”


Mereka berempat berhenti. “Aku belum sempat makan dari siang” jawab Bobby lalu melanjtkan makannya.


“Lalu, mau apa kalian kesini?” pertanyaan Jinan kali ini langsung membuat mereka benar-benar berhenti makan.


“Setelah kejadian kemarin, hari ini kau tidak masuk jadi aku khawatir, kalau kondisimu parah” jawab Bobby


“Iya, kenapa? A iya, darimana kalian tahu rumahku?” Yura, Nami dan Jinu langsung menunjuk Bobby, lah Bobby menunjuk dirinya sendiri.


“Aku mendapatkannya dari Hyungmu”


Jinan mengangguk. TIT BIP CEKLEK!! Terdengar suara pintu di buka. Mereka berempat menoleh ke arah yang sama. Semua penasaran dengan seseorang yang membuka pintu kecuali Jinan.


“Oh ternyata lagi ada tamu” ucap Joon Hyuk sambil mengukir senyum


“ANNYEONG HYUNG! YO WASSUP BRO! KITA BERTEMU LAGI!” ucap Bobby dengan ala-ala rappernya dengan rambut kritingnya menjuntai-juntai menutupi matanya. Jinan meringis sambil melirik ke Hyungnya.


Joon Hyuk hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya “Kau punya teman yang sangat unik” bisiknya pada Jinan sambil menepuk bahunya.


“Kalau begitu, silahkan lanjutkan perbincangan kalian.. Dah Bobby” Pamit Joon Hyuk kemudian pergi ke kamarny.


Yura dan Nami tak mampu menyapanya, keduanya menatap Joon Hyuk tak berkedip dan terbius oleh ketampanannya hingga pria itu tak terleihat dari jangkauan mereka.


“Tampan” Nami


“Sangat-sangat tampan” Yura


Jinhwan, Jinu dan Bobby menoleh bersamaan ke arah 2 gadis itu. PLETAK! PLETAK!! Bobby menjitak kepala mereka satu-satu.


“AAARGH!” rintih keduanya bersamaan.


“Apaan sih Bob, Sakit tahu!” ucap Nami


“Iya, mengganggu imajinasiku saja” Yura


“Imajinasi apa?” tanya Bobby, Jinu, Nami bersamaan. Jinhwan hanya melempar tatapan curiga


“A... Aniyo, rahasia” jawab Yura gugup dengan wajah tersimpu malu.


“Hei, kau bekhayal jorok ya?” celetuk Bobby sekenanya


Yura membulatkan matanya dan ingin sekali melempar kaleng minuman kosong ke wajahnya “Apa kau bilang huh! Sembarangan saja kalau bicara”


“Sudahlah jangan berkelahi. Ada orang yang sedang sakit disini” ucap Jinan


“Oia, Kau harus tahu Jinan Ssi. Kemarin saat kau tidak ada di kelas *melirik Yura* Gadis itu terlihat sangat cemas dan panik, sampai dia izin keluar untuk mencarimu dan memintaku untuk membantunya. Sepertinya... Kim Yura menyukaimu”


“EKHEM! UHUK UHUK” Nami ikut menggoda Yura. Jinu hanya fokus ngemil


“YAK!! K...kau ini bicara apa huh! Je...jelas saja aku panik, dia pergi bersama geng Mino dan tidak kembali lagi, ditambah mendapati geng Mino dalam kondisi penuh memar seperti habis berkelahi. Jelas saja aku panik. Jinhwan juga teman sekelasku, Ah bicaramu itu benar-benar berlebihan” jelas Yura sadikit menahan gugupnya dengan jantung yang berdegup tidak karuan


“Bagaimana kalau aku yang tidak ada?” kini Jinu yang bersuara. Seketika suasana hening.


“Uh it...itu...hmmm...hmmmm tentu saja aku juga akan melakukan hal yang sama” jawab Yura dengan wajah yang pink saat ini.


Jinan hanya tersenyum sambil memggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Mereka berlima berbincang lama hingga tak terasa waktu sudah gelap.


“Baiklah Jinan, Kami pamit pulang dulu ya” Bobby


“Terima kasih atas jamuannya” Yura yang diiringi anggukan Nami dan Jinu


“Hmmm terima kasih kalian sudah menjengukku”


“Oia sampaikan salamku pada Prof. Lee ya *Bobby mendekat pada Jinan* Oia boleh tidak aku memanggilnya Hyung” pintanya


“Tidak boleh! Dia Hyungku” tegas Jinan membuat wajah Bobby ditekuk.


Merekapun pamit dan pergi tapi Jinan menarik lengan Yura yang berjalan terkahir. Gadis itu berbalik.


“W...wae?”


“Terima kasih, karena kau sudah mencemaskanku” ucap Jinan sambil tersenyum


“Hmmm.. Besok, kau harus berangkat ke sekolah ya! Aku tunggu” pesan Yura membalas senyumnya. Jinan mengangguk. Yurapun pergi menyusul teman-temannya.