ANDROMEDA

ANDROMEDA
Episode 13



Hanbin mendapatkan video call dari Ayahnya, tapi dia enggan untuk menjawab sampai akhornya dia mendapatkan sebuah video dari ayahnya.


"Apa ini?" ucapnya, seketika matanya membulat saat melihat Bobby dan Jinan diikat.


"Hallo putraku Kim Hanbin, lihat kejutan apa yang ayah berikan padamy? Kau kira kau bisa melakukan apa yang kau inginkan? Ayah lebih pintar darimu. Lihat *mengarahkan cameranya ke Bobby dan Jinan yang masih pingsan* kedua temanmu yang menyelamatkanmu waktu itu kan? Sekarang... Apa kau akan membalas budi pada mereka? Datanglah sebelum Ayah mengirimkan mereka ke Tuan Dong Ill. HAHAHAHAHAHA!"


Video tersebut berakhir "AAARRRGHH SIAL!! KENAPA AYAH SEKEJAM ITU!" Hanbin segera pergi ke gedung yang tidak asing lagi baginya. Hanbin membawa pistol yang diambilnya dari ruang privasi ayahnya.


Senyuman sinis terukir di wajahnya "Ayah, aku akan mengakhiri semuanya" ucapnya lalu bergegas pergi.


-@@@-


Tuan Han berjongkok di hadapan Jinan, tak lama Jinan tersadar tapi... Matanya sedikit aneh.


"Uh, A... Apa itu!?" teriak Tuan Han terkejut


Jinan menyeringai "Apa kabar Tuan Han Tae Jun. Kau masih ingat aku?"


Bobby merinding mendengar suara Jinan yang terdengar aneh. "Ji...jinan, ka... Kau tidak apa-apakan?"


JEPRAT!! Jinan memutuskan tali pengikatnya. Semuanya terkejut terlebih lagi Bobby yang merasakan sesuatu di tubuh Jinan.


"Si... Siapa kau huh!"


Jinan mencekik Tuan Han dan mengangkatnya hingga keatas. "WOAAAAHHH!!! KE....KENAPA BISA!!" BRUK! Bobby pingsan.


I"KENAPA KALIAN DIAM HUH! CEPAT SERANG BOCAH ITU!" Teriak Tuan Dong Ill


BUGH, BRAK! PRAK!! Semua kayu yang digunkan untuk memukul tubuh Jinan, hancur.


"Si... Siapa kau!?" tanya Tuan Dong Ill ketakutan


BRUGH!! Jinan melempar Tuan Han hingga terpental ke tembok membuat temboknya hancur.


Jinan menyeringai "Kau tidak mengingatku Tuang Kang Dong Ill!?"


Tuan Kang Dong Ill melangkah mundur, tiba-tiba anak buahnya langsung menyerang. Dengan sensor otomatis Jinan langsung menangkis mereka dengan sekali serangan, semua terlempar.


"Si...siapa kau sebenarnya? Ja...jangan dekati aku!"


Jinan menyeringai dan langsung mencekik Tuan Dong Ill tapi tiba-tiba Tuan Han menempelkan alat setrum ketubuh Jinan.


DDRRRRRRTTTTT!!! "AAAARRRGGHHH!!!" PSUUUUTTT...Jinan langsung lemas dengan asap keluar dari bagian tubuhnya. BRUK! Jinan terkulai lemas.


"Jinan!" teriak Hanbin yang baru saja datang tak lama Joon Hyuk dan Kihyun datang.


Mereka menghampiri Jinan begitu juga dengan Bobby, tapi anak buah tuan Han dan Tuang Kang malah menyerang, Bobby dan Hanbin langsung melawan.


"Kihyun, bantu aku" Joon Hyuk membuka tubuh Jinan


"Kau yakin Hyung?"


"Sudah jangan banyak bicara!"


Kihyun segera membantu Joon Hyuk memasang sesuatu. Setelah selesai. Jinan kemballi berdiri tanpa pakaian.


"A...Apa yang terjadi pada Jinan!? Kenapa..."


"Dia itu setengah robot!" teriak Bobby yang sadar begitu cepat


Jinan langsung mencekik Tuan Han dan Tuan Kang dan berusaha melemparnya dari atas.


"Kalian tahu, berbulan-bulan aku menderita! Tubuhku yang kalian rusak membuatku seperti ini! Tidak sempurna! Tidak hanya aku. Tapi, orang-orang yang sudah menjadi korban kalian membuat keluarganya menderita!" tegas Jinan sambil menangis


"Hyung, Apa yang sebenarnya terjadi pada Jinan?" tanya Bobby


"Ini semua salahku, kalau saja aku bisa menjemputnya tepat waktu. Dia tidak akan menderita"


~Flashback On~


Bandara Incheon


Jinan telah menyelesai S2nya dengan lulusan terbaik di Harvard.


"Huuaaaah akhirnya, aku bisa kembali ke negera asalku" ucapnya dengan bahagia. Sambil menunggu jemputan Hyungnya.


Melihat ada mangsa, 2 orang menghampiri Jinan.


"Tuan, kami disuruh untuk menjemput anda"


"Hyung meminta kalian menjemputku?" ("Aneh sekali, Hyung tidak pernah menyuruh orang lain untuk menjemputku" batin Jinan)


"Kenapa? Anda tidak percaya? Kakak anda sedang ada pertemuan jadi meminta kami untuk menjemput anda"


"Hmmm begitu, baiklah" Jinanpun naik tapi baru melangkah masuk, seseorang membekapnya hingga membuatnya pingsan


-@@@-


Jinanpun sadarkan diri, tapi, dia berada disebuah ruangan dengan lampu di hadapannya. Dilihatnya beberapa orang yang menggunakan masker dan pakaian khas dokter bedah.


"Di...dimana aku! Si...siapa kalian!" teriak Jinan yang bangun dan hendak turun dari ranjang tapi beberapa orang langsung memeganginya dan menidurkannya.


"YAK!! LEPASKAN AKU!!" Jinan mencoba memberontak.


"Hahahaha, ternyata kau orang yang jenius ya? Waaah otakmu akan ku jual mahal, lebih mahal dari organ-organ tubuhmu" Ucap Tuan Kang


Jinan merekatkan kedua giginya berusaha untuk melepaskan diri tapi nihil. "Lakukan sekarang" titahnya


2 orang dokter bedah langsung menyasat tubuh Jinan tanpa bius.


"AAAAARRRRRRGGGHHHH!!!!" Jinan mengerang kesakitan.


BUGH! Jinan berhasil membuat dokter tersebut tersungkur dengan kekuatan seadanya dia mencoba meloloskan diri tapi saat keluar pintu, Tuan Kang, menusuk perut Jinan berkali-kali hinga darah berhambur dilantai


"HAHAHAHA" Gelak tawa para penjahat tersebut bergema


Jinan berusaha bangun dan dibiarkan kabur.


"Biarkan saja, aku yakin. Dia tidak akan bertahan hidup" ucap Tuan Kang.


Jinan melangkah gontai dia mencoba mengambil ponsel di sakunya.


"Hyung... To....long...a...ak..."


"Hallo! Jinan! Jinan kau ada dimana! Apa yang ter..."


Joon Hyuk yang sampai di bandara dan sudah tidak mendapati adiknya hanya menwmuka syal pemberiannya di tepi jalan.


Terus dan terus mencoba berkeliling menjelajahi sebagian kota incheon hatinya gelisah dan kacau.. "Shit! Ini semua karena aku!" umpatnya matanya terus melihat ke kanan dan kiri hingga melihat ada beberapa orang berkumpul.


Joon Hyuk menepikan mobilnya dan segera keluar. Betapa terkejutnya melihat kondisi adiknya yang benar-benar mengerikan. Beberapa orang mual-mual dan hampir muntah, jelas saja bau darah yang menyeruak walaupun di alam bebas.


Shock! Itulah yang dirasakan Joon Hyuk sambil memeluk adiknya "Jinan, mianhae... Jeongmal mianhae..." ucapnya sambil menangis.


"Siapa yang sudah melakukan ini padamu, dasar biadap!! AAAAAAAAAARRRRRGGGG!!!!" teriak Joon Hyuk.


"Uhuk!" Jinan batuk dan Joon Hyuk langsung menutupi tubuh Jinan dengan blazer yang dipakainya, dibungkus kemudian di masukan ke dalam mobil.


"Hyung" ringkihnya.


"Kau harus bertahan! Harus bertahan!!" teriak Joon Hyuk sambil menangis.


~Flashback Off~


"Aku benat-benar salut padanya, dia bisa bertahan hingga sampai di lab, aku tidak pikir panjang. Beberapa organ tubuhnya rusak dan aku membuat organ tubuh buatan dan di tempelkan menjadi satu, yah... Dan aku berhasil melakukannya. Aku mencoba membangunkannya tanpa tombol aktif atau non aktif karena Jinan masih bisa mendengar"


"Aku memberinya nama Andromeda"


"J... Jadi... Di...dia seorang mahasiswa S2!?" ucap Bobby dengan suara hebohnya


Sementara Jinan siap untuk melempar 2 pria tersebut dengan kemarahan yang memuncak.


"JINAN! HENTIKAN! BIARKAN MEREKA MENDAPAT KEADILAN YANG SETIMPAL, JANGAN BUNUH MEREKA. KAU AKAN MENJADI PEMBUNUH!" Joon Hyuk


Jinan menatap tajam Joon Hyuk lalu menyeringai "Apa!? APA KAU BILANG HYUNG!! JANGAN MEMBUNUH MEREKA! KAU TAHU BETAPA MENDERITANYA AKU! SAMPAI SAAT INI AKU MASIH MERASAKAN BETAPA SAKITNYA TUBUHKU YANG DIRUSAK TANPA AMPUN! DALAM KEADAAN SADAR! *Jinan menangis* tubuhku tidak sempurna ini semua karena mereka, kalian tidak merasakannya kan? Aku tidak peduli, AKU INGIN MEREKA MATI!!"


"JANGAAAN!!!"


BRAAK!!! Jinan melempar Tuan Kang dan Tuan Han dari atas gedung.


BRUK!! Jinan terduduk lemas sambil menangis terisak. Joon Hyuk menghampiri dan memeluknya erat.


Hanbin terduduk lemas menyaksikan kematian ayahnya. "Semoga kau tenang disana Ayah"


Bobby memeluk Hanbin. BRUK!! Jinan tidak sadarkan diri, bagian tubuhnya panas seperti terbakar.


"Hyung!" Kihyun


"Kita bawa ke lab!" Joon Hyuk langsung membawa lari Jinan.


Bobby dan Hanbin tak sempat bertanya dan langsung ikut bersama mereka.


-Lab-


Joon Hyuk membuka kerangka robot yang melekat di tubuh Jinan. Keluar asap dan beberapa motor servo (pengganti otot) rusak.


"Detak jantungnya normal, itu tandanya Jinan baik-baik saja" ucap Joon Hyuk


"Dia benar-benar orang yang hebat! Aku salut padanya dan iri" Kihyun


Mereka memperbaiki Jinan cukup lama hingga selesai. Joon Hyuk merangsangnya untuk membuka matanya.


"Jinan, kau dengar Hyung?" bisiknya


Jinan membuka matanya, dia menatap langit-langit lalu berusaha bangun dibantu Kihyun.


"Hyung, apa aku baik-baik saja?"


Joon Hyuk tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca lalu memeluk erat adiknya "Kau hebat! Kau kuat! Itu sebabnya kau bisa mengendalikan alat itu dan kau baik-baik saja"


-@@@-


Sementara itu, Bobby ikut bersama Hanbin ke Apartemenya. Karena penuh luka di wajah mereka bahkan seragam Bobby sobek.


"Woah, ini apartementmu!? Besar sekalee!!" hebring Bobby


Hanbin menatap datar "Kau tidak pernah melihat tempat sebesar ini?" tanyanya sambil mengambil minuman kaleng dingin dan kotak obat.


"Rumah Jinan, juga besar" jawabnya


"Ini, obati lukamu" Hanbin melempar minuman tersebut dan memberikan kotak obat. "Aku ingin ganti pakaian.


Bobby mengobati lukanya sambil melihat cermin, sembari menunggu Hanbin.


"Oia, kenapa kau bisa tertangkap oleh Ayahku?" tanya Hanbin yang baru keluar dari kamarnya


"Aku sedang berjalan menuju halte bus tapi... Tiba-tiba ada mobil berhenti disampingku. Awalnya aku ragu untuk berhenti tapi ternyata seseorang turun dan menanyakan alamat padaku. Saat aku sedang memberikan petunjuk, seseorang membekapku dari belakang setelah itu... Aku sadar sudah ada di gedung itu"


Hanbin hanya menangguk dan suasana hening. "Hanbin, kau tidak ingin... Menguburkan ayahmu dengan layak?" tanya Bobby sedikit hati-hati


Hanbin menatap kosong. "Sejahat apapun ayahmu, dia tetap ayahmu jadi berikanlah tempat peristirahatan yang baik padanya" Bobby menepuk bahu Hanbin.