ANDROMEDA

ANDROMEDA
Kembali



Hans memandang wajah Helena.


"Helena, kemana saja kau selama ini?" Tanyanya.


"Maafkan aku, Hans. Aku perempuan bodoh. Aku berdosa pada kalian. Aku tak pantas untuk dimaafkan!" seru Helena. Buliran bening tiba-tiba menetes di pipinya.


"Sudahlah. Jangan kau ungkit lagi masa lalu itu. Yang terpenting sekarang kau sudah menyadari kesalahanmu dan kembali pada keluargamu," ucap Hans.


"Kau mau menerimaku kembali?" Tanya Helena.


"Tentu saja. Aku sangat menantikan hari ini tiba," ujar Hans sambil menyeka air matanya.


"Oh ya, bagaimana kau bisa mengalami kecelakaan?" Tanya Hans.


"Entahlah. Yang kuingat saat itu aku akan menyeberang. Aku yakin sekali saat itu lampu lalu lintas berwarna merah. Saat aku menyeberang, tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang ke arahku. Aku tak bisa menghindar. Aku pingsan waktu itu. Saat aku sadar, aku sudah berada di rumah sakit. Semuanya terlihat gelap. Dokter mengatakan akibat kecelakaan itu aku harus kehilangan penglihatanku," ungkap Helena.


"Kau tahu siapa yang menabrakmu?" 


"Sebelum mobil itu menabrakku, aku sempat melihat pengemudinya. Pria itu adalah pria yang memesan baju pertunangan di butik milik Nyonya Joyce."


"Baju pertunangan?" 


"Ya. Aku bahkan masih ingat nama pria itu. Gib...GIb. Ya. Namanya Gibran."


Hans tersentak. "Gibran? Apakah dia yang telah menabrak Helena?" gumamnya.


"Hans, bagaimana dengan Nadine putriku? Dia pasti sudah besar."


"Nadine tak lama lagi akan bertunangan."


"Bertunangan? Sungguh?" Tanyanya dengan raut wajah berseri.


"Tapi sepertinya pertunangan itu harus gagal. Calon tunangannya kini mengalami amnesia. Gibran, pria yang menabrakmu. Dia lah calon tunangan Nadine."


"Astaga! Jadi, Gibran adalah calon tunangan putriku?" Tanya Helena.


Hans menganggukkan kepalanya.


"Hubungan mereka rumit dan selalu dan selalu dipenuhi masalah."


"Aku ingin sekali memeluk Nadine. Namun aku tak yakin ia mau memaafkan dan menerimaku kembali."


"Gadis itu mungkin sekarang dalam perjalanan ke New York," ucap Hans.


"New York?"


"Beberapa waktu yang lalu ia sempat pergi kesana saat hubungannya dengan Gibran bermasalah. Aku sempat menjemputnya namun ia menolak saat kuajak pulang. Hingga akhirnya Gibran mengalami kecelakaan, aku memintanya untuk segera pulang. Tapi sekarang ia memutuskan untuk kembali lagi kesana."


Helena menunduk. Ada sebuah perasaan bersalah yang tiba-tiba hinggap. 


"Mari kita pulang sekarang," ucap Hans. Is beranjak dari duduknya kemudian menggandeng tangan Helena. Namun Helena tak bergeming.


"Mengapa kau diam?" Tanyanya.


"Aku tak memiliki keberanian untuk menemui ibu. Kau tahu, dari dulu ibu tak pernah menyukaiku," ucapnya penuh kesedihan.


"Dimana Nyonya Joyce? Apa ia masih disini?" Tanyanya.


"Ya. Dia ada di dalam mobilnya," jawab Hans.


"Aku ingin berbicara padanya. Kau bisa mengantarku kesana?"


Keduanya pun lalu mendekat ke arah mobil Joyce. Hans lalu mengetuk pintu mobil itu.


Joyce membuka pintu mobilnya.


"Helena ingin berbicara denganmu. Kau bisa turun sebentar?" Tanya Hans.


Joyce mengangguk dan bergegas turun dari mobilnya.


" Ada apa, Helena?" Tanyanya.


Helena tak menjawab. Ia justru menghambur ke pelukan Joyce.


"Terima kasih atas kebaikanmu, Nyonya. Tuhan yang akan membalasnya," ucapnya dengan mata sembab.


"Aku hanya melakukan yang seharusnya aku lakukan," ucapnya.


"Aku memutuskan untuk kembali pada keluargaku," ucapnya.


Tiba-tiba Joyce merasa dadanya begitu sesak. Ia tak dapat membohongi dirinya jika selama ini ia menaruh hati pada Hans. Namun tampaknya ia harus memendam rapat-rapat perasaannya.


Hans masih begitu mencintai Helena meskipun perempuan itu pernah begitu dalam membuatnya terluka. Dan keduanya masih suami istri yang sah. Joyce tak mungkin merusak ikatan itu.


"Kau sudah mengambil keputusan yang benar, Helena. Aku turut bahagia jika kau bahagia," ucap Joyce.


Hans dan Nadine kemudian berlalu dari hadapan Joyce. Sementara Joyce hanya bisa memandang keduanya semakin menjauh.


Bersambung….


Hai kak, kemarin ada yang tanya visual tokoh di novelku ya. Mulai episode ini author akan menampilkan visual tokoh agar kakak lebih menghayati dalam membaca karyaku. 


Jangan lupa dukung terus karyaku ya..


Tinggalkan like, komen positif, fave dan hadiah. Sekecil apapun dukungan yang kakak berikan pada author, author akan sangat berterima kasih.😍😍


Vi



Visual: Hans



Visual: Helena



Visual : Joyce