
-Lab-
Joon Hyuk melihat jam tangannya sejenak kemudian kembali membuat sketsa kerangka. Kihyun yang habis keluar datang membawa 2 cup copi lalu menghampiri Prof. Lee. Matanya menatap sebuah kertas yang sedang dilukis menjadi sebuah kerangka robot.
“Kopi Hyung *ucapnya sambil memberikan satu cup* Oia bagaimana hari pertama Jinhwan di sekolah barunya??” tanya Kihyun sambil menyeruput kopinya
“Dia sangat kesulitan bahkan dia hampir melukai melukai temannya” jawabnya masih fokus dengan pensilnya.
“Lalu, apa dia baik-baik saja. Memang apa yang terjadi?”
Joon Hyuk tak langsung merespon karena sedikit lagi selesai “Dia dibuli beberapa teman sekelasnya”
BUUURRT...!!! Kihyun menyemburkan kopi yang diminumnya “Di...dibuli!? Hahahaha kenapa seorang Jinhwan bisa dibuli!?” Tawa Kihyun meledak
PLETAK!! Joon Hyuk menjitak Kihyun “Jangan mentertawai adikku, kau juga belum tentu bisa mengendalikan mode emosimu kan?” ucapnya sambil suduk meneguk kopinya
“Lalu bagaimana kondisinya? Apa ada bagian tubuhnya yang terluka?” Kihyun sambil duduk di dekat Joon Hyuk
“Tidak ada hanya sedikit trouble dengan kontrol denyut jantungnya” *melihat jam tangannya lagi* “Oia hari ini aku pulang lebih awal karena ingin membuat beberapa kerangka robot yang baru”
“Kenapa tidak disini saja? Tempatnya lebih luas”
“Aku ingin sendiri. Oia Kau jemput Jinhwan di sekolahnya ya. Kira-kira jam... *melihat jam tangannya* Jam 4 sore. Bawa dia pulang dengan selamat ya” tegasnya
“Siap!”. Joon Hyuk bergegas menaruh jas labnya dan ganti dengan jaket lalu pulang.
-School-
Jam istirahatpun habis, bahkan pelajaran sudah di mulai 10 menit. Yura cemas melihat bangku Jinan yang kosong.
“Kemana dia, Apa yang terjadi? Mino dan kawan-kawannya juga...” Yura dan seisi kelas terkejut melihat Mino and the geng datang dengan luka di wajah dan tangan diperban.
“Hei! Kalian bertiga! Darimana saja huh! Sudah datang terlambat, wajah dan badan penuh luka. Apa kalian berkelahi huh!?” bentak Kang Joon Sam
“Ma...maaf Sam, ka... Kami habis dipukuli oleh...” Mino menghentikan ucapannya karena ancaman Jinan agar tidak memberitahunya.
“Keluar dari sini dan berdiri di depan kelas sampai pelajaran berakhir! CEPAT!!”
“Ta... Tapi Sam kondisi kami sedang ti... BROOOOT...! Tiba-tiba suara buang angin meledak, semua mata menatap Mino.
“Aaa perutku mulas, KYAAA!!! Aku pamit ke toilet sam!” Mino lari karena sudah tidak tahan, tidak hanya itu kedua temannya pun sakit perut dan segera ke toilet.
“Ada apa dengan mereka? Lalu kemana Jinan?” Yura semakin cemas dan memutuskan untuk mencarinya di markas Mino and the geng.
“KANG SAM! *mengacungkan tangannya* Aku izin ke toilet” ucap Yura
“Iya silahkan”. Setelah Sam memersilahkan Yura segera bergegas menuju markas yang merupakan gudang di belakang sekolah. Sampao disana nihil! Jinan tidak ada yang ada hanya makanan sisa.
“Apa mereka sakit perut karena pbat yang diberikan Jinan? Hahahaha jangan-jangan obat penguras perut. Tapi, dimana Kim Jinhwan” Yura mencoba menemuo Bobby tapi... Dia tidak tahu di kelas yang mana.
Yura menwlusuri setiap ruang kelas 3 sambil melihat ke jendela hingga berhenti di kelas 3-3. Dilihatnya si rambut mie yang sedang asik tidur di saat pelajaran berlangsung. Yura melihat Kwon Yul Sam yang mengajar dikelas tersebut, lalu memberanikan diri untuk masuk.
“Permisi Sam” ucap Yura di ambang pintu
Kwon Yul Sam menoleh “Uh iya, ada apa?”
“Bisakah aku memanggil temanku, ada hal penting yang harus aku lakukan padanya. Sam”
“Iya boleh, siapa temanmu?”
“Si rambut mie” Yura keceplosan* Oh maksudku, pria di pojok sana” tunjuk Yura ke arah Bobby
Kwon Yul Sam menggelengkan kepalanya melihat kelakuan siswa yang satu itu. Ya sudah biasa bagi setiap guru melihat Bobby tidur saat pelajaran berlangsung, ditegurpun tetap seperti itu.
PLETAK!! Sebuah penghapus melayang tepat di kepalanya “YAK! SIAPA YANG BERANI MENGGANGGU KENIKMATANKU!” teriaknya seperti kebakaran jenggot sambil berdiri.
“AKU!!” Jawab Kwon Yul Sam, Bobby langsung menciut sambil memerlihatkan barisan giginya “Kenapa!? Kau tidak terima huh! Mau ku hukum!?” jelas Kwon Yul Sam
“A...aniyo Sam, Maaf hehehe” jawabnya sambil mengatupkan kedua tangannya lalu melirik ke siswa yang berdiri di samping Sam, mata Bobby membulat melihat tatapan tajam Yura.
“Temanmu, mencari. Keluarlah!” perintah Kwon Yul
“Baik Sam, permisi” Bobby berjalan miring seperti kepiting saat melewati Samnya. Dan segera pergi keluar.
-@@@-
“HUAAAAMM NYAM...NYAAM..., Ada apa mencariku?” tanya Bobby sambil menguap dan mengusap sudut-sudut bibirnya yang sedikit basah.
“ Kau tahu dimana Jinan?”
“WHAT! TO THE WHAT! GAWAT! Si kecil hilang!? Tidak ada dikelas!? Lalu kemana?” hebring Bobby yang sampai muncrat-muncrat ke wajah Yura
“YAK!! KAU JOROK SEKALI!! BISAKAH BICARA PELAN-PELAN!” teriak Yura sambil mengusap wajahnya
“Maaf hehehe aku terkejot. Sejak kapan Jinan tidak ada dikelas?”
“Diia tidak ada dikelas setelah jam istirahat sampai sekarang. Aku sudah mencarinya ke gudang belakang sekolah tapi tidak ada” jawab Yura yang begitu cemas se cemas cemasnya
“Sepertinya kau begitu mengkhawatirkannya. Apa kau menyukai Jinan?” tanya Bobby hati-hati
“Ti...tidak! A...aku hanya cemas karena... Hmmmm karena Jinan teman sekelasku!” Yura gugup
“A begitu ya? Hmmm sebelumnya apa yang dilakukan Jinan?” Bobby mulai mengintrogasi layaknya detective
“Dia mengantarkan makanan untuk Mino and the geng di gudang belakang tapi setelah itu... Aku melihat mereka terluka dan cukup parah tapi... Aku tidak melihat Jinan. Dimana dia?”
Bobby terdiam sejenak untuk berfikir “Aku akan mencarinya. Kau masuk saja ke kelas, nanti setelah aku bertemu Jinan. Aku akan mengantarnya ke kelas”
“Aisssh Jinjja, panggil aku BOBBY! Sudah pergi sana!” usir Bobby. Yurapun kembali ke kelas dengan harapan Bobby menemukannya.
“Aku harus mencarinya dimana ya?” gumam Bobby cukup lama sampai ia menyadari sesuatu dan bergegas pergi.
-Atap-
“Kim Jinhwan!! Kau ada disinikah! Jinan Ssi!” teriak Bobby memanggil sambil menelusuri hingga melihat sesuatu di kejauhan.
“YAK! KIM JINHWAN!!” Bobby terkejut melihat Jinan yang terkapar.
Dia menyentuh leher Jinan “Masih hidup, Jinan Ssi! Ireona!, Kim Jinhwan!” teriak Bobby namun tak direspon. Pria itu mencoba membawa Jinan dan menarik tangannya agar terbangun.
“Aigoo... Kenapa si kecil ini berat sekali” keluhnya sambil berusaha memapah Jinan dan berhasil berdiri tapi kesebangan Bobby tidak baik.
BRAK!! Keduanya jatuh bersama “AAAA sakit!” tangan Bobby tertindih tubuh Jinan. Seketika Bobby diam, dia merasakan sesuatu yang aneh di tubuh Jinan. Karena penasaran Bobby mencoba untuk membuka pakaiannya tapi..dia langsung menepis pikirannya.
“Andwae! Apa yang terjadi padaku. Kalau ada yang melihat aku membuka pakaian Jinan saat kondisi seerti ini. Bisa-bisa membuat orang salah paham. Lalu... Apa yang harus aku lakukan?” Bobby hanya diam mengamati kondisi Jinan.
“Ponselnya!” teriaknya dan langsung meraba saku celana dan blazer Jinan, saat menemukan ponselnya dia mencoba menghubungi seseorang di hpnya.
“Eh? Kenapa hanya ada 1 nomor di ponselnya? Prof. Lee?” Bobby begitu heran melihatnya, tatapannya kini mengalih pada Jinan. “Apa dia adalah anak seorang Profesor? Tapi... Rasanyaa tidak asing lagi mendengar nama Prof. Lee”
Bobby mengambil ponselnya dan mencari tahu tentang Prof. Lee di internet dan akhirnya ketemu.
“Prof. Lee Joon Hyuk ahli membuat robot!? Apa Nomor di ponsel Jinan adalah dia?” Bobby semakin penasaran.
“Aigoo! Aku ini bodoh sekali, yang bernama Lee Joon Hyuk itu kan banyak. Ck!” umpatnya sendiri kemudian menhubungi nomor tersebut.
-@@@-
Joon Hyuk sedang konsentrasi merakit kerangka robot dan kebutuhan lainnya.
“Controler, Sensor, actuator sudah semua. A aku berencana membuat robot manusia itu arinya aku harus menggunakan actuator motor servo, kalau tanpa actuator bagaiman robot bisa bergerak, kabel sebagai pengalir aliran listrik dan juga...baterai. Aku akan membuat bagian kerangka luarnya” ucapnya.
Drrrrt....drrrt....drrrrt....
Joon Hyuk yang sedang konsentrasi seketika teralihkan oleh getar ponsel di sampingnya “Jinan? Ada apalagi?” gumamnya lalu menjawab.
📱 “Hallo” ucap seorang pria diujung sana
📱 Joon Hyuk terkejut mendengar suara yang ternyata bukan Jinan “Hallo, siapa kau?”
📱 “Aku Bobby. Prof. Kim Jinhwan, dia tidak sadarkan diri! Aku tidak tahu harus berbuat apa”
📱 Joon Hyuk semakin panik dan cemas “Baiklah aku akan segera kesana, kau dimana?”
📱 “Di atap sekolah”
📱 “Tunggu aku di gerbang depan dan ingat jangan beri tahu siapapun. Ok!” BIP!
Joon Hyuk segera bergegas, dia mengambil jaket dan kunci mobilnya setelah itu lamgsung pergi dengan kecepatan tinggi.
-School-
“Aneh sekali, kenapa tidak boleh diberitahukan siapapun. Apa ini adalah misi rahasia?” gumamnya sambil menatap Jinan yang masih tidak sadar.
Bobby berusaha turun dengan waspada agar tidak di ketahui siapapun, setelah dirasa aman, dia segera berlari ke gerbang sekolah.
“Hei, mau kemana kau!? Kabur ya!?” tegur satpam yang berjaga
“Tidak, aku sedang menunggu seseorang”
Tidak lama sebuah mobil datang dan memberi tanda agar gerbangnya di buka. Joon Hyuk menyembulkan kepalanya keluar jendela.
“Paman, bisa kau buka gerbangnya?”
Satpam itu menatap lekat wajah Joon Hyuk kemudian membulatkan matanya dan segera membuka gerbang “Uh Profesor Lee!” ucapnya
“Iya ini aku” Joon Hyuk tersenyum sambil mengendarai mobilnya masuk hingga di depan pintu utama gedung sekolah.
Bobby terpaku melihat mobil mewah di hadapannya terlebih lagi pria yang turun dari mobil.
“Kau Bobby?”
“I...Iya”
“Dimana Jinan? Cepat antar aku kesana”
Bobby segera pergi menuju ke atap diikuti Profesor Lee. Sepanjang perjalanan, beberapa orang menatap mereka dengan tatapan terkejut dan heran. Sesampainya di atap, Joon Hyuk terkejut dan langsung membawa Jinan.
“Apa yang terjadi dengannya?”
“A...aku tidak tahu”
Joon Hyuk segera lari menggendong Jinan, Bobby ikut mengantarnya. Yura melihat Bobby dan seseorang membawa Jinan, segera dia lari menghampiri Bobby.
“Bobby! Apa yang terjadi dengan Jinan dan...*nunjuk ke pria yang sudah menghilang di tikungan* siapa pria yang membawanya tadi, wajahnya seperti familiar sekali” Yura
“Nanti ku beri tahu, sudah ya!” Bobby segera lari mengejar Joon Hyuk. Tapi sayang pria itu sudah mejalankan mobilnya ke ujung gerbang. Yura menyusul.
“Aissh!! Apa aku sedang mimpi huh! Dia... Dia... Profesor Lee Joon Hyuk!”
“MWO!? Prof. Muda yang pandai membuat robot dan pemilik laboratorium robotic itukan!?” Yura ikut terkejut. “WOAAAH DAEBAK!!”
“Sudahlah, aku harus kembali ke kelas!” tegas Bobby yang kesal karena Yura.