
Hanbin mengantarkan ayahnya ke peristirahatan terakhir. Dia tidak mengeluarkan ekspresi apapun. Makamnya tepat disamping makam ibunya. Jinhwan, Bobby dan Joon Hyukpun hadir.
“Selamat istirahat Ayah, aku berharap Tuhan tidak memberikan hukuman yang berat padamu” ucap Hanbin.
-1 Bulan kemudian-
Tap tap tap 2 orang pria melangkah tegap di koridor sekolah, yang satu memakai seragam dan satu lagi memekai pakaian resmi namun sedikit mencolok dengann kaca mata hitam menutupi matanya. Para siswa yang masih ada di luar kelas begitu terpesona melihat mereka.
Hingga langkah keduanya terhenti di koridor kelas 3. Mereka saling tersenyum
“Get ready?”
“Show time!” ucap keduanya sambil tos ? 😄
Pria berseragam berhenti di depan pintu kelas 3-1 dan pria berpakaian resmi berhenti depan pintu kelas 3-2.
TOK! TOK! TOK! Ke 2 pria itu mengetuk pintu bersamaan karena di dalam memang ada gurunya.
Pintupun dibuka. “Oh anda sudah sampai. Mari masuk” seketika mata seluruh siswa fokus pada pria itu dengan tanda tanya.
“Anak-anak, hari ini kelas kita kedatamgan siswa baru, mungkin dia pengganti Jinhwan yangg sekarang pindah sekolah. Kau bisa perkenalkkan diri pada mereka” ucap Yunho Sam
Pria itu menelusuri setiap siswa didalam kelas tersebut. Matanya terhenti pada seorang siswi yang menatapnya datar dan hanya diam tidak berisik seperti para siswi lain yang membicarakan. Dia adalah Yura. Pria itu tersenyum sejenak ke arahnya yang dibalas senyuman tipis.
“Annyeong, namaku Kim Hanbin. Mohon kerja samanya”
“Anak-anak, kalian pasti tahu kalau Mrs. Elena sudah resent dan dimutasi ke Jepang. Sekarang Mr. Ini adalah pengganti Mrs. Elena, yang akan mengajar kalian. Silahkan Mr. Perkenalkan diri anda”
“Selamat pagi semuanya, aku adalah guru yang akan mengajar ilmu science. Namaku adalah ANDRO-MEDA” ucapnya sambil tersenyum miring
Bobby langsung membulatkan matanya saat tahu siapa pria itu “An...and...andromeda!? Kim Jinhwan!”batinya
-Lab-
“Prof. Aku akan berangkat ke New York lusa untuk melanjutkan S2 disana” ucap Kihyun
“Syukurlah, lalu. Kau ambil jurusan apa disana?”
“Antropologi”
“Hmmm...bagus, kalau begitu semoga kau berhasil ya dan satu hal lagi. Jika kau kembali nanti jangan lupa kembalilah kesini!”
“Bukankah sudah ada Jinan yang membantu Hyung”
“A...aniyo, a..aku tidak akan melupakanmu Hyung. Aku pasti akan kembali”
-Bonus-
Yura, dia galau karena Jinhwan ternyata pindah sekolah padahal dia jatuh cinta padanya.
Mino and the geng? Mereka insaf sejak kejadian Jinan memukuli mereka dan sekarang berteman baik dengan Jinu 😄
-Atap-
Jinan, Bobby dan tambah personil Hanbin. Mereka berdiri menatap luasnya lapangan sekolahnya yang masih lalu lalang siswa yang sedang bercanda ria.
“Akhirnya, Kau bisa melanjutkan sekolahmu lagi Hanbin Ssi” Bobby
Hanbin tersenyum “Ini semua berkat Prof. Lee, kakak dari Jinan Hyung” menatap Andromeda
“Jadi sekarang, kau memanggilku Hyung? Hmmm..” Jinan. Hanbin tersenyum.
“Aku juga harus memanggilmu Hyung. Bahkan sekarang kau menjadi guru kami dengan nama Andromeda” Bobby. “Oia, bagaimana dengan Yura? Dia terlihat sedih saat tahu kalau Jinhwan pindah sekolah. Pasalnya, dia menyukai Kim Jinhwan. Bagaimana kalau dia tahu kalau Jinan adalah Andromeda- yang sekarang menjadi gurunya”
“Uhuk! Uhuk! Uhuk!” Jinan tersendak saat sedang menikmati minumanya. “Jangan membuka identitasku”
“Yah Yah Yah, baiklah. Tapi... Kau punya perasaan tidak pada Yura?” tanya Bobby
Jinan diam menatap para siswa di lapangan “Aku hanya menganggapnya sebagai seorang teman tidak lebih”
“Kalau begitu... Bagaimana kalau Yura untukku saja?” Hanbin sambil merangkul Jinan
“Enak saja, Aku sudah lama mengincarnya. Jadi aku yang lebih dulu menyukainya” Bobby
“Yaiishh!! AKU DULU!” tegas Hanbin
“ENAK SAJA! KAU ITU MURID BARU! LEBIH BAIK KAU MUNDUR!” tegas Bobby.
Mereka akhirnya bertengkar tidak karuan dan Jinan. Dia tersenyum melihat kegilaan bocah yang sekarang menjadi muridnya.
“Walau diriku tidak lagi sempurna tapi, aku punya mereka semua. Hyung, Kihyun, Bobby dan Hanbin yang selalu memberiku semangat membuat kehidupanku sempurna. Terima kasih semuanya” batin Jinan sambil mengukir senyum.
-END-
Terima kasih untuk yang sudah baca dan votment 😄🙏