ANDROMEDA

ANDROMEDA
Episode 12



Apartement-


Drrrt....drrrt...ponsel Hanbin bergetar. Dilihatnya nama Ayahnya, dengan malas dia menjawab panggilan tersebut.


📱 “Hallo, dimana kau sekarang huh!” kesal Tuan TaeJun


📱 “Dimanapun aku, Ayah tidak perlu tahu. Aku ingin hidup tenang dan menjadi orang baik!”


📱 “Dasar anak durhaka!!”


📱 “Aku tidak peduli dengan ucapanmu, Aku sudah muak dengan kerjaanmu yang amat sangat keji! Aku akan melaporkan semua tentang ayah dan Tuan Dong Iil”


📱 “Hahahaha kau ingin melaporkan Ayahmu sendiri?” coba saja kalau kau berani”


📱 “Aku punya Bom yang siap meledak. Tapi, tunggu waktu yang tepat untuk aku meledakan bomnya. BOOM!!” Jawab Hanbin sambil mergakan ledakan bom dengan tangannya lalu mengakhiri panggilannya. Senyuman sinis terukir di wajahnya.


-@@@-


Jinan memilih pulang dengan bus, tapi kali ini dia pergi kesuatu tempat dimana dia melihat Black Death waktu itu.


Senyuman miris terukir di wajahnya, nafasnya sesak dan jantungnya terpompa dengan cepat. Tubuhnya melemas. Dia roboh, tangannya merba saku untuk mengambil ponselnya. Dengan tangan bergetar jemarinya menekan tombol nomor 1.


📱 “Hallo, Jinan”


📱 “Hyung, tolong akh... Akuh” BRAK!! Ponselnya jatuh dan tangannya tak mampu bergerak.


📱 “Hallo, Jinan! Jinan kau kenapa!? Jinan, jawab Hyung” BIP! Joon Hyuk mengakhiri panggilannya.


-@@@-


“Kenapa Hyung, apa yang terjadi pada Jinan?” tanya Kihyun


Joon Hyuk melacak keberadaanya dengan alat di tubuh Jinan “Gedung Namdong!” ucapnya lalu bergegas pergi.


“Hyung aku ikut!” Kihyun segera mengejar.


-@@@-


Sekumpulan orang berjalan memasuki gedung tersebut, gelak tawa mereka memecahkan kessunyia di sekitarnya. Seseorang meronta mencoba untuk melepaskan diri dari cengkraman 2 orang. Mereka naik hingga di gedung lantai paling atas.


“Uh! Sepertinya, ada orang Boss” ucap salah satu anak buah Han. Melihat tas hitam. Mereka mendekati benda tersebut dan langsung terkejut saat melihat seseorang terbujur kaku.


“Tuan, sepertinya dia pingsan”


Tuan Han berjongkok menatap wajah seseorang tersebut, seketika matanya membulat (“Bu...bukankah ini bocah yang aku jual beberapa bulan yang lalu” Batinnya.)


(“Kenapa dia masih hidup! Apa dia... Kabur” batin Tuan Han)


“Bawa dia! Dan ikat bersama bocah itu!” titah Tuan Han.


Jinan, ya dia adalah Jinan. Pria yang pingsan tersebut. Kedua anak buahnya menggendong Jinan lalu mengikatnya bersama seseorang yang dibawanya juga.


“Oh ternyata kau mengenal bocah ini ya? A tunggu dulu. Sepertinya, kalian berdua tidak asing bagiku * Tuan Han mengingat sesuatu* A aku ingat sekarang. Ternyata, kalian yang membawa anakku kabur ya!?”


“Cih!! Ayah macam apa kau! Yang tega menjual anaknya sendiri!” Kesal Bobby


“HAHAHAHAHA Jadi bocah tengik itu memberitahu siapa aku ya”


Tak lama beberapa orang datang, siapa lagi kalau bukan Kang Dong Ill dan 5 anak buahnya.


“Wah kau mendapatkan 2 mangsa sekaligus ya”


“Iya dan satu diantara bocah itu, kau pasti mengenalnya”


Tuan Dong Ill berjongkok melihat wajah Jinan yang masih tak sadarkan diri. Seketika dia terduduk karena kaget.


“Di... Diakan, bo...bocah yang... Mustahil! Mustahil dia hidup baik-baik saja!” Tuan Dong Ill sedikit gemetaran


“Eh, apa maksudnya?” gumam Bobby


“Apa maksudmu Tuan Dong Ill, Apa dia kabur darimu?”


“Iya, dia kabur tapi... Saat itu kondisinya kritis, mana mungkin dia hidup baik-baik saja. Tapi... Kenapa dia memakai seragam SMA?”


Bobby terjeut mendengar cerita Tuan Han dan Kang. “Ja... Jadi, dia korban mereka dan... Kenapa memakai seragam SMA? Apa maksudnya?”


-@@@-


Joon Hyuk kerumah untuk mengambil sesuatu dilab pribadinya.


“Hyung! Apa kau sudah gila!? Apa yang akan kau lakukan dengan alat itu?” Kihyun mencengkram lengan Joon Hyuk mencoba mencegahnya


“Jinan dalam bahaya! Dan ini *Joon Hyuk menatap benda tersebut dengan sedikit sedih* Ini adalah keinginan Jinhwan. Dia memintaku untuk memasangkan ini ketubuhnya kalau dia sudah bertemu mereka dan sekarang... Sekarang waktunya tiba”


“M...MWO!? Lalu darimana Hyung tahu dia bersama mer...” Ucapan Kihyun berhenti saat sebuah rekaman diputar.


Sebelumnya, Joon Hyuk meletakan alat pelacak dan camera yang dibuat menyerupai kancing di blazernya.


“Aku memasang alat pelacak dan perekam juga di kancing bajunya, untuk berjaga-jaga kalau dia tidak sadarkan diri sejak kejadian dia pingsan waktu itu”


“Tapi, apa Jinan tahu resikonya?”


“Iya dia sudah tahu, lebih baik kita bergi sebelum mereka melakukan kejahatannya pada Jinan”


Hanbin mendapatkan video call dari Ayahnya, tapi dia enggan untuk menjawab sampai akhornya dia mendapatkan sebuah video dari ayahnya.


"A...APA INI!?” ucap Hanbin terkejut.


Selesai baca jangan lupa votment ya. Terima kasih 😄