ANDROMEDA

ANDROMEDA
Episode 6



Joon Hyuk membawa Jinan pulang, sesampainya dirumah Joon Hyuk membuka seluruh pakaian Jinan tanpa sehelai pakaian. Kemudian menghubungi Kihyun.


📱 Hallo, Kihyun. Bisakah kau kerumah sekarang. Bantu aku, Jinan tidak sadarkan diri. Cepat!”


📱 “Baiklah Hyung”


Joon Hyuk terdiam mengamati tubuh Jinan cukup lama. Ada rasa penyesalan dan rasa sedih yang mendalam dihatinya.


“Mianhae, Kalau saja Hyung datang tepat waktu hari itu. Kau tidak akan menjadi seperti ini” ucapnya.


“Prof. Apa yang terjadi pada Jinan?” tanya Kihyun yang datang terburu-buru.


“Bisakah kau bantu membuka baja yang melekat di tubuhnya. Sepertinya ada motor servo yang rusak di dalamnya sehingga membuat tubuhnya kaku”


“Apa tidak berbahaya? Apa yang akan Hyung lakukan?”


“Aku akan mengganti beberapa bagian termasuk yang menyatu dengan jantungnya”


“Kau yakin Hyung? Apa dia terkena pukulan? Lihat bagian belakang tubuhnya sedikit berubah” Kihyun memiringkan posisi Jinan


“ Iya, itu sebabnya tubuhnya kaku dan tidak sadarkan diri, Kita mulai sekarang”


“Baik!” Kihyun mengambil tabung oksigen dan memasangkan pulmonary resuscitator dan berbagai alat medis seperti monitor deteksi juga.


Joon Hyuk menarik nafas dalam-dalam lalu memulai melakukan operasi ditubuh Jinan. Keringat bercucuran, sesekali Kihyun mengelap keringat Joon Hyuk. Suasana begitu menegangkan.


Kihyun berlarian mengambil sesuatu yang diminta Joon Hyuk. Setelah menghabiskan waktu sampai 4 jam. Joon Hyuk akhirnya menyelesaikan tugasnya dengan baik tanpa hambatan apapun.


Kali ini tubuh Jinan dipasangi alat medis untuk mengetahui denyut jantung dan kondisi lainnya.


“Jinan-ya, kau bisa mendengar suaraku?” tanya Kihyun


Jemariny merespon. “Bukalah matamu  cobalah gerakan tubuhmu” ucap Kihyun lagi


Jinan membuka matanya, Dia menoleh melihat Kihyun dan Joon Hyuk. “Hyung, apa yang terjadi?” tanyanya.


“Bangunlah” Joon Hyuk dan Kihyun membantu Jinan untuk duduk.


“Apa kau menggunakan tenagamu? Atau seseorang memukul tubuhmu?” Joon Hyuk


Jinan mengingat-ingat “Iya, Tubuhku di pukul potongan bangku hingga kayu itu hancur”


Joon Hyuk mendengus pelan “Tubuhmu kaku karena pululan benda dengan sangat keras”


“Kenapa bisa Prof. Bukankah tubuhnya di...lapisi kerangka baja yang kuat” Kihyun


“Iya kau benar tapi... Itu bisa... Ah sudahlah, lain kali kau harus hati-hati. Jaga tibuhmu dengan baik dan kali ini aku sudah memberimu sensor perlindungan, kau tidak akan terluka dengan kayu dan besi tapi kalau mengenai lengan dan kakimu kau bisa terluka parah” jelasnya


Jinan hanya mendengus pasrah mendengarnya “Benar-benar sulit” gumamnya membuat hati Joon Hyuk teriris mendengarnya.


-@@@-


“Jinhwan! Ayo bangun! Kau harus berangkat ke sekolah. Cepat bangun, sudah jam berapa ini” Joon Hyuk membuka gorden merah keunguan dikamar Jinan, kemudian menarik selimutnya agar cahaya matahari mengenai wajahnya.


“Kim Jinhwan! Ayo bangun...”


“Mwoya? Kau ini sehat! Untuk apa berbohong. Cepat bangun!” Joon Hyuk menarik kaki Jinan ke bawah hingga menyentuh lantai


“HYUNG! BISAKAH AKU ISTIRAHAT HARI INI SAJA! AKU LELAH!” kesalnya sambil kembali naik ke kasur, menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya.


“Baiklah, aku akan menulis surat pada gurumu kalau kau malas” ucap Joon Hyuk


“Terserah” balas Jinan


Joon Hyuk mengalah. Lalu dia pergi menyiapkan sarapan untuk Jinan setelah itu bergegas pergi ke Lab, tapi sebelumnya mampir ke sekolah Jinhwan untuk memberikan surat.


-School-


Teriakan histeris terdengar memekakan telinga, tidak hanya itu yang didalam kelaspun merapat ke jendela hanya untuk melihat Prof. Tampan Lee Joon Hyuk. Dia tidak canggung atau gugup menjadi bahan perhatian, Di berjalan lurus dengan wajah tetap fokus tapi setelah sampai di koridor kelas 3. Dia melihat papan di sisi pintu.


“Prof. Lee” panggil seorang membuatnya menoleh. Dilihatnya siswa berambut berantakan menutupi wajahnya, hanya terlihat hidung dan barisan giginya.


Joon Hyuk mengernyitkan dahinya “Ini aku Bobby” ucapnya yang mengerti dengan ekspresi bingung Prof. Lee  Mata-mata yang melihat mereka saling menyapa membuatnya terhera-heran. Karena Bobby merupakan siswa yang malas dan jorok tapi Dia punya otak encer, itu sebabnya guru-guru mempertahankannya.


“A ternyata kau, Kau teman sekelas Jinan?”


“Aku tidak sekelas dengannya tapi kalau tidak salah Jinan di kelas 3-1” jawabnya


“Oh, terima kasih” Joon Hyuk langsung pergi. Setelah beberapa langkah kelas yang di cari akhirnya ketemu.


Tok! Tok! Tok!


“Permisi” Joon Hyuk masuk keruang kelas, di sambut oleh Kwon Yul Sam. Seketika suasana tegang namun terpukau melihat kehadiran Prof. Muda dan terkenal sebagai ilmuan hebat.


“Prof. Lee. Ada apa datang ke kelas ini? Apa ada sesuatu yang penting?”


“Apa ini kelas Kim Jinhwan?”


Semua siswa di kelas 3-1 langsung penasaran dan berbisik-bisik.


“Iya, Kim Jinhwan duduk disini” jawab Yura menunjuk bangku kosong disampingnya


“Kenapa mencari Jinhwan? Si manusia aneh itu” celetuk Mino yang langsung mendapat tatapan tajam dari Joon Hyuk


“Jaga ucapanmu, dia adalah adikku”


“MWOOO!?” Ucap Mino, Yura dan Jinu bersamaan dan amat sangat terkejut juga shock


“Kwon Yul Sam, adikku Jinan hari ini dan 2 hari kedepan izin tidak masuk karena dia sedang tidak enak badan dan dalam perawatan, peemisi”


Bobby rupanya menunggu didepan kelas Jinan “Prof. Apa Jinan terluka parah? Bagaimana kondisinya?” tanya Bobby dengan cemas


“Kau bisa menjenguknya nanti” jawab Joon Hyuk


“Tapi, bisakah aku minta alamat rumah Prof.?” Bobby terus berjalan mengikuti Joon Hyuk hingga di parkiran mobil.


Joon Hyuk menuliskan alamat di secarik kertas “Ini alamatnya, Sudah sana! Kembali ke kelasmu dan belajarlah dengan benar” Joon Hyuk masuk ke mobilnya tak lama mobilnya berjalan menjauhi Bobby yang masih terpaku.