ANDROMEDA

ANDROMEDA
Episode 2



-Atap-


Atap sekolah yang selalu menjadi tempat nyaman beberapa siswa untuk membolos atau hanya sekedar menenangkam diri. Seperti Jinhwan saat ini yang cukup lama mencari tangga menuju ke atap karena dia baru disekolah ini dan akhirnya menemukannya.


Jinhwan berdiri menatap hamparan rumput bak permadani, halaman sekolahnya dari atap gedung sekolahnya.


“Sial! Hari pertamaku sekolah sudah membuatku tidak nyaman. Beruntung aku bisa membaca gerakan mereka jadi aku bisa menghindar. Kalau tidak, aku bisa membuat mereka terkejut dan terluka parah. AARRGH!! Bagaimana kalau ini terjadi lagi? AAARGH!!!” Jinhwan Frustasi


“YAK!! KAU BERISIK SEKALI!!” Teriak seseorang.


Jinhwan celingukan mencari-cari sumber suara tersebut “KYAAAAAA!!!” Jinan menjerit dan mundur hingga punggungnya terbentur ke tembok.


Seorang pria terduduk dengan rambut kriting seperti mie dengan beberapa sawang menempel menutupi sedikit wajahnya.


“Si... Si... Siapa kau!? Kau orang gila ya!” Jinan sedikit gemetaran dan takut.


Pria itu menggaruk-garuk kepalanya membuat Jinan jijik melihanya. Pria itu membelah rambutnya tapi seketika dia diam sambil mengusap-usap rambutnya “Apa ini?” gumamnya. “Lengket” tambahnya lagi lalu mencium telapak tangannya.


“WOOOAAAAAHHH!!!” Teriak pria itu


“YAAAAAAAAAK!!! JIinan ikut teriak bersama karena terkejut. “Wa...wae!?” tanya Jinan gemetaran.


“Oh, Ini Kotoran burung” jawab pria itu dengan nada santai lalu mengelapnya ke celana. Dia beranjak berdiri sambil menepuk-nepuk celana panjang dan bajunya, sesekali dia mengendus telapak tangannya sehabis embelah rambutnya dengan jemarinya “Sial! Bau!” umpatnya


“Di..dia seorang siswa? Battin Jinan yang terduduk lemas karena terkejut tadi. Dilihatnya wajah pria itu yang masih sedikit tertutup rambut mienya. Seketika Jinan waspada saat pria itu mendekat.


“Bangunlah” ucapnya sambil memgulurkan tangannya.


Jinan diam mengamati tangan yang terkena kotoran tersebut dan langsung meringis “Aku bisa bangun sendiri” ucapnya sambil berdiri mengabaikan uluran tangan pria itu.


“Perkenalkan, Namaku Kim Ji Won. Kau bisa panggil aku Bobby” ucapnya mengulurkan tangannya lagi


Jinan masih diam mengamati tangan Bobby dan Bobby baru menyadari kalau tangannya habis menyentuh kotoran burung “Ah bau ya” ucapnya sambil mengelapnya lagi ke pantatnya


“Namaku Kim Jinhwan, panggil saja aku Jinan” balas Jinan


“A nde, Oia sepertinya kau orang baru? Aku belum pernah melihatmu disekolah ini”


“I... Iya, aku baru pindah pagi ini”


Bobby mengangguk “Lalu, apa yang kau lakukan disini? Curhat?” tanyanya


“K...ka...kau mendengar semua ucapanku!?” Jinan


“Ocehanmu tadi berisik sekali! Membuat telingaku sakit!” tegas Bobby sambil ngorek-ngorek telinganya lalu menciumnya. “Fiuuh! Bau!” ucapnya


“La...lalu. A...apa yang kau lakukan disini huh!? Kau membolos ya?” Jinan


Bobby tersenyum memperlihatkan barisan goginya hingga membuat matanya segaris “ Aigoo! Kau cenayang ya?? Kenapa bisa tahu aku membolos pelajaran? Woaaah daebak!!”


(“Dasar sinting! Jelas saja, semua juga tahu kalau tempat seperti atap sekolah adalah tempat untuk  bobo cantik saat melarikan diri” batin Jinan) “ Terserah kau saja, mau bilang aku apa” Jinan segera pergi


Bobby mengikuti “Hei tunggu! Ini masih jam istirahat kan? YAK!! Kim Jinan tunggu aku!” teriaknya


Jinan terus menuruni anak tangga dan tidak memperdulikan Bobby yang sedang mengejarnya.


“Jinan, kita bisa jadi temankan?” ucap Bobby sambil mengukir senyum


Jinan menatap penampilan Bobby yang sedikit semau gue bekali-kali dari ujung rambut hingga kaki. “Iya tentu” jawabnya kemudian pergi  begitu saja.


Bobby menatap punggung namja yang semakin jauh “ seperti ada yang aneh dengannya. Ah sudahlah' tepisnya lalu pergi juga.


-@@@-


Yura membantu Jinu mengobati luka di pelipisnya. “Anak baru itu benar-benar AAAA!! Pelan-pelan” rintih Jinu


“Hehehe maaf, Diamlah jangan begerak terus, darahmu masih keluar nih. Beruntung lukamu tidak parah” Yura


“Iya, bahkan anak baru itu sudah menyelamatkanku. Kau lihatkan, dia sangat keren! Bahkan aku belum pernah melihat nya di dunia nyata, karena aku sering melihatnya di drama-drama dan movie. Woaaah daebak! Dia benar-benar ahli bela diri. Aku terpukau melihat bagaimana dia menghindar kekanan, kekiri, dan HAP! Melompat berputar dan...” Jinu terus membicarakaannya dengan semangat.


“YAK!! BISAKAH KAU DIAM HUH! JANGAN BERGERAK TERUS!” Kesal Yura


“Hehe aku terlalu bersemangat” Jinu memperlihatkan giginya


Yura mengambil kain kasa dan hansaplas lalu membalut luka dipelipis Jinu “Sudah selesai, sekarang aku harus pergi ke perpustakaan. Hari ini jadwalku berjaga dan sudah terlambat 10 menit. Aku pergi ya” pamitnya


-Perpus-


Jinan masuk dan menuju sebuah rak buku bertuliskan antropologi. Dia membaca sambil berdiri menyandar di tembok.


“Kau suka membaca buku antropologi?” suara seseorang membuat konsenya teralihkan.


Jinan melirik ke gadis yang ternyata Kim Yura. “Oia, terima kasih sudah menolongku dan Jinu” ucapnya lagi dengan suara yangbpelan tentunya.


“Hmmm” jawab Jinan hanya mengeram.


“Kita belum kenalan ya *Yura mengelap tangannya sejenak* Namaku...”


BRAK!! Jinan menutup kasar bukunya lalu mendelik tajam “Bisakah kau diam? Menganggu saja” kesalnya lalu menyimpan bukunya di rak kembali dan pergi.


Yura menatap kesal dengan tangan yang masih mengulur “Ck! Dingin sekali” gumamnya.


-@@@-


Jam pelajaran berakhir, semua siswa berhambur keluar dengan suka cita melepas lelah pikiran dan otak.


BRAK! Mino memggebrak meja Jinan, tapi Jinan dengan santainya memgemasi buku ke dalam tasnya


“Hei anak baru! Kau harus ikut denganku!” Mino menarik lengan Jinan tapi Jinan tidak melawan.


“Bisakah kau lepaskan lenganku? Aku akan jalan sendiri ikut denganmu” ucapnya santai


Mino menatap geram Jinan “Awas kalau kau coba-coba kabur!” tegasnya sambil melepaskan lengan Jinan. Lalu berjalan dan Jinan mengikuti dengan dikawal 2 teman Mino.


-@@@-


Seseorang berlari panik menghampiri Yura dan Jinu yang sedang berjalan ke arah gerbang.


“GAWAT! GAWAAAAT!!” teriak Nami


“Apanya yang gawat!? Kau ini kenapa sih?” Yura


“Geng Mino, Itu...hmmmm...anu...hmmm Geng Mino!”


“Kenapa dengan geng Mino? Bicaralah pelan-pelan dan tenang” Jinu


“Geng Mino, mereka bawa anak baru itu pergi!” Nami akhirnya meloloskan ucapannya


“MWOOO!?” Yura dan Jinu terkejut.


“Ck! Ayo kita cari mereka” ajak Yura sambil berbalik kembali ke dalam tapi Nami dan Jinu masih dengan posisinya berdiri, diam melihat Yura yang sedikit menjauh.


“YAK!! Kenapa kalian diam saja. Cepat!” teriak Yura yang melihat ke 2 temannya


“Ma...maafkan aku Yura Ssi! Aku harus segera pulang. Karena les vocal” Jinu pergi begitu saja


“A...aku lupa, kalau Eomma memintaku menemaninya ke super market. Aku duluan Yura!” teriak Nami


“YAK! KALIAN BENAR-BENAR TIDAK SETIA KAWAN!” Kesal Yura kemudian segera pergi mencari Mino dan the geng.


-@@@-


Sampai di halaman belalang sekolah, Mino and the geng membawa Jinan. Mino menarik jas  Jinan dan mencengkramnya hingga membuat pria itu berjinjit.


“Kau belum tahu siapa kami dan kau harus tahu, siapapun yang berani mencari masalah denganku. Aku tidak akan membuatnya betah di sekolah ini. Dan kau! Kau baru saja membuat masalah denganku!” ucapnya dengan nada menekan sambil menatap mata Jinan


Jinan tersenyum miring “Begitu ya. Lalu?”


Mino geram dengan sikap tenang Jinan, Dia mengepal erat tangannya dan siap untuk mengayunkannya ke wajah imut Jinan.


“ Kenapa kau diam saja huh? Kau takut ya?”


Jinan tersenyum sinis “Aku tidak berminat bergulat dengan orang payah seperti kalian, ah ani... Tapi kau” balas menatap mata Mino


“ Apa kau bilang huh! *Mino sudah semakin geram* AKAN KUHABISI KAU KIM JINHWAAAN!!!”


(“Sial! Jangan sampai aku memakai kekuatanku” batin Jinan sambil menutup matanya)


TAK! Mino langsung merintih kesakitan saat kepalanya terkena lemparan kaleng minuman yang dilempar seseorang.