
Mira merasa gelisah setelah ia benar-benar mandi dan kini bergelung dalam selimutnya. Masalahnya adalah Athar yang tak kunjung keluar dari kamar mandi sejak Mira sendiri telah menyelesaikan mandinya. Bahkan Mira telah sempat memakan dua slice pizza yang tahu-tahu telah tersedia di meja begitu ia keluar dari kamar mandi dan digantikan oleh Athar.
Dengan keberadaan pizza di kamar, biasanya, itu adalah maksud dari keinginan Athar yang enggan makan di ruang makan, atau bahkan pergi makan di luar. So, Mira sih oke aja saat apapun makanan yang disediakan untuknya telah siap.
Setelah merasakan bahwa perutnya cukup kenyang, maka Mira segera menaiki ranjang. Dia sudah berniat untuk meminta maaf dengan sungguh-sungguh dan melakukan segalanya agar dapat maaf dari suaminya itu, saat pillow talk seperti biasanya.
Namun ...
"Lama amat berendamnya? Nggak tenggelam kayak Sheli kan?!"
Pikiran buruk singgah di kepalanya. Meskipun peristiwa Shelia telah mampu dilupakannya, tapi bayang-bayang itu akan selalu ada.
"Masa kudu nyusul?" lagi, dia bermonolog. "Alasan apa yang bisa bikin Bang Athar bunuh diri?" ia mencoba berfikir. "Kayaknya nggak ada deh."
konyol kan gue.
Ketika pintu kamar mandi akhirnya terbuka, maka Mira segera menutup tubuhnya dengan selimut, pura-pura tidur.
kenapa gue malah pura-pura tidur? bukannya tadi niat gue mau ngomong heart to heart ya. Kemana niatan gue yang tadi? kemana??
Mira hanya menguping, mendengar langkah Athar yang bergerak ke sana kemari, atau mungkin sedang makan pizza.
semoga pizzanya gak dihabisin ya, secara gue masih laper deh.
Tak lama kemudian, Mira merasakan pergerakan pada ranjangnya. Mungkin Athar sudah bersiap tidur juga seperti dirinya. Sekarang Mira galau, haruskah ia harus memulai bicara dengan kemungkinan besar bakalan dicuekin, atau ia tidur saja?
Mira yang awalnya dalam posisi miring memunggungi suaminya, kini ia merubah posisinya untuk miring ke arah sebaliknya. Semoga ketika ia membuka selimut maka yang ditemui adalah wajah Athar yang tampan itu.
Tiba-tiba ia geli sendiri karena selintas memikirkan kemungkinan nanti wajah anaknya bakalan setampan apa bila mirip dengan Athar.
hihihi
plak
Mira menampar pelan pipinya. Fokusnya kenapa kesana sih? Bukannya sekarang dia sedang memiliki masalah dengan si pemberi saham?
Iya, bukankah seorang anak bakalan terjadi karena bergabungnya dua saham dari laki-laki dan perempuan? Lalu bila si pemilik saham yang satunya sedang marah, apakah anak itu bakalan tercipta?
Lalu perlahan Mira membuka selimutnya. Namun yang didapatinya bukanlah wajah Athar, melainkan punggung lebar suaminya yang membisu.
sial kan, malah dikasih punggung. hiks
Kini Mira mengarahkan jari jemarinya untuk menarik piyama yang digunakan oleh Athar.
"Abang ..." lirihnya. "Hadap sini ... masa aku dikasih punggung doang," sudah Mira duga kalau Athar tidak bakalan menyahutinya. Tapi Mira belum menyerah. "Abang, aku mau lihat luka Abang ..."
Hening. Tetap tak ada sahutan sedikitpun dari Athar.
"Abang ..." ia mencolek kencang punggung cowok itu. Bahkan kini jemarinya bergerak seduktif di punggung suaminya itu, bermaksud memprovokasi sesuai dengan ide nakal yang melintas begitu saja di dalam pikirannya.
*masa iya dia gak kegoda juga? kalo beneran nggak,
gaswat, gue kudu ottoke*?
Mira amat terkejut saat tiba-tiba Athar berbalik dan menarik jari tangannya untuk digigit. "Arrgh!" dia berteriak karena terkejut, bukan sakit. Karena memang gigitan Athar tidak dengan maksud untuk menggigit dalam arti sebenarnya.
"Tidur!" perintah tegas Athar yang membuat dirinya mengerjap dan bungkam. "Gak usah gangguin aku! Tidur! Ngerti?!"
Mira mengangguk saja.
Athar telah berbalik lagi untuk memunggunginya. Kini Mira pun melakukan hal yang sama, yakni menghadapkan punggungnya agar berhadapan dengan punggung Athar.
gagal.
Rencananya menggoda suaminya telah gagal. Ya sudahlah, Mira bisa apa kan?! Walaupun kesal, mending tidur aja.
*Gue emang salah. Tapi gak gini juga kali. Malahan dicuekin. Ampun deh! Liat aja ntar, gue bakalan bales. Gue bakalan cuekin kalo dia 'minta'.
AWAS AJAAAAAA*!
...* * *...
Mimir numpang lewat 💃