
Sebelumnya, makasih buat @almeera (ini bukan bininya bang Athar kan ya? 😁) dan neng @Sindi yang kasih tip ke ALTHAR. 😘 lope lope deh. Gimana aku mau pindah lapak kalo kalian begitu baik 😆
Eh, makasih juga buat yg udah kirim vote, dan kirim hadiah apalah itu ke ALTHAR. 😆😆😆
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mira dan Ghani melangkah lemah dari ruangan dokter yang baru saja mereka masuki. Tak sepatah katapun yang mampu terucap dari bibir keduanya. Bahkan Mira mengabaikan getaran hpnya yang tak kunjung reda di dalam tasnya, yang untungnya masih sempat ia bawa di sela-sela kepanikan dan air matanya tadi.
Sebuah kenyataan buruk baru saja mereka dapati. Bagaimana tidak buruk, tak pernah sekalipun terlintas dalam bayangan mereka, dalam bayangan Mira sekalipun akan mendapati kejadian memilukan seperti ini mengenai saudaranya.
Buru-buru ia menghapus air matanya yang tak henti-hentinya mengalir sejak tadi itu. Tepatnya, sejak ia menemukan sang kakak tercinta dalam kondisi yang mengenaskan. Dengan darah yang mengalir dari pergelangan tangannya dan berceceran di lantai kamar mandi, serta tubuhnya yang dalam keadaan sepenuhnya tenggelam di dalam bathtub yang juga berwarna merah darah.
Ya, siapapun mengerti kalau Shelia tengah mencoba membunuh dirinya melalui dua cara sekaligus. Yakni, memotong pergelangan tangannya lalu setelah itu menenggelamkan dirinya ke dalam bathtub yang terisi penuh.
Mira menangis sekaligus merinding yang tiada hentinya. Ia tak mampu membayangkan seberapa sakitnya waktu yang dilalui oleh Sheli setelah dua cara kematian itu ia gunakan beberapa saat yang lalu.
Seperti dirinya juga, Ghani pun tak ada keinginan untuk bersuara sama sekali saat ini. Mereka sama-sama syok atas perbuatan Shelia. Karena tak hanya dua kejadian itu yang terlihat sangat memilukan, namun ada sebuah fakta lagi yang membuat Ghani sempat berteriak dan menitikkan air mata di depan dokter barusan.
Shelia hamil.
Pantas saja kakak mereka itu ingin menghabisi nyawanya sendiri. Karena memang ada aib besar yang tengah di tanggungnya, dan entah berapa alasan lagi yang memicunya untuk melakukan itu semua.
Namun pertanyaannya, tentang siapa dan bagaimana bisa itu terjadi? Semua masih menjadi misteri, dan hanya Shelia-lah yang mengetahui segalanya.
Mira dan Ghani telah duduk di sebuah kursi di depan ruangan rawat inap di mana Shelia berada, setelah tadi dipindahkan dari ruang gawat darurat. Ya, Shelia masih dapat terselamatkan. Mira datang masih tepat waktu, dan Ghani yang mendengar jeritan Mira segera datang secepat mungkin. Lalu dengan bantuan Ibram mereka membawa Shelia ke rumah sakit terdekat. Itu merupakan kejadian yang amat menyeramkan dalam hidup Mira, di mana ia menyaksikan darah di mana-mana dan kakaknya dalam kondisi tergolek lemah.
"Jangan bilang Mama ..." suara lirih Ghani membuat Mira menoleh. Adiknya itu masih menutup matanya yang tak mampu dikendalikannya untuk menampakkan semua perasaannya.
"Pastilah ..." balasnya pelan. "Jangan sampai Mama tahu."
Untunglah, keadaan Mama mereka yang saat ini sedang berada di luar kota, membuatnya tak harus mendapati kenyataan bahwa putri sulungnya telah mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis. Baik Mira maupun Ghani tak ada yang berniat untuk mengabarkan, setidaknya, hingga sang Mama pulang ke rumah.
Mira membuka tasnya dan mengeluarkan hpnya. Di sana banyak panggilan tak terjawab yang berasal dari Athar tentu saja, dan juga mamanya.
Ghani menoleh. "Trus?"
"Ya gue gak tahu. Gue gak angkat," ternyata naluri seorang ibu itu gak bisa dibohongi ya ...
"Jangan kasih tau, seenggaknya sampai mama pulang dari Bandung."
"Ya ... gue cuma mau telepon Athar,"
Ditekannya nomor untuk melakukan panggilan kepada suaminya itu. Hanya butuh sekali dering saat Athar segera menjawab telepon dari Mira.
"Kamu dimana? Lantai berapa?"
"Lantai dua. Biasanya Abang langsung nemuin aku, kok tumben nggak?"
"Suara kamu kenapa? kamu menangis? kenapa? Oke tunggu aku di sana. Diam, jangan kemana-mana! Ngerti?!"
Sambungan terputus. Mira hanya membuka mulut tanpa sempat berkata-kata lagi. Athar mengetahui dirinya menangis? sejelas itukah suaranya melalui telepon? Yah ... begitulah Athar dan kebucinannya yang terkadang membuat Mira tidak mengerti.
Setelah memasukkan kembali hpnya ke dalam tas, Mira menoleh dan melihat Ghani yang sedang menundukkan kepalanya frustasi. Iya, sama seperti dirinya juga yang sefrustasi itu dalam menghadapi masalah Shelia.
Bagimanakah nasib kakaknya itu selanjutnya?
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
bersambung.
Aku gak mau up panjang-panjang lagi ah. Biar keliatan rajin up-nya walaupun sedikit. 😂😂😂
*