You'll Always Be The One

You'll Always Be The One
Chapter 9



"Pakai nanya ke pantai ngapain? Ya, mainlah masak mau shopping" Jawab Natasya judes. Membuat Kai tertawa terpingkal-pingkal.


"Jangan galak-galak nanti "suamimu", tidak tahan terus cari yang lain" Goda Kai. Ingin Natasya terjebak pada permainannya sendiri.


"Siapa bilang aku punya su...." Natasya memotong omongannya sendiri.


"Hampir saja aku keceplosan" Batinnya.


"Dia tidak akan marah apapun yang aku lakukan" Ucap Natasya pada akhirnya.


Sedang Kai kembali tersenyum. Membuatnya lagi-lagi terlihat tampan di mata Natasya.


"Oh ****. Kenapa dia begitu tampan hari ini" Umpat Natasya pada dirinya sendiri.


"Oke, kamu masih bisa menjawab kali ini" Batin Kai.


Siapa yang akan menyangkal ketampanan pria itu hari ini. Dia yang selalu terlihat serius dengan pakaian formalnya. Hari ini terlihat santai dengan kaos oblong putih dan kemeja putihnya. Serta celana berwarna senada. Orang akan melihat mereka sebagai couple kalau melihat style mereka hari ini.



Kredit google.com


"Mau main air lagi?" Tanya Kai.


"Tidak. Nanti basah aku tidak bawa baju ganti" Jawab Natasya.


"Oh, aku kira nanti suamimu akan marah" Goda Kai lagi.


"Sudah aku bilang dia tidak akan marah, dengan apapun yang aku lakukan" Jawab Natasya kesal.


"Termasuk berduaan denganku di sini" Tanya Kai kali ini dia serius.


"Siapa bilang berduaan? Lihat ada kakek di sana" Ucapnya sembari berlari kecil, ke arah kakek Surya yang tengah duduk di kursi roda. Bermaksud menghindari ucapan-ucapan aneh Kai.


Kakek Surya terkejut ketika mendapati Natasya mendekat ke arahnya. Matanya berkaca-kaca. Bayangan Celine semakin terlihat nyata ketika Natasya semakin dekat ke arahnya.


"Kakek, selamat pagi Kek" Salam Natasya sambil mencium punggung tangan kakek Surya. Membuat kakek tua itu benar-benar terharu.


"Ini adalah kamu Celin. Benar-benar kamu" Bisiknya dalam hati.


"Selamat pagi, Nona" Kali ini asistennya yang menjawab. Dia tahu tuannya terlalu shock untuk menjawab salam dari seorang gadis yang begitu mirip dengan putri tuannya.


"Apakah Kakek sehat? Kenapa ke pantai pagi-pagi. Di sini sangat dingin Kek" Cecar Natasya. Membuat kakek Surya tersenyum.


"Kamu cerewet persis ibumu" Batinnya lagi.


"Kakek memang sedikit tidak sehat. Ingin jalan-jalan sebentar untuk mencari angin" Kali ini kakek Surya sudah mampu menguasai dirinya.


Bersamaa dengan Kai yang sampai di tempat itu. Dan terkejut mendapati siapa yang tengah ada di depannya.


"Selamat pagi tuan Surya...." Ucapan Kai terpotong ketika asisten kakek Surya menggelengkan kepala. Memberinya kode agar tidak memberitahu siapa tuannya yang sebenarnya.


"Kalian saling kenal?" Tanya Natasya.


"Beliau salah satu orang yang aku kagumi di dunia bisnis" Jawab Kai.


Dan Natasya hanya ber-ooo ria.


"Kalian saling kenal?" Giliran kakek Surya yang bertanya.


"Dia bos saya di kantor, Kek" Natasya menjawab.


"Kalian pacaran?" Tanya Kakek lagi.


"Ya!"


"Tidak!"


Jawab Natasya dan Kai bersamaan. Membuat Kakek Surya tersenyum.


Lalu Natasya membisikkan sesuatu ke telinga kakek Surya. Membuat kakek Surya melebarkan matanya.


"Benarkah?" Tanya kakek Surya. Dan Natasya mengangguk. Membuat kakek Surya terkekeh. Interaksi kedua orang itu membuat Kai heran. Seperti orang yang sudah lama kenal. Seperti kakek dan cucunya. Ah mana mungkin, pikir Kai kemudian.


"Oh ya Nak, bisa kamu ambilkan selimut kakek di mobil. Dingin. Sam berikan kuncinya" Perintah kakek Surya.


"Siap Kek" Ucap Natasya seperti menerima perintah dari komandan.


Setelah Natasya pergi ke mengambil selimut. Keheningan terjadi.


"Saya sedikit terkejut, bisa bertemu Anda di sini tuan Kaizo Aditya" Sapa kakek Surya.


"Begitu juga saya tuan Surya Atmaja" Balas Kai hormat.


Bagaimanapun Kai tahu siapa orang sedang berada di hadapannya ini. Salah satu orang yang begitu ia segani di dunia bisnis. Pemilik rangkaian bank yang terkenal dengan kredibilitasnya yang begitu baik dalam dunia perbankan. Atmaja Group.


"Aku pikir kamu punya perasaan khusus pada stafmu. Meski dia tidak tahu" Ucap Kakek Surya.


"Entahlah Tuan. Saya baru mengenalnya beberapa minggu ini. Tapi saya seperti sudah lama mengenalnya" Balas Kai ragu.


"Ikuti saja hatimu" Saran Kakek.


"Setidaknya untuk sekarang saya hanya ingin berada di sampingnya. Mencoba mengabulkan apa yang dia inginkan" Ujar Kai.


Membuat Kakek Surya terdiam. Tak lama Natasya kembali. Dan mereka berbincang untuk beberapa saat. Hingga akhirnya kakek Surya memutuskan untuk pulang karena udara yang semakin dingin. Setidaknya kunjungannya ke pantai kali ini tidak sia-sia. Ia menemukan apa yang sudah lama dicarinya selama ini.


"Tidak menyangka jika aku akan bertemu denganmu di sini" Gumannya pelan.


"Sam, selidiki tentang Natasya. Walaupun aku yakin dia cucuku. Aku ingin memastikannya. Buat dia melakukan tes DNA. Itu untuk menguatkan surat wasiatku kalau dia adalah cucuku yang sah" Perintah Kakek Surya pada asisten pribadinya. Dan Sam langsung mengangguk mengerti.


"Dan lagi selidiki ada hubungan apa antara cucuku dan Kaizo Aditya.Setahuku dia pewaris Hadiwinata. Aku tidak mau peristiwa lama terjadi lagi" Perintah kakek Surya.


"Saya mendengar rumor. Kalau stasiun tv mereka sedang kolaps dan membutuhkan suntikan dana" Sam memberikan info.


"Lalu?" Tanya kakek Surya.


"Saat ini kepemimpinan dipegang oleh tuan Kaizo. Dan beberapa hari yang lalu saya mendengar kalau tuan Aditya mengajukan pinjaman ke salah satu bank kita. Namun menurut keadaannya kita tidak mungkin meloloskan pinjamannya" Terang Sam. Membuat kakek Surya terdiam.


"Aku pikir dia orang yang baik. Tidak seperti kakeknya. Dan aku juga melihat kalau dia juga mencintai cucuku Walaupun dia belum menyadarinya" Batin kakek Surya.


Dan setelah kepergian kakek Surya. Natasya berlalu meninggalkan Kai. Menuju mobilnya.


"Hei, kamu mau kemana?" Tanya Kai.


"Ngemall. Lapar!" Jawab Natasya singkat.


"Ikutlah dengan mobilku. Kita ngemall" Ajak Kai.


"Tidak mau!" Jawab Natasya menolak. Lantas berjalan melalui Kai menuju ke mobilnya.


"Kenapa kamu selalu membangkang padaku" Tanya Kai heran. Gadis ini sejak tadi hanya memancing emosinya. Natasya tidak menghiraukan ucapan Kai membuat Kai dengan cepat menarik tangan Natasya.Membuat gadis itu berbalik arah ke arahnya. Dan karena saking kuatnya tarikan tangan Kai membuat Natasya langsung membentur dada bidang Kai. Dan membuat mereka tidak sengaja berciuman.


"Cup" mata Natasya membulat seketika saat bibirnya tidak sengaja berciuman dengan bibir Kai.


"Astaga. Dia mengambil ciuman pertamaku" Teriak Natasya dalam hati.


Sedang hati Kai langsung bersorak senang. Namun detik berikutnya dengan cepat Natasya melepaskan bibir mereka. Berusaha menjauh. Namun Kai tidak juga melepaskan pegangan tangannya. Membuat Natasya kesal.


"Berani kau menciumku?" Kesal Natasya.


"Itu tidak sengaja. Kita tahu itu" Kai membela diri.


"Dasar pria mesum!" Maki Natasya.


"Hei jangan katakan itu. Itu kecelakaan. Tidak sengaja" Sangkal Kai.


"Kau... kau..kau..." Kesal Natasya sambil menunjuk-nunjuk dada bidang Kai dengan tangannya yang bebas.


Membuat Kai dengan cepat menahan jemari Natasya. Menyatukannya dengan tangan satunya lagi. Menyembunyikannya di balik punggung Natasya.


"Lepaskan hei, hei lepaskan" Teriak Natasya.


"Kalau aku tidak mau" Goda Kai.


"Kaizo!" Ucap Natasya sambil mengatupkan rahangnya menahan marah.


"Menurutlah denganku" Ucap Kai lembut. Menatap dalam dua bola mata Natasya. Membuat Natasya seolah terhipnotis oleh tatapan mata Kaizo yang begitu menghanyutkan sekaligus menggetarkan hatinya.


Setelah beberapa saat, Kaizo melepaskan kuncian tangannya pada tangan Natasya. Lantas menariknya masuk ke dalam Ferrari 458 merah miliknya.



"Mobilku?" Teriak Natasya.


"Orangku akan mengambilnya dan mengantarkannya pulang. Tinggalkan saja kuncinya" Ucap Kai sambil mulai memasang sabuk pengamannya.


Natasya terdiam sambil memandang tajam ke arah Kai. Yang sudah bersiap menyalakan mesin mobilnya.


"Kalau hilang" Ucap Natasya ragu.


"Oh come on. Aku akan menggantinya dengan yang baru kalau hilang. Tenang saja" Ucap Kai santai.


"Halo, bisa kau ambil mobil Brio warna hitam di pantai XX dengan plat B xxxx xxx" Kai menghubungi seseorang melalui ponselnya.


"Mereka akan tiba dalam 10 menit. Kamu bisa menanyakannya kepada Hera atau "suamimu" jika kamu tidak percaya. Oh ya, alamat rumahnu" Tanya Kai sambil tersenyum misterius.


"Hera? Bagaimana bisa dia tahu soal Hera. Atau jangan-jangan dia sudah tahu kalau aku cuma pura-pura sudah suami" Batin Natasya mulai cemas.


"Antarkan saja ke tempat Hera bekerja. Ini alamatnya" Jawab Natasya sambil memberikan alamat tempat kerja Hera.


Kai menerimanya lantas mengirimkannya kepada anak buahnya.


"Dia tidak boleh tahu di mana aku tinggal" Batin Natasya.


"Dia tidak ingin aku tahu kebohongannya" Batin Kai menarik sedikit ujung bibirnya.


"So, "suamimu" kerja di mana?" Tanya Kai santai sambil mengemudikan kuda jingkrak pabrikan Italia itu ke sebuah mall di kawasan Jakarta Pusat


"None of your business" Jawab Natasya tegas.


"Oke sembunyikanlah selama yang kau mau, Nona" Batin Kai.


Mulai mengikuti Natasya yang keluar dari mobilnya. Menuju lift naik ke lantai atas. Karena Kai memarkirkan mobilnya di basement mall tersebut.


**


Slow up readers, bapak eike masuk rumah sakit. Jadi rada sibuk he he,


Thank's supportnya,


**