You'll Always Be The One

You'll Always Be The One
Chapter 77



"Ann kamu yakin mau ke Tebing Breksi?" Tanya Kai setelah keduanya kembali duduk di ruang tamu.


Sementara Agus dan teman-temannya kembali berdiskusi di teras depan. Sedang Nek Lastri sudah masuk ke kamar. Mau istirahat. Setelah mengeluh kekenyangan makan sushi.


"Iya kenapa?" Tanya Natasya yang kini duduk di sebelah Kai.


"Kamu sudah browsing belum? Kata situs online ke Breksi waktu yang tepat itu pagi atau sore. Siang panas banget. Tidak ada tempat berteduhnya di sana" Jelas Kai sambil memainkan ponselnya.


"Masa sih? Aku memang belum browsing sih. Cuma katanya tempat itu lagi happening sekarang" Jawab Natasya.


"Hype kalau malam tapi katanya kamu lihat sunset di Ratu Boko. Jadi pilih mana? Lihat sunset di Tebing Breksi atau Ratu Boko? Tempatnya deketan kok itu" Tawar Kai.


"Ratu Boko aja deh. Tempatnya kayaknya lebih adem" Natasya memutuskan pada akhirnya.


"As you wish baby" Jawab Kai.


"Lalu siangnya mau ngapain kalau nggak jadi ke Breksi?" Tanya Kai lagi.


"Ngabisin duitmu yuk. Ke Malioboro" Usul Natasya jelas-jelas minta dibayarin.


"Iiisshhh bener-bener matre sekarang. Yang cucu sultan siapa yang di porotin siapa" Keluh Kai.


Membuat Natasya terkekeh.


"Tapi itu bagus. Satu rute. Habis dari Malioboro bisa langsung ke Ratu Boko" Uca Kai lagi.


"Aseeeekkk bisa merampok Kak Kai" Natasya bersorak girang.


Kai tersenyum.


"Disana kartumu jelas nggak laku lo Kak. Tapi ATM banyak. Jadi kalau cash habis. Tinggal ngambil"


"Wah nggak guna dong punya banyak kartu kalau dibawa ke sini" Keluh Kai sambil terkekeh.


"Jadi nggak kelihatan sultannya kalau ke Jogja. Eh Kakak kan bisa bikin itu.. pembayaran digital. Yang bayarnya pakai ponsel" Usul Natasya.


"Iya juga ya. Nanti aku suruh Leo buatkan" Balas Kai cepat.


"Semua Leo. Kamu nggak kasihan apa sama dia. Disuruh ini sama itu mulu" Protes Natasya.


"Loh kok kamu yang protes. Aku bayar dia mahal lo. Jadi sepadan dong sama tugasnya" Kai membela dirinya.


"Terserah Kakaklah. Lawan Kakak mah nggak bakalan menang" Ucap Natasya sambil memanyunkan bibirnya.


Hal itu membuat Kai gemas. Lantas mencium bibir Natasya sekilas. Yang langsung membuat Natasya mendelik kesal.


"Kak banyak orang didepan" Protesnya.


"Nggak bakalan ada yang melihat" Sahut Kai santai.


Natasya kembali mendengus kesal. Pria dihadapannya itu sangat susah dicegah jika sudah punya keinginan.


"Aku balik hotel dulu. Sudah malam. Ngantuk, capek. Gerah" Keluh Kai. Sambil berdiri dari duduknya.


"Iya, iya. Aku juga sama. Coba bisa berendam. Pasti asyik" Celetuk Natasya.


"Apalagi kalau berendamnya berdua. Pasti lebih asyiik" Goda Kai sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Mesuuuummm!" Bisik Natasya.


Kai terkekeh. Suka sekali dia menggoda Anna-nya itu.


Semua teman Agus berdiri ketika Kai masuk ke mobilnya.


"Besok ya Mas proposalnya" Ucap Agus.


Dan Kai hanya mengacungkan jempolnya sebagai tanda "oke". Mobil Kai mulai melaju meninggalkan rumah Nek Lastri.


"Aku masuk dulu" Pamit Natasya.


Agus dan teman-temannya mengkode "oke".


****


Pukul sepuluh siang ketika Kai menjemput Natasya keesokan harinya. Dan mobil keduanya langsung meluncur ke kawasan Malioboro. Di jantung kota Yogyakarta.


Mereka menikmati perjalanan mereka dengan Kai menggenggam tangan Natasya. Hampir satu jam perjalanan yang mereka tempuh untuk sampai ke Malioboro.


Memilih memarkirkan mobil di daerah Ngabean. Keduanya memutuskan berjalan kaki ke Malioboro. Lumayan jauh tapi memang seperti itu. Parkir untuk kawasan Malioboro memang jauh semua.


Keduanya begitu menikmati waktu mereka berdua. Ya boleh dikatakan kalau inilah waktu mereka yang habiskan bersama. Karena selama menjalin kasih. Mereka jarang sekali menghabiskan waktu berdua.


Wajah Natasya langsung berbinar senang. Begitu mereka mulai memasuki kawasan Malioboro. Suasana lumayan ramai kala itu. Membuat Kai benar-benar ekstra menjaga Natasya. Terlebih Kai baru tahu. Kalau Natasya tidak pernah memperhatikan jalan jika sudah sudah fokus dengan yang lainnya.






All kredit google.com


"Sebenarnya kamu mau beli apa sih?" Bisik Kai dari belakang. Ketika keduanya harus bergantian lewat dengan orang lain. Pria itu sedikit memeluk tubuh Natasya dari belakang. Tidak ingin membiarkan seorangpun menyentuh tubuh Natasya.


"Tidak tahu" Jawab gadis itu ambigu.


"Lapar. Makan dulu yuk" ajak Natasya.


Kai langsung mengiyakan saja. Karena memang sudah masuk makan siang. Dan yang jelas dia ingin sejenak menghindari keramaian di sana.


Natasya memanyunkan bibirnya. Dia ingin makan di lesehan.


"Mana ada lesehan yang buka hari gini, Neng" ucap Kai gemas memandang bibir manyun Natasya.


Karena pada akhirnya mereka makan di Warung Gudeg Yu Djum.


"Kamu mau makan apa di lesehan?" Tanya Kai.


Natasya terdiam. Namun ketika pelayan di rumah makan menawarkan kalau ada ayam goreng. Gadis itu langsung mengembangkan senyum.


"Cuma pengen makan ayam goreng kok pakai acara manyun" Ledek Kai.


Natasya hanya mencebikkan bibirnya lantas mulai melahap makanannya.


Selesai makan dan membayar makanannya. Mereka melanjutkan perjalanan mereka di Malioboro.Berjalan beberapa waktu Kai berhenti di salah satu toko yang menjual berbagai macam kerajinan perak.


Yogyakarta memang terkenal dengan kerajinan peraknya. Kai masuk diikuti Natasya yang heran melihat Kai tertarik dengan sesuatu.


"Cari apa?" Tanya Natasya.


Kai terdiam. Dia berkeliling. Seorang pelayan nampak menghampiri mereka.


"Ada yang bisa dibantu Pak, Bu?" Sapa pelayan itu.


"Ini apakah ada empat?" Tanya Kai didepan miniatur candi Borobudur.



Kredit google.com


"Ada Pak" Jawab pelayan itu.


"Bisa dikirim ke alamat ini?" Tanya Kai.


"Oh bisa sekali Pak" Balas pelayan itu.


"Saya ambil empat ya dan tolong dikirim ke alamat ini" Pinta Kai sambil memperlihatkan sebuah alamat.


"Kamu mau beli?" Tanya Natasya.


Kai mengangguk.


"Untuk siapa? Banyak sekali" Heran Natasya.


"Ada deh" Jawab Kai. Lantas pria itu kembali berkeliling. Melihat-lihat. Kai berhenti di depan set perhiasan perak.


"Tidakkah ini cantik?" Tanya Kai.


"Ya" Natasya bàlik bertanya.


"Kamu akan terlihat cantik jika memakai ini" Ucap Kai memandang dalam wajah Natasya.


"Kak..."


"Mbak bisa kirimkan ini sekalian ke alamat tadi" Pinta Kai tiba-tiba sambil menunjuk dua set perhiasan dari perak. Bertahtakan batu berwarna pink dan ungu.




All kredit google.com


"Tapi Kak itu kan mahal. Aku kapan akan memakainya" Tolak Natasya.


"Yang penting kamu terima. Disimpan saja. Aku tahu kamu tidak suka memakai perhiasan. Biarkan aku membelikan sesuatu yang berharga untuk wanita yang aku cintai" Ucap Kai kembali menatap dalam bola mata Natasya.


"Kak.." Lirih Natasya lantas masuk ke dalam pelukan pria itu.


"Aku tahu kamu tidak akan meminta apapun dariku. Tapi biarkan sesekali aku memanjakanmu dengan barang-barang yang wanita sukai" Bisik Kai lagi sambil sesekali mencium puncak kepala Natasya.


"Jadi jangan ditolak ya" Bujuk Kai.


Pada akhirnya Natasya mengangguk. Membiarkan pria itu melakukan apapun yang dia suka.


Kai menyelesaikan pembayaran sekaligus membayar ongkos kirimnya. Kali ini kartunya bisa digunakan di toko itu. Pelayan toko itu tersenyum sumringah mengantarkan Kai keluar dari toko mereka.


Beberapa waktu mereka hanya berjalan-jalan sambil sesekali melihat-lihat souvenir yang dijual di sepanjang jalan Malioboro itu.


Hingga kaki Natasya berhenti di sebuah butik yang menjual baju-baju dari bahan batik.


"Kak..." Ucap Natasya.


Kai yang melihat ekspresi Natasya saat melihat butik itu langsung shock.


"Time to shopping girls" Batin Kai.


Membuat Natasya melebarkan senyumnya.


*****