You'll Always Be The One

You'll Always Be The One
Chapter 28



Leo hanya terdiam mendengar perkataan Lisa. Dia benar-benar tidak fokus pada makanannya.


Leo bertemu Lisa setelah dia meninggalkan apartemen Kai, tuannya. Keduanya memang berjanji untuk makan malam bersama.


"Kamu kenapa sih? Dari tadi diam saja" Tanya Lisa yang seolah tahu pikiran Leo tidak di sana sejak tadi.


"Aku khawatir dengan bosku" Jawab Leo.


"Kenapa?"


"Dia mabuk waktu aku datang mengantarkan berkas. Dan tuan Kai biasanya jarang sekali menyentuh alkohol. Kecuali dia sedang stres berat. Tapi ada Fanny di sana. Dan dia menyuruhku pergi. Aku benar-benar khawatir, Sa"


"Kan Fanny adiknya. Jadi tidak masalah kan dia mengurus kakaknya yang sedang mabuk"


"Kamu tidak tahu. Dia bukan adik kandung Bos. Dan dia sudah lama jatuh cinta pada tuan Kai"


"Whaatt!!!! Seriously?"


"Aku mengatakan yang sebenarnya"


"Coba deh kamu hubungi Bosmu. Siapa tahu dia sudah sadar" Saran Lisa.


"Iya juga ya" Ucap Leo.


Lantas meraih ponselnya dan menghubungi Kai. Agak lama ponsel berdering. Namun tidak diangkat.


"Tidak diangkat. Semoga tidak terjadi apa-apa. Atau kalau tidak Bos, akan membunuhku besok pagi" Keluh Leo.


"Sebenarnya ada apa sih dengan bos kita. Yang satu kerja kayak orang kesurupan. Katanya mau ambil liburan. Yang satu ninggalin pesan kayak orang mau pergi jauh. Mereka tidak sedang merencanakan liburan bareng kan?" Tanya Lisa.


"Bagus kalau liburan bareng. Kita tinggal nunggu undangan kawinan mereka. Lah ini bosku malah bilang kalau dia sudah kehilangan bosmu" Tambah Leo.


"Mereka nggak putus kan?" Tanya Lisa.


Dan Leo hanya mengedikkan bahunya tidak tahu.


Lisa menarik nafasnya dalam.


"Sebenarnya apa sih yang sedang terjadi dengan bos-bos kita?"


Leo hanya diam tidak menjawab pertanyaan Lisa. Pikirannya masih terpusat pada keadaan Kai. Leo benar-benar khawatir jika Fanny melakukan sesuatu pada tuannya.


Dan paginya, sesuai perkiraan Leo. Dia pagi-pagi sudah mendapat keplakan di lengannya dari bosnya.


"Aduh Bos sakit" Keluh Leo sambil meringis memegangi lengannya.


"Ikutkan hati aku ingin menghajarmu. Kenapa kau tinggalkan aku semalam?" Salak Kai.


"Kan ada Bu Fanny. Dia mengusir saya. Saya bisa apa" Jawab Leo memelas.


"Kamu tahu, gara-gara kau meninggalkan aku. Dia hampir saja memperko****" Ucap Kai kesal.


Leo langsung membulatkan mata.


"Beneran Bos? Kan hampir. Belum jadi" Bela Leo. Yang langsung mendapat lemparan map dari Kai.


"Lain kali jangan tinggalkan aku kalau aku lagi mabuk" Perintah Kai.


"Termasuk dengan bu Natasya?" Tanya Leo memperjelas perintah Kai.


Kai terdiam. Sorot matanya berubah sendu.


"Aku rasa aku sudah kehilangan dia. Kemarin adalah pertemuan terakhir kami" Ucap Kai sendu.


"Maksud Bos?" Tanya Leo.


"Kamu akan tahu minggu depan" Jawab Kai sedih.


Leo hanya diam menatap wajah sedih bosnya itu. Sekian lama ikut dengan Kai. Leo tahu berapa banyak hal yang sudah terjadi dengan Bosnya itu. Satu hal yang ia tahu. Jika dia sudah melihat tuannya itu tidak berdaya itu berarti ada hubungannya dengan tuan besar Hadiwinata.


Sebenarnya Kai bisa saja melawan tanpa takut hidup susah. Karena kenyataannya Kai juga punya kerajaan bisnis sendiri. Yang tersembunyi dan tidak banyak yang tahu.


Bisnis IT dan jual beli saham. Namun semua berpusat di Singapura. Karena itu terkadang Kai dan Leo harus wara-wiri ke Singapura jika ada masalah yang serius di sana.


Sedang alasan Kai tidak ingin melawan tuan besar Hadiwinata adalah karena hutang budi yang Kai punya. Tuan Hadiwinata yang sudah mengambilnya dari panti asuhan, mengadopsinya, memberikan kehidupan dan pendidikan yang layak. Hingga dia mampu berdiri seperti sekarang.


Walaupun pada akhirnya Kai harus menelan kekecewaannya. Setelah tahu tujuan dari tuan Hadiwinata mengadopsi dirinya. Menjodohkannya dengan Fanny. Cucu sahnya.


Semakin dekat ke hari konferensi pers. Kesedihan yang Kai rasakan semakin besar. Bagaimana reaksi Natasya. Jika gadis itu tahu kalau dia dijodohkan dengan gadis lain.


Yang tanpa Kai tahu. Hal yang sama pun dirasakan oleh Natasya. Keadaannya sering tidak menentu. Pusing semakin sering melanda. Walaupun Jocelyn sudah memberikan obat untuk mengurangi rasa pusing itu.


Namun sepertinya obat itu tidak banyak membantu. Rasa sedih membuat keadaan Natasya memburuk lebih cepat dari perkiraan Jocelyn.


"Kamu harus segera masuk rumah sakit sekarang juga" Pinta Jocelyn terakhir kali gadis itu menanyakan keadaannya.


"Dua hari. Beri aku dua hari. Aku akan menyerahkan surat pengunduran diriku besok. Dan pastikan kamu membayar pinaltinya" Ucap Natasya berusaha santai.


"Jangan khawatir berapapun yang mereka minta aku akan membayarnya" Jawab Jocelyn.


"Lebih tepatnya Kakekmu yang akan membayarnya" Batin Jocelyn.


Natasya juga sudah merekomendasikan Lisa menjadi penggantinya. Gadis itu sudah mampu menghandle semua pekerjaannya. Sangat berbakat, teliti hanya saja masih kurang cekatan saat harus mengambil keputusan tiba-tiba.


**


Hari berganti,


Natasya turun dari Brio-nya. Sesaat memandang hamparan bangunan yang menjulang tinggi di hadapannya. Hari terakhirku, gumannya pelan.


"Bu, ini Teddy-nya" Ucap Lisa sedikit mengejutkan Natasya.


"Kamu ngagetin aja. Hai Teddy. Long time no see. Tante Lisa kelamaan ya, ninggalin kamu di tempat laundry" Ucap Natasya menerima sebuah boneka teddy bear mungil berwarna pink.



Kredit google.com


"Maaf Bu. Sibuk jadi kelupaan" Ucap Lisa.


"Nggak papa sih. Kalungmu nggak hilang kan?" Tanya Natasya sambil memeriksa leher teddy bear pink itu. Dimana sebuah kalung dengan inisial AA tergantung di sana.


"Nggak hilang kok Bu. Saya minta Rani untuk melepasnya waktu dicuci" Jelas Lisa.


"Terima kasih"


"Ngomong-ngomong ada apa ya Bu. Kok rame banget" Tanya Lisa sambil melihat sekelilingnya"


"He e. Ada apa ya?"


Keduanya masuk ke lobi kantor. Yang ternyata sudah berubah menjadi sebuah tempat untuk konferensi pers. Dan saat keduanya masuk. Kebetulan acaranya sudah dimulai.


"Mungkin ada pengumuman penting atau apa gitu Bu" Ujar Lisa.


Natasya baru saja akan meninggalkan tempat itu. Ketika dia menangkap sosok yang hampir 20 tahun ini dia hindari dan dia benci.


"Dia siapa?" Tanya Natasya setengah mengatupkan rahangnya. Menahan emosinya.


"Ngapain dia di sini" Batin Natasya.


Namun lebih terkejut lagi ketika di belakang pria itu nampak Kai, seorang gadis yang Natasya tidak tahu namanya. Dan dia wanita yang juga Natasya benci setengah mati.


"Itu kan tuan besar Hadiwinata. Pemilik kantor ini. Ibu sih kalau meeting penting nggak suka ikut. Jadi nggak tahu kan siapa bos sebenarnya" Jelas Lisa.


Duaarrr,


"Jadi dia selama ini aku bekerja untuk pria itu? Bagaimana bisa aku tidak tahu siapa pemiliknya" Rutuk Natasya dalam hatinya.


"Lalu hubungan dia dengan GM Kai" Tanya Natasya.


"La GM Kai kan cucunya tuan besar Hadiwinata. Walau cuma cucu angkat" Kalimat terakhir diucapkan Lisa setengah berbisik.


Dan satu lagi kenyataan pahit yang dia terima. Kai cucu pria yang sangat dia benci.


Sekilas dia lihat Kai duduk disamping pria tua itu. Terlihat jelas kalau Kai sangat tidak menyukai situasi itu. Dia hanya memandang ke bawah. Tanpa mau mengangkat wajahnya. Seolah tidak ingin para pemburu berita itu menangkap gambar wajahnya.


Berbeda dengan dua wanita yang duduk di samping pria itu dan juga di samping Kai. Keduanya terlihat sangat bahagia.


"Selamat pagi semua. Baik mungkin langsung saja. Saya di sini ingin mengumumkan soal pernikahan kedua cucu saya" Ucap pria itu.


Membuat para wartawan segera berkasak kusuk.


"Cucu Anda yang mana?"


"Bukankah Anda hanya mempunyai dua cucu?"


Sederet pertanyaan yang sebagian besar ditanyakan oleh para wartawan itu.


"Iya, cucu saya hanya dua orang" Jawab pria itu.


Ucapan yang langsung membuat Natasya mengeratkan pegangannya pada boneka teddy pink-nya.


"Karena itu saya ingin menjelaskan. Kaizo Aditya adalah cucu adopsi saya. Saya mengadopsinya dari panti asuhan Kasih Bunda 20 tahun lalu....


Ucapan pria itu selanjutnya tidak Natasya dengarkan. Tubuhnya terhuyung dua langkah ke belakang.


"Panti asuhan Kasih Bunda? 20 tahun lalu? Mungkinkah Kai adalah Kak Adit-nya" Bisik hati Natasya.


Leo yang melihat Natasya dan Lisa langsung berbisik ke telinga tuannya. Sedetik kemudian tatapan dingin Kai menatap lurus manik mata bulat Natasya. Yang menatapnya balik dengan jutaan pertanyaan tersirat di sana.


**


Up lagi readers,


Thank's sudah mampir,


Happy reading everyone,


Love you all, 😘😘😘😘


*****