
Sejak hari itu. Agus sering ikut ke warung. Tentu saja hal itu membuat Natasya dan Nek Lastri senang. Bahkan sekarang Agus sudah mau disuruh berbelanja di pasar. Nek Lastri tinggal memberi catatan. Barang apa saja yang harus dibeli.
Diapun sudah jarang pulang malam. Dia masih pergi dengan gengk motornya. Tapi tengah malam pasti pulang. Dan pasti esok harinya dia ikut berjualan bersama Nek Lastri dan Natasya.
Tentu saja perubahan sikap Agus ini membuat teman satu genknya bertanya-tanya. Namun setiap kali ditanya kenapa dia berubah. Dia hanya menjawab tidak tahu.
Membuat teman satu gengk-nya itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Bagaimana Agus bisa berubah dengan begitu cepat. Dah kayak Ksatria Baja Hitam aja nih. Main langsung berubah aja.
Dari semua temannya ada satu orang yang begitu tidak suka jika Agus berubah. Orang itu adalah Ika. Perempuan yang sudah lama menaruh hati pada Agus. Dia merasa cemburu dengan perubahan Agus. Karena ia mengira itu pasti karena Natasya.
Walau memang benar adanya. Hingga hari itu, Ika diam-diam mengikuti Agus ketika laki-laki sedang berada di warung Nek Lastri. Dan benar saja. Melihat keakraban Agus dan Natasya membuat Ika cemburu.
Rasa itu jelas terlihat di matanya ketika melihat Agus dan Natasya tampak bercanda dan tertawa. Sedang Agus dan Natasya sama sekali tidak sadar kalau ada yang memandang keakraban mereka dengan tatapan cemburu.
Beberapa hari berlalu. Pagi itu Natasya tampak termenung di tepi pantai. Tidak seperti biasanya. Dia akan berlarian kesana kesini.
Dia teringat pesan yang dikirimkan kepadanya lewat medsos miliknya. Semalam adalah konser perayaan 10 tahun debut Mandy di dunia entertainment. Natasya menonton konsernya secara streming. Yang membuatnya terharu adalah ucapan Alex di akhir acara seusai dia melamar Mandy.
"Woi putri kabur. Gue udah ngelamar Mandy seperti yang elu mau. Sekarang kapan elu mau pulang. Elu kagak lihat tu di sono. Noh dia sampe frustrasi nungguin elu" Ucap Alex melalui reels yang dia buat dengan wajah Mandy yang tampak sumringah sambil menunjukkam cincin lamaran dari Alex
Berbeda dengan seorang pria yang tadi sempat disorot oleh kamera ponsel Alex. Meski melambaikan tangan sambil tersenyum binar kesedihan jelas nampak diwajah pria itu.
Sesaat rasa rindu menghantam hatinya. Hingga satu pertanyaan muncul di benaknya. Keterlaluankah dirinya?
Apalagi setelah reels Alex. Mendadak bermunculan reels-reels yang lain. Ada Nadya juga Justin. Hera dengan Evan. Tak lupa Jocelyn dan Edgard. Bahkan Lisa dan Leo tidak mau ketinggalan. Semua dengan satu hashtag #Kapanpulang? Hingga dunia permedsos-an ramai dengan hashtag #Kapanpulang? Walau tidak semua netizen tahu untuk siapa sebenarnya hashtag itu dibuat.
Baahhhh dah kayak bang toyib aja. Ditanyain kapan pulangnya.
"Haah" Natasya menarik nafasnya kasar.
"Ngapain kamu disini. Biasanya juga nyemplung ke laut" Tanya Agus sambil melemparkan satu minuman ke Natasya.
"Eike kagak bisa berenang Gus. Sembarangan nyuruh nyemplung ke laut. Nyuruh eike mati ya?" Salak Natasya.
"Aduh Yu jangan galak-galak to. Nanti pacarnya kabur" Ledek Agus.
"Yu lagi Yu lagi" Omel Natasya.
Tapi mendengar kata pacar. Wajah Natasya langsung berubah sendu.
"Rindu sama pacare? Yo pulang sana" Usir Agus.
Natasya menarik nafasnya pelan.
"Kamu tahu betapa bahagianya bisa memiliki keluarga. Aku baru menemukannya beberapa bulan yang lalu. Selama 20 tahun ini yang aku tahu, aku hanya memiliki seorang adik saja. Tapi dua bulan lalu setelah aku bangun dari komaku. Aku baru tahu jika aku masih punya seorang kakek dari sebelah ibuku" Tutur Natasya sendu.
"Kamu koma? Kamu sakit?" Tanya Agus.
"Aku kena leukemia. Dan harus menjalani prosedur pencangkokan sumsum tulang belakang. Aku koma cuma 2 hari. Karena "dia" berhasil membangunkanku" Ucap Natasya sambil menunjukkan foto Kai di ponselnya.
Agus terkejut. Gadis dihadapannya pernah sakit leukemia dan koma.
Sejenak Agus tertegun. Ini pertama kalinya Natasya menunjukkan siapa kekasihnya. Nyali Agus langsung ciut. Melihat fotonya saja, Agus bisa lihat. Betapa hebatnya pria itu dibanding dirinya.
"Kamu beruntung punya Nek Lastri disampingmu selama ini. Aku perlu 20 tahun untuk menemukan kakekku" Ucap Natasya lagi sendu.
"Jadi baik-baik dengan nek Lastri. Dia sudah terlalu sedih kehilangan putranya. Jangan kamu tambahi dengan cara menjauhinya. Karena bagaimanapun dan apapun, keluarga adalah tempat terbaik untuk kita pulang" Nasihat Natasya.
Agus terdiam. Sejenak menatap Natasya. Ada kebimbangan yang terlihat jelas di wajah gadis itu.
"Jika keluarga adalah tempat terbaik untuk pulang. Maka pulanglah. Mereka pasti menunggumu. Terutama "dia" Ucap Agus pada akhirnya.
"Entahlah. Mungkin aku sangat keterlaluan padanya. Aku pernah tinggal di panti asuhan. Dan "dia" adalah temanku disana. Dia mencariku selama 20 tahun. Dia baru menemukanku ketika dia sudah dijodohkan dengan adik tiriku" Natasya memulai ceritanya.
"Lalu?" Tanya Agus kepo.
"Apalagi? Di hari pernikahannya dengan adikku dia kabur dari altar pernikahannya. Karena melihatku ada disana. Dan saat itu aku langsung mengalami koma" Kenangnya.
"Adikmu pasti sedih"
"Bukan hanya sedih. Boleh dibilang dia patah hati, hancur. Kamu tahu. Dia sekarang sembunyi di Surabaya. Aku sudah berusaha mencegahnya tapi dia menolak. Dia bilang ingin memulai hidup baru di sana" Cerita Natasya.
Mengingat bagaimana ketika Fanny berpamitan padanya. Ya, Natasya tahu kalau Fanny pergi ke Surabaya.
"Maka jangan buat rumit hidupmu yang sudah bagus itu. Jangan sepertiku. Perasaan sendiri saja masih ragu" Kembali Natasya bertutur.
Keduanya lantas terdiam. Tidak ada yang bicara sama sekali. Dan sekali lagi keakraban Natasya dan Agus itu disaksikan Ika. Yang membuat rasa bencinya semakin besar pada Natasya.
****
Di lain tempat.
Kai baru saja keluar dari ruangan Jocelyn. Dia bertanya kemana Natasya pergi sebenarnya. Dan Jocelyn menjawab tidak tahu. Karena memang dia tidak tahu.
Kai sampai di lobbi rumah sakit ketika satu suara memanggilnya. Dilihatnya Lee Joon sang sahabat yang baru mau masuk ke lobbi.
"Hai bro. Long time no see" Sapa Lee Joon yang membuat Kai terkejut.
Kredit Instagram @eunwoo_hollics
(Visual Lee Joon dari karya author yang satu lagi. Kepoin juga ya)
"Hai juga" Jawab Kai sendu.
"Ada apa?" Tanya Lee Joon. Ketika pada akhirnya mereka memutuskan untuk mengobrol sejenak.
"Tidak ada. Aaaah ya, aku dengar dari Jo istrimu baru saja melahirkan. Dia baru saja menjenguknya. Kembar, sepasang lagi. Pasti lucu" Ucap Kai sendu.
"Terima Kasih. Makanya segeralah menyusul. Aku dengar kamu sudah menemukannya. Jadi cepatlah lamar dia" Lee Joon berujar.
Kai menghela nafasnya.
"Kenapa?" Tanya Lee Joon.
"Dia kabur" Jawab Kai.
"Maksudmu?" Lee Joon balik bertanya.
"Aku sebenarnya gemas dengan sikapnya. Tiap kali ada masalah. Bukannya dihadapi. Pasti malah ditinggal kabur. Apa susahnya sih tinggal bicara apa yang dia mau. Apapun akan aku lakukan. Apapun akan aku berikan. Bahkan ketika dia memintaku menikah dengan Fanny adiknya waktu itu" Curhat Kai.
"Jadi dia yang memintamu menikahi adiknya" Tanya Lee Joon.
Kai mengangguk.
"Kamu tahu alasannya? Dia bilang Fanny mencintaiku. Lalu bagaimana dengan dia dan aku. Mudah sekali dia memintaku menikahi Fanny. Sifatnya ini membuatku benar-benar bingung" Kai frustrasi.
"Mau aku membantumu? Aku bisa menemukannya untuku" Tawar Lee Joon
"Memang bisa?" Tanya Kai tidak percaya.
"Tentu saja. Berikan aku sesuatu untuk melacaknya" Pinta Lee Joon.
"Maksudmu?" Tanya Kai tidak paham.
"Ya sesuatu seperti foto atau apapun itu" Ulang Lee Joon.
"Ini foto terakhirnya. Dan mobilnya ditemukan di Stasiun Jatinegara" Jawab Kai.
****
Ini visual Abang Kai yang lagi galau mikirin neng Anna
Kredit google.com
Thank's sudah mampir
Love you all 😘😘
***