
Natasya langsung melesat keluar dari mall. Begitu Hera menghubunginya. Mengatakan kalau Kai menemuinya. Sedikit menginterogasinya tentang dirinya.
Hera tahu Kai bukan orang yang mudah dibohongi. Jadi akan lebih baik jika Natasya segera kembali ke rumah sakit. Di mana semua staf rumah sakit sudah diinstruksikan untuk menyembunyikan dirinya.
"Haissh kenapa juga aku jadi seperti buronan begini" umpatnya pelan.
Berusaha mencari taksi kembali ke rumah sakit. Niat hati ingin mencari udara segar sebelum tes sumsum tulang belakang esok hari. Karena setelah tes itu, akan ada luka sedikit akibat jarum yang digunakan. Dan perlu beberapa hari untuk sembuh. Jadi dia pikir ingin refreshing sebentar.
"Ini bukannya tambah segar pikirannya malah tambah runyam jadinya" umpatnya lagi karena dia tak kunjung menemukan taksi.
Hingga satu suara kembali membuatnya terkejut.
"Sya, Natasya Ariana!" panggil suara yang sangat ia kenal.
Dia tidak perlu menengok untuk mengetahui siapa pemilik suara itu. Dia pikir harus segera kabur dari tempat itu.
Dia baru saja akan melarikan diri dari tempat itu. Menghindari pemilik suara itu.
Sedikit kesal karena tidak ada taksi yang melintas. Hingga satu suara kembali terdengar memanggilnya. Namun kali ini berbeda. Dengan suara tadi.
"Kak, kakak ngapain di sini?" tanya Angela tepat dari dalam mobil yang tengah berhenti tepat di depannya.
Kredit google.com
Tidak menunggu lagi. Natasya langsung masuk ke dalam mobil yang Angela tumpangi. Dan sedikit terkejut ketika melihat Jason di dalam mobil itu.
"Kalian?" Natasya sedikit tidak percaya dengan pemandangan di depannya.
"Kakak mau kemana?" tanya Angela tiba-tiba.
Membuat Natasya sadar dengan situasinya.
"Bisa antar kakak ke rumah sakit xxx" ucap Natasya.
"Kakak sakit?" tanya Angela.
"Tidak. Oh Jason cepatlah. Aku harus bertemu seseorang di sana. Dan aku sedikit terlambat" ucap Natasya mencari alasan.
Dan tak lama Jason melajukan mobilnya. Mulai meninggalkan mall itu. Natasya sedikit melirik ke belakang di mana ia tahu betul mobil Kai mengikutinya.
"Mau kabur kemana lagi kamu?" ucap Kai.
Secara kebetulan Kai ada meeting dengan klien di salah satu restoran di mall itu. Dan saat ia akan kembali ke kantor dia melihat Natasya yang terlihat terburu-buru meninggalkan mall itu.
Mobil Kai terus mengikuti mobil Jason. Namun Kai tidak bisa mendekati mobil Jason karena keadaà n jalan yang padat. Tidak memungkinkan dia untuk mendahului mobil yang ada didepannya.
Hingga keberuntungan sepertinya belum berpihak pada Kai. Ia terpaksa berhenti ketika lampu merah tiba-tiba berhenti. Sedang mobil Jason bisa lolos dari lampu merah itu.
"Oh ****!!!!" umpat Kai sambil memukul setir mobilnya. Matanya nyalang menatap mobil Jason yang terus menjauh.
"Itu kan mobil..." Kai mengenal plat mobil Jason. Mobil Toyota Rush dengan plat berakhiran PRK atau marga Park. Yang hanya keluarga Jasonlah yang mempunyai plat seperti itu.
"Baik, kamu bisa lepas hari ini. Tapi tidak lain kali" guman Kai.
Natasya menarik nafas lega ketika tahu mobil Vios Kai tertahan lampu merah.
Kredit google.com
"Kakak menghindari seseorang?" tanya Jason curiga.
"Aahhh tidak. Kakak tidak menghindari siapapun" jawab Natasya. Membuat Jason dan Angela saling berpandangan.
"Kalian pacaran ya?" kali ini Natasya yang curiga.
"Baru PDKT, kak" jawab Jason. Yang membuat Angela mendelik.
"Kita cuma berteman Kak. Nggak pacaran. Ogah pacaran sama dia. Bokapnya galak kaya singa" ucap Angela santai.
"Belum pacaran baru otewe" sela Jason.
"Kamu kapan ketemu bokapnya Jason?" tanya Natasya.
Natasya tahu siapa Jason. Tahu siapa tuan Park. Jadi dia juga tahu kalau tuan Park sangat ribet orangnya. Satu hal yang Natasya tidak tahu. Kalau Jason adalah adik Alan.
"Kemarin dia bermaksud menculikku. Tapi..."
"Tapi dia tidak jadi diculik. Siapa juga yang berani nyulik cewek bar-bar dan galaknya minta ampun ini" timpal Jason.
"Bagus Angela jangan sampai kalah sama tuan Park. Biar Jason pusing tujuh keliling ngadepin kalian berdua" kompor Natasya yang langsung mendapat kode ok dari Angela.
"Aduh Kak. Jangan ngomporin dong. Aku beneran bisa gila kalau harus ngadepin dua orang ini" keluh Jason.
"Memangnya kenapa? Kan kita cuma berteman" ucap Angela.
"Angela.."
"Apa?!!!" tantang Angela.
Pertengkaran keduanya membuat Natasya tersenyum. Setidaknya ada yang bahagia di tengah dukanya.
"Bukankah mereka terlihat manis saat bertengkar" batin Natasya.
Tak lama Natasya turun di depan rumah sakit xxx.
"Kakak beneran nggak sakit kan?" tanya Angela lagi.
"Tidak. Kakak mau bertemu dokter Jocelyn teman kakak. Sudah lama tidak bertemu" Natasya membuat alasan.
"Dokter Jocelyn Kusuma?" tanya Jason.
"Iya. Kamu kenal?" tanya Natasya balik.
"Kenal. Kami punya beberapa bisnis dengan keluarga Kusuma. Tapi dengan kakaknya dokter Jocelyn. Jonathan Kusuma" jelas Jason.
"Oooo" Natasya ber-oo ria.
"Ya sudah pulang sana. Jangan main-main terus" ucap Natasya.
"Kan mumpung lagi libur Kak" jawab Angela sambil nyengir.
"Iya-iya. Hati-hati di jalan. Kalian hwaiting!" Natasya memberi semangat keduanya.
Natasya menghela nafasnya ketika mobil Jason melaju semakin jauh dari tempatnya berdiri. Lantas melangkah masuk ke lobi rumah sakit. Terus menuju ke lantai 10 dimana kamar VIP-nya berada.
Ponsel Jason berdering tak lama setelah dia menghantarkan Angela ke apartemennya.
"Ya, Kak"
"...."
"Di mana?"
"..."
"Oke, aku jalan kesana" ucap Jason.
Dia pikir tidak biasanya orang ini memintanya bertemu.Tak lama mobil Jason masuk ke sebuah restoran Italia yang tak lain tempat Hera bekerja.
Jason langsung masuk. Dan menuju tempat di mana Kai telah menunggunya. Yang menghubungi Jason adalah Kai.
Kai baru saja bertanya soal Hera. Ternyata gadis itu sudah pulang dari sore dan tidak mengambil lembur meski restoran tengah ramai pengunjung. Satu hal yang pasti teman Hera mengatakan kalau Hera dijemput Evan pacarnya.
"Mungkin mereka pergi kencan. Tapi aku jelas melihat kalau itu Natasya. Berarti Hera bohong soal Natasya yang sedang liburan" batin Kai.
Hingga lamunannya buyar ketika Jason menepuk pelan bahunya.
"Mengagetkan saja!" umpat Kai.
"Sorry. Tumben ngajak ketemuan disini. Ada masalah?" tanya Jason to the poin.
Percakapan mereka terjeda ketika seorang pelayan datang mengambil pesanan mereka.
"Siapa yang kamu bawa tadi siang" selidik Kai.
"Aku jalan dengan Angela" jawab Jason.
"Lagi.." kejar Kai.
"Aahhh, kak Natasya. Kami bertemu dengannya lalu dia meminta diantar ke rumah sakit xxx. Mau bertemu dokter Jocelyn katanya" jawab Jason.
"Rumah sakit xxx, Jocelyn" ulang Kai. Dan Jason mengangguk.
Kai teringat ucapan Leo yang mengatakan kalau menurut Lisa. Sikap Natasya berubah sejak bertemu dengan Jocelyn.
"Aaah aku harus menemui Jocelyn sepertinya"
"Kenapa? Kalian seperti sedang main kucing-kucingan" ejek Jason.
Usia Jason seumuran Natasya tapi tingkahnya seolah dia dan Kai seumuran. Tidak ada canggung sama sekali. Meski Jason selalu memanggil kakak pada Kai. Mengingat kakaknya Alan dan Kai berteman baik.
"Kamu tahu beritanya kan. Sejak hari itu dia menghilang. Dan mengirimkan surat pengunduran dirinya" curhat Kai.
Jason tahu Kai dan Natasya menjalin hubungan. Baginya itu tidak masalah. Karena kakaknya Alan sudah meninggal. Lagipula dulu antara Alan dan Natasya hanya sebatas teman.Tidak lebih.
"Kalau aku jadi dia aku juga akan menghilang dari hadapanmu. Wuussshh" ejek Jason menirukan bunyi angin yang berhembus.
"Jason, jangan memprovokasiku. Pilihan apa yang aku punya. Jika kakek tua itu menempelkan pistol di kepala gadis yang kamu cintai" ucap Kai menahan amarah.
"Oke aku paham situasinya. Kamu terpaksa. Tapi apa kamu pernah menjelaskan situasimu padanya?" tanya Jason.
"Bagaimana aku bisa menjelaskan padanya. Sejak dia meninggalkan surat pengunduran diri pada Leo. Dia sama sekali tidak terlacak keberadaannya. Dia mengganti nomer ponselnya. Dan tidak pernah terlihat di rumahnya. Membuatku percaya kalau dia sedang liburan" tutur Kai.
"Tapi ternyata tidak. Atau dia sedang bersembunyi darimu. Dia terlalu sakit hati denganmu" ucap Jason.
"Mungkin" ucap Kai pada akhirnya.
Sakit hati..siapa juga yang tidak sakit hati jika menghadapi situasi seperti itu. Kai pun berpikiran sama dengan Jason.
"Jadi langkah selanjutnya apa?" Jason bertanya.
"Aku akan menemui Jocelyn besok" ucap Kai.
Sambil memakan makanannya yang beberapa saat lalu diantar oleh pelayan restoran itu. Pun dengan Jason.
"Itu bagus. Kak boleh aku berpendapat?" tanya Jason dan Kai mengangguk.
"Aku rasa seseorang memback-up kak Natasya. Mengingat susah sekali kamu menemukannya. Apalagi dia masih di Jakarta. Bukankah itu aneh. Dan lagi kakak mengatakan kalau dia bersedia membayar pinalti akibat dari pengunduran dirinya. Jumlahnya tentu tidak sedikit kan?" Jason mulai menganalisa.
"Aku pikir itu ada benarnya juga. Leo juga mengatakan hal yang sama. Delapan kali lipat dari gaji pokoknya. Dan itu lumayan besar jumlahnya" Kai membenarkan.
"Mulailah mencari tahu hal itu. Jika kamu tidak mau kehilangan dia" saran Jason.
"Tentu saja aku tidak mau kehilangan dia. Enak saja" ucap Kai.
"Lalu kakekmu?"
"Aku akan memikirkannya belakangan. Yang penting temukan dia dulu"
Dan Jason mengangguk. Hening sejenak. Mereka menikmati makanan yang ada di piring masing-masing.
"Oh ya Kak. Aku tidak mau datang ke pernikahanmu. Jika kamu jadi menikah dengan Tiffanny. Aku tidak mau melihatmu bersedih di pernikahanmu" ucap Jason.
"Aku juga tidak mau menikah dengannya" jawab Kai.
"Berusahalah agar kakak bisa keluar dari masalah ini. Katakan padaku jika kakak membutuhkan bantuan. Aku siap membantu" ucap Jason.
"Terima kasih" jawab Kai.
Dan Jason tersenyum.
***
Up lagi readers tercinta,
Jonathan di sini sama dengan Jonathan yang nikah dengan adiknya Nina ya. Dari novelku yang satu lagi ( kepoin juga ya😜😜),
Okey, so taratengkyuh sudah pada mampir,
Happy reading everyone,
Love you all, 😘😘😘😘
****